
PANTANG MENYERAH MBAH KOLIL DARI DESA KARANGLO MOJOWARNO TETAP BERJUALAN ROTI KELILING
JOMBANG – gempurnews.com. Cerita pedagang roti keliling yang setiap hari berjualan di SPBU Pertamina 54.614.16 Jl. Raya Mojowarno – Ngoro sangat penuh inspiratif tanpa pantang menyerah dengan kondisi perekonomian saat ini tetap semangat berjualan roti keliling dengan sepeda angin dan rombong di belakangnya.
Mbah Kolik yang berumur 73 warga Dusun Bajang Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno Jombang setiap hari berkeliling dan menuju SPBU Pertamina 51.614.16 kurang lebih 5 km dari rumahnya untuk berjualan roti, ditemani sepeda angin dan rombong kecil daribahan kayu yang di kayuh setiap hari. Berjualan sejak zamannya era Presiden Gus Dur cerita Mbah Kholil ke awak media ” Kulo sadean Ket Gus Dur Niko mas ( saya berjualan dari eranya Gus Dur ) kata mbah Kholil”.
Dari pengamatan awak media kue yang di jual di rombong ada 4 jenis roti goreng, lumpia, donat dan pisang molen yang rata rata dijual dengan harga Rp. 1.500,-. Setiap hari membawa 200 roti yang di dapat dari tempat kulakan di Mojoagung dengan harga Rp. 1.000,- perbiji, kalau semua rotinya habis dapat memperoleh keuntungan Rp. 100.000,- perhari.
Saat awak media bertanya mengenai bantuan sosial dari pemerintah Mbah Kholil menerangkan kalau memperoleh bantuan berupa PKH , ” Ngeh kantuk bantuan PKH niku menawi ( ya memperoleh bantuan PKH kalau gak salah ) kata mbah kolil. Selama 2 tahun sudah berjualan tetap mulai jam 8 sampai habis atau tinggal sedikit jualannya di SPBU Mojowarno ini, ” sampun kaleh tahun Kulo Ten mriki pak, ngeh mulai dugi niku jam wolu ( sudah sejak 2 tahun sudah menetap berjualan di SPBU ini ya mulai jam 8 pagi bukanya ) ulas Mbah Kholil.
Mbah Kholil mempunyai anak 6 dan cucu 10, 4 anaknya sekarang sudah jadi Hafidz dan Hafidzah, salah satunya pernah belajar di Pondok Kalibening dan di asuh oleh Gus Rohim bahkan cucu cucunya saat ini belajar di Pondok Kalibening Mojoagung. ” Kulo gadah Anak enem, sekawan apal Qur an ngeh mondok en ten Gus Rohim Kalibening Mojoagung malah putu Kulo Ten mriko sakniki ( saya punya anak 6, 4 jadi Hafidz dan Hafidzahdan yang ngajar Gus Rohim Kalibening saat ini cucu saya belajar disana) cerita Mbah Kholil sambil merapikan jualannya.
Memperhatikan kondisi dari Mbah Kholil sangat perlu bantuan modal usaha dan juga payung agar bisa buat berteduh saat cuaca panas dan hujan. (Adi Facdiar).










