
PASIRIAN – Hari masa tenang Pilkades Serentak 2019 di Lumajang, masih ada calon kades (cakades) yang mengumpulkan massa pada malam hari, di antaranya, dirumah salah satu cakades di Desa Nguter (Kecamatan Pasirian) Kabupaten Lumajang.
Kepada media ini, salah satu warga desa Nguter yang keberatan namanya disebut menuturkan ada sekitar 100 orang berkumpul di rumah cakades incumbent nomor urut 1, yang diduga melakukan kampanye di masa tenang Pilkades, padahal seharusnya tidak boleh ada kampanye di hari tenang.
Hendro, Ketua Panitia Pilkades desa Nguter saat dihubungi melalui telpon selulernya terkait masalah ini mengatakan,”Kami tidak berwenang membubarkan kampanye di rumah cakades, yang berhak adalah panwas kecamatan. Di perbupnya menjelaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran supaya panitia melaporkan ke panwascam,” ujarnya, Sabtu (14/11/2019) malam.
Hendro mengaku, pihaknya hanya berkewajiban melaksanakan tahapan Pilkades desa Nguter.Terkait adanya pelanggaran kampanye di masa tenang, Hendro menyerahkan kepada panwascam Pasirian.
Berbeda dengan pendapat Heri, salah seorang tokoh masyarakat desa setempat yang mengatakan, bahwa seharusnya pelanggaran yang dimungkinkan terjadi dalam masa tenang menjadi tanggung jawab panitia pilkades. “Menurut saya, ini ndak netral,” kata Heri seolah mengarah pada dugaan konspirasi.
Pendapat ini didukung oleh keterangan seorang warga yang pernah mendengar kalau terbukti ada yang kedapatan melanggar, warga bisa melapor kepada panitia agar segera ditindak lanjuti.
Dikabarkan, berdasarkan telpon dari panitia pilkades kepada pihak kecamatan, tak seberapa lama Muspika terdiri dari Danramil, Kapolsek dan Camat Pasirian mendatangi lokasi, yakni rumah cakades incumbent, nomor urut 01. Nampak puluhan orang sedang kumpul di tempat tersebut.
Saat dikonfirmasi, Dodik, panggilan karib Camat Pasirian menerangkan bahwa kumpulnya orang disini bukan sedang berkampanye, tapi hanya sekedar silaturahmi biasa.
Sementara calon lain yang ikut nimbrung mendatangi tempat pertemuan tersebut mencurigai adanya ketidak netralan panitia dalam pelaksanaan pilkades di desa Nguter. Ia mengomentari pola seperti ini dilakukan untuk menyiasati kampanye terselubung, sehingga terkesan seperti hanya silaturahmi warga saja. Apalagi kabarnya, di pertemuan tersebut di tengarai ada dugaan money politik, dengan membagi bagi uang 50 ribu rupiah. (**)
