Gempurnews Cimahi Selasa – (30/05/2023)
Belum juga terlalu lama saat PJ.Walikota menyerahkan SK PPPK untuk tenaga kesehatan dan memberikan Amanat kepada tenaga kesehatan agar melaksanakan tugasnya dengan amanah dan profesional (tidak ketus) saat menghadapi pasien maupun pihak keluarga pasien bahkan pengantar pasien,namun berbading terbalik dengan pelayanan yang didapatkan oleh pihak pengantar seorang pasien yang masuk ruang Instalasi Gawat Darurat(IGD) RSUD Cibabat.Pasien yang merupakan seorang anggota Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi bernama Ibu Ida saat diantar oleh beberapa orang pengurus Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi untuk mendapatkan pengobatan,ternyata dikarenakan ruangan penuh akhirnya menunggu di ruang IGD,setelah diberikan penanganan awal berupa suntikan pasien menunggu untuk mendapatkan ruangan,namun dikarenakan sakitnya bertambah hebat dibagian perut sampai meringis dan merintih kesakitan maka dua orang pengantar menanyakan langkah yang akan diambil oleh dokter agar pasien tidak meringis kesakitan,tapi sangat disayangkan saat menanyakan apakah tindakan medis yang bisa dilakukan oleh dokter agar pasien tenang,ternyata jawaban salah seorang oknum Nakes menjawab kurang mengenakan dengan dalih bukan keluarga pasien,
“Bapak siapa jika bukan keluarga pasien maka kami tidak akan memberikan penjelasan.”ucapnya ketus.
Karena sikap salah seorang oknum tenaga kesehatan yang kurang simpatik tersebut ,terjadi sedikit perang mulut namun tidak sampai berlarut-larut,
Namun tak sampai disitu saja tidak lama kemudian pasien diberikan surat rujukan dengan alasan Ruangan penuh,dengan perasaan kecewa para pengantar dan keluarga pasien segera memindahkan pasien ke rumah sakit terdekat yaitu RS Mitra Kasih,ternyata pelayanan di RS Mitra Kasih sangat jauh berbeda dengan pelayanan yang diberikan RSUD Cibabat yang kabarnya sering mendapatkan penghargaan.Pasien langsung ditangani dan diberikan penjelasan oleh tenaga kesehatan RS Mitra Kasih dengan lemah lembut dan langsung mendapatkan ruangan untuk selanjutnya dirawat.
Saat dikonfirmasi terkait perlakuan oknum tenaga kesehatan RSUD Cibabat kepada Direktur RSUD Cibabat dr.Sukwanto Gamalyono atau biasa dipanggil dr.Gamal melalui aplikasi WA,dr.Gamal menjawab,
“Thanks info nya …tentunya yang paling faham dan mempunyai wewenang,yang seharusnya sudah sesuai SOP…Coba mintabinfo kenapa harus dirujuk…saya tidak bisa mengintervensi karena wewenang ada di pelaksana…harapan saya coba komunikasi dengan petugas.”Jawabnya
Seyogyanya rumah sakit dengan segudang penghargaan dapat lebih humanis dalam melayani pasien karena rumah sakit bukanlah tempat berbisnis walaupun pada kenyataannya RSUD Cibabat mendapatkan keuntungan Fantanstis guna menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kota Cimahi.
(Gibby)
Editor : dhw_robhin






