Sidoarjo | Gempurnews – Akibat lambatnya Pemerintah Daerah Sidoarjo Respon memperbaiki infrastruktur jalan yang berlubang, kali ini seorang pedagang Mie ayam bakso keliling menjadi korban di Jalan Kedinding RT 01, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menghindari jalan berlubang dan gerobak motornya terguling pada Jumat (17/4/2026). Alhasil Korban mengalami luka bakar serius
Bu Suria warga setempat memberikan keterangan di lokasi insiden bermula saat korban seorang pedagang mie ayam bakso tengah melintas mengendarai gerobak sepeda motornya. Saat mencoba menghindari lubang yang menganga di badan jalan, kendaraan korban bersenggolan dengan spion sebuah mobil yang berusaha menyalipnya.
Senggolan pun terjadi dan membuat keseimbangan gerobak goyah. Beban dagangan yang berat menyebabkan motor oleng hingga akhirnya terguling. Seluruh bahan dagangan tumpah ruah ke jalanan, dan naasnya lagi, korban pedagang tersebut tersiram kuah bakso yang mendidih.
Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, berdasarkan informasi warga di hari yang sama juga terjadi 4 kali kejadian insiden kecelakaan akibat jalan berlubang serta sempitnya jalan penghubung antar kecamatan Prambon – Tarik.
Saat ditemui di kediamannya Dusun doplang genjah RT. 7 RW. 2 Desa Bendotretek Kecamatan prambon kabupaten Sidoarjo, korban bernama Febri membenarkan bahwa kondisi jalan yang rusak menjadi pemicu utama kecelakaan tersebut. Selain menderita luka bakar yang cukup serius, Febri harus menanggung kerugian materil akibat rombong (gerobak) yang hancur serta modal dagangan yang terbuang sia-sia.
Di sisi lain, pengendara mobil yang terlibat, Ulum, menunjukkan sikap kooperatif. Ia langsung menepikan kendaraan dan memberikan pertolongan pertama setelah kejadian. Ulum menegaskan bahwa ia tidak menabrak, melainkan terjadi gesekan pada spion yang berujung fatal karena kondisi jalan dan beban kendaraan korban.
“Saya tidak menabrak, tapi bersenggolan sedikit dengan spion. Karena mungkin bawaannya berat, korban oleng dan jatuh. Sebagai bentuk kepedulian, saya sudah ke rumahnya untuk memberikan kompensasi. Memang hari apes tidak ada di kalender, saya harap jalan segera diperbaiki agar tidak ada korban lagi,” ujar Ulum.
Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak karena disadari sebagai murni insiden yang dipicu faktor lingkungan.
Kejadian ini memicu gelombang protes dari warga setempat. Jalan Kedinding selama ini memang dikeluhkan karena kondisinya yang berlubang dan sempit, sehingga sangat berisiko bagi pengendara, terutama pedagang kecil yang membawa beban berat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya Dinas PU Bina Marga, didesak untuk segera turun tangan. Warga berharap tidak hanya sekadar penambalan lubang (tambal sulam), namun juga adanya pelebaran jalan.
Kondisi jalan yang sempit memaksa pengendara berebut ruang dengan lubang, yang sewaktu-waktu bisa mengancam nyawa. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa lebih lanjut hanya untuk memperbaiki fasilitas publik yang menjadi hak warga. Akses jalan yang layak adalah kunci keselamatan dan kelancaran ekonomi masyarakat.(Yl)






