JEMBER – Meski kontestasi pemilu masih 2 tahun, namun semua partai sudah mulai menata diri dan mengatur strategi, anggaran hingga menyiapkan kader terbaiknya.
Demikian pula Golkar jember, sejak dini sudah terus menerus melakukan konsolidasi. Sebab Golkar tidak ingin kehilangan momentum.
Golkar Jember dibawah kepemimpinan Ji Karim pun mulai berkibar, bahkan kader-kadernya pun mulai memiliki rasa optimisme yang tinggi.
Ji Karim menyadari bahwa konstelasi politik pada pemilu 2024 nanti akan bergerak dinamis.
Berangkat dari kesadaran tersebut, Ji Karim (JK) terus melakukan penataan biduk politiknya.
Proses-proses kaderisasipun menjadi target sasaran turut di optimalkan.
“Kami memang akan segera menghidupkan mesin-mesin partai Golkar, baik pengurus harian, pleno dan seluruh hasta karya. Kami melalui Wantimbang juga menyapa para sesepuh-sesepuh Golkar Jember,” kata JK.
Diimbuhkan JK, hal ini dimaksudkan agar segenap pengurus DPD Golkar Jember mendapatkan masukan-masukan atau wawasan tentang langkah-langkah pemenangan pada pemilu 2024 nanti.
JK juga mematok target 6 kursi DPRD Kabupaten,1 kursi Provinsi dan 1 kursi DPR RI pada pemilu 2024 nanti.
“Kami akan siapkan kader-kader terbaik untuk merebut kursi di parlemen,” ujar JK.
Dikatakan pula, dia sangat menyadari kondisi Golkar Jember dalam konteks kekinian, yaitu golkar jember hanya memiliki 2 kursi saja.
“Namun dengan kerja keras dan disertai doa, kami optimis golkar jember akan mampu meraih 6 kursi. Sebab upaya akan berbanding lurus dengan hasil. Kata kuncinya adalah kerja keras, konsisten, komitmen,” terang anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.
Sementara itu, Tino Cahyono, Wakil Sekretaris bidang media dan pengggalangan opini (MPO) mengatakan bahwa Golkar Jember dibawah kepempinan Ji Karim, telah mengalami banyak kemajuan. Bahkan ghirah para kader mulai tumbuh dan penuh optimis menatapa masa depan Golkar Jember.
“Kepercayaan dan simpatik publik pun mulai menggelora. Ji Karim itu sosok sederhana, pekerja keras dan berkarakter. Ji Karim(JK) senantiasa berusaha maksimal untuk mewujudkan ucapannya. Hal ini yang saya sukai dari sosok JK, saya banyak belajar dari JK baik soal politik, bisnis bahkan menejemen hidup,” ungkap Tino.
Sebagai kader, masih kata Tino, dia bersama kawan-kawan MPO Golkar Jember akan terus mendampingi JK.
“Tentu sesuai tupoksi. MPO memang harus mengikuti kebijakan-kebijakan JK dan meramu isu-isu yang berkembang untuk membesarkan Golkar. MPO harus jeli melihat berbagai perkembangan yang ada, sehingga pada gilirannya mampu memberi informasi positif tentang golkar pada publik. Saya melihat kondisi Golkar Jember saat ini popularitas dan elektabilitasnya terus merangkak naik. Hal ini merupakan wujud dari keras JK dan seluruh kader,” pungkas Tino.
Sementara itu, Nurdiansyah Rachman yang kerap dipanggil Cak Nung, wakil ketua bidang seni budaya dan pariwisita membenarkan apa yang diucapkan Tino.
“Kondisi Golkar Jember saat ini dibawah tangan dingin ji karim mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dapat kita bersama indikator sederhananya adalah wajah kantor kian kinclong dan selalu ramai agenda-agenda kader. Kantor Golkar telah menjadi rumah yang nyaman bagi kader, bahkan bagi masyarakat pada umumnya,” ujar Cak Nung.
Cak Nung juga menambahkan, tugas JK kedepan sangat berat, karena saat ini Golkar Jember hanya memiliki 2 kursi di parlemen.
“Untuk meningkatkan nilai tawar maka pada pemilu 2024, Golkar harus melakukan terobosan cerdas agar dimasing-masing dapil harus mencetak 1 kursi,” katanya.
Di era Mahmud Sarjujono, kata Cak Nung, Golkar sempat berjaya dengan 5 kursi. Saat itu Golkar Jember terlihat banyak memiliki pengaruh terhadap kebijakan-kebijakan politik daerah.
“Di jamannya Mahmud Sarjujono, Golkar Jember menjadi singa podium di parlemen. Mahmud mampu mengambil panggung dalam setiap momentum politik yang berkembang. Mengacu pada sejarah itu maka JK memang harus segera mengorkestrasi Golkar dengan konsep yang strategis, sistematis, konstitusional dan universal,” kata Cak Nung.
Kendati demikian, tambahnya, Cak Nung tidak bermakaud membandingkan antara Mahmud dengan JK.
“Masing-masing orang pasti memiliki style kepemimpinan yang berbeda. Tapi untuk mengembalikan posisi tawar Golkar Jember, JK tidak boleh main-main. Target 6 kursi bukan hal yang mudah,selain kerja keras butuh fokus dan keseriusan,” harapnya.
Ji Karim sebagai ketua Golkar Jember, terangnya lagi, sedang ditantang untuk menunjukkan kualitas dirinya sebagai pemimpin.
Dia juga optimis orkestrasi Golkar melalui tangan dingin JK akan mampu mewujudkan cita-cita bersama yang telah di tetapkan yakni 6 kursi DPRD Kabupaten, 1 kursi Provinsi dan 1 kursi DPR RI.
“Tentu harus didukung penuh penuh oleh seluruh kader Golkar. Bekal pengalaman dua kali sebagai DPRD Kab. Jember dan 2 kali sebagai DPRD Provinsi Jawa Timur juga merupakan lecut bagi JK bagaimana pada pemilu 2024 bisa meningkatkan bargaining position Golkar dari 2 kursi menjadi 6 kursi,” pungkas Cak Nung. (sonz)




