SIDOARJO – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, didampingi Waka Polresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana dan pejabat utama, Senin (15/11/2021) pagi, memberikan kejutan Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung dan staf.
Kejutan dari Kapolresta Sidoarjo adalah berupa kue tart dan tumpeng, dalam rangka ulang tahun ke-76 Korps Marinir. Mendapatkan kejutan dari Kapolresta Sidoarjo beserta staf, Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung mengaku kaget dan tak menyangka kalau ada kejutan semacam ini.
“Terima kasih atas kejutan dari Pak Kapolresta Sidoarjo di hari ulang tahun Korps Marinir ke-76. Ini merupakan bukti kuatnya soliditas dan sinergitas TNI-Polri, khususnya dalam menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah kita,” jelasnya.
Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, pada HUT ke-76 Korps Marinir berharap Marinir semakin maju, dicintai rakyat dan solid bersinergi bersama Polri. “Mari bersama-sama kuatkan sinergitas untuk mewujudkan kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo. TNI-Polri solid untuk NKRI,” ujarnya. (Hum,Pol/Yl)
SIDOARJO – Permasalahan sampah di Sidoarjo terus diurai oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Permasalahan sampah diakui Muhdlor sebagai salah satu problem pelik yang harus segera mendapat solusi.
”Kita coba urai soal sampah ini. Ada dua strategi utama. Pertama, kita intervensi teknologi modern persampahan sehingga kerja pengolahannya lebih efektif, bagaimana dipilah, lalu dikonversi menjadi energi, semua kita siapkan dalam jangka menengah,” ujar Muhdlor, Senin (15/11/2021).
Strategi kedua, lanjut dia, memperkuat standar pemilahan sampah di 7 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kawasan dan 113 TPST Desa untuk mengurangi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon. Sejak 25 Oktober 2021, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo menerapkan kebijakan bahwa TPA Jabon tidak lagi menerima sampah nonresidu (sampah yang belum dipilah). TPA Jabon hanya menerima sampah residu (sampah yang tidak bisa diolah lagi). Aturan ini untuk mengurangi volume sampah yang masuk dan memaksimalkan pengolahan di TPST-TPST.
”Ini kerja bersama. Saya minta camat dan kades/lurah ikut bergerak, pantau pemilahan di masing-masing TPST. Untuk desa, anggarkan TPST, bisa melalui Bantuan Keuangan dari pokok pikiran DPRD. Sehingga kita targetkan volume sampah yang masuk ke TPA Jabon bisa berkurang sampai 50 persen atau bahkan tidak sampai dibuang ke TPA Jabon karena sudah dilakukan pemilahan di TPST-TPST,” jelasnya.
Kini pemilahan sampah terus diintensifkan di TPST-TPST. Misalnya, di TPST Prasung yang setiap hari menerima 17 ton sampah. Setelah dilakukan pemilahan, tinggal menyisakan 6,5 ton sampah residu yang tak bisa diolah lagi. Sehingga jumlah sampah yang dibawa ke TPA Jabon bisa berkurang 10,5 ton per hari.
Di TPST Prasung, pengelolaan sampah dikerjakan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang mempekerjakan 20 orang. Setiap hari mereka melakukan pemilahan sampah yang dihasilan dari rumah tangga, termasuk melayani sampah dari desa terdekat yang belum memilki TPST. Setiap harinya KSM TPST Prasung berhasil mengelola 10,5 ton sampah menjadi punya nilai ekonomi.
Contoh lain pengelolaan sampah di TPST Kawasan Sedati Gede yang melayani 5.200 KK, ditambah sampah dari hotel, industri, rumah makan, dan sekolah. Total ada 16 ton sampah masuk setiap hari. Setelah dipilah, tinggal menyisakan 10 ton yang dibawa ke TPA Jabon.
Saat ini ada 7 TPST Kawasan yang aktif, yaitu Tambak Rejo Waru, Tulangan, Barengkrajan Krian, Banjarbendo Sidoarjo Kota, Bluru Kidul, Kelurahan Taman, dan Sedati Gede. Satu TPST Kawasan belum diaktifkan karena ada penolakan dari warga sekitar, yaitu TPST Kawasan Candi Pari.
Muhdlor menambahkan, pihaknya akan membangun dua tambahan TPST Kawasan, yakni di Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Sedati, ditarget selesai akhir 2021. ”Kita akan optimalkan setiap TPST Kawasan, nantinya bisa mengelola sampah rumah tangga secara paripurna untuk dikonversi menjadi bahan bakar jenis briket. Kita siapkan teknologinya,” ujarnya.
Kepala DLHK Bahrul Amig menyampaikan pihaknya saat ini tengah menjalankan langkah-langkah yang mendukung percepatan strategi pengolahan sampah di TPST. Terutama kesiapan SDM di TPST-TPST Desa.
“Sesuai arahan Bupati, kita maksimalkan pengolahan sampah di TPST. Kita menyiapkan kader lingkungan. Kita minta setiap desa mengirim 3 orang, kita dampingi dan latih teknik pengolahan sampah,” ujarnya.
“Sedangkan TPST yang sudah mampu mengelola sendiri, tinggal dimonitoring oleh DLHK,” imbuh Amig. (Kominfo/Yl).
SIDOARJO – Jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Polresta Sidoarjo menggelar Operasi Zebra Semeru 2021. Pelaksanaannya terhitung 14 hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 28 November 2021.
Dimulainya Operasi Zebra Semeru 2021 di wilayah Kabupaten Sidoarjo, ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, Senin (15/11/2021) pagi di Mapolresta Sidoarjo. Apel diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub dan Satpol PP.
Operasi Zebra Semeru 2021 bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Didukung dengan kesadaran pengguna jalan dalam berlalu lintas.
“Untuk itu kita tekankan upaya-upaya edukasi secara humanis kepada masyarakat, dengan penegakan disiplin mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas guna mengurangi faktor resiko kecelakaan lalu lintas,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.
Selain itu, melalui pelaksanaan operasi ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19 menjelang Natal dan tahun baru. Karenanya Operasi Zebra Semeru 2021 juga dengan target sasaran masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, segala kegiatan yang berpotensi menjadi cluster baru penyebaran Covid-19, dan lokasi-lokasi yang menimbulkan kerumunan masyarakat.
Lebih lanjut Kapolresta Sidoarjo mengatakan pihaknya mengedepankan upaya preemtif, guna mencegah masyarakat mudik dan liburan saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. “Karena untuk antisipasi penyebaran Covid-19, pemerintah hanya memberikan libur saat hari hari besarnya saja. Serta pembatasan kegiatan masyarakat masih berlaku, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.
Melalui kesempatan ini pula, Kapolresta Sidoarjo menghimbau masyarakat agar tertib lalu lintas dan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Demi kebaikan kita bersama mari, tertib lalu lintas dan patuhi prokes. Karena Covid-19 masih ada,” himbaunya. (Hum,Pol/Yl)
Bondowoso, Selamat atas terpilihnya nomor urut 3 Mulyadi Widodo sebagai Kades Terpilih di periode 2021 – 2027 di pencoblosan Pilkades Serentak Desa Kejayan Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso.
Mulyadi Widodo nomer urut (3)dengan perolehan suara 1128 Menang mutlak atas Rivalnya Alimudin nomer urut (1) dengan perolehan suara 726 dan Agus Subagiyo.SH nomer urut (2) dengan perolehan suara 848 suara.
“Junadi salah satu Team Sukses nomer urut (3) mengatakan, Senang Tiada terkira atas Kemenangan ini, meskipun di awal perhitungan suara saya agak sedikit cemas melihat hasilnya.”Tandasnya
Mulyadi Widodo, saat ditemui team gempurnews Mengatakan Saya sangat Senang dan sangat Berterimakasih banyak, berkat do’a dari Para Habaib, Kiayi, Para Guru, sesepuh, Tokoh masyarakat dan seluruh warga masyarakat Desa Kejayan semua yang sudah mendukung, Untuk Kemenangan ini, tuturnya
Lebih Lanjut, Mulyadi tidak bisa mengatakan dengan kata-kata lagi kecuali dengan bersyukur dan bersyukur kepada Alloh Swt, dan Usaha Selama ini tidak sia-sia, Tuturnya. (Dar)
KOTA MALANG – Salah satu pemulung Harianto (34) menceritakan kisah paling berkesan selama dia bekerja mencari barang bekas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Sukun, Kota Malang.
Ia mengingat lagi kejadian 5 tahun lalu saat menemukan cincin berlian di TPA Supit Urang. “Waktu itu gak sengaja nemu kayak cincin gitu saya ambil,” ujarnya, Senin (15/11).
Awal mula, Harianto berpikir cincin yang ditemukan di tumpukan sampah itu tak berharga. Kemudian ia memutuskan untuk bertanya kepada tetangganya.
“Kata orang-orang itu cincin berlian. Terus saya disarankan untuk menjual cincin tersebut kepada kolektor yang berdomisili di Sawojajar, Kota Malang,” imbuh Harianto. Tak butuh waktu lama, keesokan harinya Harianto membawa cincin yang dihiasi berlian sebesar biji jagung itu menuju kolektor yang sudah direkomendasikan tetangganya.
Saat dicek ternyata cincin berlian itu memang asli. Kolektor itu pun menghargai cincin itu seharga Rp 80 juta. “Saya kaget waktu itu dihargai Rp 80 juta-an. Akhirnya langsung saya lepas itu. Gak nyangka,” kata dia. Dari hasil penjualan cincin tersebut, Harianto langsung membangun sebuah rumah yang tak jauh dari kediaman orang tuanya di Jalan Rawisari Kelurahan Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Selain itu, Hari juga membulatkan tekad untuk melamar kekasihnya dalam kurun waktu lima hari setelah menemukan cincin tersebut. “Gak lama mas waktu itu pacaran sudah tapi saya belum berani nikah. Tapi pas punya rumah saya langsung lamar kekasih saya,” ucap dia.
Pria yang sudah bekerja sebagai pemulung selama 25 tahun itu, mengaku mendapatkan hasil setidaknya Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu perhari. Hasil itu pun dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari-nya bersama istri dan tiga anaknya.
“Saya bersyukur bisa berumah tangga punya anak. Lumayan kerja seperti ini meskipun kotor-kotoran,” kata dia.
Sementara itu, Plt Kepala UPT TPA Supit Urang, Budi Heriyanto menyampaikan penemuan barang-barang berharga itu memang sering terjadi di TPA Supit Urang. “Ya sering ada yang dapat pistol juga bayi juga pernah ada. Emas itu ya beberapa kali ada. Memang rejekinya begitu. Merek juga tidak ada niat mencari itu kan,” terangnya.
Perlu diketahui pemulung di TPA Supit Urang sendiri ada 158 orang. Asal pemulung didominasi warga sekitar TPA Supit Urang.
“Dan membantu kami memilah sampah anorganik sekitar 8 sampai 10 ton per hari,” tandasnya. (dhw/robhin)
KEDIRI — Kepolisian Resort Kediri, 15 November 2021, menyerahkan bantuan berupa beras sebanyak seratus paket, masing masing paket berisi 5 kilogram beras, bantuan tersebut diterima oleh kepala desa Sumberejo, kecamatan Gampengrejo, Moch Maksun yang selanjutnya disalurkan kepada warga masyarakat yang kurang mampu.
Bertempat dikantor desa setempat, Moch. Maksun langsung mengundang warga yang berhak, untuk mengambil bantuan tersebut, dengan didampingi oleh Babinsa, Kopka Gufron, Bhabinkamtibmas Aiptu Joko, dan seluruh perangkat desa, seluruh kegiatan pembagian beras berlangsung lancar dan aman.
Moch Maksun, Kepala desa Sumberejo menyampaikan jika bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warga, dan dia menyampaikan terimakasih kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Kediri.
Disamping itu dia juga berharap kepada warga penerima, untuk memanfaatkan bantuan tersebut dalam kehidupan sehari hari, bukan besarnya bantuan yang dinilai, akan tetapi kepedulian dari aparat kepada masyarakat ini yang diapresiasi.
“Saya ucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu warga kami,” ujar Moh Maksun.
Dalam pelaksanaan penyerahan bantuan, pihak perangkat tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.( Rudy)
SURABAYA – Polda Jatim tambah dua unit Mobil operasional INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record) dan sekaligus meluncurkan Aplikasi SKRIP (Skrining Riwayat Pengendara). Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, secara langsung meresmikan aplikasi ini di Taman Bungkul Surabaya, pada Senin (15/11/2021).
Mobil operasional INCAR ini merupakan sarana untuk meningkatkan implementasi penindakan lalu lintas berbasis elektonik, sedangkan aplikasi SKRIP sendiri merupakan sarana untuk mengetahui riwayat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara di wilayah Jawa Timur berbasis elektronik.
Kapolda secara simbolis melepas Mobil Operasional INCAR dan sekaligus meresmikan aplikasi pertama pertama di Indonesia, yakni Aplikasi SKRIP, yang bertujuan untuk mewujudkan Jawa Timur tertib berlalu lintas, guna mengoptimalkan penegakan hukum dibidang lalu lintas dan mengurangi Case Fatality Rate di Jawa Timur.
“Polda Jatim membuat inovasi mendeteksi pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat berbasis digital data, dan tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga mengurangi interaksi dan terjadinya kesalahan. Karena mobil INCAR melaksanakan patroli di jalan raya, merekam secara digital dan realtime apa yang dilakukan masyarakat terkait kepatuhan, tata tertib lalu lintas,” jelas Nico.
Dijelaskannya pula, jika ada pelanggaran maka akan terkoneksi dengan data regident, dan data aplikasi kependudukan. Data regident sendiri terdiri dari data SIM, STNK, dan BPKB.
“Kami bekerja sama dengan Kejaksaan dan Pengadilan, Kantor Pos, Dinas Perhubungan dan instansi lainnya untuk dapat melaksanakan sistem yg diterapkan di INCAR. Sementara ini mobil operasional INCAR ada 12, dibeberapa Kabupaten dan Kota Madya, nantinya akan dikembangkan di seluruh Jatim,” paparnya.
Sementara, untuk aplikasi SKRIP adalah riwayat pengemudi, dapat di download pada Appstore dan iOS, itu berisikan informasi apabila kita berlalu lintas ada pelanggaran, maka petugas mengirimkan ke masyarakat yang bersangkutan (melalui) aplikasi SKRIP itu.
Tujuannya, papar Kapolda, untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas, kemudian menjaga supaya tidak terjadi pelanggaran, yang akan berujung pada kecelakaan, yaitu penyelamatan manusia.
Selain itu, imbuhnya, juga mewujudkan program Presisi dari Kapolri, dengan harapan anggota lantas tidak bersentuhan secara langsung, tapi ada pendidikan di masyarakat yang diwujudkan melalui aplikasi SKRIP dan INCAR ini.
“Ini melengkapi, ETLE. Kalau ETLE bersifat statis, sedangkan INCAR bersifat mobile bisa mengawasi sekeliling jalan raya. Kami mohon pada masyarakat, tolong didukung dengan patuh pada tata cara lalu lintas, pada hukum, dan berkomunikasi dengan baik apabila mereka ditegur oleh anggota,” pungkas Nico Afinta. (tim)
MALANG – Sekitar 25 persen atau 100 dari 378 desa di Kabupaten Malang masuk kategori zona merah penyelewengan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).
Catatan memprihatinkan itu datang dari Inspektorat Kabupaten Malang berdasarkan hasil kajian DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Malang.
“Puluhan desa tersebut terindikasi rawan terjerat hukum jika ada audit penggunaan DD maupun ADD,” ucap Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maistuti, Senin (15/11).
Tridiyah menjelaskan, klaim DPMD tersebut disebabkan banyak Pemerintah Desa (Pemdes) tidak berkomitmen menjalankan aturan yang biasanya menyebabkan ada temuan penyelewengan saat dilakukan pemeriksaan penggunaan DD atau ADD.
“Selain itu juga SDM (Sumber Daya Manusia) yang kurang paham aturan. Itu yang biasanya menyebabkan ada temuan penyelewengan penggunaan DD dan ADD,” jelasnya. Apalagi, lanjut Tridiyah, dinamika perubahan aturan yang sering dilakukan pemerintah pusat pada masa pandemi ini juga menjadi persoalan tersendiri bagi pemdes.
“Peraturan yang sering berubah membuat Pemdes salah tafsir dengan penggunaan dana untuk penanganan Covid-19, sehingga menjadi temuan APH (Aparat Penegak Hukum),” ulasnya.
Untuk menghindari itu, Tridiyah menegaskan, Inspektorat memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap 60 desa yang berpotensi masuk zona merah penyelewengan ADD. Hal itu dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tata kelola dana desa. “Pemilihan 60 desa ini berdasarkan peta risiko desa yang paling rawan terjerat hukum. Itu sudah kami pilih. DPMD sudah membuat klasterisasi,” terangnya.
Sebab, tambah Tridiyah, pembagian zona dibagi menjadi tiga. Zona hijau yang artinya, secara umum penggunaan dan pelaporan DD dan ADD sudah dilakukan secara baik dan tertib. Selanjutnya zona kuning, desa yang harus hati-hati dalam penggunaan DD maupun ADD agar tidak sampai masuk zona merah.
Adapun desa yang masuk dalam zona merah merupakan desa yang sangat rawan, bahkan sudah bisa dipastikan melakukan kesalahan dalam penggunaan DD dan ADD.
“Dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang ini ada desa yang masuk zona merah. Per kecamatan ada sekitar dua sampai tiga desa (zona merah),” Jelasnya.(dhw/robhin)
LUMAJANG – Warga Desa Tunjung. Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang, antusias mengikuti program vaksinasi di balai Desa, Senin (15/11/2021).
Tercatat sebanyak 700 orang mendapatkan vaksin, pasca menjalani serangkaian mekanisme satu diantaranya pemeriksaan kesehatan oleh tim medis kecamatan setempat.
Personil TNI Koramil Gucialit. turut melakukan pendamping. Memberikan motivasi pada peserta, dan memberikan imbauan hal yang perlu dilakukan pasca menjalani vaksinani.
Serka Bejo Solehman, mewakili Danramil 0821/04 Gucialit berkata, andil pihaknya dalam kegiatan itu merupakan amanah institusi kaitannya, mensukseskan program pemerintah dalam upaya penanganan Covid – 19.
Kami terus berikan dorongan dan motivasi pada masyarakat, bahwasanya melaksanakan vaksinasi adalah bentuk dukungan pada pemerintah dalam upaya menyelamatkan masyarakat secara keseluruhan dari wabah Covid – 19,” ucapnya.
Sari Selaku Kades Desa Tunjung berpesan, pasca vaksinasi agar masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat sebagaimana tertuang dalam aturan protokol kesehatan.
Sebagai penyempurna capaian herd immunity itu perlu dilakukan. Oleh karena itu kami sampaikan secara seksama agar masyarakat bisa mengerti dan memahami, harapannya target capaian kekuatan diri bahaya virus bisa maksimal, dan program pemerintah sukses, pandemi usai
Menurut Rosi, vaksin tahap II ini lebih banyak masyakat yang mengikuti, mulai dari lansia. Pemuda usia 17 sudah berdatangan mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksin tahap II. tentunya sesuai protokol kesehatan,” mas.
Kapolsek Gucialit Aipda Joko, Mengimbau kepada semua masyarakat gucialit untuk mempatuhui prokes, memakai masker dalam bepergian, hindari kerumunan setiap aktifitas apapun, kita bersama Forcam gucialit menekan penyebaran covid -19. memberikan sosilisasi kepada semua masyarakat pelosok desa, agar mengatahui bahaya covid -19,” imbuhnya. (Arifin)
Jember, Tepat pukul 10.30 WIB, rombongan PMI Kota Probolinggo yang berjumlah empat orang tiba di kantor unit markas PMI Jember, Senin (15/11/21). Kedatangan Pengurus baru PMI Kota Probolinggo yang dilantik 22 juni 2021 kemarin datang untuk belajar manajemen organisasi dan SDM yang ada di PMI Jember.
Rombongan yang dipimpin oleh ketua PMI Kota Probolinggo Mega Guntara tersebut langsung disambut oleh ketua PMI Jember, E.A Zaenal Marzuki, SH, MH beserta pengurus dan pegawai yang ada dilingkungan PMI Jember.
“Kedatangan kami kesini sesuai dengan arahan dari PMI Propinsi Jawa Timur untuk belajar manajemen organisasi dan SDM yang ada di PMI Jember, bahkan sebelumnya kami juga belajar ke PMI Malang,” ujar Mega Guntara pada kalimat pembuka di Ruang Pengurus PMI Jember.
Selain ketua PMI Kota Probolinggo, turut hadir dalam studi banding tersebut Donal V. Boy, Kabid Organisasi, Endar Setyo W, Kepala Markas dan Novan Agus, Bidang Organisasi. Sementara PMI Jember dihadiri Pengurus, Pegawai serta kepala unit.
“Hari ini ada kunjungan dari PMI Kota Probolinggo, mereka pengurus yang baru dilantik datang untuk belajar ke PMI Jember tentang manajemen organisasi dan SDM,” ungkap Zaenal Marzuki, Ketua PMI Jember di sela acara.
Tak sekedar belajar manajemen organisasi dan SDM, namun dalam studi banding tersebut, PMI Kota Probolinggo mengunjungi Klinik Pratama yang ada jalan brawijaya no.61A, Jubung, Kecamatan Sukorambi dan Kantor Unit Donor Darah PMI Jember di jalan Srikoyo No.155, Kecamatan Patrang.(son/Humas PMI)