KOTA PROBOLINGGO – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono bersama Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri meninjau batimetri perairan di sekitar Pelabuhan Probolinggo, Selasa (6/10) siang. Kegiatan itu sebagai upaya percepatan pengembangan pelabuhan di Probolinggo sesuai Perpres 80 tahun 2019.

Berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, rombongan yang terdiri dari Dishub Provinsi Jatim, Dishub Kota Probolinggo dan Bappeda Litbang, melewati terminal umum pelabuhan DABN lalu menuju ke kawasan pergudangan yang rencananya akan dioptimalkan seluas 1000 hektar.
Usai meninjau melakukan peninjauan, Wawali Subri menjelaskan bahwa kegiatan ini direncanakan atas seizin Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin terkait rencana ke depan mewujudkan Kota Probolinggo sebagai City of Logistic.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Probolinggo mengundang Dishub Provinsi Jatim untuk melihat secara langsung mana titik-titik yang diploting.
“Titik koordinat ini batas dari potensi perluasan (pelabuhan), kedalaman juga kami perkirakan sehingga ke depan lebih ada kepastian terkait data tersebut. Memang harus didetailkan melalui kajian terkait dampaknya. Insyaallah tahun depan akan kami anggarkan,” ujar Subri.
Lebih rinci, Subri menjelaskan, dengan konsep City of Logistic, Kota Probolinggo nantinya akan menampung seluruh kegiatan hasil industri perdagangan untuk didistribusikan ke daerah lain.
“Harapannya nanti daerah sekitar seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Lumajang hingga Pasuruan bisa masuk ke Probolinggo untuk shipping-nya (pengiriman). Karena ada efisiensi lebih kurang 32 persen apabila barang didistribusikan dari atau melalui Kota Probolinggo,” urainya.
Subri juga menjelaskan, pihaknya telah mendapat informasi jika Dishub Provinsi Jatim akan membangun trestle (akses/jalan dari dermaga menuju darat) sepanjang 1,4 km ke utara dalam rangka menyiapkan dermaga 3.
“Kira-kira konsep besarnya, dalam 2-3 tahun ke depan warga Kota Probolinggo jadi tuan rumah di daerah sendiri akan terwujud dalam geliat perekonomiannya. Sesuai konsep kami, pembangunan kota di wilayah selatan ada RSUD dan pasar agro, tengah (wilayah) perdagangan dan selatan kemaritiman,” ujar wawali.
Untuk merealisasikan City of Logistic, Pemerintah Kota Probolinggo juga siap memfasilitasi kegiatan reklamasi seperti perizinan, SDM hingga Badan Usaha.
“Karena kami tidak ingin warga Kota Probolinggo hanya jadi penonton. Selain menganggarkan kajian, tahun 2021 akan kami anggarkan apa yang menjadi kepentingan percepatan pembangunan ini,” imbuh Subri.
Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Jatim, Nyono berharap, kawasan logistik ke arah industri di sekitar pelabuhan di Kota Probolinggo segera direalisasikan.Tujuannya, agar segera diketahui secara master plan pemetaan wilayah jangka panjang DABN dan kawasan pergudangan 1000 hektar.
Upaya ini, lanjut Nyoto, untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur yang dikoneksikan dengan Kawasan Strategi Pariwisata Nasional Bromo Tengger Semeru.
“Kota Probolinggo kami wujudkan sebagai City of Logistic, yaitu kota yang melayani perdagangan dan kebutuhan logistik nasional bahkan internasional. Tahun 202, Gubernur sudah menyetujui pembangunan trester. Insyaallah anggarannya sudah ada. Nantinya, kapal ekspor akan sandar disana full kontainer,” pungkas Nyoto. (ali)

