LUMAJANG – Hama wereng menyerang hektaran sawah di beberapa kecamatan di Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan kerugian besar bagi petani. Ketua P3NA Propinsi Jawa Timur, Ishak Subagyo, menyatakan bahwa serangan hama wereng ini terjadi saat cuaca ekstrim, yang berdampak pada hasil panen.
“Kami telah menerima laporan tentang serangan hama wereng di beberapa kecamatan, termasuk Sukodono, Jatiroto, Kedungjajang, Candipuro, dan Lumajang,” kata Ishak Subagyo.
Menurut Ishak, penyebab utama serangan hama wereng ini adalah musim tanam yang tidak serempak, penggunaan berlebihan pestisida, dan kurangnya pengamatan (opt). Hal ini menyebabkan populasi wereng meningkat dan menyerang tanaman padi.
Untuk mengatasi masalah ini, petani di Lumajang melakukan pengendalian dengan penyemprotan pestisida dan pengaturan pola tanam. “Kami juga mengimbau petani untuk melakukan pengaturan pola tanam yang lebih baik dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan,” tambah Ishak.
Serangan hama wereng ini menyebabkan kerugian besar bagi petani, sehingga pemerintah daerah dan instansi terkait perlu segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.
Terkait keluhan utama petani terhadap hama wereng, Sutikno salah satu pemilik sawah di seputaran JLT mengatakan, bahwa hama wereng tentu mengakibatkan kerugian ekonomi.
“Hama wereng akan mengakibatkan gagal panen tentunya. Sebab, biasanya tanaman padi menjadi kering, menguning, dan mati dengan cepat. Kalau sudah begitu sulit dikendalikan meski sudah pakai pestisida mahal,” ungkapnya Minggu (10/1/2026) kepada media ini.
Menurutnya hama wereng akan kebal obat sehingga memaksa petani menyemprot terus-menerus dengan biaya tinggi, serta penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen. **

