
Lumajang, gempurnews.com – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, bersama Wakilnya, Indah Amperawati, Dandim 0821 Lumajang, Letkol Inf. Ahmad Fauzi, Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, meninjau kesiapan tempat karantina di Sekolah Unggulan Terpadu (SUT) Lumajang, Senin (6/4/2020)
Saat itu, Cak Thoriq, panggilan akrab Bupati, menyampaikan sekitar 110 ruang kelas di sekolah unggulan terpadu (SUT), mulai dari SMPN 1 Lumajang, SMAN 2 Lumajang, SMKN 1 Lumajang, dan SDN 3 Tompokersan telah disiapkan sebagai tempat karantina.
“Pemberlakuan karantina ini diberlakukan setelah melihat perkembangan pencegahan corona belum pada posisi adanya penurunan. Pemberlakuan karantina merupakan langkah nyata pemkab dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19,” ujarnya.
Cak Thoriq menambahkan bahwa ditempat karantina sudah disiapkan dapur sekaligus bahan yang bisa dimasak secara mandiri, seperti beras, mie instan, sayur, telur dan seluruh perlengkapan peralatan masak. Untuk fasilitas yang disiapkan akan dipenuhi menyesuaikan dengan orang yang datang di tempat karantina.
“Kegiatan yang ada didalam karantina akan dilakukan oleh TNI dengan melibatkan kepolisian dan pemerintah dalam melakukan langkah-langkah terhadap program, pengawasan dan pemantauan atas orang-orang yang berada di karantina,” ungkapnya.
Selanjutnya, untuk pendataan orang yang mudik maupun datang ke Lumajang akan dilakukan diperbatasan maupun terminal, dengan tidak menghambat atau menutup jalan nasional. Karena himbauan tersebut, bila ada yang terpaksa harus mudik atau kembali ke Lumajang, nantinya akan diberlakukan karantina selama 14 hari dari setiap orang yang datang.
Lebih lanjut, Bupati bersama jajaran Forkopimda mengimbau kepada masyarakat Lumajang yang ada diluar daerah disarankan untuk tidak mudik dan tetap tinggal ditempat masing-masing, hingga kondisi pencegahan virus corona tuntas dilakukan oleh semua pemerintah di seluruh Indonesia. (duk)






