

KEDIRI — Untuk memperlancar akses jalan yang menghubungkan dua dusun dan Desa serta Kecamatan yang berbeda, yaitu Dusun Wonosari Desa Suwaluh Kecamatan Pare dan Dusun Templek Desa Adan Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, warga kedua dusun tersebut bergotongroyong membangun jembatan.
Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses jalan kedua dusun tersebut, sehingga arus lalulintas dapat lancar yang pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian warga.
Jembatan sepanjang enam meter yang sebelumnya berupa sesek dan tiang yang di buat dari bambu, dengan kesepakatan warga dengan anggaran dari iuran warga dan dari sumbangan kepala desa Adan Adan , warga bekerjasama untuk membuat jembatan lebih permanen.
Menurut Kepala Desa Adan Adan, Reza, jembatan yang saat ini sedang dikerjakan secara bersama sama tersebut sangatlah vital, disamping untuk memperpendek jalur juga untuk memperlancar sarana ekonomi warga.
Ketua RW 4 Fathurrohim menyampaikan kepada Gempurnews, jika sebenarnya sudah berulangkali merencanakan pembangunan jembatan penghubung antara Dusun Templek dan Dusun Wwonosari akan tatapi sering gagal, di saat yang pas saya bertemu dengan tokoh masyarakat Dusun Wonosari yaitu Bapak Slamet, setelah saya berdialog akhirnya ada titik temu, saya secara pribadi melaporkan kepada bapak kepala desa dan sebaliknya Mas Slamet juga melakukan koordinasi dengan kepala desa suwaluh.
Dari musyawarah yang secara terbuka dan dengan penuh kekeluargaan akhirnya ada titik temu yang pas untuk pembangunan jembatan tersebut.
Jembatan yang dianggarkan kurang lebih 30 juta tersebut dalam pelaksanaan dibagi menjadi dua, untuk Dusun Wonosari menyediakan uang Rp 15 juta dan Dusun templek menyediakan uang Rp 15 juta.
“Setelah sepakat saya sebagai ketua RW 4 mengkondisikan mengadakan suatu urunan bersama-sama, Alhamdulillah sudah mencapai apa yang direncanakan,” Ungkap Faathurrohim.
Ali selaku ketua RT 12 yang juga seorang tokoh , karena di RT 12 adalah pelopor pembangunan termasuk pembangunan jembatan penghubung dua dusun dua desa yang berbeda dan dua kecamatan yang berbeda tapi satu kabupaten.
“Saya sebagai RT hanya menjalankan perintah dari RW, dan saya tidak pernah memaksa kepada masyarakat untuk harus membayar berapa berapa saya hanya keliling dan saya sampaikan apa adanya, sumbangan atau bantuan untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan antara dua dusun, Alhamdulillah berbuah yang sangat baik semoga kedepan bisa bermanfaat bagi seluruh warga,” ujarnya.
Kepala desa Adan Adan Riza Fahmi, S.Pt mengungkapkan jika dirinya merasa bangga atas semaangat warga dalam membangun jembatan, dan dirinya mengaku selalu mensuport terhadap kegiatan warga yang positip, disamping itu sebagai kepala desa dirinya tidak membedakan siapa saja warga yang mempunyai ide selalu didukungnya.
“Saya selalu mendukung setiap kegiatan warga yang ingin membangun di wilayahnya masing masing, semua nantinya juga untuk kepentingan bersama,” ungkap Riza Fahmi.( Rudy).
