CIMAHI – Gendang atau kendang, sebutan dalam bahasa Sunda, adalah salah satu alat musik atau Waditra.
Seni menabuh kendang, merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam sebuah pagelaran khususnya Karawitan, baik degung, wayang golek, sandiwara dan lain sebagainya.
Pada jaman dahulu, ketika seni sandiwara atau Tonil sangat digandrungi oleh masyarakat, kendang jadi alat musik yang tidak dapat terpisahkan.
Kendang juga merupakan alat musik yang memiliki daya tarik tersendiri dalam setiap pagelaran.
Abah Domen Lesmana atau yang lebih akrab disapa Abah Domen, merupakan salah seorang seniman kendang yang hingga kini masih tetap mendedikasikan kepiawaiannya dalam menabuh kendang.
Di usia lanjutnya, 72 tahun, Abah Domen tetap membagikan ilmu menabuh kendang yang dikuasainya, pada siapapun yang ingin belajar seni menabuh kendang.
Konon, sejak tahun 1958, Abah Domen Lesmana mulai mempelajari seni kendang.
Sejak saat itu pula, Abah Domen tergabung dalam grup Sandiwara yang diberi nama “Sinar Laksana”.
Setelah itu, Abah Domen juga bergabung dalam grup sandiwara “Surya Candra” yang berkedudukan di jalan Babakan Kelurahan Cimahi.
Abah Domen Lesmana menekuni seni menabuh kendang sudah lebih dari setengah abad. Dari kepiawaiannya pula terlahir para penabung kendang yang tersebar di seluruh Jawa Barat.
Kendati telah melahirkan banyak penabuh kendang, kehidupan Abah Domen tetaplah sangat sederhana dan bersahaja.
Tak hanya, Abah Domen juga dikenal sebagai maestro seni menabuh kendang dari Kota Cimahi yang terkenal rendah hati.
Saat ditemui di Imah seni, tempat para seniman Kota Cimahi berkumpul, Abah Domen Lesmana tetap mengingatkan kepada para generasi muda untuk tetap melestarikan seni budaya Sunda agar tidak hilang ditelan jaman.
Diharapkannya, generasi mendatang tetap bisa menikmati seni sunda yang merupakan warisan Nenek moyang kita.
“Abah belajar kendang tahun 1958. Setelah belajar selama setahun pada tahun 1959 mulai ikut manggung dalam seni Sandiwara bernama Sinar Laksana. Kemudian ikut grup sandiwara Surya Candra. namun karena seni sandiwara sudah lama tidak ada, Abah ikut manggung dengan kelomok seni yang lainnya agar tetap berkesenian namun tetap memilih alat musik kendang. Abah berpesan kepada generasi muda untuk tetap melestarikan seni budaya kita agar tidak hilang tergerus jaman,tetap bersemangat dalam melestarikannya,” tutur Abah Domen pada Senin (12/07)
Dalam keseharian Abah Domen Lesmana, yang berdomisili di Kampung Tegal Kawung RT 03 – RW 08 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara,Kota Cimahi ini, tetap konsisten menabuh kendang meski tidak segarang saat masih muda.
Reporter: Achmad Edison






