
Sempat Libur Akibat Dana Belum Turun, Tiga SPPG di Kecamatan Rembang Kini Beroperasi Lagi
PASURUAN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, sempat mengalami gangguan layanan setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum menerima pencairan dana operasional tepat waktu dari pemerintah pusat.
Meski demikian, penghentian aktivitas tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat. Setelah anggaran operasional diterima, layanan kembali berjalan dan distribusi makanan kepada penerima manfaat dilanjutkan seperti biasa.
Koordinator Kecamatan SPPG Rembang, Rohibni, mengatakan keterlambatan pencairan dana berdampak pada tiga unit SPPG yang telah beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, kondisi itu tidak berkaitan dengan kinerja pengelola maupun persoalan teknis di lapangan.
“Ada tiga SPPG yang sempat terdampak keterlambatan pembiayaan. Tapi hanya sebentar, rata-rata sekitar dua hari saja. Itu bukan karena kesalahan pengelola di daerah, melainkan keterlambatan pencairan dari pusat,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Saat ini, pengembangan jaringan SPPG di Kecamatan Rembang masih terus berlangsung. Dari total sembilan unit yang direncanakan berdiri, lima di antaranya telah aktif melayani masyarakat.
“Saat ini total terdapat sembilan SPPG yang direncanakan hadir di wilayah Kecamatan Rembang. Dari jumlah tersebut, lima sudah berjalan, dua masih dalam tahap persiapan operasional, dan dua lainnya sedang dalam proses pembangunan,” ujar Rohibni.
Lima SPPG yang telah beroperasi berada di Desa Tampung, Pajaran, Kedungbanteng, Kanigoro, dan Rembang. Sementara dua unit lainnya yang disiapkan untuk beroperasi berada di wilayah Pekoren dan Pejangkungan.
Rohibni menegaskan keterlambatan pendanaan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai penghentian operasional karena sanksi atau suspend. Menurutnya, hingga kini tidak ada satu pun SPPG di Kecamatan Rembang yang mendapatkan status tersebut dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kalau suspend itu ada pelanggaran atau tidak sesuai standar. Di Kecamatan Rembang sejauh ini belum ada SPPG yang mendapat status suspend,” tegasnya.
Salah satu unit yang terdampak adalah SPPG Pasuruan 1. Kepala SPPG Pasuruan 1, Eko, membenarkan bahwa layanan sempat dihentikan sementara sambil menunggu biaya operasional cair.
“Kami sempat libur sekitar dua hari karena menunggu pencairan biaya operasional. Setelah dana turun, pelayanan kembali berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Di tengah pelaksanaan program tersebut, kebutuhan bahan pangan untuk penyediaan menu MBG disebut masih aman. Fluktuasi harga komoditas pokok di wilayah Kecamatan Rembang sejauh ini belum memengaruhi operasional dapur pelayanan gizi.
Rohibni menjelaskan bahwa pihak pengelola secara rutin memantau perkembangan harga bahan pangan melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur sebagai dasar penyusunan kebutuhan anggaran bahan baku.
“Untuk harga sembako saat ini masih normal. Kami juga menggunakan data dari Siskaperbapo Jawa Timur sebagai salah satu acuan dalam menentukan harga bahan baku yang digunakan oleh SPPG,” pungkasnya.(red)









