SURABAYA – Cuaca ekstrim yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur telah menyebabkan 3 ribu hektar lahan pertanian gagal panen. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno, menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap memberikan bantuan kepada petani yang terdampak.
“Ya, kami telah menerima laporan tentang gagal panen di beberapa daerah. Kami akan segera memberikan bantuan kepada petani yang terdampak,” kata Heru Suseno, Selasa (13/1/2026).
Heru menjelaskan bahwa cuaca ekstrim yang melanda Jatim telah menyebabkan kerusakan pada tanaman padi dan jagung. “Kami telah mengidentifikasi beberapa daerah yang terdampak, termasuk di Lumajang, Jember, dan Banyuwangi,” tambah Heru.
Meskipun demikian, Heru optimistis bahwa produksi padi di Jatim berpotensi meningkat pada 2026. “Kami telah melakukan upaya untuk meningkatkan produksi padi, termasuk penggunaan teknologi pertanian modern dan peningkatan kualitas benih,” kata Heru.
Pemprov Jatim telah menyiapkan bantuan berupa benih, pupuk, dan pestisida untuk petani yang terdampak. “Kami juga akan memberikan bantuan keuangan kepada petani yang terdampak untuk membantu mereka melanjutkan kegiatan pertanian,” tambah Heru.
Heru juga mengimbau petani untuk tetap waspada dan melakukan upaya pencegahan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrim. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk mendukung petani dan membeli produk lokal untuk meningkatkan pendapatan petani,” kata Heru.
Dengan adanya bantuan dari Pemprov Jatim, diharapkan petani dapat kembali melakukan kegiatan pertanian dan meningkatkan produksi padi di Jatim. **

