LUMAJANG – Jalan nasional sepanjang jalur Candipuro Lumajang rusak parah. Hingga saat ini belum ada tanda tanda adanya perbaikan. Jalan rusak terkesan diabaikan.
Akibatnya, jalanan tidak bisa dilalui kendaraan dengan normal. Apalagi saat diguyur hujan. Jalanan menjadi penuh tanah dan berlumpur.
Hampir setiap hari sejumlah akun melaporkan kerusakan jalan tersebut. Beragam unggahan di akun media sosial Facebook ramai diperbincangkan.
Ada juga sebagaian akun mengklaim kerusakan jalan akibat jalur tambang yang tidak terlaksana dengan optimal. Tidak hanya itu, banyak tonase truk pasir melebihi batas. “Embonge ajur wis,” tulisnya dalam bahasa jawa.
Oleh karena itu, Bupati Thoriqul Haq mengunjungi kantor Balai Besar Pelaksana Jalan Wilayah VII Dirjenr Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Surabaya
Kunjungan Thoriq untuk mengonsultasikan jalan nasional yang mengalami kerusakan di sepanjang jalan Candipuro Lumajang.
“Saya sampaikan beberapa jalan nasional yang mengalami kerusakan berat ada di Candipuro, Pasirian, Tempeh, Jalan Pelita, yang harus segera ada penanganan perbaikan,” kata Thoriq.
Ia berharap agar jalan yang tusak harus segera ada penanganan perbaikan, mulai dari adanya aspal mengelupas, ada yang bergelombang, ada yang berlubang.
Salah satu persoalan yang mendasar adalah tonase kendaraan truk pasir yang melebihi kapasitas. Apalagi banyak truk dengan muatan puluhan ton yang melintas setiap hari. Selain itu, curah hujan yang tinggi dan air yang sering menggenang menjadi penyebab jalan cepat rusak. (tim)
