
Pekan Ceria Hari Anak 2026, Perpustakaan Kota Cimahi Bertransformasi Jadi Ruang Tumbuh Generasi Literat
Cimahi, Minggu (02/08/2026) – Perpustakaan tak lagi sekadar identik dengan rak-rak buku yang sunyi. Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Arsip Daerah dan Perpustakaan (Disarpusda) menghadirkan inovasi bertajuk “Pekan Ceria, Spesial Hari Anak”, sebuah program yang mengubah wajah perpustakaan menjadi ruang publik yang ramah anak, penuh kreativitas, dan menyenangkan.
Program yang digelar di lingkungan Perpustakaan Kota Cimahi itu disambut antusias ratusan anak dari berbagai wilayah. Beragam aktivitas edukatif disajikan secara gratis, mulai dari mendengarkan dongeng inspiratif, permainan edukatif, pelatihan kreativitas tangan, pertunjukan sulap edukatif, hingga menikmati film di Bioskop Mini.
Suasana perpustakaan yang biasanya identik dengan keheningan berubah menjadi ruang belajar yang hidup. Tawa, rasa ingin tahu, dan semangat bereksplorasi mewarnai setiap sudut kegiatan, mencerminkan upaya pemerintah membangun budaya literasi melalui pendekatan yang menyenangkan.
Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari, mengatakan perpustakaan saat ini harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi harus menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan karakter anak.
“Perpustakaan bukan cuma tempat membaca saja, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar, berimajinasi, berkreativitas, dan membangun karakter,” Ungkap Dyah, Jumat (31/7/2026).
Melalui konsep yang rekreatif dan edukatif, Pemerintah Kota Cimahi berharap minat baca anak dapat tumbuh secara alami tanpa paksaan. Literasi diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang melekat dalam kehidupan masyarakat sejak usia dini.
Dyah menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemerintah Kota Cimahi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Dengan menghadirkan perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka, inklusif, dan ramah anak, pemerintah ingin menanamkan kecintaan terhadap membaca sekaligus mendorong lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.
Menurutnya, keberhasilan membangun budaya literasi tidak hanya diukur dari banyaknya buku yang dibaca, tetapi juga dari kemampuan anak mengembangkan imajinasi, berpikir kritis, serta memiliki karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Melalui “Pekan Ceria, Spesial Hari Anak”, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya menjadikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas literasi yang modern, inklusif, dan menyenangkan. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda Cimahi yang gemar membaca, berdaya saing, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Achmad Syafei










