Home Blog Page 1544

Kapolda Jatim Siapkan Pengamanan Jelang Tahun Baru

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Kapolrestabes Surabaya melakukan rapat koordinasi kesiapan pengamanan tahun baru 2022, serta melakukan pengecekan Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru, di pusat perbelanjaan Plaza Surabaya.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, dalam rapat koordinasi dengan Kapolda Jatim memaparkan. Sistem pengamanan kota Surabaya berbeda dengan tahun 2020 lalu, yang dilakukan penyekatan hingga tingkat RW, mengingat penyebaran covid-19 yang tinggi.

“Mekanisme pengamanan tahun 2022 tidak melaksanakan penyekatan, namun pembatasan mobilitas di batas kota Surabaya, untuk mengantisipasi masyarakat yang bergeser ke Surabaya dan rekayasa lalulintas di dalam pusat kota, untuk mengurangi keramaian dengan melibatkan perkuatan personil sebanyak 3064 personil,” paparnya.

“Polrestabes Surabaya telah memberikan himbauan untuk tidak mengadakan acara – acara di hotel, maupun lokasi keramaian dimalam tahun baru,” tambah Kapolrestabes Surabaya.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga menyampaiakan arahannya kepada Kapolres dan jajaran. Untuk mengambil langkah preemtif dan preventif.

“Silahkan dilaksanakan seperti himbauan sesuai Surat Edaran (SE) Mendagri dan Menteri Agama. Guna mencegah penularan covid-19 varian omicorn. Setiap satwil dan satker silahkan bekerja sama dengan humas, untuk menghimbau masyarakat dan mengoptimalkan pelaksanaan yustisi,” arahnya.

Kapolda juga menyampaikan, agar memperkuat pembatasan mobilitas di Ring 3 (batas masuk kota surabaya), ring 2 (Jalan utama mengarah ke pusat kota) dan Ring 1 (pusat kota serta lokasi keramaian), guna mengurangi mobilitas masyarakat agar tidak terjadi penumpukan.

Usai melakukan rapat koordinasi, Kapolda Jatim bersama Kapolrestabes langsung terjun ke lapangan, untuk melakukan pengecekan Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru di pusat perbelanjaan Plaza Surabaya, guna memastikan kesiapan personil dan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dalam upaya pencegahan penularan covid 19 terutama varian omicron. (tim)

Team Garuda Berlaga Di Final, Juragan 99 Kasih Bonus 500 Juta Cash

0

MALANG – Keberhasilan Timnas indonesia meraih tiket final piala aff 2020 mendapatkan perhatian khusus dari GILANG WIDYA PRAMANA, pengusaha muda dan juga pemilik perusahaan juragan 99 tersebut, dia langsung memberikan bonus uang 500 juta untuk skuad asuhan shin tae yong.

“Hari ini adalah bentuk apresiasi saya sebagai anak bangsa dan gila bola, memberikan perhatian khusus pada para pemain dan oficial tim atas keberhasilan menembus final piala aff 2020” ujar gilang saat penyerahan uang di kantor ms glow.

Selain memberikan bonus 500 juta karena bisa tembus final, pria yang juga di kenal CRAZY RICH nya malang itu berjanji akan memberikan bonus tambahan bila evan dimas dan kawan – kawan bisa meraih juara di piala aff 2020.
“Akan ada bunus tambahan satu milyar bila berhasil juara” tutup gilang. (dhw/robhin)

Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Perempuan, Jadi Prioritas Nantu Hermanto

0

PROBOLINGGO– Nantu Hermanto, mantan kepala desa Tunggakcerme kecamatan Wonomerto, terus berupaya melakukan terobosan- terobosan untuk membuka akses bagi warganya dalam meningkatkan kesejahteraan.

Beberapa program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diantaranya, pembinaan ketrampilan bagi ibu ibu, yang tentunya ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam membantu menopang ekonomi keluarga.

Kedepan, Nantu Hermanto, menggerakkan ekonomi warga dengan berbasis home industri, dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa dengan didukung oleh SDM yang mumpuni dan terampil.

Seperti disampaikan kepada media Gempurnews, ketika ngobrol bareng dengan tokoh warga desa Tunggakcerme di sebuah warung kecil yang ada didesa tersebut.

Nantu Hermanto mengungkapkan, jika selama menjabat kepala desa, dirinya berupaya sekuat tenaga untuk memberi rasa aman dan ketentraman warganya, sehingga warga masyarakat dapat melakukan aktifitas sehari hari dengan tenang.

Warga masyarakat butuh ketenangan, kenyamanan, keterbukaan, serta perlindungan, baik masalah yang muncul dilingkungannya maupun yang berhubungan dengan pihak birokrasi, saya pastikan saya selalu hadir, ungkapnya.

Dalam melayani segala kebutuhan warganya, Nantu Hermanto mengedepankan sikap kekeluargaan, dan melayani sepenuh hati tanpa ada tendensi apapun, hal itu menjadi hal yang utama, sehingga warga masyarakatnya merasa mendapatkan perlindungan dan perhatian.

“Warga itu gak mau sulit mas, tapi butuh pelayanan prima dan perlindungan,” Ungkap Nantu Hermanto sambil menghisap rokok linting favoritnya.

Menyangkut penggunaan keuangan desa, dirinya mengedepankan musyawarah dalam memutuskan program, sehingga seluruh aspirasi dari warga dapat menjadi acuan dan prioritas.

Keterbukaan dalam penggunaan anggaran menjadi hal yang utama, masyarakat dapat saling mengawasi dan memberikan masukan, sehingga hasilnya yang dicapai lebih optimal dan tepat sasaran.

Begitu juga menyangkut perlindungan, menurut Nantu Hermanto, sudah seharusnya warga masyarakat terjamin sehingga merasa tenang dan nyaman dalam menjalankan aktifitas sehari hari.

” Selama saya menjabat kepala desa, masalah yang muncul dimasyarakat, baik konflik keluarga, dengan aparat, saya berusaha sekuat tenaga untuk mengatasinya,” Urainya.

Untuk kedepannya, Nantu Hermanto menjamin masyarakat Tunggakcerme lebih maju lagi, baik dari sisi ekonomi, agama, kepemudaan, sosial budaya, serta yang tidak kalah pentingnya pemberdayaan perempuan lebih ditingkatkan lagi.

Untuk peningkatan sumber daya manusia( SDM), meningkatkan sektor pendidikan berbasis agama terutama pondok pesantren dan taman pendidikan Qur’an ( TPQ).

Untuk sektor pertanian, Nantu Hermanto meningkatkan dengan modernisasi dengan para Gapoktan dan memperdayakan pemuda pengangguran melalui organisasi NU dan Banom yang masih belum maksimal.

Juga pembinaan pemuda serta karangtaruna dengan kegiatan positif, melalui olahraga dan kegiatan lainnya, sehingga diharapkan untuk membentengi para pemuda dari pengaruh negatif seperti judi, narkoba, serta pelanggaran lainnya.

“Hidup saya ini untuk warga Tunggakcerme, dan saya akan lebih tingkatkan lagi pengabdian tanpa batas,” Ujarnya.

Sementara ini, dirinya terus menggandeng semua elemen masyarakat, dengan demikian mendapatkan beberapa masukan yang komprehensif, untuk landasan pembangunan desanya secara menyeluruh, adil, dan bermanfaat secara luas.

“Mungkin saya mimpin belum sempurna, tapi saya bertekad untuk membangun desa ini lebih maju lagi dan mengakomodir semua masukan warga,” Ungkapnya Nanti Hermanto. (Red)

Berkas Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Bansos SDN CAKRANEGARA 19 sudah P-21, Team Penyidik Polresta Mataram Segera Limpahkan Tersangka

0

MATARAM-Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SDN 19 Cakranegara sudah lengkap. Penyidik Satreskrim Polresta Mataram segera melimpahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa. “Pekan ini kita lakukan tahap dua,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Minggu (26/12).

Sebelumnya jaksa mengembalikan berkas penyidikannya (P-19). Itu karena ada syarat materil yang belum terpenuhi. “Tetapi kita sudah selesaikan petunjuk jaksanya,”  jelasnya.

Dalam kasus tersebut penyidik Satreskrim Polresta Mataram telah menetapkan mantan kepala SDN 19 Cakranegara sebagai tersangka. SDN 19 Cakranegara mengelola dana BOS Rp 1,6 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan operasional sekolah, baik fisik maupun non fisik.

Berdasarkan hasil penyidikan, beberapa penggunaan anggaran fiktif dan pekerjaan fisik yang dianggap kekurangan volume pekerjaan. Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kerugian negaranya mencapai Rp 844 juta lebih.

Sampai saat ini tersangka belum mengembalikan hasil temuan kerugian negara. Penyidik sudah meminta untuk menitipkan pembayaran kerugian negara, namun belum ditanggapi tersangka. (dhw/robhin)

Forkopimda Dampingi Menhub dan Kakorlantas Polri Lakukan Pengecekan Bandara, Tempat Karantina dan Terminal

0

SURABAYA – orkopimdan Jatim, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Mendampingi kunker Menteri Pehubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi melakukan pengecekan pelaksanaan protokol kesehatan di Bandara Internasional Juanda, lokasi karantina Asrama Haji Sukolilo, dan Terminal bus Bungurasih, pada Minggu (26/12/2021).

Tempat pertama yang dilakukan pengecekan adalah Bandara Internasional Juanda. Di tempat ini menhub dan Kakorlantas melihat sarana yang disiapakan, baik dari kesiapan personil dan posko Nataru, serta pengaplikasian peduli lindungi bagi penumpang, selain itu juga meninjau gerai vaksinasi Bandara Internasional Juanda untuk memastikan pelaksanaan Protokol Kesehatan di Bandara Internasional Juanda.

Selanjutnya, rombongan melakukan pengecekan di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, untuk memastikan kesiapan fasilitas karantina. Nantinya di tempat ini akan digunakan untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari luar negeri di Jatim.

Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan, kunjungannya antara lain adalah untuk melakukan asesmen terhadap kesiapan Surabaya dalam menerima kedatangan PMI yang dari luar negeri.

“Kita tahu Surabaya dan sekitarnya, termasuk NTB menjadi tempat yang konfinien, karena sebagian besar atau 30% PMI Indonesia ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB, yang mungkin lebih prefer untuk menggunakan Juanda,” kata Menhub saat di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya.

“Selain Jakarta itu sekarang setiap hari sudah menerima lebih dari 3000 penumpang setiap hari, dan PMI yang ke Jakarta itu kurang lebih 1500. Oleh karenanya Juanda menjadi pilihan dan kami sudah melakukan assessment yang di Juanda cukup baik ya. Koordinasi Pak Pangdam, Pak Kapolda, Pak Sekda itu sangat baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budi juga menyampaikan untuk tempat karantina memang ada beberapa kualifikasi yang di sampaikan dari kemenkes, yang memang sudah melakukan evaluasi tentang Omicron.

“Kita sudah sepakat akan menyediakan kamar, tadi Pak Pangdam dan Pak Kapolda bisa menyediakan kurang lebih 1500 kamar. Artinya kalau di sini akan ada isolasi selama 10 hari, maka paling tidak 100 atau kalau jumlahnya bisa ditingkat 150. Jika satu pesawat mendarat di Surabaya,” paparnya.

Menhub bersama rombongan lanjut melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan di Terminal Bus Bungurasih, dipandu oleh Kepala Terminal Bungurasih meliputi penggunaan masker bagi pengunjung, Barcode Peduli Lindungi dan penerapan jaga jarak.

Selain itu, di Bungurasih ini juga dilaksanakan kegiatan vaksinasi bagi para penumpang, dengan sasaran target vaksin 100 orang, didukung vaksin dari dinkes Sidoarjo serta personel vaksinator dari puskesmas Medaeng sebanyak 12 personel.

Dalam kesempatan ini, Menhub dan Korlantas, memastikan bahwa perjalanan yang akan dilakukan masyarakat baik itu perjalanan udara, laut, dan darat, bisa berjalan dengan baik.

“Oleh karenanya kami secara resmi ini ada satu Instruksi presiden bahwa perjalanan harus baik, sopan dan lancar, tetapi prokes harus dilaksanakan,” ujar Menhub saat melakukan pengecekan di Terminal Bungurasih.

“Saya mengapresiasi Pangdam, Kapolda Jatim, dan pemkot Surabaya yang melaksanakan prokes ketat. Tadi kami melihat ada dilakukan antigen, ada yang dilakukan vaksinasi, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan perjalanan harus melaksanakan vaksinasi dan antigen,” pungkasnya.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi menambahkan beberapa poin. Yang pertama, tetap terus mengingatkan sepanjang kegiatan pengamanan Nataru ini.

“Kami berharap masyarakat untuk tetap senantiasa betul-betul merencanakan, karena di tengah-tengah perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat ini kita masih dihadapi dengan pandemi dan sekarang juga faktor cuaca cukup harus kita perhitungkan,” tambah Irjen Pol Firman.

“Artinya kepada seluruh stakeholder, hal-hal yang nanti bisa kemungkinan menghambat perjalanan karena jembatan jalan-jalan fisik yang akan dilalui oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan ini betul-betul dilaksanakan pemeriksaan – pemeriksaannya. Kita tidak berharap ada peristiwa – peristiwa yang kemudian nanti berdampak kepada terhambatnya perjalanan masyarakat selama masa Natal dan tahun baru ini,” ujarnya.

Kakorlantas juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada masyarakat lain, yang mungkin lebih memilih untuk merayakan Natal dan tahun barunya tidak ke mana-mana.

“Untuk yang masih melakukan perjalanan saya sekali lagi mengingatkan tetap menjaga prokesnya jangan lengah di tempat-tempat peristirahatan, di tempat-tempat rest area, jangan sampai terlalu lengah membuka maskernya dan lain sebagainya, sehingga kita justru berhadapan dengan risiko, bertemu dengan banyak orang di tempat-tempat yang kita perkirakan akan menjadi sumber dari penyebaran virus itu sendiri,” lanjutnya.

“Saya hanya mendoakan bersama seluruh jajaran, moga-moga nanti selesai bisa semua kembali wilayah masing-masing dengan sehat, dengan selamat hingga tahun 2022 kita ganti dengan optimisme pembangunan yang lebih baik,” pungkas Kakorlantas usai melakukan pengecekan di sejumlah tempat publik di Surabaya, bersama Menhub. (tim)

Pastikan Stabilitas Kamtibmas, Polres Pasuruan Kota Gelar Patroli Skala Besar Pasca Nataru

0

KOTA PASURUAN – Untuk menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan natal dan tahun baru Polres Pasuruan Kota melaksanakan patroli skala besar sebagai salah satu upaya untuk mengamankan wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Sebelum melaksanakan patroli skala besar dilaksanakan apel yang di pimpin Kabag SDM Polres Pasuruan Kota Kompol Handoyo SH, diikuti anggota Polres Pasuruan Kota baik yang tergabung Peleton 3 dan Piket Patroli.

Kompol Handoyo SH mengatakan patroli skala besar yang di lakukan ini adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

“Dengan adanya patroli skala besar ini, diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan ibadah natal dan aktivitas lainnya.” Kata Kabag SDM.

“Patroli skala besar rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas dan menghimbau masyarakat patuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah natal dan tahun baru di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.” Jelas AKBP R.M Jauhari S.H S.I.K M.SI

Adapun sasaran patroli skala besar adalah Gerja- greja yang menjadi tempat ibadah perayaan natal, pelabuhan, pertokoan, dan tempat wisata yang di anggap rawan tindak kriminalitas. Patroli juga melaksanakam pengecekan di Pos Pelayanan Kebonagung, Pos Pam Kebobagung, dan Pos Pam Ngopak. (tofa)

Selain Mendalang, Mochtar Sutarja Juga Pedagang Baso Keliling

0

CIMAHI – Nasib seseorang tidaklah selalu seperti yang diinginkan, banyak perjuangan yang harus dilakukan agar mencapai cita-cita. Namun semuanya hanyalah dalam bentuk suatu usaha, segala sesuatunya hanya Tuhan yang maha Kuasa yang menentukan.

Seperti halnya dalang Deri Sudirja, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, ia mencari tambahan penghasilan dengan berjualan arum manis. Setiap harinya ia berjalan kaki dari kampung ke kampung menjajakan barang dagangannya.

Tidak hanya dalang Deri Sudirja, kali ini wartawan Gempur News pun berjumpa dengan seorang dalang lain yang berprofesi ganda menjadi pedagang baso keliling. Dia adalah Mochtar Sutarya yang bernama asli Mochamad Tarya (46 Tahun). Saat itu, Mochtar tengah mangkal di Kantor Kelurahan Cigugur Tengah.

Setiap berjualan, dalang Mochtar atau biasa disapa Mang Utay, selalu membekali speaker aktif yang menempel di roda basonya, dan dari speaker aktifnya selalu terdengar bunyi pagelaran wayang golek. Kabarnya hal itu disenabkan karena kecintaannya terhadap seni wayang golek.

Saat diwawancara perihal pengalamannya menjadi dalang wayang golek, Mochtar Sutarya mengatakan pertama kali belajar mendalang dari seorang seniman Cimindi bernama Otong Rasta.

Ia mengungkapkan pagelaran perdananya pada tahun 2013 yakni di Cigugur dan Sagaranten. Untuk kemudian ia mengikuti Dalang Opik, mengikuti Ki Dalang H. Deden bersama Kang Iwan. Ia menyebut mengetahui perkembangan wayang golek atas ajakan Kang Iwan Mekar Giri Harja 2.

“Kang Iwan selaku pembarep atau wakil dari Ki Dalang H.Deden atau manajer. Saya bersyukur setelah mengikuti Kang Iwan Mekar Giri Harja 2, Peangalaman dan pengetahuan saya mengenai pedalangan lebih meningkat.” Ujarnta.

Dirinya berharap wayang golek tetap berdiri dan bisa terus meregenerasi kepada dalang muda, agar seni wayang golek tidak punah. Ia mengajak banyak orang agar tetap semangat, walaupun dalam segala keadaan seperti sekarang ini.

“Saya sendiri tidak akan berhenti mempelajari ilmu pedalangan. Ya sambil berjualan baso keliling juga tidak apa apa. Masih banyak ilmu pedalangan yang harus saya timba.” Ungkap Ki Dalang Mochtar Sutarya kepada Wartawan.

Sekedar diketahui, Ki Dalang Mochtar berdomisili di Kampung Babakan Reog RT 07 – RW 14 No.5 Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.

Dalam kesempatan itu ia sempat mengungkapkan kebituhannya kepada Pemerintah, baik Pemkot Cimahi, Pemprov Jawa Barat ataupun Pemerintah Pusat, bahwa untuk saat ini dirinya sedang membutuhkan gamelan.

“Saat ini yang saya butuhkan adalah gamelan, agar dalam berlatih biss lebih bersemangat lagi. Tujuannya, agar Seni wayang golek tidak sampai punah alias tetap lestari. Sementara penghasilan sampingan dari menjual baso keliling, tidak mungkin bisa digunakan untuk membeli gamelan wayang golek.” Pungkas Dalang Mochtar.

Achmad $

Perayaan Natal di Kab Kediri Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolres Kediri Apresiasi Semua Elemen

0

KEDIRI – Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho S.I.K., menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Kediri atas terselenggaranya seluruh rangkaian perayaan Natal berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.

Suksesnya pengamanan tersebut merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi aktif semua pihak, baik dari unsur pengamanan Polri, TNI, Satpol PP, instansi terkait, para tokoh, bahkan seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Kediri yang turut serta membantu menjaga situasi yang aman dan nyaman dalam perayaan natal umat nasrani,”ucap AKBP Agung S.I.K., Sabtu (25/12/2021).

Tak hanya itu, Kapolres Kediri juga mengapresiasi kepada personil gabungan yang telah berjaga di setiap tempat ibadah Gereja.

“Kepada personil gabungan yang berjaga di Gereja-gereja sehingga bisa berjalan dengan tertib, aman dan lancar,”tutur Kapolres Kediri.(Sum)

Ki Dalang Mochtar Sutarya, Nyambi Sebagai Pedagang Baso Keliling

0

CIMAHI — Sabtu (25/12/2021).
Nasib seseorang tidaklah selalu seperti yang diinginkan, banyak perjuangan yang harus dilakukan agar mencapai cita-cita.

Namun semuanya hanya bentuk usaha segala sesuatunya hanya Tuhan yang maha Kuasa yang menentukan, kita hanya wajib berusaha saja semuanya hanya kehendak yang maha Kuasa.

Setelah sebelumnya Dalang Deri Sudirja yang harus menutupi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan Arum manis berjalan kaki dari kampung ke kampung, kini Wartawan Gempur News berjumpa dengan seorang dalang yang berprofesi ganda, dengan menjadi pedagang baso keliling.

Mochtar Sutarya yang bernama asli Mochamad Tarya(46 tahun),tengah mangkal di kantor Kelurahan Cigugur Tengah.

Dalang Mochtar atau biasa disapa Mang Utay, selalu membekali speaker aktif yang menempel di roda basonya, suara yang terdengar dari speaker aktifnya adalah pagelaran wayang golek, karena kecintaannya terhadap seni wayang golek.

Saat diwawancara oleh Wartawan perihal pengalamannya menjadi dalang wayang golek, dalang Mochtar Sutarya menjelaskan,
belajar menjadi dalang dahulu kepada Bapak Otong Rasta dari Cimindi, dan mulai melakukan pagelaran perdana pada tahun 2013 yakni di Cigugur dan Sagaranten.

Selanjutnya mengikuti Dalang Opik, dan Ki Dalang H.Deden bersama Kang Iwan.

Dirinya mengikuti perkembangan wayang golek atas ajakan Kang Iwan Mekar Giri Harja 2, yang saat itu kang Iwan selaku pembarep atau wakil dari Ki Dalang H.Deden atau yang menjadi Manajer Dalang H. Deden.

“Saya bersyukur setelah mengikuti Kang Iwan Mekar Giri Harja 2, peangalaman dan pengetahuan saya mengenai pedalangan lebih meningkat, saya berharap Wayang Golek tetap berdiri dan bisa terus meregenerasi kepada Dalang muda agar jangan sampai punah seni wayang golek ini, tetap semangat walaupun dalam segala keadaan seperti sekarang ini.
Saya sendiri tetap mempelajari ilmu pedalangan tak akan pernah berhenti waalaupun sambil berjualan baso keliling, karena masih banyak ilmu pedalangan yang harus saya timba.” Ungkap Ki Dalang Mochtar Sutarya kepada Wartawan.

Ki Dalang Mochtar berdomisili di Kampung Babakan Reog RT 07 – RW 14 No.5 Kelurahan Cigugur Tengah, kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi, mengungkapkan harapannya, kepada Pemerintah, baik Pemkot Cimahi, Pemprov Jawabarat ataupun Pemerintah Pusat, bahwa keseniannya membutuhkan hamelan, agar dalam berlatih lebih bersemangat lagi dan bisa melestarikan Seni Wayang Golek agar tidak sampai punah.

“Karena jika dari penghasilan sampingan saya sebagai penjual baso keliling itu tidak mungkin untuk bisa membeli Gamelan Wayang Golek,” Pungkas Ki Dalang Mochtar Sutarya.

Achmad $

Asops dan Kakorlantas Polri Apresiasi Inovasi Jateng dalam Penanganan Nataru

0

BREBES – Dalam rangka memastikan kelancaran arus lalu lintas dan pengamanan selama Nataru,Asisten operasi Kapolri, Irjen Pol Imam Sugianto dan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Firman Santyabudi mengadakan asistensi di pos pelayanan gate toll Pejagan Brebes, Sabtu (25/12) pagi.

Disambut Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi dan para pejabat utama, Asops dan Kakorlantas memberikan arahan terkait pengamanan Nataru pada para Kapolres eks Wil pekalongan dan sejumlah perwira Polda Jateng.

Asops, Irjen Imam Sugianto memberikan apresiasi atas inovasi pengamanan dan pelayanan yang dilaksanakan Polda Jateng jajarannya dalam rangka operasi lilin candi 2021. Asops juga mengapresiasi capaian vaksinasi Jateng yang melampaui target nasional dengan total 76,9 persen.

Sementara Kakorlantas dalam arahannya menegaskan bahwa momen pengamanan Nataru adalah momentum bagi Polri.

“Momen pengamanan Nataru adalah momentum Polri untuk menunjukkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Untuk itu anggota harus siap dan jangan ada yang melanggar,” ungkap Kakorlantas.

Menurutnya, penanganan mobilitas masyarakat selama Nataru memerlukan koordinasi semua pihak antara pengelola jalan tol hingga pemerintah daerah setempat.

“Daerah Jateng merupakan area tumpuan bagi masyarakat yang bergerak dari Jakarta ke Jawa Timur dan sebaliknya. Mereka berkumpul di Jateng untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkap Irjen Firman.

Lebih dari itu, Kakorlantas meminta jajaran waspada, mengingat berkumpulnya masyarakat ini mengundang potensi penyebaran covid di rest area.

“Maka itu pos pelayanan di tol tidak hanya memberikan pengamanan dan pelayanan pada masyarakat saja, termasuk penegakan prokes. Tapi juga dilengkapi dengan gerai vaksinasi,” tambahnya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan, Polda Jateng menerapkan pengamanan secara terintegrasi di masing-masing pos pelayanan. Adapun pusat pengendalian pengamanan berada di Pos GT Pejagan Brebes dan Pos Kalikangkung, Semarang.

“Anggota juga wajib siaga terkait pengamanan Nataru, baik dalam pengamanan arus lalu lintas maupun mencegah potensi gangguan kriminalitas. Intinya Polda Jateng optimal untuk memberikan jaminan bagi masyarakat selama Nataru,” tegas Kapolda. (tim)