Home Blog Page 1674

Upacara HUT ke-76 RI Pengibaran Sang Merah Putih Berlansung Khidmat

BARITO UTARA-Pemerintah Kabupaten Barito Utara,memperingati Hari Ulang Tahun(HUT)ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.meskipun penuh dengan kesederhanaan dan keterbatasan,dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan. Tentunya,peringatan yang dilaksanakan tanpa mengurangi kekhidmatan dan makna penting yang terkandung dalam peringatan hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia dan telah dilangsungkan pada halaman Rumah Dinas Bupati Barito Utara,Selasa(17/8/2021). 
 

Upacara tujuhbelas agustus tahun duaribu duapuluhsatu itu,Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah bertindak sebagai Inspektur Upacara,diikuti oleh Wakil Bupati Sugianto Panala Putra,SH.Ketua DPRD,unsur FKPD,Plh. Sekda,dan Ketua TP PKK serta Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Instansi Vertikal dan kepala perangkat daerah yang mengikuti secara virtual.

Pada Upacara tersebut Pengibaran Bendera Merah Putih,dilaksanakan secara terbatas dan disiarkan melalui kanal youtube Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Dalam pelaksanaan upacara,Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh,Ketua DPRD Barito Utara,Ir.Hj. Mery Rukaini,M.IP.

AKP.Rakhmadi,bertugas sebagai Perwira Upacara, Ipda Sukowo bertugas sebagai Komandan Upacara dan untuk Pengibar Sang Merah Putih yakni,Mohammad Afriza, Sandy Suta dan Salwa Aulia.

Dalam sambutan tertulis,Gubernur Kalimantan Tengah,H.Sugianto Sabran dibacakan melalui Bupati Barito Utara,H.Nadalsyah Menyampaikan bahwa,jika dulu pahlawan kita berperang melawan Kolonial penjajahan Belanda untuk merampas kemerdekaan bangsa Indonesia,saat ini kita sedang berjuang dihadapkan,untuk melawan wabah Covid-19 yang telah merenggut kebebasan kita beraktivitas dalam 1,5 tahun terakhir dan menimbulkan dampak ke semua sendi kehidupan dan pembangunan,mulai dari kesehatan,sosial, ekonomi,sampai pendidikan. 

Kita semua pasti ingin  sama,yaitu merdeka dari wabah covid-19,mudah-mudahan Virus yang melanda daerah kita ini,akan segera sirna dan cepat berlalu,”harap H. Nadalsyah. (SS).

Menkominfo: Lanjutkan Perjuangan dengan Optimisme, Adaptif, dan Inovatif

0

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, mengatakan momentum peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 akan dapat melanjutkan perjuangan seluruh masyarakat dalam menghadapi wabah global COVID-19. Sehingga, pengendalian wabah tersebut dapat segera kendalikan pada beberapa waktu ke depan.

“Kita lanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dengan penuh optimisme, adaptif, dan inovatif,” kata Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate melalui siaran virtual pada Selasa (17/8/2021).

Dengan melanjutkan perjuangan tersebut kala merebaknya pandemi, maka akan membuat bangsa Indonesia senantiasa tumbuh ke arah menjadi yang lebih baik setiap waktu. Tentunya, akan membuat kondisi bangsa dan negara akan lebih maju.

“Merupakan jembatan emas bagi bangsa Indonesia untuk terus tumbuh demi kemajuan ibu pertiwi,” imbuhnya.

Setelah bangsa Indonesia melewati fase dia atas, lanjut dia, maka akan membuat bangsa Indonesia menjadi lebih tangguh dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang di masa mendatang. Dengan begitu, pandemi yang sedang melanda saat ini dapat segera ditangani dengan optimal.

“Indonesia yang lebih tangguh dan bergerak maju,” tuturnya.

Dalam mewujudkan Indonesia tangguh dan tumbuh, Menteri Johnny mengatakan, perlunya masyarakat saat ini patuh dalam menggunakan protokol kesehatan (prokes) dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat dapat ikut mendorong ibu pertiwi berubah sesuai hal di atas dengan waktu yang relatif lebih cepat.

Selanjutnya, diperlukan juga upaya transformasi digital yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Kominfo. Ini modal penting yang sangat dibutuhkan untuk membuat Indonesia semakin tangguh dan tumbuh dalam persaingan dengan negara lain.

“Memajukan negeri kita bersama-sama, kita terus berjuang membangun digitalisasi Indonesia,” pungkasnya. (red).

Kapolres AKBP Eka Yekti Hadiri Pemberian Remisi 383 Narapidana di Lapas Kelas II B Lumajang

LUMAJANG – Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K., M.Si menghadiri penyerahan remisi umum bagi narapidana dan anak dalam rangka hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 di Lapas Kelas IIB Lumajang, Selasa (17/8/2021).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq M.ML, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.IK, M.Si, Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf. Andi A. Wibowo, S.Sos., M.I.Pol, Ketua DPRD Kab. Lumajang H. Anang Akhmad Syaifuddin, dan Ka Lapas kelas IIB Lumajang Agus Wahono, Amd. I.P.., SH.MH.

Selai itu juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, An. E. R. Wiranto SH, Ketua Pengadilan Negeri Lumajang Gede Sunarjana, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Agama Lumajang Dr. Hj. Lailatul Arofah, M.H, Komandan Yonif 527/By Lumajang diwakili Letda Tarmidi Danton C 527/BY, dan kepala BNNK Lumajang.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, bahwa penghuni lapas yang sudah menjalani hukuman dan akan mendapatkan remisi total sebanyak 383 orang yang terdiri dari 375 orang masih tinggal di lapas dan 8 orang langsung bebas pulang.

“Ada 8 orang yang sudah bebas usai mendapatkan remisi HUT RI ke 76,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, nantinya Pemerintah akan memberikan program lapas menjadi pesantren.

“Nantinya juga kepala kemenag Kabupaten Lumajang juga akan mengadakan program lapas menjadi pesantren,” terang Thoriqul Haq.

Dalam kegiatan tersebut, secara Simbolis Bupati Lumajang Menyerahkan SK remisi kepada 2 orang perwakilan penerima Remisi. (hum/red)

Luangkan Waktu Sebagai Wujud Patriotisme

PASURUAN – Pelaksanaan Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini sebagian besar hanya akan dihadiri dan diikuti oleh Tamu dan undangan terbatas yang terlibat dalam rangkaian upacara peringatan.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021kali ini digelar oleh salah satu RW di Ds. Pogar , Kec. Bangil secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Keterlibatan aktif seluruh undangan dan masyarakat akan dibatasi mengingat masih dalam situasi Pandemi Covid-19 yang masih melanda Negeri ini

Hadir dalam kegiatan Upacara di Mapolres Pasuruan di pimpin oleh Waka Polres Pasuruan, Kompol Edith Yuswo Widodo, S.I.K , Kapolsek Bangil Kompol Endro Susetyo, S.H, Plt. Kasat Intel Iptu Pudjiono, Kasubbag Humas Iptu Gatot. S dan beberapa anggota polres maupun Polsek Bangil

Adapun Pelaksanaan Kegiatan dikemas lain dari pada umumnya semua Komunikasi dan Pakaian yang dikenakan dengan Bahasa dan adat Jawa sedangkan Peserta dan Petugas bervariasi dari segi umur dan Profesi, Alhamdulillah walaupun sederhana bisa mewakili semua kalangan (Relawan Covid-19, Nakes, PK5, Masyarakat Umum dan Paduan Suara) semua pelaksanaan bisa berjalan dengan khidmat dan lancar.

“Dalam situasi Pandemi kita Memang Lelah tapi tidak Boleh Menyerah,” ungkap Hendrik (Londo) selaku PIC kegiatan ini

Ditambahkan juga Peserta Upacara harus mengedepankan Prokes dan tidak boleh lebih dari 30 Orang, meskipun jumlah sangat minum tapi semangat Nasionalismenya sangat tinggi terbukti salah satu pembawa Bendera Merah Putih dengan semangatnya walau melaksanakan sambil duduk diatas kursi roda (Ibu Sudarti)

Selesai kegiatan dilanjutkan pemberian Bingkisan secara Simbolis oleh Wakapolres Pasuruan kepada peserta Upacara dilanjutkan Foto Bersama

Ditempat lain Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si
Mengapresiasi kegiatan Upacara Peringatan Kemerdekaan semacam ini karena membantu Pemerintah dalam memupuk rasa Nasionalisme dan membentuk Bangsa yang berkarakter, harapannya masyarakat secara umum bisa membantu Pola-pola Pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, baik melalui Tracer untuk mengetahui Masyarakat yang terpapar dan melaksanakan Isolman selama ini bisa diarahkan ke Isolasi Terpusat dengan mobilitas Covid Hunter yang kita miliki, Syukur semua masyarakat mempunyai Aplikasi terkini Peduli Lindungi, bila hal ini bisa diterapkan Insya’allah wabah Covid-19 segera berakhir,” harapnya.

Hadi Purnomo selaku Kepala KA Stasiun Bangil merasa terharu dan bangga melihat Semangat Nasionalisme yang begitu tinggi di lingkungan kantornya
Semoga Semangat tersebut sebagai Modal untuk membentuk Herd Immunity dan Kebal akan Covid-19, tuturnya

Hendrik juga menambahkan perihal pelaksanaan kegiatan,
Sama seperti tahun lalu. Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini pun hanya akan dihadiri oleh undangan terbatas.

“Hal tersebut dilakukan untuk lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat karena pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini,” pungkasnya. (tim)

Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-76 di Kabupaten Lumajang Berlangsung Khidmat

LUMAJANG – Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 76 di Kabupaten Lumajang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Lumajang, Selasa (17/8/2021).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Pembaca Teks Proklamasi Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin.

Sementara Perwira Upacara Kasat Res Narkoba Polres Lumajang AKP. Ernowo dan Komandan Upacara KBO Sat Intelkam Polres Lumajang Ipda Adhi Indra Septa.

Untuk petugas pembawa baki Bendera Merah Putih, Bening Syakira Bachri (SMAN 2 Lumajang). Sementara petugas Pengibar Bendera Merah Putih, Erik Eka Saputra (SMA PGRI Lumajang), Bariq Nando Aspiransyah (SMK Muhammadiyah) dan Teguh Cahya (MAN Lumajang).

Petugas paduan suara dari Tim Paduan Suara PGRI Lumajang, sementara musik pengiring dari Korps Musik Wira Bhakti Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Pelaksanaan upacara berjalan lancar dan tetap khidmat meski di tengah situasi pandemi. Memasuki tahun ke dua pandemi Covid-19, sesuai dengan tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Bupati Lumajang menyampaikan Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah berupaya untuk mengimplementasikannya dengan menyelesaikan setiap persoalan akibat Pandemi Covid-19.

“Tangguhnya kita bisa bertahan dan menyelesaikan persoalan Covid-19, ekonomi harus tetap tumbuh karena harus tumbuh, saya berkonsentrasi pada kebutuhan infastruktur yang ada di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya. (kom red)
Biro Lumajang

Menghormati Detik-Detik Proklamasi Ratusan Pengendara Berhenti

LUMAJANG – Ratusan pengendara yang melintas di empat titik di wilayah persimpangan Adipura, Klojen, ST dan simpang Toga Lumajang, dihentikan petugas Satlantas Polres Lumajang, dalam upaya mengajak masyarakat menghormati detik detik proklamasi, Selasa (17/8/2021).

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengungkapkan, sikap sempurna menghormati detik-detik proklamasi diberlakukan dengan menggandeng instansi terkait dari TNI dan Pemkab Lumajang.

“Kami dari kepolisan bekerjasama dengan instansi terkait dari TNI dari Pemkab Lumajang, kemudian dari beberapa komunitas juga kita gandeng untuk melakukan penghormatan bendera,” ujarnya.

Selama kurang kebih 3 menit, petugas dan warga yang berada di lokasi, mengheningkan cipta sembari berdo’a untuk mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan RI.

Penghentian warga masyarakat yang mengendarai motor dan mobil tidak saja diberlakukan di lokasi empat titik persimpangan, namun termasuk juga di toko-toko pinggiran diawali oleh bunyi sirine.

“Sirine di bunyikan, semua kendaraan kami berhentikan, termasuk juga di toko-toko pinggiran diajak untuk mengambil sikap sebagai bentuk penghormatan detik-detik Proklamasi,” tuturnya.

Bayu menjelaskan, Jadi kegiatan ini adalah kegiatan untuk menghormati jasa-jasa pahlawan yang selama ini di lakukan dengan upacara bendera. Tapi karena masa pandemi ini dirubah dengan menghentikan semua kendaraan untuk memberikan penghormatan kepada bendera merah putih.

“Dengan simbol kecintaan kita yang paling mendasar penghormatan kita kepada bangsa dan negara ini dengan memberikan penghormatan kepada bendera merah putih,” ungkapnya.

Dengan kegiatan itu, Kasat Lantas berharap seluruh lapisan masyarakat bisa meningkatkan kesadaran atas perjuangan para pahlawan bangsa terdahulu.

‘Harapannya dengan kita bersama-sama ya nantinya menimbulkan rasa kebersamaan, kebanggaan dan rasa cinta tanah air dan saling tolong menolong akan bangkit disini. Rasa nasionalismenya tumbuhlah nanti,” pungkasnya. (red)

Polda Jatim Gelar Vaksinasi Pada Komunitas Bonek Mania

SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur mengecek pelaksanaan percepatan vaksinasi Merdeka terhadap supoter Persebaya atau Bonek, di warkop Pitulikur jalan Bagong Surabaya, pada Selasa (17/8/2021).

Dalam kegiatan vaksinasi kali ini Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Kapoksahli Kodam V/Brawijaya, Kabinda Jatim, Kadiskes Koarmada II Forkopimda, Pejabat utama polda jatim dan didampingi Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya dan Presiden Persebaya Surabaya, melakukan pengecekan mulai dari tahap pendaftaran, skrining, vaksinasi serta Observasi.

Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka diperuntukan bagi masyarakat kota Surabaya khususnya Suporter Persebaya Surabaya dengan mengambil tema “Bonek Wani Vaksin Menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Pelaksanaan vaksin tahap ke I dengan capaian target vaksin sebanyak 1000 dosis vaksin. Kegiatan vaksinasi ini didukung dengan Tenaga kesehatan dari Bid Dokkes Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya dan Dinkes sebanyak 30 personel vaksinator.

Kapolda Jatim mengatakan. Hal ini tidak berhenti di sini saja, melainkan informasinya disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Surabaya, dan tentunya seluruh masyarakat Jawa Timur. Supaya mau divaksin dan tetap melaksanakan prokes.

“Semua yang sudah dikerjakan ini akan menampakkan hasil, kalau apa yang dikerjakan oleh pemerintah didukung oleh masyarakat,” ujar Kapolda Jatim dihadapan awak media.

“Komunitas Bonek menjadi salah satu bagian dari masyarakat di Surabaya, dan tentunya Jawa Timur, kalau ini disuarakan, saya yakin nanti program penanganan covid-19 di Jawa Timur juga sukses,” tambahnya Jenderal Polisi yang juga asli arek Suroboyo ini.

Presiden Persebaya Azrul Ananda menambahkan, rekan-rekan Bonek sejak awal sudah bergerak melakukan kegiatan-kegiatan sosial, seperti program sejuta masker, Bonek Rescue dengan menjemput pasien covid-19 untuk dibawa ke rumah sakit, dan berbagi sembako, vitamin kepada warga yang sedang isoman.

“Jadi semua itu memang kegiatan teman-teman bonek yang kita harus berikan apresiasi,” ucap Presiden Persebaya.

Presiden Persebaya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Jatim, dan Forkopimda Kota Surabaya, yang mendukung kegiatan vaksinasi bagi suporter Persebaya Surabaya. (tim)

Pimpin Upacara, Presiden Kenakan Busana Adat Lampung

0

JAKARTA – Pada upacara upacara kenegaraan, Presiden Joko Widodo kerap mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Demikian juga pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun 2021 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/08/2021).

Dilansir dari laman setkab.go.id, pada kesempatan kali ini, Presiden memilih untuk mengenakan pakaian adat Pepadun dari Provinsi Lampung. Pakaian adat yang dipakai Presiden terdiri atas baju lengan panjang berwarna putih yang dipadukan dengan celana panjang berwarna putih juga.

Di luarnya, dibalut dengan sarung tumpal yaitu kain sarung khas Lampung yang dipakai Kepala Negara menutup celana dari pinggang hingga lutut. Penampilan Presiden dilengkapi dengan kain selendang, ikat pinggang, dan tutup kepala yang semuanya berwarna senada merah.

Sedang Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak anggun mengenakan busana nasional berwarna gading dilengkapi kain songket. Penampilan sederhana Ibu Iriana tampak dilengkapi dengan jilbab berwarna senada.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin tampak serasi mengenakan pakaian adat Sunda dari Sukabumi, Jawa Barat. Wapres terlihat cukup elegan dengan setelan jas tertutup (beskap) dan celana panjang warna biru yang dipadukan dengan kain samping batik yang diikatkan di pinggang.

Selaras dengan Wapres, Ibu Wury juga tampak anggun mengenakan kebaya bersulam warna biru polos dengan bawahan kain jarik putih bermotif batik khas Sunda yang biasa disebut sarung kebat atau sinjang bundel.

Pada Upacara Detik-Detik Proklamasi tahun-tahun sebelumnya, Presiden Jokowi memang kerap mengenakan busana adat dari berbagai daerah. Dalam HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 misalnya, Presiden memilih untuk mengenakan busana adat khas Klungkung asal Bali.

Sementara itu, pada HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020, Presiden mengenakan busana adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Presiden, Indonesia memiliki kekayaan adat budaya yang sangat tinggi, termasuk dalam hal pakaian adat.

“Dulu pernah Aceh, Sumatra Barat, pernah juga Kalimantan Selatan, pernah Sunda, pernah Jawa, Betawi, kemudian ke sana Bali, Sasak, Bugis, pernah semua. Memang kekayaan budaya pakaian adat ini memang ribuan. Jumlahnya ribuan. Nanti sampai ke Maluku, Papua, semuanya nanti semuanya akan kita angkat,” ucap Presiden saat itu. (red)

Polisi Ringkus Pengedar dan Bandar Narkoba

LUMAJANG – Satuan Resnarkoba Polres Lumajang berhasil meringkus pengedar dan bandar narkoba. Ketiga pelaku ditangkap ditempat yang berbeda.

Tiga berhasil diringkus diantaranya ADW (21) dan WF (23) kedua warga Desa Klanting, serta CRA (25) Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

“ADW dan WF adalah seorang pengedar, sedangkan CRA adalah seorang Bandar pil logo Y,” kata Kasat Narkoba Polres Lumajang AKP Ernowo melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta.

Pengungkapan itu dilakukan pada Sabtu (14/8/2021) sekitar pukul 22.00 WIB, Polisi meringkus ADW saat berada di rumah tersangka di Desa Klanting.

“Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan 60 butir pil putih logo Y, dan uang tunai Rp 190 ribu,” Ujar Shinta.

Berselang satu jam kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, Polisi meringkus WF saat berada di tempat pemancingan, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko.

“Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan 1472 butir pil putih logo Y,” Imbuh Ipda Andrias Shinta.

Tak cukup disitu saja, Polisi mengintrogasi kedua tersangka, dari pengakuan keduanya ia membeli pil logo Y dari seseorang berinisial CRA seorang bandar narkoba.

Kemudian tepatnya pada hari Minggu (15/8/2021) polisi mendapatkan informasi bahwa tersangka CRA berada dirumahnya di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono.

“Sekitar pukul 17.30 WIB tersangka CRA kami ringkus saat berada di dalam garasi rumahnya,” ungkap Shinta.

Dirumah tersangka Polisi langsung melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti 334 butir pil logo Y.

“Polisi meneumukan 1 buah plastik klip berisi 34 butir dan 3 buah plastik klip berisi 100 butir pil logo Y,” jelas Ipda Andrias Shinta.

Atas perbuatannya, ketiganya kini harus meringkuk di tahanan. Ketiganya dijerat pasal 197 sub 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (red)

Pengendara Diminta Berhenti Saat Detik-detik Proklamasi dan Nyanyian Indonesia Raya

SURABAYA – Guna menghormati jasa para pejuang pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia. Tepat pukul 10.17 WIB, para pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, atau kawasan Bundaran Taman Pelangi, dihentikan oleh anggota kepolisian dengan membagikan bendera merah putih, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Selasa (17/8/2021).

Tak cuma berhenti. Para pengendara, terutama pengendara roda empat, juga diminta keluar, untuk berdiri sejenak di dekat kendaraannya.

Beberapa pengendara yang baru saja menarik tuas rem motornya sempat bertanya-tanya dengan aksi penghentian itu. Ia mengira ada razia pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan.

Tapi setelah melihat beberapa anggota kepolisian perempuan mendatanginya, lalu memberikan bendera merah putih berukuran kecil lengkap dengan pegangannya, ternyata ada prosesi penghormatan bendera dan menyanyikan lagu wajib nasional Indonesia Raya.

“Saya kira ada razia. Ternyata upacara,” celetuk pria berjaket warna cokelat itu.

Hari ini, pihak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menghentikan ratusan pengendara yang melintas untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan hormat bendera merah putih.

Pengendara mobil sedan, Rizal mengaku salut dengan para petugas kepolisian yang menggelar prosesi upacara penghormatan bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 NKRI, dengan mengajak para pengendara.

“Saya salut sama bapak ibu polisi sukses selalu. Jangan lupa pakai masker,” kata Rizal.

Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol M Latif Usman menuturkan, proses penghentian pengguna jalan ini untuk menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya, merupakan bentuk kecil penghargaan terhadap jasa para pahlawan pendahulu yang memperjuangkan kemerdekaan NKRI.

Apalagi saat ini perayaan kemerdekaan tersebut, terpaksa dihelat ditengah Pandemi Covid-19. Ia berharap masyarakat tetap semangat dan tetap berbahagia.

“Tentunya menumbuh kembangkan rasa bangga terhadap bendera terhadap kemerdekaan bangsa ini,” ujar Dirlantas Polda Jatim.

Tak hanya mengajak menyanyikan lagu wajib nasional. Latif juga memberikan bendera merah putih kepada para pengendara yang melintas.

Agenda pembagian bendera tersebut, juga menjadi kelanjutan program yang telah dilangsungkan sejak Senin (16/8/2021) kemarin.

Yakni, Kapolda Jatim telah membagikan 76.000 lembar bendera merah putih buatan UMKM warga Jatim, kepada masyarakat secara gratis.

“Ada 76.000 Kita sudah bagikan oleh Kapolda Jatim bersama polres jajaran, 76.000 seluruh Jatim,” pungkasnya. (tim)