Gempurnews.com – Banyuwangi. Pemerintah Desa Pakistaji Kecamatan Kabat salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap pertama triwulan 1 (Januari, Februari, Maret).
Bertempat di Balai Desa Pakistaji, Sekitar 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar Rp 300.000,- perbulan atau bila dijumlahkan masing-masing KPM menerima Rp 900.000,- pertiga bulan.
Kepala Desa Pakistaji, Khotibul Umam, S.IP. dalam sambutannya, menekankan kepada 39 KPM penerima BLT DD untuk tidak berprilaku konsumtif dalam menggunakan uang bantuan yang diterima.
“Saya menghimbau kepada seluruh penerima manfaat, yang hari ini menerima bantuan langsung tunai atau BLT DD untuk lebih berhati-hati, lebih bijak dalam menggunakan atau membelanjakan uang yang diterima, intinya tidak bersikap konsumtif mengingat hari-hari menjelang lebaran ini terkadang kita tidak berfikir panjang dalam memilah kebutuhan, mana yang pokok dan mana yang tidak .” Tandasnya, Senin (01/04/2024).
Umam juga berharap, bagi penerima yang masih berusia produktif untuk menggunakan uang yang diterimanya sebagai stimulan dalam mengembangkan kegiatan ekonominya.
“Jadi, kita pemerintah desa memberikan bantuan BLT DD dengan harapan, pertama untuk warga masyarakat yang sudah lanjut usia, harapannya bantuan ini dapat meringankan beban hidup mereka, utamanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kedua bagi penerima yang masih kategori usia-usia produktif, harapannya bantuan ini bisa menjadi stimulan lah untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.” pungkasnya.
Ditemui disela-sela acara kepada awak media gempurnews umam menjelaskan beberapa proses dan tahapan yang dijalani, guna memastikan penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Jadi untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran, yang pertama kita berpedoman pada buku register bantuan yang sudah kita berikan pada masyarakat, jadi masing-masing kepala dusun itu kita suruh untuk mencatat masing-masing Kartu Keluarga (KK) yang ada di dusun masing-masing, Jadi kita bisa memastikan si-A pernah menerima bantuan apa dan si-B pernah menerima bantuan apa, jadi itu semua jenis-jenis bantuan kita inventarisir, agar supaya seluruh warga masyarakat ini dapat terjangkau oleh bantuan.” Terangnya.
Selain itu guna memastikan batuan tidak tumpang tindih dalam penetapanya pemerintah desa juga melaksanakan Musdes.
“Kemudian kita juga melakukan Musdes untuk penetapan, jadi supaya bantuan itu tidak menumpuk pada satu dua orang, jadi seperti yang saya jelaskan diawal, kita juga menugaskan masing-masing kadus untuk mendata, karenakan banyak sekali bantuan yang kita gelontorkan kepada masyarakat, jadi kita harus punya data itu, artinya kita harus punya buku induk untuk mencatat warga-warga yang pernah menerima bantuan berdasarkan jenis bantuan yang sudah kita berikan.” Jelas umam.
Suroso (72) salah satu penerima manfaat menuturkan, akan menggunakan uang yang didapatnya untuk sesuatu yang produktif.
“Bapak cuman pengangguran nak, udah nggak kerja, ini nantik uangnya rencana buat beli ayam biar muter, nggak cepet habis, bapak juga mau ngucapin terima kasih sama pak kades, harapannya, besok bisa ada lagi, itu aja.” Tuturnya sambil tertawa.” (*/Sgt)
