
Disdik Barito Utara Gelar Paparan Program Kerja Dengan Insan Pers dan PWI
BARITO UTARA- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Barito Utara, gelar paparan program kerja penguatan sinergitas antara Insan Pers dan Persatuan Wartawan Indoneaia (PWI) Barito Utara. Dengan adanya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari pusat yang terkait sarana dan prasarana (Sapras) Pendidikan serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan dukungan 20% dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, ini semua menjadi semangat juang atau juga disebut (Militansi) para pejabat di jajaran Dinas Pendidikan Barito Utara, untuk dapat memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Barito Utara dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, termasuk bagi para tenaga pendidik atau guru.
Namun demikian, lebih baik jika upaya untuk menghindari hal- hal yang kurang menguntungkan, seperti penanganan stunting bagi ibu dan anak usia dini, juga dapat diatasi bersama, jika tidak ditangani dengan serius akan berdampak terhadap berkembangnya anak usia dini, nalar bagi kejeniusan atau pola berpikirnya pada anak.
Hal ini agar mereka juga bisa terhindar dari stunting dan memperoleh asupan makanan bergizi secara cuma- cuma, serta mendapatkan pendidikan gratis bagi anak- anak sekolah untuk mencukupi asupan gizi pada makanan, dengan tersedianya jaringan internet berupa perangkat Starlink agar akses internet tersedia di sekolah- sekolah di desa- desa yang tersebar di Kabupaten Barito Utara.
Namun, hal ini juga harus didukung dengan jaringan listrik yang memadai di desa dan dusun untuk menunjang bagi dunia pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dengan melibatkan guru ahli.
Insentif guru akan diberikan, bukan honor, karena jika menggunakan gaji honor harus berdasarkan regulsi Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Revitalisasi atau pelestarian bahasa daerah disebut juga dengan Muatan Lokal (Mulok) sangat vital, seperti Bahasa Bakumpai, Bahasa Manyan, Bahasa Taboyan, Dusun Malang, dan lainnya. Hal ini sangat penting dilakukan karena masih banyak yang belum fasih berbahasa Indonesia untuk berkomunikasi, terutama jika terjadi tindak pidana di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin. A Surapati, SP. M. Si. Dalam paparan program kerja Disdik dengan Insan pers dan Ketua PWI, Barito Utara bersama anggota, pada hari Kamis (20/3/2025) dalam hal ini dirinya menyebutkan bahwa Taman Kanak- Kanak (TK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang semula hanya ada 5 sekolah berstatus negeri, kini telah bertambah menjadi 6 sekolah negeri, sehingga total menjadi 11 TK negeri yang tersebar di 93 desa. Sementara itu, guru PAUD harus memiliki kualifikasi pendidikan S1.
Kadisdik juga pada Paparan Program Kerja dengan sejumlah awak Media ini didampingi sejumlah kepala bidang, kepala sekolah SKB Muara Teweh, untuk pendidikan non formal atau pendidikan penyetaraan, baik paket A,B dan C, Bagian Keuangan, UPT Pendidikan Kecamatan Teweh Tengah, Kasubag bagian umum, Kasubag Perencanaan dan Keuangan, mewakili bagian Dikdas, Kasi pembinaan tenaga pendidikan.
la juga meminta kepada media mengontrol kebijakan yang yang dilkukan oleh pihak eksekutif dan legeslatif, karena keberadaan media adalah sangat vital untuk mempublikasikan dari hasil pembangunan, dirinya selaku Kadisdik Barito Utara juga akan menyiapkan waktu dan ruang untuk awak media, dan bisa bersenergi dalam upaya untuk membangun kualitas pendidikan.
“Diterangkan oleh Kadisdik, kita sangat mendukung keberdaan Media berbentuk Koran, Media Online dan juga Televisi (TV) sangat vital guna mempublikasikan hasil pembangunan, khususnya dunia pendidikan yang tersebar di sejumlh 9 kecamatan yang ada di Barito Utara, di ruang kerja Kadis Pendidikan Barito Utara. (SS)










