Bondowoso -Kamis (13/01/2022) Bupati Bondowoso, Salwa Arifin meresmikan Kampung Zakat di Dusun Legung, Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso.
Acara tersebut dihadiri Baznas Kabupaten Bondowoso, Kepala Desa Sulek, Camat Tlogosari, Kepala Dinas Sosial, Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, perwakilan dari Kampus Universitas Jember dan warga sekitar Desa Sulek.
Kepala Baznas Bondowoso, KH Junaidi menyampaikan telah menyalurkan 65 ekor kambing untuk kampung zakat itu.
“Kami telah menyalurkan bantuan 65 ekor kambing untuk kampung zakat ini, terdiri dari 60 ekor kambing betina dan 5 ekor kambing jantan,” ujar Junaidi.
Dalam acara tersebut Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin juga melakukan penyerahan secara simbolis kepada Kepala Desa Sulek bantuan 65 ekor kambing kepada Kampung Zakat.

Selain itu Bupati juga menyerahkan bantuan kaki palsu kepada salah seorang disabilitas di Desa Sulek.
Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin menyampaikan harapannya terkait pengembangan kampung zakat, bukan hanya di satu desa tetapi juga di desa-desa lain. “terang Bupati.
Lebih lanjut Bupati, menekankan agar masyarakat juga terus membayar zakat. Agar Bondowoso ke depan tambah melesat bukan hanya teoritis tetapi secara fakta di lapangan.
Disertai dengan kekuatan intelektual.
Ekonomi akan meningkat dengan kekuatan intelektual.” papar Bupati.
“Pemerintah sangat mengapresiasi dan mendukung, serta bisa ditingkatkan lagi.” Dukungnya terhadap diresmikannya Kampung Zakat itu.
Ketika ditanyakan soal potensi ternak di Kabupaten Bondowoso. KH Salwa Arifin menilai sangat layak dan mempunyai potensi di Kabupaten Bondowoso.
Bahkan Bupati Bondowoso tersebut menegaskan kalau potensi ternak di Bondowoso akan lebih cepat tergarap maka hal tersebut lebih baik.
“Potensi ternak Bondowoso, lebih cepat lebih baik.” papar Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin.
Di tempat yang sama Dr. Fathorrossi. M.S.I perwakilan dari Kampus Universitas Jember yang sekaligus mendampingi peternakan kambing di Kampung Zakat ini berharap ke depan Bondowoso akan menjadi produsen daging halal di Indonesia.
“Kami juga melakukan pendampingan di desa lain, dengan nama kampung kelinci. Harapanya ke depan adalah menjadikan Bondowoso sebagai sebagai kota produsen daging halal.” Kata Dosen di Kampus Unej.(tim).






