Bupati Saksikan Latbakjatrat Satuan Arhanud TNI AD di Pandanwangi

451 0

 

LUMAJANG — Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyaksikan latihan menembak senjata berat (Latbakjatrat) Terintegrasi Pussenarhanud Kodiklatad tahun 2020, di Lapangan Tembak AWR Pandanwangi, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, Kamis (10/9/2020).

Latihan tembak kali ini merupakan latihan perdana satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat dalam melakukan latihan tembak malam dengan system dan target dapat dihancurkan, karena sejak berdiri sampai dengan saat ini satuan Arhanud belum pernah melaksanakan latihan tembak malam.

Usai menyaksikan latihan tembak satuan Arhanud TNI AD, Bupati menyampaikan, dirinya telah mendapatkan respon yang positif dari Komandan Kodiklat TNI Angkatan Darat terkait sinergi antara TNI dan Pemkab Lumajang. Untuk itu, pihaknya akan mengirim surat yang berkenaan dengan alutsista yang akan dikonfirmasikan, dengan harapan semoga nanti tidak hanya sekedar soal sarana dan fasilitasnya untuk latihan tembak, tetapi juga ada beberapa alutsista yang bisa dihadirkan sebagai bagian dari museum militer.

Dengan begitu, maka keinginan Kabupaten Lumajang menjadikan lapangan tembak AWR Pandanwangi untuk obyek wisata latihan perang atau dikenal Military Tourism dapat segera terwujud, sehingga kegiatan tersebut akan mendatangkan masyarakat baik dari Lumajang maupun luar daerah yang nantinya akan berimbas pada perputaran ekonomi masyarakat sekitar Pandanwangi.

“Saya berterimkasih kepada Komandan Kodiklat TNI Angkatan Darat, karena salah satu usulannya adalah tempat latihan tembak di Pandanwangi ini dijadikan sebagai kawasan Military Tourism,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang berkeinginan untuk membangun infrastruktur dan menyediakan sarana fasilitas di lapangan tembak AWR Pandanwangi, sehingga ketika TNI melakukan latihan tembak maka ada fasilitas dan sarana yang permanen.

“Itu semua akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari support Pemerintah Kabupaten Lumajang yang bersyukur dengan adanya tempat latihan tembak Pandanwangi yang digunakan latihan secara umum oleh TNI,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Kodiklatad, Letjen. TNI AM Putranto melaporkan, Latbakjatrat Terintegrasi tahun 2020 dilaksanakan selama enam hari, mulai tanggal 5 – 11 September 2020, melibatkan seluruh satuan batalyon yang mengirimkan pasukan persatbak untuk mengikuti latihan yang nantinya akan berkelanjutan kepada latihan antar kecabangan, sehingga harapannya prajurit di jajaran satuan Arhanud lebih profesional dan siap untuk mengawaki alutsista yang ada di satuan masing-masing.

Ia menambahkan, terdapat berbagai macam alutsista yang digunakan dalam latihan baik rudal maupun meriam. Beberapa meriam yang digunakan diantaranya adalah kaliber 20 mm, kaliber 23 mm, kaliber 40 mm dan kaliber 57 mm, serta Mistral dan Starstreak yang itu merupakan rudal. Sedangkan alat deteksi yang digunakan dalam latihan kali ini sudah mempunyai kemampuan menangkap sasaran sampai dengan jarak 250 KM.

“Latihan hari ini bagus, karena saya didukung oleh banyak kawan yang mempersiapkan semuanya dan simulasi untuk terbang, bahkan untuk prajurit sendiri sudah demonstrasi menggunakan air modeling. Memang kecepatannya tidak sama dengan pesawat sesungguhnya, setidaknya dapat menjadikan prajurit kita yang profesional untuk melihat sasaran itu bergerak,” imbuhnya. (tim)

Related Post