HomeJawa TimurMalangKoprima 'AMANAH' Indonesia bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Malang.

Koprima ‘AMANAH’ Indonesia bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Malang.

Gempurnews – Walaupun Koprima (Koperasi Mina Tani) ‘AMANAH’ Indonesia, dibilang masih baru di dunia koperasi namun berbagai trobosan sudah dilakukanya khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat bidang pertanian.

Koprima adalah salah satu koperasi yang bergerak di bidang perdagangan komoditi baik pertanian, perikanan dan hasil kelautan, seperti jagung, padi, tebu, kopra dan ikan, baik itu ikan tangkap maupun ikan hasil budidaya, juga beberapa komoditi pendukung sektor ketahanan pangan lainnya seperti minyak goreng, beras dll.

Selain itu, Koprima juga dipercaya untuk menyalurkan pupuk non subsidi dari perusahaan baik produk dari BUMN maupun swasta nasional yaitu antara lain Pupuk ZA Petro, Urea Petro, Petrocas dll, serta Pupuk NPK Ponskah dan SP 36 produksi PT Sumber Rejeki Gresik tentunya dengan harga yg terjangkau oleh masyarakat.

Advertisement

Adapun dari segi pemberdayaan masyarakat baik itu bidang pertanian maupun sektor perikanan dan kelautan, Koprima menggandeng perusahaan – perusahaan besar yang bergerak dalam bidang ketahanan pangan untuk dijadikan mitra strategis, yaitu menjadi offtaker sekaligus mitra pendanaan sektor produksi pertanian, perikanan dan kelautan, guna mendukung kegiatan usahanya bersama masyarakat khususnya mitra anggota Koprima Amanah Indonesia.

Salah satu kegiatannya adalah seperti yang dilaksanakan pagi tadi Jum’at (26/05/23) bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kec. Ampelgading, Kabupaten Malang, untuk bersama – sama melaksanakan kegiatan kemitraan bersama masyarakat yaitu berupa budidaya tanam jagung manis dan jagung produksi.

Dalam pelaksanaan kegiatan kemitraan budidaya jagung ini fihak Koprima Amanah Indonesia adalah berfungsi sebagai agregator produknya, sedangkan yang ditunjuk sebagai offtaker produknya adalah AsianFood Taiwan untuk jagung manis dan PT
Advanta Seeds Indonesia untuk produk jagung produksi nya.

Semua pembiayaan di siapkan oleh fihak offtaker mulai dari sarana produksi pertanian (Saprotan) dan alat pertanian serta biaya penggarapan oleh mitra petani.

Dan semua hasil penen mitra anggota akan dibeli oleh fihak offtaker melalui opsi kerjasama dengan Koprima itu sendiri, dengan harga yang wajar.

Dengan demikian kegiatan kemitraan ini diharapkan petani bisa berdaya dan hanya fokus pada perawatan dan pemeliharaan tanaman jagungnya saja, sedangkan biaya dan penanganan pasca panen sudah disiapkan oleh Koprima Amanah Indonesia.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Bapak Iswahyudi, SH, M.Hum selaku Sekretaris Jenderal DPP Koprima Amanah Indonesia, dimana masyarakat petani kita harus kuat, berdaulat di lahannya sendiri, dimana Koprima telah menyiapkan biaya untuk pengadaan saprodinya dan telah menyiapkan pihak mitra perusahaan pabrikan pengolah jagung sebagai offtaker atau pembeli semua hasil panen mitra petani.

Di samping itu, dalam acara yang berlangsung di Kantor BPP Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang ini, Pak Iswahyudi yang mendampingi Ketua Umum DPP Koprima Amanah Indonesia, Bapak Sudarmaji, SE, MM, menyempatkan diri untuk melihat hasil panen buah durian “MUSANG KING”, tempatnya di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.

Dalam wawanacara kami dengan Pak Santoso selaku petani Durian Musangking ini, dalam masa tanam dua tahun buah Durian Musangking sudah mulai belajar berbuah.

Adapun yang membedakan antara durian jenis Musang King ini dengan durian lokal adalah selain cepat berbuah Durian Musang King mempunyai citra rasa yang lezat, berbiji kecil dan daging buahnya yang tebal serta masa berbuahnya tidak mengenal musim.

Inilah yang membuat Durian Musang King ini memiliki keunikan tersendiri dan berharga mahal, yaitu dipasaran dapat mencapai tiga ratus sampai dengan empat ratus ribu rupiah per kilogramnya.

Menurut Pak Santoso yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPP) Koprima Amanah Indonesia Kabupaten/Kota Malang ini, fihak Koprima Amanah Indonesia telah mencoba melakukan penanaman buah Durian Musangking sendiri hampir seluas tiga hektar, di wilayah Kecamatan P

RELATED ARTICLES

Most Popular