LUMAJANG – Di tempat wisata alam hutan bambu Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang Jawa Timur, hadir wahana baru rumah pohon untuk para wisatawan.
Dua unit rumah pohon dengan tinggi 4,5 meter itu terletak di area wisata, dengan nuansa alam dan hijaunya hutan bambu yang teduh, menjadi tempat yang nyaman melepaskan pandang ke segala arah.
Dari rumah pohon itu terlihat hamparan persawahan menghijau bagai permadani, terlihat pula gelombang ombak laut selatan jauh disana, begitu pula dengan suasana kota yang nampak indah dilihat dari dua rumah pohon berukuran 4X4 meter dan 4X6 meter tersebut.
Kepala Desa Sumbermujur, Sapi’ i melalui ketua Pokdarwis Sabuk Semeru, Agus Wijaya mengatakan, saat ini rumah pohon sudah bisa digunakan untuk melihat keindahan alam yang membentang. Namun kemungkinan, pihaknya bersama Pokdarwis akan merencanakan pembangunan rumah pohon lagi.
“Rumah pohon itu mulanya cuma satu unit saja, tapi kemudian kami tambah satu lagi, ditengahnya kami buat jembatan penghubung, agar pengunjung nantinya tidak perlu rebutan untuk merasakan nikmatnya berada di atas rumah pohon,” kata Agus Wijaya, ketua Pokdarwis Sabuk Semeru.
Pencetus rumah pohon itu terlahir dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa setempat. Dengan semakin tingginya minat pengunjung menikmati wisata alam hutan bambu, maka kemudian kelompoknya berinisiasi membangun destinasi Rumah Pohon ini.
“Dipenghujung tahun 2020 dan awal tahun baru 2021, mudah mudahan situasi Covid 19 sudah reda, sehingga bisa dilakukan soft opening, bisa diperkenalkan kepada wisatawan. Namun kami tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagaimana ditekankan oleh Kepala Desa,” ujar Agus Lebih lanjut..
Berada di lereng Semeru, sambil menikmati sejuknya angin di wisata alam hutan bambu, rumah pohon dibangun dengan susunan pelantar kayu yang kokoh. Pada pagar-pagar di sisi kiri dan kanan selain menggunakan paku untuk melekatkan satu sama lainnya. Ditambah simpulan tali untuk memperkokoh bangunan.
Sekedar diketahui, Pokdarwis Sabuk Semeru ini mendapat bantuan dana Propinsi yang diberikan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang sebesar 48 juta. Namun karena ada pengembangan, maka penambahan dana di upayakan oleh pokdarwis sendiri, dalam rangka memepercatik rumah pohon dan membuat suasana nyaman bagi penikmat wisata. (Markasan).



