
“Petani Pakpak Bharat Raih Hasil Panen Bawang Merah 900kg”
Petani di desa Siempat Rube I, kecamatan Siempat Rube bergotong-royong membersihkan bawang merah yang baru dipanen hari. Dengan bibit 20 kg jenis tajuk, diperkirakan hasil panen kali ini bisa mencapai 900 kg.
Ini untuk tanam ketiga kali, dilahan yang sama, dan saya lihat hasilnya terus meningkat. Mudah-mudahan tercapai 900 kg, atau mungkin lebih, masih ada yang belun dicabut soalnya, sekitar 150 kg lagi, jelas pemilik lahan.
Saya lebih suka bertanam bawang merah, dapat ilmu bertani bawang dari orang tua. Kami selalu menanam bawang dari dulu-dulu, jadi sudah sangat fahamlah. Disamping itu masa tanam bawang ini terbilang pendek, hanya sekitar 70 hari. Kalau dihitung mulai persiapan lahan sekitar tiga bulan lah, jelas dia kemudian.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Sahap Parulian Boabgmanalu, S.Pd, MM menjelaskan, bertani bawang merah sesungguhnya bukan hal yang tergolong susah, namun butuh ketekunan dan ketelatenan tinggi.
Harus tekun, rajin dan telaten, itu kuncinya. Karena memang butuh perawatan yang lumayan intens, perlu dilakukan pemupukan rutin, penyemprotan dengan obat-obatan tertentu, serta berbagai perawatan lain yang perlu dilakukan secara rutin, jadi petaninya harus rajin. Para PPL kita siap memberikan edukasi, bagi para petani kita yang kurang memahami bisa dihubungi para penyuluh pertanian kita, pasti kita bantu, jelas Sahat Boangmanalu sore ini.
Di Kabupaten Pakpak Bharat, tanaman bawang merah seyogyanya bukan komoditas yang baru. Selama beberapa tahun belakangan para petani mulai melirik tanaman ini. Masa tanam yang pendek dengan hasil panen yang cukup menjanjikan menjadi daya tarik tersendiri.(Tumangger)










