Home Blog Page 1447

Patroli Sahur, Satuan Lantas Polres Magetan Berhasil Gagalkan Balap Liar

0

MAGETAN – Kepolisian Resor Magetan kembali menggagalkan aktifitas kenakalan remaja balap liar di twin road Sukomoro Magetan, Sabtu (9/4).

Kali ini melalui anggota Sat Lantas Polres Magetan saat patroli menjelang sahur berhasil mengamankan beberapa remaja dan kendaraan bermotor yang dicurigai hendak balap liar di twin road jalan raya Sukomoro Maospati.

Kasat Lantas Polres Magetan Trifonia Situmorang SIK MSi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan anggotanya yang berhasil mengamankan beberapa kendaraan bermotor yang digunakan balap liar saat melaksanakan patroli rutin sahur on the road selama bulan Ramadhan 1443 H.

“Beberapa kendaraan bermotor dari pelaku balap liar kita amankan di Mapolres Magetan untuk kita data dan akan dikenai sanksi tilang,” Jelas AKP Trifonia.

Aksi rencana balap liar di twin road sukomoro terendus oleh aparat kepolisian saat anggota turjawali lantas berhasil mengamankan 2 pengendara yang terjaring patroli petugas. Dari kedua pengendara tersebut didapatkan informasi akan ada balap liar dari Ponorogo dan Magetan di jalan raya sukomoro.

“Dari hasil informasi petugas patroli ke jalan Sukomoro, petugas mengamankan satu pengendara, dan setelah di cek di hp yang bersangkutan ada ternyata ada catingan akan gelar balap liar,” jelasnya.

Lebih lanjut AKP Trifonia menambahkan jika dari perjalanan selama patroli di seputaran Jalan Sukomoro, anggotanya mendapati beberapa kendaraan yang keluar dari gang seputaran jalan Sukomoro, setelah dilakukan pengecekan ke dalam gang tersebut ada rumah yang digunakan sebagai base camp dari kru balap liar magetan.

“Dari seputatan rumah yang dijadikan base camp, kita temukan kendaraan HEREX yang di sembunyikan di Kandang sapi warga, kemudian kendaraan HEREX bersama 8 unit motor kita amankan ke Mako polres Magetan untuk dilakukan penegakan hukum,” tambah Trifonia.

Dalam hal ini, Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha SIK MSi menghimbau kepada masyarakat agar mengisi kegiatan di bulan Ramadhan 1443 H dengan kegiatan kegiatan yang positif yang bernuansa spiritual agar membawa berkah.
Polres Magetan juga akan menindak tegas sesuai peraturan perundang undang yang berlaku terhadap pelaku dan pembuat petasan atau mercon serta pelaku balap liar yang bisa mengganggu ketertiban masyarakat terutama selama bulan Ramadhan 1443 H tahun 2022.(Qomar)

Kapolresta, Kota Mojokerto Tidak Ada Kelangkaan Migor

0

MOJOKERTO – Ketersediaan Minyak Goreng ( migor ) dan kebutuhan pokok pangan di Kota Mojokerto Jawa Timur terus menjadi perhatian Polres Mojokerto Kota.

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K mengatakan, pihaknya secara berkala melakukan monitoring di beberapa agen penyalur minyak goreng yang ada di Kota Mojokerto.

“Kemarin Kasat Binmas beserta anggota juga melakukan kegiatan monitoring terkait ketersediaan migor di dua agen dan hasilnya ketersediaan minyak goreng melimpah untuk didistribusikan ke penjual retail di beberapa toko dan pedagang pasar di area Kota Mojokerto,”kata AKBP Rofiq Ripto, Sabtu (9/4/22).

Disebutkan oleh AKBP Rofiq, di lokasi pertama pengecekan kemarin yaitu di Toko Raharjo,Jalan Gajah Mada, hasil pengecekan jumlah minyak goreng curah tersedia stok 3,6 Ton / 3.600 Kg.

“Diedarkan ke masyarakat dipatok dengan harga Rp.15.000 / kg, sesuai dengan ketentuan dari pemerintah,” ungkap Kapolresta Mojokerto.

Sementara lokasi pengecekan kedua di toko Herjoyo Jalan Hos Cokroaminoto No.18 tersedia 900 Kg minyak goreng curah, dipatok dengan harga yang sedikit lebih mahal dari toko sebelumnya Rp 15.500 / kg.

“Untuk dua toko tersebut sudah mengedarkan minyak curah dengan harga sesuai HET dari pemerintah,”terang AKBP Rofiq.

Dari setiap pengecekan oleh Sub Satgas Preventif Satgas Pangan Polresta Mojokerto selama ini kata AKBP Rofiq minyak goreng curah di wilayah Kota Mojokerto tercukupi dan harga sesuai HET.

“Kota Mojokerto tidak ada kelangkaan migor,” pungkas Kapolres Mojokerto Kota.(Qomar)

Dukung Produktifitas Anggota, Bhayangkari Lumajang Gelar Bazar UMKM

0

LUMAJANG, Pengurus Bhayangkari Cabang Lumajang beserta Yayasan Kemala Bhayangkari Lumajang menggelar Bazar UMKM. Sabtu (9/4/2022).

Bazar UMKM tersebut diikuti oleh 15 Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan binaan dari Bhayangkari Cabang Lumajang.

Ketua Bhayangkari Cabang Lumajang Ny. Indah Dewa Putu mengatakan, tujuan diadakaannya Bazar UMKM tersebut adalah untuk membina serta mengembangkan potensi para anggotanya agar lebih produktif dan berprestasi. Sehingga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan menjadikan para anggotanya lebih berdaya secara finansial.

Bazaar yang digelar di area parkir Gedung Satpas Polres Lumajang tersebut rencanya berlangsung selama bulan ramadhan. Dan menjajakan produk UMKM mulai dari menu berbuka puasa, makanan ringan dalam kemasan, minuman, hingga hasil kerajinan tangan.

“nanti kita gilir, kan ada 25 ranting jadi nanti kita buat jadwalnya bergantian selama ramadhan , untuk tempatnya mungkin nanti kita lihat kondisinya kalau memungkinan Bazar akan kita adakan di tempat umum atau di alun alun misalnya,” Jelas Ny. Indah Dewa Putu.

Meski saat ini, produk UMKM yang dijual dalam kegiatan bazar tersebut masih terbatas, ia bersama pengurus lainnya akan berusaha mengembangkan produk produk UMKM lainnya seperti Batik Khas Lumajang.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan bazaar UMKM tersebut, tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“kita butuh masukan dan kritikan dari maayarakat, tentunya hal tersebut sebagai evaluasi bagi kami untuk bisa lebih baik lagi, baik dari segi rasa, packaging dan lain lain,” Tutupnya (Bamb)

Ramadhan Berkah, Kapolrestabes Surabaya Gelar Buka Bersama 460 Tahanan

0

SURABAYA – Ramadhan bulan penuh berkah, bagi kita buka puasa bersama keluarga dan orang terdekat menjadi momen yang sangat spesial. 

Namun Hal ini di manfaatkan, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, menyempatkan diri berbuka puasa bersama dengan 460 orang para tahanan di Rutan Polrestabes Surabaya, Jum’at (08/04).

Kapolrestabes Surabaya menyatakan, ini kami sengaja menyempatkan diri berbuka puasa bersama dengan 460 orang para tahanan, karena menganggap para tahanan adalah saudara yang mendapat cobaan.

Suasana keakraban juga terlihat jelas antara Kapolres dengan para tahanan, Kapolres berpesan kepada mereka agar bulan Ramadhan ini dapat dijadikan sarana untuk berlomba-lomba meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT, sekaligus introspeksi diri atas perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan sehingga kedepannya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Dengan melakukan pendekatan melalui buka puasa bersama, Kapolres berharap para tahanan kedepannya bisa berubah menjadi lebih baik lagi.

“Manusia tidak lepas dari kesalahan dan khilaf, di hadapan Allah SWT mereka sama dengan kita. Semoga mereka dapat berubah menjadi manusia yang lebih baik,” Kata Kapolres.

Usai melaksanakan buka puasa bersama, Kapolres juga menambahkan, beribadah puasa, berdoa maupun sholat tarawih bersama-sama sehingga berkat kita berdo’a, kepada Allah, dan yakinlah bahwa Allah akan selalu hadir untuk kita semua bagi siapapun yang berdoa kepadanya.(Qomar/Jono)

Forkopimcam Kediri Kota, Laksanakan Safari Ramadhan Bergulir

0

KEDIRI – Kapolsek Kediri Kota, AKP Mustakim, S.H., bersama Forkopimcam Kota Kediri melaksanakan Safari Ramadhan di Musholla Al Amiin di Jalan Mayor Bismo Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri (8/4/2022).

Safari Ramadhan di bulan puasa tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta dapat berbaur bersama masyarakat terutama dengan tokoh agama, para alim ulama dan para jamaah sehingga terjalin rasa persaudaraan, kekeluargaan dan keakraban antara Forkopimca dengan masyarakat.

Kapolsek menyampaikan kepada jama’ah bahwa situasi Kamtibmas wilayah Kecamatan Kota Kediri relatif kondusif, hal tersebut merupakan kerja sama semua lapisan masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi hukum yang ada.

Kapolsek berpesan selama bulan ramadhan tidak ada yang melakukan perang petasan, knlapot brong yang bisa mengganggu kanyamanan saat berpuasa.

Ditambahkan agar masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat minimal penggunaan masker dan mengharapkan semua masyarakat untuk mengikuti vaksinasi covid 19 menurut fatwa MUI bahwa vaksin aman dan halal serta vaksin tidak membatalkan puasa yang diantara lain vaksin juga dilaksanakan di Polsek kediri kota.

Kegiatan safari ramadhan ini bergulir selama bulan ramadhan penuh dengan lokasi bergantian di wilayah sekitar Polsek kediri kota (Rr_KDR)

Polres Pasuruan Gelar Vaksinasi di Desa Oro-orobulu Pasca Tarawih

PASURUAN – Dalam rangka membentuk kekebalan kelompok atau herd imunity dari Covid-19, maka perlu dilakukan percepatan vaksinasi untuk masyarakat. Hal tersebut diupayakan oleh pemerintah dengan program vaksinasi.

Salah satunya yang ada di Desa Oro-orobulu Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan lakukan vaksinasi dari Kepolisian Resort Pasuruan pada Jumat (8/04/2022) malam di pendopo balai desa.

Antusiasme warga yang mengikuti vaksinasi nampak sejak turun dari sholat tarawih. Para warga pun berbondong-bondong berdatangan untuk mendapatkan dosis vaksin 1, 2 dan 3.

Hal tersebut, menunjukkan ajakan vaksin dari Pemerintah Desa yang berkolaborasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan serta TNI-Polri, mendapat respon positif warga setempat, yang secara perlahan memahami pentingnya vaksin untuk menekan laju penyebaran virus tersebut.

Vaksinasi tersebut dipantau langsung Kepala Desa Oro-orobulu beserta Perangkat Desa, Polri, TNI, dan beberapa pihak yang terlibat.

Bripka Agus Prastiawan, bhabinkamtibmas dari Polsek Rembang menuturkan, meskipun kasus Covid-19 di Pasuruan sudah landai, namun tak lantas membuat masyarakat abai dengan kondisi yang belum usai. Sebab salah satu solusi untuk menekan penularan yaitu dengan dimaksimalkannya program vaksinasi untuk membentuk herd imunity.

“Tentu vaksin ini sangat penting untuk mengurangi resiko warga terpapar virus,” ucapnya.

Tak lupa ia juga mengajak, kepada warga seluruh elemen masyarakat bersatu dan bangkit bersama agar sebaran virus bisa dikendalikan.

“Ayo saling menjaga dan saling mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Iyan (30) salah satu warga dusun Krajan, yang mengikuti vaksinasi merasa terbantu dengan adanya vaksinasi di desa, sebab memudahkan warganya yang ingin vaksin.

“Terbantu sekali. Sebab jika warga yang ingin vaksin ndak perlu jauh ke daerah kota setiap ada program vaksin. Lebih nyaman seperti ini,” jelasnya.

Ia berharap, vaksinasi yang ada di desa dilakukan lagi agar masyarakat yang belum vaksin karena kesibukan, bisa memperolehnya. (qomar)

Dishub Tutup Ruas Jalan Mulai Pukul 15.00 Wib, Ini Titik Parkir Gajah Mada Street Night Sidoarjo Tempo Doeloe

SIDOARJO – Dinas Perhubungan Pemkab Sidoarjo akan menutup beberapa ruas jalan selama berlangsungnya Gajah Mada Street Night Sidoarjo Tempo Doeloe pada hari Sabtu 9 April besok. Jalan yang akan ditutup diantaranya, Jalan Gajah Mada jembatan Buk Legi ditutup total. Penutupan dilakukan mulai pukul 15.00 Wib – Selesai acara.

Kepala Dinas Perbubungan Pemkab Sidoarjo Benny Airlangga menyampaikan, untuk kendaraan dari arah Surabaya menuju Malang dialihkan lewat jalan Hang Tuah. Bagi kendaraan dari Surabaya yang akan putar balik bisa lewat jalan Sisingamangaraja.

“Ruas Jalan Sisingamangaraja diberlakukan satu arah, yakni dari arah timur menuju ke barat khusus untuk kendaraan yang akan putar balik arah Surabaya. Penutupan juga dilakukan di ruas Jalan Raden Patah mulai dari pertigaan Jalan Monginsidi – Raden Patah,” ujar Benny, Kamis, (7/4/2022).

Untuk parkir kendaraan pengunjung, lanjut Benny akan disiapkan dibeberapa titik lokasi. Diantaranya, kendaraan yang dari arah Surabaya bisa parkir di sepanjang Jalan Gajah Mada sebelah sisi kiri sebelum perempatan Buk Legi. Parkir juga disediakan di sepanjang jalan Hang Tuah dan Jalan Sisingamangaraja.

“Untuk kendaraan dari arah Surabaya lewat Jalan Monginsidi tempat parkirnya disediakan di sepanjang jalan Raden Patah. Sedangkan kendaraan yang melewati Jalan Panglima Hidayat lokasi parkir di sepanjanh jalan Samanhudi – Jasem. Dan kendaraan yang dari arah Malang akan disediakan tempat parkir di sepanjang jalan KH. Mukmin,” jelas Benny.

Benny menambahkan, penutupan dan penyekatan ruas jalan sewaktu-waktu bisa berubah dengan pertimbangan melihat situasi di lapangan.

“Penutupan dan pengalihan arus masih bersifat kondisional, nanti kita lihat dan menyesuaikan perkembangan di lapangan,” imbuhnya. (Kominfo/Yl).

Ngabuburit di Kota Tua Menikmati Suasana Tempo Doeloe di Rumah Bupati Pertama Sidoarjo

SIDOARJO – Sebelum bernama Sidoarjo, daerah yang dikenal penghasil Udang dan Bandeng ini dulunya bernama Sidokare. Sidokare saat itu masih menjadi bagian dari Surabaya. Tahun 1859 Pemerintah Hindia Belanda dengan keputusannya Nomor 9 Tahun 1859, tanggal 31 Januari 1859 Staatblad Nomor 6 tertulis Kadipaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian daerah yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare.

Karena nama Sidokare dianggap memiliki konotasi yang kurang baik, akhirnya oleh Bupati Pertama Sidoarjo R.T.P Tjokronegoro diusulkan perubahan nama baru, dari Sidhokarie (Sidokare) menjadi Sidho-Ardjo (Sidoarjo). Penetapan perubahan itu tertuang dalam surat keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 28 Mei 1859 No. 10 Staadblad Tahun 1859 Nomor 32.

“Dokumen staadblad itu sampai sekarang masih tersimpan rapi di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sidoarjo,” ujar M. Wildan Plt. Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sidoarjo. Jum’at, (8/4/2022).

Bupati Pertama Sidoarjo dijabat oleh Raden Notopuro yang bergelar Raden Tumenggung Panji (R.T.P) Tjokronegoro I bertempat tinggal di kampung Pandean kelurahan Kauman, Kecamatan Sidoarjo. Ia menjabat mulai tahun 1859 – 1863 Masehi. Kampung ini sekarang dikenal dengan kuliner kolak Srikaya yang rasanya manis dan hanya bisa dijumpai di bulan ramadhan saja.

“Makanan khas ramadhan warga Pandean Kauman ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Menjelang sore sebelum berbuka puasa, kawasan kota tua ini ramai orang ngabuburit, salah satu yang jadi buruan yakni kolak Srikaya,” kata Wildan.

Di kawasan kota tua ini, Tjokronegoro tinggal bersama keluarganya. Tahun 1859, kawasan Pandean menjadi tempat pusatnya perdagangan dan pemerintahan selama kurang lebih tiga tahun. Diperkirakan, tahun 1862 Bupati Tjokronegoro memindahan pusat pemerintahan ke kampung Wates, kelurahan Pucang. Saat berada di Pandean, Tjokronegoro sempat merenovasi bangunan Masjid Jami Al Abror.

Menurut dari cerita masyarakat sekitar, masih kata Wildan, Bupati Tjokronegoro tinggal di rumah yang lokasinya berada di pinggir Jalan Raya Gajah Mada, menghadap ke arah timur. Ada beberapa sumber yang menyebut, Toko Kain BIMA adalah bekas rumah dinas Bupati Pertama Kabupaten Sidoarjo R.T.P Tjokronegoro I. “Bangunan itu sampai sekarang masih ada dan masih terjaga keasliannya,” kata Wildan.

“Sabtu 9 April besok, warga Sidoarjo bisa jalan-jalan menikmatis suasana Tempo Doeloe di acara Gajah Mada Street Night yang digagas oleh Bupati Gus Muhdlor,” imbuhnya.

Kawasan kota tua ini kemudian menjadi identitas Sidoarjo Tempo Doeloe, selain karena usia kampungnya yang tua, daerah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Sidoarjo yang pertama di tahun 1859 – 1861. Bangunan-bangunan tua di kampung Pandean kelurahan Kauman rata-rata bergaya kolonial Belanda.

Di kampung kolak Srikaya ini masih banyak dijumpai bangunan-bangunan kuno yang yang usianya bahkan ada yang lebih dari 300 tahun. Seperti, Masjid Jami Al Abror yang dibangun pada tahun 1678. Jika dihitung, salah satu masjid paling tua di Sidoarjo itu sekarang sudah berusia 344 Tahun.

Masjid yang tidak pernah sepi dari aktivitas dakwah ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan masih menyisakan warisan sejarah dan budaya berupa gapura kuno yang berfungsi sebagai pintu masuk masjid di sisi sebelah utara.

Berdirinya Masjid Al Abror tidak bisa lepas dari keberadaan Mbah Muljadi, seorang tokoh ulama dari Demak, Jawa Tengah yang diyakini warga sekitar merupakan pendiri Masjid Al Abror. Dalam pembangunannya, Mbah Muljadi dibantu tiga orang warga sekitar, yakni Mbah Sayyid Salim, Mbah Musa dan Mbah Badriyah. Keempat tokoh itu dimakamkan di sebelah baratnya Masjid Jami Al Abror. Menjelang ramadhan masyarakat sekitar banyak yang berziarah ke makamnya.

Selain seorang ulama, Mbah Muljadi juga diyakini merupakan orang pertama yang mengajarkan pembuatan batik tulis kepada warga Kampung Jetis Kelurahan Lemah Putro. Batik tulis Jetis diperkirakan mulai ada sekitar tahun 1675, usianya sudah 347 tahun, lebih tua dari usia masjid Jami Al Abror. Di kampung ini masih banyak dijumpai bangunan-bangunan kuno yang usianya diperkirakan lebih dari 1 abad.

Tahun 2013, Mahasiswa Program Magister Sipil Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, yakni Rifky Aldilan bersama dengan dua kawannya, Antariksa dan Chistia Meidiana meneliti bangunan-bangunan kuno yang berdiri di sepanjang Jalan Gajah Mada. Dalam penelitian itu, Rifky membaginya dalam tiga kelompok bangunan kuno. Yakni kelompok bangunan kuno bernilai kultural potensial tinggi, sedang dan rendah.

Rifky dkk mencatat ada 39 bangunan kuno di sepajang Jalan Gajah Mada Sidoarjo. Dari jumlah itu, terdapat 5 bangunan kuno bernilai kultural potensial tinggi yaitu Masjid Jami Al Abror, Toko Kain BIMA, Home Industri dan 2 Rumah Tinggal.

Kemudian, terdapat 10 bangunan kuno yang memiliki makna kultural potensial sedang, yaitu Toko Jam Cahaya Terang, Toko Sami Hasil, Mebel Lancar, Toko Rejo, Toko Pakaian dan beberapa bangunan kosong.

Sisanya sebanyak 24 bangunan masuk dalam kelompok kultural potensial rendah. Diantaranya, Toko Lambang Jaya, Toko Gajah Mada Gordyn, Toko Mia Ayam Chandra, Apotek Pangestu, Apotek Sidoarjo, Optik Internasional, Toko Air Mancur, Bengkel Garuda, Pusat Gadai, Toko Sumber Jaya dan lainnya rumah tinggal dan bangunan kosong.

“Penilaian makna kultural bangunan kuno tersebut bertujuan untuk mendapatkan klasifikasi bangunan yang nanti menjadi dasar bagi penentuan bentuk pelestarian untuk setiap bangunannya,” tulis Rifky dkk di dalam penelitiannya yang berjudul Karateristik Bangunan Kuno di Koridor Jalan Gajah Mada Sidoarjo.

Selain di sepanjang Jalan Gajah Mada, bangunan kuno juga banyak dijumpai di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Jalan Hang Tuah dan Jalan Raden Patah.

“Diperkirakan ada ratusan bangunan kuno yang tersebar di kawasan kota tua ini,” jelas Wildan. (Kominfo/Yl).

Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi, Serahkan Persyaratan Kepada Bakesbangpol

CIMAHI –
Bertempat di Kantor Badan Kesbangpol Pemerintah Kota Cimahi (8/4/2022), ketua Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi menyerahkan berkas persyaratan lengkap Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi yang diterima langsung oleh staf Badan Kesbangpol Kota Cimahi Erik.

Penyerahan seluruh berkas Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi menegaskan bahwa Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi sudah menjadi keluarga besar Kesbangpol Kota Cimahi yang merupakan rumah besar bagi Ormas dan LSM yang ada di Kota Cimahi.

Dalam keterangannya Ketua Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi menjelaskan,
bahwa hal ini merupakan kewajibannya sebagai paguyuban/komunitas agar diterima sebagai bagian keluarga besar Ormas dan LSM yang ada di Kota Cimahi serta merupakan tahapan yang harus dilaksanakan sesuai aturan dan Undang-undang yang berlaku.

“Semoga kedepan Paguyuban Sundawani dapat bermitra dengan pemerintah Kota dalam hal pembangunan di Kota Cimahi serta dapat membantu masyarakat khususnya dalam hal seni budaya serta dalam mengawal pembangunan yang ada di Kota Cimahi,”Terang Ketua Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi Kang Ferry Rutandi Wijaya.

Sementara Staf Badan Kesbangpol Kota Cimahi yang menerima penyerahan berkas Paguyuban Sundawani Kota Cimahi, Erik mengungkapkan,
setelah menerima berkas legalitas dan struktur serta program kerja Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi, akan segera mendaftarkan dan secepatnya akan memberikan kabar bahwa Paguyuban Sundawani DPD Kota Cimahi sudah merupakan bagian dari keluarga Badan Kesbangpol Kota Cimahi yang merupakan Rumah besar Ormas Dan LSM Kota Cimahi.

(Achmad $)

Kapolri Pastikan Stok BBM Bersubsidi Terjamin dan Tepat Sasaran

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar rapat bersama dengan Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/4/2022).

Sigit mengungkapkan, dalam rapat tersebut membahas soal isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar bersubsidi. Menurut Sigit, dari data yang ada ketersediaan atau stok solar bersubsidi sebenarnya dalam keadaan aman dan terjamin untuk masyarakat.

“Jadi dari pengecekan tadi secara umum, kebutuhan bahan bakar minyak kita khususnya solar, semuanya dalam batas ketahanan yang terpenuhi. Sehingga tentunya istilah kelangkaan ini, kemudian kita perlu melihat ada hal yang harus kita dalami karena sebenarnya di satu sisi kebutuhan terhadap solar industri itu mengalami penurunan,” kata Sigit dalam konferensi pers.

Demi mempertahankan tren positif tersebut, Sigit menekankan bahwa saat ini dan kedepannya, pihaknya akan memastikan stok solar bersubsidi terjamin ketersediaan dan mengawal penyaluran serta penggunaannya tepat sasaran kepada masyarakat yang memang sangat membutuhkan.

“Ini yang akan kita jaga. Sehingga kemudian di lapangan solar subsidi tetap tersedia dan solar industri dipenuhi dengan solar-solar yang memang dipersiapkan untuk industri. Sehingga keberadaan minyak, solar, BBM yang secara riil. Stok sebenarnya tercukupi. Ini yang betul-betul kita jaga dan pertahankan,” ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, dalam rapat tersebut memang ditemukan fakta bahwa terjadinya peningkatan terhadap kebutuhan solar bersubsidi. Menurutnya, hal itu diakibatkan adanya fenomena kenaikan terhadap tren produktivitas komoditas industri jenis tertentu.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan, perang yang melanda Ukraina dan Rusia juga menjadi salah satu faktor berkurangnya ketersediaan minyak dan gas di seluruh dunia, termasuk Indonesia juga terkena dampak.

“Indonesia sampai saat ini khususnya di ASEAN, masih ada di nomor dua terendah. Karena kita masih menahan harga. Sehingga harga tetap ada di kondisi yang sama, sebagai contoh adalah solar. Dan juga ada yang dinaikkan namun sebenarnya masih di subsidi,” ucap eks Kapolda Banten tersebut.

Selain itu, Sigit menekankan, saat ini masih terjadi disparitas yang tinggi antara solar bersubsidi dengan solar industri, kurang lebih sebesar Rp12.500. Dengan adanya gap tersebut, kata Sigit, penggunaan solar di lapangan terkadang disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

“Yang kemudian memanfaatkan disparitas harga ini untuk kemudian mengambil kebutuhan minyak atau solar untuk industri. Mengambilnya dari SPBU subsidi. Sehingga tentunya ini menambah beban Pemerintah dan ini juga akan menimbulkan permasalahan,” tutur Sigit.

Seharusnya, ditekankan Sigit, BBM bersubsidi mutlak diberikan kepada kelompok masyarakat yang memang sangat memerlukan, seperti moda transportasi umum, UMKM, pedagang kaki lima (PKL), dan yang lainnya.

“Kemudian, ini digunakan untuk kebutuhan industri. Sehingga yang terjadi adalah kebutuhan industri justru menurun di tengah produktivitas yang meningkat untuk sektor perindustrian. Namun di satu sisi kebutuhan terhadap minyak yang seharusnya disubsidi meningkat. Jadi ini yang kita tertibkan,” tegas Sigit.

Disisi lain, Sigit menyebut, kepolisian telah menetapkan 21 orang tersangka di enam wilayah Polda jajaran terkait dengan kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM. Adapun keenam Polda yang melakukan penyidikan terkait perkara itu, yakni, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali dan Gorontalo.

Terkait hal ini, Sigit menegaskan, pihak kepolisian tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pihak siapapun yang menyalahgunakan BBM bersubsidi tersebut.

“Kita sudah menangkap kurang lebih 21 tersangka di enam wilayah. Dan ini akan terus kita lakukan. Sehingga kemudian distribusi atau peruntukan BBM bersubsidi ini betul-betul bisa diberikan kepada masyarakat yang perlu disubsidi. Sedangkan kebutuhan industri tentunya akan disiapkan dari kuota yang disiapkan untuk industri,” papar Sigit.

“Terkait permasalahan. Apabila memang jaraknya jauh dan perlu pelayanan-pelayanan khusus maka dari Pertamina sudah mempersiapkan. Kalau memang diperlukan adanya tambahan SPBU untuk industri, termasuk tempat penyimpanan yang bisa didorong,” tambah Sigit sekaligus mengakhiri. (Qomar/ Jen)