
PROYEK PELEBARAN JALAN COR DI JALAN RAYA GUNUNGSARI TAJINAN DIDUGA ABAL-ABAL, TAK ADA PAPAN NAMA DAN CEPAT RUSAK.
MALANG – Proyek pelebaran badan jalan menggunakan cor beton di Jalan Raya Gunungsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang disorot warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut tidak dilengkapi papan informasi proyek dan kondisinya sudah rusak padahal belum lama selesai.
Pantauan di lapangan, Rabu 15 Juli 2026 pukul 12.59 – 13.01 WIB, kondisi pelebaran jalan cor di sisi bahu jalan terlihat retak-retak memanjang. Permukaan beton juga sudah mengelupas, berdebu, dan sambungannya dengan badan jalan aspal lama terkelupas.
Proyek pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 250 meter ini diduga dikerjakan tanpa standar. Beton yang digunakan kualitasnya rendah sehingga mudah retak dan ngelupas. Selain itu, di lokasi tidak ditemukan papan nama proyek sama sekali.
Menurut keterangan warga, tidak ada yang tahu jelas siapa pelaksana proyek dan dari instansi mana anggarannya berasal karena tidak ada keterbukaan informasi.
“Sampai sekarang gak ada papan proyeknya. Tau-tau ada orang ngecor, tau-tau udah jadi. Sekarang malah udah rusak,” ujar salah satu warga Tajinan yang minta namanya dirahasiakan.
Warga menyebut proyek ini dikerjakan masih beberapa minggu lalu, Kerusakan sudah terlihat jelas saat didokumentasikan pada 15 Juli 2026.
Lokasi tepatnya di Jalan Raya Gunungsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Jalan ini merupakan akses warga
Diduga kuat karena campuran material tidak sesuai RAB. Beton terlalu encer, minim semen, tidak menggunakan wiremesh, dan tidak ada perawatan curing. Ditambah tidak adanya pengawasan karena proyek dikerjakan tanpa papan nama, sehingga melanggar asas keterbukaan informasi publik.
Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor dan mobil. Air hujan juga diprediksi masuk ke celah retakan dan membuat jalan semakin ambles. Warga menilai ini pemborosan uang negara APBD/APBN.
“Kami minta Dinas PUPR Kabupaten Malang dan Inspektorat segera audit. Kalau memang proyek pemerintah, harus transparan. Jangan sampai proyek siluman,” tegas warga










