HomeNusantaraKalimantanDiskominfosandi Barito Utara Akan Kurangi Penggunaan Baliho Model Manual

Diskominfosandi Barito Utara Akan Kurangi Penggunaan Baliho Model Manual

BARITO UTARA- Pemerintah Kabupaten Barito Utara, melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Barito Utara, akan mengurangi pemakaian papan reklame atau baliho cetak manual. Hal ini selaras dengan telah di laksanakannya program sistem pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE), yang salah satunya bertujuan yaitu mengurangi penggunaan kertas (Paper Less).

Dalam rangka untuk memudahkan efisiensi waktu, disamping itupula bongkar pasang yang menggunakan tenaga manusia. Pengurangan penggunaan papan reklame manual dimaksud, agar baliho- baliho yang beredar tidak merusak pemandangan, karena penempatannya yang tidak beraturan.

Kepala Bidang e-Government Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Barito Utara, Munawar Khalil, S. ST, MT, CIO di ruangan kerjanya, juma’at siang (5/1) mengatakan bahwa ini adalah langkah dalam rangka, mendukung bergeraknya sistim digitalisasi di Barito Utara. Pengurangan dimaksud adalah pembatasan penggunaan yang akan dimulai, dari Diskominfo sendiri untuk mengurangi baliho manual agar menjadi contoh.

Advertisement

“Penggunaan baliho dan papan reklame cetak manual akan kita kurangi, sejalan dengan telah terpasangnya beberapa videotron milik pemerintah daerah yang dikelola oleh Diskominfo, “terangnya.

Sekretaris Muhammadiyah Barito Utara, Dadang Ma’mun, Ssi, ketika ditemui media Gempurnews. com ini, bahwa seharusnya memang penempatan baliho-baliho yang tidak beraturan bisa ditata, karena acap kali mengganggu keindahan kota dan sebaiknya, sudah menggunakan sistim digital agar tidak sembarang orang bisa memasang, “tuturnya.

“Apalagi pelaksanaan pemilu kian dekat, terasa sekali kota sesak dengen baliho yang sepertinya kelihatan asal pasang. Kita tidak tahu apakah ada aturan pemasangan atau pajak yang dihasilkan dari baliho tersebut, “kata Dadang panggilan akrabnya.

Dari pantauan media ini. Hampir semua titik krusial di kota Muara Teweh, memang terpasang baliho individu-individu, yang menawarkan diri untuk dipilih dan mengelola daerah. Namun disayangkan baliho-baliho tersebut, seperti tidak tertata sehingga sebagian agak mengganggu pandangan dan membahayakan pengendara pada beberapa titik tikungan jalan tertentu. (SS)

RELATED ARTICLES

Most Popular