
Gelar Workshop pembuatan sabun Eco-Enzyme, DPP Paroki Sempusari Gereja Katolik HTSPM Jember Bidang kesaksian – tim kerja Gender pemberdayaan perempuan
Jember, GempurNews – Gelar Workshop pembuatan sabun Eco-Enzyme, DPP (Dewan Pastoral Paroki) Paroki Sempusari Gereja Katolik HTSPM (Hati Tersuci Santa Perawan Maria) Jember bidang kesaksian – tim kerja Gender Pemberdayaan Perempuan.
Minggu, 21/09/2025 bertempat di Aula Gereja HTSPM Jalan majapahit Sempusari – Jember. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Sukarelawan Eco-Enzyme Nusantara Jember, bidang Humas dan kerjasama, Listika Mei Linasari, namanya tidak asing bagi masyarakat jember bahkan diluar, dan selalu terlibat dalam aksi sosial kemanusiaan, baik kegiatan dilingkungan ataupun kegiatan-kegiatan dalam suatu momen.
Dalam giat hari ini kita diajak untuk mencintai bumi melalui langkah kecil ramah lingkungan. Diawali sambutan oleh Romo Emil, dikatakannya ,” dimensi kasih bukan hanya kepada sang pencipta, bukan hanya ke sesama manusia, tetapi kita juga harus memberi kasih kepada bumi yang kita injak ini, bumi yang telah memberi kita makan, bumi yang telah menopang hidup kita, diambil dari kitab suci mazmur 115:16 ” Langit itu kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikannya kepada anak-anak manusia” , ini menegaskan bahwa kita manusia harus merawat dan mengelola bumi ini supaya bumi ini lestari dan dapat menghidupi kita semua, “Terangnya.
Dihadiri 55 orang umat paroki Sempusari Gereja katolik HTSPM, juga hadir komunitas Kriya serta komunitas Atap Garden. Listika menerangkan dalam pemaparannya, Eco Enzyme adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi, dengan bahan 1liter air ditambah 100 gram gula merah atau molase ditambah 300 gram bahan organik ( kulit buah ditambah sayur yang masih segar ), lama pembuatan Eco Enzyme adalah 3 bulan, diwilayah tropis, dan 6 bulan diwilayah sub tropis, hasil akhirnya adalah cairan berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar, warna Eco Enzyme bisa dari coklat muda hingga coklat tua, tergantung pada jenis sisa buah atau sayuran dan pada jenis gula yang digunakan.
Detergent ramah lingkungan merupakan solusi berkelanjutan dari olah limbah organik yang berupa EE, bertujuan untuk mengurangi bahaya limbah bahan berbahaya seperti SLS atau SLES, padaben, amonia, mikroplastik, klorin, monoethanolamine, triclosan, phospate, dan fragrance.(son)








