Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, Lumajang, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya untuk memberikan layanan kesehatan kepada korban erupsi Gunung Semeru. Kepala RSUD Pasirian, Dr. Wawan Arwijanto, melalui saluran WhatsApp, menyatakan bahwa rumah sakitnya siaga penuh 24 jam untuk menerima dan merawat korban erupsi.¹
Erupsi Gunung Semeru telah menyebabkan beberapa korban luka , serta ribuan warga yang harus mengungsi. RSUD Pasirian, sebagai rumah sakit terdekat, menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang siap memberikan layanan kesehatan kepada korban.
“RSUD Pasirian siaga penuh 24 jam untuk layanan kesehatan korban erupsi Semeru, yaitu pertolongan pertama ketika kondisi pasien sudah stabil nanti di rujuk ke RSUD Haryoto dengan peralatan yang lebih lengkap kata Dr. Wawan Arwijanto.
Lebih lanjut Dokter Wawan menerangkan sedangkan petugas kesehatan yang di tempatkan di posko posko dan tempat pengungsian sudah disiapkan oleh Dinas Kesehatan melalui puskesmas puskesmas tapi bilamana membutuhkan tambahan tenaga kesehatan kalau pihaknya segera mengirimkan bantuan ujar PLT Direktur RSUD Haryoto menjelaskan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status darurat bencana alam akibat erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, dari 19 hingga 25 November 2025. Status ini memungkinkan pemerintah daerah untuk menggerakkan tim SAR, medis, dan logistik dengan cepat.²
RSUD Pasirian telah menerima beberapa korban erupsi Semeru, termasuk dua orang yang mengalami luka bakar akibat awan panas. Mereka telah menerima pertolongan awal di Puskesmas Candipuro dan kemudian dirujuk ke RSUD Pasirian untuk perawatan lebih lanjut.
Pemerintah dan masyarakat terus berupaya untuk mengurangi dampak erupsi Gunung Semeru dan membantu korban yang terdampak.( Joe/ BB).






