Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten Lumajang menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) tahun 2026 yang berlangsung di Aula BKPSDM Lumajang pada Sabtu (23/5/2026) dengan mengusung tema “mengukir prestasi dalam kebersamaan”.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Zainul Rofik yang mewakili Bupati Lumajang, Anggota DPRD Komisi D, Awaluddin Yusuf, Dewan Penasehat KONI Lumajang, Ketua 48 cabang olahraga serta jajaran pengurus KONI kabupaten Lumajang.

Rakerkab KONI Lumajang 2026 dibuka oleh Bupati Lumajang yang diwakilkan oleh Kadispora Lumajang, Zainul Rofik dalam sambutannya pada tahun 2026 anggaran hibah pemerintah dialihkan ke Dispora yang berupa kegiatan. “Ini menjadi tantangan bagi Dispora bagaimana menyikapi perubahan, disatu sisi kita harus laksanakan disisi lain prestasi tidak kita korbankan,”tegas Zainul Rofik.
Zainul juga menambahkan kabupaten Lumajang akan menghadapi event olahraga yakni POPDA dan PORSADIN VII yang rencananya kabupaten Lumajang menjadi tuan rumahnya. Untuk itu, kami berharap kepada ketua Cabor untuk mempersiapkan atletnya.
Pembinaan atlet membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit, mulai dari kebutuhan latihan, fasilitas olahraga, hingga keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. Karena itu, pihaknya berharap ada sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk mendukung peningkatan prestasi atlet Lumajang.
Sementara itu, Ketua Umum KONI, Budi Satria Andhika, SE., MM. Dalam sambutannya menyampaikan ditengah efisiensi anggaran yang diberikan oleh pemerintah, KONI Lumajang tetap berkomitmen untuk menjaga pembinaan atlet agar berprestasi.
“Tahun ini anggaran dalam pembinaan melalui Puslatkab menghadapi Porprov X nanti yang diterima KONI jauh turun melesat. Hal ini yang kita khawatirkan akan menjadi kendala dalam persiapan Porprov X dan ini bukan hanya berlaku pada kabupaten Lumajang saja tapi hampir semua kabupaten dan kota terdampak karena efisiensi anggaran. Hal ini jelas efeknya ke prestasi akan merosot padahal semangat luar biasa atlet kita sudah mulai tumbuh, untuk itu kita berharap kepada pemerintah maupun legislatif bisa turut serta mendukung dalam pembinaan olahraga prestasi di Lumajang,”tegas Budi Satria Andhika.
Ketua KONI juga menyampaikan rencana Kemenpora tentang pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menambah cabang olahraga dari yang semula 14 menjadi 21 cabang olahraga ditengah efisiensi anggaran. “Kita akan rumuskan dengan ketua cabang olahraga untuk mendukung program Kemenpora untuk desain besar olahraga daerah dengan menetapkan cabor unggulan kabupaten Lumajang kedepan,”ujar Budi.
Dalam kesempatan itu, Rakerkab juga diisi dengan sesi tanya jawab dengan pihak Legislatif yang diwakili oleh anggota DPRD Komisi D Awaluddin Yusuf terkait peran dan fungsi DPRD terhadap olahraga prestasi di Lumajang. Fungsi DPRD Komisi D ada tiga yakni pembentukan peraturan daerah, anggaran dan pengawasan. “Peran dan fungsi DPRD sangat penting untuk mendukung kegiatan keolahragaan dan penganggaran olahraga prestasi”tegas Awaluddin.
Lebih lanjut Awaluddin menambahkan akan berkoordinasi dengan Dispora untuk membentuk peraturan daerah berupa perda inisiatif tentang keolahragaan yang akan memberikan payung hukum kepada pelaku olahraga sehingga atlet Lumajang lebih bersemangat membawa nama Lumajang.
