HomeJawa TimurPemkab dan BNN Lumajang Gelar Pemilihan Duta Anti Narkoba 2020

Pemkab dan BNN Lumajang Gelar Pemilihan Duta Anti Narkoba 2020

LUMAJANG — Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) mengharapkan, agar program pemilihan Duta Anti Narkoba dapat membawa konsolidasi yang positif dan produktif, sehingga nantinya akan dapat membentuk karakter sejak dini agar beraktivitas yang positif dan tidak adalagi pikiran narkoba di hati anak-anak muda.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Malam Puncak Grand Final Duta Anti Narkoba 2020 bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang bertemakan “Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia”, bertempat di halaman belakang Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Sabtu (19/9/2020) malam.

Cak Thoriq juga menyampaikan, bahwa banyak di Kabupaten Lumajang, bahkan luar Lumajang terkait permasalahan narkoba itu diawali dengan problem anak muda yang pergaulannya tidak terkontrol. Oleh karena itu, Pemkab Lumajang konsen untuk bersinergi dengan BNN Kabupaten Lumajang untuk menangani permasalahan tersebut.

Advertisement

“Kami mengapresiasi BNN Kabupaten Lumajang yang membuat wadah buat anak muda untuk berkegiatan sebagai duta anti narkoba. Pastinya, Kepala BNN berpikir agar terselenggaranya kegiatan ini dapat membawa anak-anak muda di Kabupaten Lumajang agar berkegiatan yang positif,” ujarnya.

Selain itu, disampaikan Cak Thoriq, bahwa dirinya berkeinginan untuk menjadikan program prioritas berikutnya terkait adanya tempat rehabilitasi narkoba di Kabupaten Lumajang. Mengingat, di Jawa Timur masih belum ada tempat rehabilitasi narkoba.

Oleh karena itu, harapannya ada dukungan dari BNN Provinsi Jawa Timur, sehingga program Pemkab Lumajang ke depan saling sinergi dengan BNN Kabupaten Lumajang.

“Ini menjadi angan-angan kami, walaupun sebenarnya tidak dalam waktu dekat menjadi prioritas kami. Tetapi, kalau itu ada di Kabupaten Lumajang, kami bisa menggabungkan antara konsep rehabilitasi medis untuk teman-teman yang berkeinginan melakukan rehabilitasi terhadap narkoba dengan konsep kepariwisataan, dengan suasana sosial dan alam yang mendukung serta terdapat alat-alat kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Triambada mengungkapkan, bahwa BNN mempunyai tagline hidup seratus persen, dan tagline itu sesuai dengan tema yang diambil dalam Grand Final Duta Anti Narkoba Tahun 2020 di Kabupaten Lumajang, yaitu “Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia”.

Menurutnya, hal itu berkaitan dengan pandemi Covid-19 saat ini, dengan begitu, maka harapannya dapat membuat masyarakat sadar bahwa hidup harus berjuang dan pandemi saat ini harus ditangani.

“BNN tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya bantuan dari semua masyarakat dan pemerintah untuk ikut andil dalam mencegah serta memberantas narkoba. Oleh sebab itu, peran serta masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan BNN Kabupaten Lumajang, karena tidak semua BNNK mengadakan program serupa.

Selanjutnya, berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Lumajang, dirinya sangat mengapresiasi Pemkab Lumajang terkait keinginannya mempunyai tempat rehabilitasi, karena pada dasarnya seluruh Jawa Timur memang tidak ada tempat rehabilitasi buat para pecandu narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana dalam laporannya menjelaskan, bahwa Grand Final Duta Anti Narkoba tahun ini tidak bisa digelar seperti tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini masih dalam masa pandemi sehingga kegiatan harus tetap mengedepankan protokol kesehatan, sesuai dengan instruksi dari pemerintah.

Lanjut dia, karena kegiatan tersebut juga disiarkan secara online melalui media sosial platform Facebook dan Instagram. Ia berharap Grand Final Duta Anti Narkoba Tahun 2020 dapat disaksikan oleh masyarakat khususnya luar kota, sehingga dapat menarik masyarakat luar untuk datang ke Lumajang, seiring dengan gencarnya Pemkab Lumajang dalam mempromosikan keindahan pariwisata di Kabupaten Lumajang.

“Saya berharap program Grand Final Duta Anti Narkoba Tahun 2020 ini menjadi event tahunan di Kabupaten Lumajang, sehingga BNN Kabupaten Lumajang nantinya dapat memberikan warna agar Kabupaten Lumajang menjadi sehat, bermartabat dan bersih dari narkoba,” imbuhnya.

Malam puncak Grand Final Duta Anti Narkoba Tahun 2020, ada beberapa peserta yang terpilih sebagai Juara terbaik dan juara favorit. Dinobatkan sebagai juara terbaik Putra, Akhmad Theo Fani dari Universitas Jember, untuk juara terbaik Putri, Azwa Aishwarya Bilqis dari SMAN 1 Jatiroto. Sedangkan juara Favorit Putra, Septian Yoka Alifzabbar, dari SMAN 2 Lumajang, untuk juara Favorit Putri, Patria Satnandiska Alifiah Maya Putri dari SMAN 2 Lumajang. (tim)

RELATED ARTICLES

Most Popular