HomeJawa TimurKondisi Bunga Vertical Garden di Jantung Kota Sumenep Kini Layu dan Kering

Kondisi Bunga Vertical Garden di Jantung Kota Sumenep Kini Layu dan Kering

SUMENEP – Mulanya, keberadaan bunga vertical garden di simpang empat jantung kota Kabupaten Sumenep, terlihat indah dan nyaman dipandang mata.

Namun sayang, kondisi bunga vertical garden itu kini layu dan kering. Bahkan, sejumlah pot terlihat kosong alias tidak lagi ada tanaman bunga dari berbagai jenis tersebut, Kamis (27/5/2021).

Bunga vertical garden tersebut menelan anggaran Rp.300 juta melalui APBD 2020. Terdapat empat titik bunga vertical garden yang menghiasi simpang empat jantung kota kabupaten Sumenep.

Advertisement

Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep, Moh. Jakfar berdalih tidak ada anggaran untuk perawatan bunga vertical garden tersebut di ABPD 2021, baik untuk pembelian pupuk maupun lainnya.

“Sehingga kita hanya menggunakan Satgas untuk merawatnya. Anggaran untuk Satgas hanya sebatas gaji sebesar Rp.850ribu per bulan,” terangnya.

Menurut dia, bunga vertical garden memiliki kesulitan tersendiri dalam perawatannya. Dan tanaman sejenis itu tidak selalu hidup. “Bukan hanya di Sumenep. Di kota Batu saja juga mengalami hal yang sama,” kelitnya.

Bahkan, pihaknya mengklaim, bahwa tanaman vertical garden mati dan rusak karena ulah warga yang kurang baik atau dicuri.

“Apalagi sekarang musim gemar tanaman. Mungkin mereka suka yang gratisan,” ucapnya.

Selama ini, kata dia, pengawasan terhadap tanaman hias dilakukan sejak pagi dan sore hari. Malamnya, penjagaan fokus ke area Taman Tajamara.

“APBD kita tidak mampu membayar mereka [petugas, red]. Kalau di Taman Tajamara terus dijaga guna mengantisipasi kaum muda-mudi melakukan tindakan tidak mengindahkan,” katanya.(*)

RELATED ARTICLES

Most Popular