HomeJawa TimurLumajangSensus Pertanian 2023 menuju Ketahanan Pangan Nasional

Sensus Pertanian 2023 menuju Ketahanan Pangan Nasional

Sebagaimana amanah Undang Undang (UU) nomer 16 tahun 1997 tentang statistik, Tahun ini dilakukan aktivitas pendataan pada sektor pertanian, kegiatan ini lebih di kenal dengan sensus pertanian Tahun 2023.
Sasaran yang ingin di capai adalah potret sektor pertanian yang bersifat potensi hasil maupun kendala yang dihadapi sektor ini di tahun mendatang, sensus pertanian rutin diadakan tiap 10 (sepuluh) tahun sekali.
Pola pendataan yang dilakukan dengan sistem door to door sudah disiapkan 1.048 petugas yang di rekrut oleh badan pusat statistik di Kabupaten Lumajang yang tersebar di 205 dan kelurahan dan 21 kecamatan.
Dari data sensus tahun 2003 dibandingkan dengan data pada tahun 2013 terjadi penurunan yang cukup siqnifikan pada sektor pertanian ini, rumah tangga sektor pertanian turun 21%, produk domestik regional bruto (PDRB) sektor pertanian di Kabupaten Lumajang 33,4% dari total PDRB yang ada, ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lumajang merupakan Kabupaten yang berbasis pertanian dan sektor ini menyerap 40,2% tenaga kerja yang ada, sedangkan luas lahan yang terdata yaitu 36.392 ha atau 21,29% dari luar wilayah Kabupaten Lumajang.

Tantangan yang dihadapi sektor ini masih cukup banyak dan harus diurai dengan baik, dan di harapkan sensus yang akan dilaksanakan tanggal 01 Juni sampai 31 Juli 2023 yang akan datang mendapatkan data yang mendekati riil atas potret riil pertanian yang ada sehingga paradigma pertanian harus berubah menjadi paradigma baru yang lebih menguntungkan.
Sosialisasi yang dibuka oleh
Bpk Ir. Nugroho Dwi Atmoko asisten Sekretaris Daerah didampingi perwakilan KODIM 0821 dan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Lumajang yang di gelar di Rumah makan istana kuliner di ikuti oleh 21 camat, OPD terkait dan unsur Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Dalam sambutannya Nugroho meminta maaf pada masyarakat tani di Lumajang karena dukungan APBD Kabupaten relatif kecil, sehingga intervensi yang dilakukan PEMKAB belum optimal, kami harap petani tetap semangat untuk mewujudkan ketahanan pangan negera walau hambatannya cukup besar.
Dalam paparannya mugiono selaku Wakil Ketua KTNA mengupas potensi masing masing kecamatan dan sebaran komoditas usaha pertanian, potensi besar ini akan lebih mantap jika di dukung oleh sebuah angka dan validitas data yang memadai, sehingga dari awal kelemahan dan keunggulan sektor ini dapat tergambarkan dengan baik.

Iskhak Subagio, SE selaku Ketua DPC HKTI yang juga wakil ketua bidang pertanian KADIN Lumajang berharap dengan akurasi pendataan oleh BPS masalah impor hasil tanaman pangan dan benang kusut distribusi pupuk bisa diurai, disamping itu dengan peta potensi pertanian di masing masing kecamatan akan memudahkan intervensi pemerintah terhadap sektor ini dengan basis pengembangan potensi ini kedepannya, kami bermimpi di Kabupaten Lumajang akan ada peta potensi komoditi sehingga jejaring bisnis sekor ini bisa mengakses data yang ada sebagai analisis usaha yang layak dan menguntungkan.
Kawasan pertanian yang terintegrasi dengan pariwisata diharapkan membawa nilai plus bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dengan terupdatenya data kita harapakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pertanian bisa ada kenaikan yang cukup bagus sehingga sektor ini menjadi sektor utama di kabupaten Lumajang.(ER)

Advertisement
RELATED ARTICLES

Most Popular