LUMAJANG, Gempur News
– Suasana khidmat dan meriah menyelimuti tradisi Petik Tebu Manten di kebun Desa Tunjung, Jatiroto, Selasa 5/5/2026. Ritual tahunan ini menandai resmi dimulainya musim giling Pabrik Gula (PG) Jatiroto tahun 2026.
Rangkaian acara diawali kedatangan jajaran manajemen, pejabat, dan petani tebu mitra. Iringan musik tradisional menguatkan nuansa budaya dalam prosesi sakral penyerahan Manten Tebu. General Manager kebun KSO Lumajang Raya, Farid Budi Hariyanto, menyerahkan tebu manten kepada Plt GM PT.SGN PG Jatiroto, Agus Amanda, yang mewakili GM Fajar karena sedang berhaji. Prosesi dilanjutkan ke jajaran manajemen sebagai simbol pelestarian warisan leluhur.
Doa Bersama untuk Kelancaran Produksi
Acara dilanjut istighasah dan doa bersama dipimpin tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan agar mesin pabrik bekerja optimal, produksi lancar, aman, dan terhindar dari kendala.
“Selamatan ini ikhtiar kita bersama. Mohon keselamatan dan kelancaran agar penggilingan tanpa kendala berarti. Target produksi gula juga harus naik dari tahun lalu,” tegas Farid Budi Hariyanto.
Ia menambahkan, 60% bahan baku tebu PG Jatiroto berasal dari petani mitra. PG Jatiroto berkomitmen dukung swasembada gula nasional dengan pelayanan terbaik ke petani.
Target 900 Ribu Ton Tebu
Plt GM PG Jatiroto Agus Amanda bersyukur tradisi berjalan lancar. “Alhamdulillah, tebu manten jadi tanda buka musim giling. Semoga sukses dan PG Jatiroto tetap jadi yang terbaik. Kuncinya kerja tim yang solid,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari warga dan petani. Bagi mereka, buka giling berarti putaran ekonomi baru: lapangan kerja terbuka dan pendapatan meningkat.
Musim giling 2026 ditargetkan berlangsung hingga Oktober, dengan sasaran giling 900 ribu ton tebu dan kualitas gula lebih baik. (Joe)

