
Di Rumah Ibu Suhartini, Ibu-ibu RT 01 RW 03 Jogoyudan Lestarikan Tradisi Jenang Safar
JOGOYUDAN – Tradisi leluhur Jenang Safar kembali dihidupkan warga RT 01 RW 03 Kelurahan Jogoyudan. Minggu, 26 Juli 2026, kegiatan dilaksanakan di rumah Ibu Suhartini dengan suasana gotong royong yang hangat.
Acara ini dikoordinatori oleh Ibu Suhartini bersama Ibu Asminiwati Satiwan. Keduanya memimpin puluhan ibu-ibu warga dalam proses pembuatan jenang mulai dari menyiapkan bahan, memasak di atas tungku, hingga mengemas hasil jadi untuk dibagikan.
Jenang Safar bukan sekadar makanan tradisional. Tradisi ini memiliki filosofi mendalam sebagai bentuk syukur dan doa keselamatan. Konon, tradisi ini dilakukan untuk memperingati keselamatan Nabi Musa AS dan tenggelamnya Fir’aun beserta bala tentaranya di Laut Merah pada bulan Safar. Masyarakat terdahulu menjadikan momen itu sebagai pengingat untuk bersedekah dan memohon perlindungan dari bala.
“Alhamdulillah tradisi ini masih bisa kita jaga. Jenang Safar ini simbol kebersamaan dan doa kita agar satu tahun ke depan diberi keselamatan,” ujar Ibu Suhartini selaku koordinator acara.
Ibu Asminiwati Satiwan menambahkan, kegiatan seperti ini penting agar anak cucu tidak melupakan budaya.
“Lewat masak bareng ini kita sekalian nguri-uri budaya. Sambil masak kita cerita, guyub, dan doa bersama,” katanya.
Ketua RT 01 yang hadir mengapresiasi peran Ibu Suhartini dan Ibu Asminiwati.
“Dua ibu ini jadi penggerak. Dengan tempat di rumah Ibu Suhartini, warga jadi lebih mudah berkumpul. Ini contoh nyata semangat gotong royong warga RT 01,” ujarnya.
Setelah selesai, Jenang Safar dibagikan ke warga sekitar sebagai sedekah. Aroma manis legit jenang bercampur semangat kebersamaan menjadi bukti bahwa budaya leluhur di RT 01 RW 03 Jogoyudan masih hidup dan terus diwariskan.
Reporter: Jo










