BARITO UTARA- Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan upacara hari Kesaktian Pancasila, yang bertemakan nasional.”Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, dan tema pada Upacara Kesaktian Pancasila di Kabupaten Barito Utata, “Evaluasi Pelaksanaan Pemilihan Serentak tahun 2025 dan Rakor Pemutahiran Data Pemilih Berkelanjutan tahun 2025, dilaksanakan bertempat di halaman Kantor Bupati Barito Utara, pada Rabu (1/10/2025).
Upacara ini dihadiri Pj. Bupati Barito Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Muhlis, Dandim 1013 Muara Teweh, Kolonel Inf. Agussalim Tuo, SH. M. IP, Kapolres Barito Utara, AKBP. Singgih Pebiyanto, SH. SIK, Staf Ahli Bupati Drs. Ardian, M. Pd, Asisten III Sekda bidang Administrasi Umum, para Prajùrit TNI- AD dan segenap kepala Perangkat daerah lingkup Pemkab Barito Utara.
Pada upacara kesaktian pancasila ini sebagai Inspektur Upacara, yakni Sekda Barito Utara Drs. Muhlis, Komandan Upacara Ataf Kodim 1013 Muara Teweh, Letda Inf. Apri Wijananto, Pembacaan Ikrar oleh Hepribidno, S. S dan Pembacaan UUD- 1945 oleh Bagaskara Arimurti, S. S serta pembacaan doa oleh Staf Kementrerian Agama Barito Utara.
Setelah pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara. Pasukan diistirahatkan oleh Komandan Upacara dilanjutkan dengan amanat Inspektur Upacara, oleh Pj Bupati Barito Utara di bacakan melalui Sekda Drs. Muhlis menyampaikan bawa hari kesaktian Pancasia bukan hanya sekedar peringatan biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam atas peristiwa yang terjadi pada tangal 30 September 1965, ketika bangsa indonesia mengalami ujian berat melalui upaya penghianantan terhadap idioligi Pancasila dan kedaulatan negara oleh gerakan 30 September/PKI. Peristiwa tersebut merupakan upaya untuk mengganti dasar negara dengan paham Komunis yang bertentangan dengan jiwa dan semangat bangsa Indonesia.
Peristiwa ini mengajarkan kepada kita betapa sakti dan kuatnya nilai- nilai Pancasila dalam menyatukan bangsa yang beraneka ragam suku, agama, dan budaya. Pancasila bukan hanya dasar negara yang tercantum dalam pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 juga pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang harus kita jaga, diamalkan, dan wariskan kepada generasi penerus.
Di tengah tantangan globalisasi dan dinamika zaman yang kian kompleks, ancaman terhadap persatuan dan Idiologi Pancasila masih nyata baik dalam bentuk diintegrasi sosial, radikalisasi, maupun pengaruh idiologi asing. Oleh sebab itu, kita wajib memperkuat komitmen dan kesadaran kolektif untuk menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari- hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun institusi pemerintah.
Pj. Bupati Barito Utara, melalui Sekda Drs. Muhlis berharap peringatan hari kesaktian Pancasila ini, sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperteguh keimanan, dan memperkokoh semangat kebangsaan. Harapan kita bersama generasi muda terus menanamkan semangat persatuan, gotong royong, toleransi serta cinta tanah air dalam setiap langkah.
Dengan demikian, Indonesia akan kian kuat menghadapi tantangan zaman, baik dari dalam maupun luar. Melalui semangat Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober ini, mari kita jaga persatuan bangsa, memperkuat rasa kebangsaan serta bersama- sama membangun Indonesia yang adil, makmur dan berdaulat. (SS)






