Home Blog Page 1448

Palsukan Merk Kosmetik, Warga Tuban Raup Ratusan Juta Tiap Bulan

SURABAYA – Subdit I Indaksi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, mengungkap pelaku pemalsu kosmetik merk KLT. Pengungkapan ini dilakukan pada Senin 14 Maret 2022, dari pengungkapan tersebut polisi juga mengamankan satu tersangka inisial BS, (33) warga Tuban, Jawa Timur.

Tersangka BS diamankan di Gudang Toko Online Shop “Kosmetik Murah” Jalan Lebak Timur, Surabaya, pada 14 Maret 2022.

Tersangka BS ini diamankan karena dengan sengaja memproduksi dan atau mengedarkan kosmetik palsu yang tidak
memenuhi standard dan atau keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu serta tidak memiliki
izin edar.

“Pengungkapan kasus ini pada tanggal 14 Maret 2022. Dari pengungkapan ini telah mengamankan satu tersangka inisial BS,” kata KBP Dirmanto, Jumat (8/4/2022).

Sementara itu AKBP Oki Ahadian, Kasubdit Indaksi Ditreskrimsus Polda Jatim, menjelaskan, tersangka BS menggunakan merk KLT. Kalau merk KLT ini resmi dan ada izin edarnya.

“Ia melakukan usaha ini sejak tahun 2019. Menurut informasi, bahwa tersangka dulu bekerja di KLT. Dan akhirnya dia berhenti dan melakukan pemalsuan produk produk KLT,” jelas AKBP Oki Ahadian, Kasubdit Indaksi Ditreskrimsus Polda Jatim, Jumat (8/4/2022).

Mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini menambahkan, dari tahun 2019. Setiap bulan, tersangka mendapat omzet Rp 570 juta. Padahal tersangka hanya menggunakan bahan baku alcohol, air, sabun batangan dan pewarna makanan.

“Tersangka ini juga memperdagangkan di media online dengan harga yang lebih murah. Jika harga satu paket bisa ratusan ribu. Namun oleh tersangka produk nya dijual dengan harga Rp 90 ribu. Sehingga konsumen KLT lari ke produk tersangka,” pungkasnya.

Sedangkan tersangka akan dikenakan Pasal berlapis, terhadap tersangka akan dikenakan Pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, dan Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, Pasal 197 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.(Qomar/Jono)

Agenda RDP Mengenai Perbup dan Hak Keuangan Administratif DPRD

BARITO UTARA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Barito Utara mengelar rapat Dengar pendapat(RDP)dengan Pemerintah Daerah Barito Utara,tentang Peraturan Bupati(Perbup),mengenai perjalanan dinas dalam Peraturan Bupati serta hak keuangan Administratif DPRD,telah dilangsungkan di ruang rapat DPRD,Jumat(8/4/2022).

RDP mengenai Perbup dipimpin Ketua DPRD Barito Utara,Ir.Hj.Mery Rukaini,M.IP didampingi anggota Dewan dari semua Komisi dan dihadiri eksekutif,Sekda.Asisten I Bagian Hukum Setda,Kabag Umum,Dinas Perhubungan,BPKP,Inspektorat,Setwan dan Kadis PRKPP.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional(PAN)Hasrat menuturkan saat rapat dengar pendapat, mengenai biaya perjalanan dinas atau juga biaya reses pada tahun 2022 drastis turun dibandingkan di tahun sebelumnya.

Kita rapatkan hari ini, adalah Peraturan Bupati Barito Utara,tentang perjalanan dinas dan biaya reses DPRD.Hal ini bukan hanya kepentingan DPRD saja,tetapi juga yang dibicarakan ini kepentingan seluruh ASN yang ada di Bariro Utara,”ujar Hasrat.

Dikatakannya,biaya perjalanan dinas dan  biaya reses turun,kalau dibandingkan dengan sebelumnya,lebih jauh turun.Kita tau sekarang BBM harganya naik,harga barang kebutuhan pokok juga ikut naik,”kok kenapa ..? Pagu biaya reses kita menjadi turun.

“Jadi permasalahan bagi kita,bagaimana dengan perjalanan dinas kita sebelum-sebelumnya.Padahal biayanya pada waktu itu sangat baik dari pada saat sekarang ini,sekarang BBM haraganya naik.Perbub mengaturnya malah dengan ketentuan,yang lebih jauh berbeda dibandingkan perjalanan dinas sebelumnya,”ungkap Hasrat.

RDP yang beragendakan mengenai Perbup tentang perjalanan dinas dan hak Administratif DPRD tersebut,telah diakhiri dengan kesipulan.Bahwa akan dilakukan pengkajian dan penyesuaian terhadap,standar biaya perjalanan Dinas,tunjangan perumahan Pimpinan dan Anggota DPRD serta tunjangan tranaportasi Pimpinan dan Anggota DPRD.  (SS)

Gugatan CITIZEN LAW SUIT di menangkan Pemkab Bondowoso dan Banyuwangi

0

BONDOWOSO – KH Salwa Arifin Bupati Bondowoso menyatakan, gugatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terkait hasil sidang sengketa tapal batas tidak diterima.

Bupati Bondowoso Nyatakan Gugatan mengatas namakan masyarakat kabupaten Banyuwangi Tentang Sengketa Tapal Batas Tak Diterima

Gugatan itu berjenis gugatan warga negara (Citizen Law Suit), sehingga penggugat mengatasnamakan warga masyarakat Banyuwangi dengan nomor perkara 196/PTD.G/2021/PN.BWI ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Sementara materi gugatan fokus pada penandatanganan berita acara, Nomor 35/BAD/II/VI/2021 Tanggal 2 Juni 2021 tentang batas wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.

Yang digugat berupa Sub segmen Kawah Ijen dan gugatan dari warga negara kepada Bupati Bondowoso dan Bupati Banyuwangi juga ikut tergugat untuk melakukan upaya hukum tentang pembatalan penandatangan berita acara.

“Alhamdulillah, gugatan Pemkab Banyuwangi terhadap sengketa tapal batas wilayah tidak diterima,” kata Bupati Salwa dalam acara Press Conference di Peringgitan Pendopo Bupati Bondowoso,

Lebih lanjut, Bupati Salwa, menyampaikan, berita acara itu sifatnya bukan merupakan berita acara penyerahan 1/3 Kawah Ijen kepada Kabupaten Bondowoso. Namun berita acara yang dimaksud adalah berita acara penarikan garis batas daerah antara Dua kabupaten tersebut.

“Berita acara itu telah sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri (Mendagri) Nomor 141 Tahun 2017 tentang penegasan batas daerah dan kesepakatan tersebut telah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif sebagaimana ketentuan dalam 1320 KUHPerdata,” imbuhnya.

Dengan demikian, lanjut Bupati Salwa, kesempatan tersebut berdasarkan Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata berlaku Undang-undang bagi pihak yang menyepakati Azas Pacta Sun Servanda yang bersifat final mengikat.

Sedangkan kepemilikan Kawah Ijen itu untuk 2 kabupaten, baik Bondowoso dan Banyuwangi, hal itu telah diakui oleh 8 kementerian dalam pengajuan Ijen Geopark ke UNESCO.

Bupati Salwa menerangkan, penandatanganan berita acara tidak perlu persetujuan DPRD kedua kabupaten, sebab Empat berita acara sebelumnya tidak melibatkan unsur dan persetujuan DPR, begitu pula berita acara penegasan batas daerah di Kabupaten Situbondo, Jember, maupun Probolinggo.

Menurutnya, secara normatif tidak diatur dalam Permendagri 141 tahun 2017 tentang penegasan batas wilayah.

Penandatanganan berita acara kesepakatan itu tidak berdampak pada pengelolaan pariwisata Kawah Ijen, begitu pula penambangan belerang demikian, kata bupati bondowoso.( ari / dar)

Bulan Ramadhan, Jamaah Masjid Daarul Muttaqien Balung dan Warga Kencong Sumbang 153 Kantong Darah

0

JEMBER – Puasa Ramadan tak menyurutkan semangat umat Islam untuk ikut sedekah darah dalam rangkaian Kegiatan Donor Ramadan PMI Kabupaten Jember. Banyak umat Islam yang antusias ikut donor darah yang dilakukan tim Mobil Unit (MU) Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember.

Puluhan jamaah masjid Daarul Muttaqien Balung Sumbang 55 kantong darah. Rinciannya golongan darah A sebanyak 12 kantong, golongan darah B sebanyak 20 kantong, golongan darah AB sebanyak 2 kantong dan golongan darah O sebanyak 21 kantong darah.

Sejatinya relawan pendonor yang mendaftar di Masjid Besar Daarul Muttaqien lebih banyak. Tetapi, ada 22 orang relawan pendonor yang ditolak karena tidak lolos screning karena tensi terlalu tinggi atau terlalu rendah serta HB yang tidak standar.

Sedangkan warga Kencong sumbang 98 kantong darah Rabu malam. Pun dengan puluhan jamaah masjid Al Baitul Amien juga ikut sumbang 38 kantong darah Kamis malam. “Alhamdulillah dalam semalam tim MU UDD PMI Kabupaten Jember berhasil menghimpun ratusan kantong darah,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Dia menjelaskan, kegiatan donor darah selama Ramadan digelar pada malam hari. “Kegiatan donor darah saat ini dilakukan pada malam hari selesai Sholat tarawih dan sering dipusatkan di masjid-masjid besar kecamatan,” imbuhnya. Termasuk di masjid Daarul Muttaqien Balung Kamis malam.

Meski demikian, sambungnya, pelayanan donor darah di UDD PMI Jl Srikoyo, di Gerai Donor Markas PMI Jl Jawa dan Gerai Donor di Klinik Pratama PMI di Jubung tetap bukan di siang hari sesuai jadwal semula. “Sedangkan pelayanan donor darah tim MU UDD PMI yang digelar siag hari sudah dijadwalkan di dua gereja besar di Jember. Rata-rata pendonornya jamaat dua gereja itu,” imbuhnya.

H Zaenal Marzuki SH MH mengajak masyarakat untuk bersedekah darah dalam momentum Ramadan yang penuh berkah. “Insyallah pahalanya donor darah berlipat karena bertepatan dengan Ramadan, bulan yang penuh berkah,” ujarnya. (Son)

Kemacetan Yang Tak Kunjung Usai, Kasatlantas Gelar Rakor Bersama Instansi Terkait

0

LUMAJANG – Satlantas Polres Lumajang menggelar rapat koordinasi terkait permasalahan kemacetan di seputaran pasar buah Didesa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang yang menjadi jalan poros Lumajang -Probolinggo.

Rapat yang dipimpin oleh Kasatlantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho dihadiri oleh Camat Ranuyoso, Kepala Disperindag Kabupaten Lumajang, Personel Dishub, personel Satpol PP, Kepala Desa Wates Wetas, Kepala Pasar serta Perwakilan pedagang di Pasar Wates Wetan di laksanakan di Balai Desa Wates Wetan. Kamis (7/4/2022).

” Rapat koordinasi ini kami laksanakan, sebagai upaya untuk mengantisipasi kegiatan mudik guna mencari solusi terkait kemacetan yang setiap hari terjadi di area pasar pisang Ranuyoso ini,” Jelasnya

Bayu mengatakan, kemacetan yang setiap hari terjadi dari hasil evaluasi dilapangan karena para pedagang banyak yang berjualan di bahu bahu jalan. Sehingga kelancaran arus lalu lintas menjadi terganggu. Hal tersebut yang menjadi materi pokok dalam pembahasan rapat.

” Kita cari solusi bersama sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan tepat dengan demikian keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bisa berjalan dengan aman,” jelasnya kembali.

Meskipun Pemerintah Daerah sudah membangun jalan alternatif bagi kendaraan besar guna meminimalisir terjadinya kemacetan pada jalur tersebut, namun hal itu tidak berdampak secara signifikan. Kemacetan tetap saja terjadi karena masih banyak pedagang yang berjualan disisi bahu jalan.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya bersama dishub dan satpol PP bersepakat untuk memindahkan para pedagang ke lokasi dalam pasar sehingga tidak berjualan di bahu jalan. Tak hanya itu bersama pihak terkait juga akan dilaksanakan pemasangan pagar besi di tepi jalan yang berfungsi untuk pembatas.

” Kami berharap dinas dinas terkait bisa berkerja sama dalam mengatasi persoalan ini, sehingga persoalan kemacetan yang menjadi rutinitas di area tersebut bisa segera teratasi, apalagi menjelang hari raya idul fitri,” pungkasnya. (Bamb)

Kang Marhaen, Panen Padi Sehat

0

NGANJUK – Plt Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA menghadiri panen padi sehat DPC PDIP Kabupaten Nganjuk bersama tim sinergitas Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) di lokasi panen padi berjenis Varitas Menthik Wangi itu, Rabu (6/4/2022).

Acara yang bertempat di belakang kantor DPC PDIP Kabupaten Nganjuk tersebut, merupakan salah satu wujud upaya pemerintah daerah dalam mendukung dan mendorong pertanian yang sehat di Kota Bayu, Artinya, dengan tidak menggunakan pestisida berbahan kimia, untuk perawatan padi hanya mengandalkan pupuk organik padat dan organik cair.

Dalam sambutan Plt Bupati Nganjuk menjelaskan bahwa sudah sejak lama Nganjuk punya cita-cita bahwa Nganjuk harus punya produk sehat yaitu beras sehat.

“Padi sehat hasil binaan PDI Perjuangan ini sangat saya apresiasi, apalagi ini merupakan hasil kolaborasi antara P4S dan KTNA, tentunya merupakan para praktisi pertanian. Di Nganjuk yang siap panen yaitu sekitar 13 titik,” kata Kang Marhaen

“Saat hari jadi Nganjuk kita juga akan launching beras sehat, produksi langsung dari tanah kemenangan Bumi Anjuk Ladang,” jelasnya.

“Pemkab Nganjuk akan terus berupaya mengembangkan sistem pertanian berbasis organik di Kota Angin. Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dari pertanian yang sehat tersebut. Kita dorong masyarakat ikut menerapkan pertanian organik ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, juga sangat mengapresiasi dan berharap dengan adanya beras sehat bisa meningkatkan perekonomian dari sisi pertanian khususnya di Kabupaten Nganjuk.

Dirinya juga akan selalu mensuport dan membackup program pemasaran hasil panen padi sehat tersebut.

Rangkaian panen raya di awali dengan pemotongan padi hasil dari petani binaan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Nganjuk secara simbolis oleh Kang Marhaen, Ketua DPRD Nganjuk, Kepala Dinas pertanian, KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), dan Mitra Organik.

(Anwar)

Tuntas Kunjungi 21 Kecamatan, Kapolres Serap Aspirasi dan Sosialisasi Jargon ‘Jaran Kencak’ dan ‘Waras’

0

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D., S.I.K., M.H. didampingi PJU Polres, terus menggencarkan silaturahmi dengan para kades, tokoh masyarakat, Satgas Keamanan Desa ( SKD ), tokoh agama, ulama, tokoh pemuda, tokoh pencak silat di wilayah hukum yang ia pimpin.

Kali ini di wilayah Kecamatan Tekung, tepatnya di sebuah Cafe di Desa Tukum, Kapolres menyerap aspirasi dari masyarakat guna perbaikan kinerja Polres Lumajang sekaligus sosialisasi jargon ‘JARAN KENCAK’ ( Jaga Rasa Aman Kerukunan Ciptakan Harmonisasi Kebhinekaan ) dan ‘WARAS’ ( Wibawa Amanah Ramah Aman dan Sinergitas ), Kamis (7/4/2022).

Di awal sambutannya, di kecamatan ke 21 ini Kapolres meminta doa restu dan dukungan pada semua pihak, sebagai pejabat baru di wilayah hukum Kepolisian Resor Lumajang.

“Saya yakin, masyarakat disini sudah rindu dengan suasana sebelum Covid – 19. Maka dari itu sementara saya obati dulu dengan jargon dulu,” ucap Kapolres.

“Selaku Kapolres Lumajang, saya ucapkan terima kasih karena Kecamatan Klakah kian aman dan kondusif. Maka dari itu, mari kita pertahankan bersama,” kata Kapolres.

Level PPKM, diutarakan oleh Kapolres, jika di Kabupaten Lumajang masih ada pada level 3. Langkah yang dilakukan pihaknya, terus mendorong peningkatan pencapaian vaksin.

“Ini bentuk ikhtiar, bagaimana kita bisa bertahan di tengah situasi pandemi Covid – 19. Jangan mudah terlena dengan menganggap covid sudah tidak ada,” imbuhhya.

Orang nomer satu di Kepolisian Resor Lumajang itu memilih, mendorong kesadaran masyarakat, daripada memangkas atau melarang kegiatan – kegiatan masyarakat.

“Jangan percaya hoax,” tegasnya.

Soal Kamtibmas, ia menyebutkan belakangan ini ada peningkatan eskalasi kamtibmas. Diimbau pada para kepala desa, untuk diteruskan pada lingkup hingga tingkat RT / RW dan SKD, supaya meningkatkan kewaspadaan.

Berbagai tindak kriminal diulas saat itu. Sedari pencurian sapi, hingga kejahatan lain yang belum lama ini terjadi di wilayah hukum yang ia pimpin.

Bagi pemilik kendaraan roda dua diingatkan pula agar selalu pasang kunci ganda disaat parkir, meski ditinggal dekat dan sebentar. Analisa pihaknya, pelaku curanmor rata – rata membutuhkan waktu 15 menit saja bila pemilik, masuk kategori lemah.

Niat dan kesempatan diibaratkan dua sisi koin uang yang kerap memicu aksi pelaku kejahatan, meraih keberhasilan dalam aksinya.

“Tolong ingatkan keluarga di rumah. Waspadai juga miras dan narkoba. Jangan sampai anak – anak kita sebagai penerus bangsa menjadi rusak. Cita – citanya jangan sampai pupus,” ulas Kapolres.

Ia berharap, apa yang diupayakan akan menorehkan hasil seperti yang diharapkan bersama.

Diwaktu yang sama, turut dilakukan vaksinasi pada masyarakat umum, dari dosis 1, 2 dan 3, berikut sejumlah lansia.(Bamb)

Percepat Capaian Vaksinasi Untuk Herd Immunity, Polres Pasuruan Kota Gelar Vaksinasi Malam Hari

0

PASURUAN – Percepatan Vaksinasi Covid – 19 di Jawa Timur terus dikebut menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Upaya ini dilakukan untuk menggenjot capaian vaksinasi, terutama vaksin dosis ketiga atau booster yang masih jauh tertinggal secara rasio vaksinasi nasional.

Untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan Vaksin di bulan Ramadhan,Polres Pasuruan Kota menggelar Vaksinasi Mobile Presisi.

Kali ini Polres Pasuruan Kota menempatkan pos pelayanan Vaksinasi Mobile Presisi di pos alun- alun Kota Pasuruan yang dibuka setiap hari setelah selesai Sholat Tarawih.

Percepatan vaksinasi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mensyaratkan vaksin dosis booster bagi mereka yang ingin mudik Lebaran nanti.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari S.H S.I.K, M.Si. mengatakan bahwa dalam mendukung percepatan Vaksinasi untuk mewujudkan Herd Immunity Polres Pasuruan Kota,pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan Vaksinasi door to door.

“Untuk tadi malam kegiatan Vaksinasi Mobile Presisi kita pusatkan di Alun- alun Kota Pasuruan dimana banyak aktivitas masyarakat,”kata Kapolres Pasuruan Kota,Jumat (8/4/22).

Untuk mekanisme proses pelaksanaan vaksinasi, warga masyarakat cukup melakukan pendaftaran dengan menunjukkan KTP atau Kartu Vaksin yang sudah terdaftar, selanjutnya peserta vaksin melakukan screening atau pemeriksaan awal kesehatan setelah itu Peserta vaksin melakukan imunisasi vaksin.

“Alhamdulillah tadi malam antusias masyarakat lebih banyak dari malam sebelumnya, banyak juga dari masyarakat yang selesai melaksanakan sholat tarawih ikut daftar untuk Vaksin ketiga atau booster,”ungkap Kapolres Pasuruan Kota.

Kapolres Pasuruan Kota juga berpesan kepada masyarakat yang sudah di vaksin agar tetap patuhi protokol kesehatan 5M.

“Jangan merasa sudah divaksin lalu abai untuk menerapkan protokol Kesehatan,karena virus ini masih ada di sekitar kita,”pungkas Kapolres Pasuruan Kota.(Qomar)

Kebut Vaksinasi, Penerima Bantuan BLT DD Desa Pakistaji Mendapat Vaksinasi

0

Banyuwangi – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Desa Pakistaji diselenggarakan bersamaan dengan vaksinasi. Upaya ini ditempuh pemerintah Desa Pakistaji bersama Puskesmas Kabat, guna menuntaskan Program Vaksinasinasi sesuai apa yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat.

Kepala Desa Pakistaji, Chotibul Umam, S.IP saat dikonfirmasi awak media Gempurnews membenarkan, upaya ini sengaja diambil untuk memaksimalkan program vaksinasi, tujuannya tak lain adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

“Sebenarnya vaksinasi ini bukan menjadi syarat pokok, hanya warga kita ini kan agak sulit mas, utamanya bagi lansia untuk datang dan melakukan vaksinasi. Jadi kami sengaja mencari momen yang tepat agar warga ini mau untuk datang dan melakukan vaksinasi.” Papar Chotib pada awak media Kamis (7/4/2022).

Kepada media Chotib juga menyampaikan, adapun syarat vaksinasi yang diwajibkan bagi penerima BLT DD kali ini minimal telah divaksinasi tahap kedua.

“Yang kami wajibkan kali ini minimal tahap dua, namun bagi yang belum vaksin tahap ketiga dan mau vaksin ketiga, pihak puskesmas juga sudah menyadiakan.” Pungkasnya.

Selain dilaksanakan dalam waktu bersamaan, pemilihan waktu pada malam hari juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa untuk memaksimalkan kehadiran masyarakat, serta menghindari padatnya aktifitas masyarakat disiang hari.

Penyaluran BLT DD Desa Pakistaji pada Catur Wulan pertama ini diberikan kepada 114 orang. Jumlah ini menurutnya sudah sesuai mandatori pemerintah pusat yaitu minimum 40% dari Dana Desa (DD).

“kita hanya mengikuti mandatori pemerintah pusat yaitu minimal 40%, untuk penerimanya sendiri adalah mereka yang termasuk dalam kategori Warga Miskin (GAKIN), artinya mereka yang belum pernah mendapat bantuan apa-apa sebelumnya, misalnya seperti BPNT, JPS bahkan BLT Pusat.” ungkapnya kepada awak media.

Dalam kesempatan itu Chotib juga menambahkan, selain BLT DD, Program bantuan yang sedang disiapkan pemerintah desa adalah Program Ketahanan Pangan, Hal ini mengacu pada Perpres yang mewajibkan untuk pengalokasian Dana Desa Tahun 2022, yang salah satunya untuk memprioritaskan ketahanan pangan sebesar 20%.

“Selain BLT DD, Program bantuan yang akan disalurkan pemerintah desa tahun ini yaitu ketahanan pangan, dalam Perpresnya kan sudah tertuang jelas itu, 20% untuk ketahanan pangan. Adapun bentuknya terbagi menjadi dua Nabati dan Hewani, mungkin nantinya yang akan kami salurkan seperti sepasang anak ayam yang sudah siap produksi dan yang suka berkebun bisa kami beri bibit tanaman palawija, seperti cabai, terong dsb.” Khotib menambahkan.

Menutup perbincangannya dengan awak media, Chotib juga menyampaikan, beberapa hal yang menjadi harapannya berkaitan dengan penyaluran BLT DD.

“Harapannya dengan adanya penyaluran BLT DD ini paling tidak dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, meski tidak ada intervensi didalamnya kami selalu menekankan agar bantuan tunai itu dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan konsumsi atau bahan pangan, dan meski nilainya tidak seberapa mungkin juga dapat dijadikan suntikan dana bagi mereka yang memiliki usaka mikro.” Terangnya. (Sgt)

Gudang arsip RS Bhakti Husada Krikilan Banyuwangi terbakar

0

Gudang arsip Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (7/4) malam terbakar, dan sejumlah armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli membenarkan peristiwa kebakaran rumah sakit swasta itu.

“Informasi yang kami terima api muncul dari gudang bagian belakang rumah sakit yang berisi arsip dan buku-buku. Sejumlah armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api,” katanya saat dihubungi di Banyuwangi.

Ia mengemukakan, setelah memperoleh informasi kebakaran itu, dua armada damkar dari Kecamatan Genteng ke lokasi, satu damkar dari Gambiran dan tiga damkar dari Banyuwangi.

Ilzam Nuzuli belum bisa memberikan keterangan secara pasti mengenai kronologi dan penyebab terjadinya peristiwa kebakaran di rumah sakit yang ada di wilayah selatan Banyuwangi tersebut.

Sementara dalam insiden kebakaran itu, katanya, untuk sementara belum ada laporan adanya korban, karena para pasien sudah dievakuasi sebelum api menjalar lebih luas.

“Info sementara yang kami terima tidak ada korban jiwa, pasien sudah dievakuasi ke tempat yang aman,” tuturnya.

Video kebakaran Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan di Kecamatan Glenmore, itu, tersebar di media sosial WhatsApp. Dalam video berdurasi 33 detik itu nampak api yang sudah membesar dan membakar salah satu bangunan. Dan beberapa warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. (*)