Home Blog Page 1700

Terjaring Operasi Yustisi, 21 Warga di Swab Antigen 8 Diantaranya Positif

LUMAJANG-Operasi Yustisi PPKM level 3 terus dilaksanakan petugas gabungan berhasil menjaring dan melakukan swab antigen kepada 21 warga nongkrong berkerumun di warung kopi dan cafe yang melebih jam malam PPKM level 3, Sabtu (24/7/2021) malam.

Hasilnya swab antigen yang dilakukan tim tracing Dinas Kesehatan kepada 21 orang yang melanggar PPKM Level 3 jam malam tersebut, 8 orang diantaranya dinyatakan Positif.

Operasi Yustisi PPKM Level 3 melibatkan petugas gabungan Tim Covid Hunter Polres Lumajang, Kodim 0821 Lumajang, Satpol PP, Dishub, BPBD dan Dinas Kesehatan Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K.,M.Si melalui Paur Subbag Humas Ipda Andrias Shinta menjelaskan, Operasi Yustisi PPKM level 3 jam malam ini, dilaksanakan untuk mendisiplinan masyarakat pada massa PPKM Level 3. Operasi yustisi ini menyasar masyarakat yang masih nongkrong atau berkerumun di warung dan melanggar jam malam PPKM.

“Operasi ini menyasar masyarakat yang masih nekat nongkrong di warung maupun cafe dan melanggar jam malam,” Ujar Shinta, Minggu (25/7/2021).

Lebih lanjut Shinta menjelaskan, 21 orang yang tejaring operasi PPKM Level 3 malam kemarin ada dua tempat. Diantaranya, sebanyak 5 orang di swab antigen di warung kopi jalan Veteran Lumajang. Hasilnya, 4 orang negatif dan 1 orang positif.

Kemudian swab antigen juga dilakukan di warung kopi di Jalan Gajah Mada sebanyak 16 orang pengunjung dan pegawai. Hasilnya, 9 orang dinyatakan negatif, dan 7 orang positif.

“Jadi total 8 orang hasilnya positif dari dua tempat tersebut langsung diisolasi di Aula BKD Lumajang,” terangnya.

Dijelaskan Shinta, swab antigen dalam rangka operasi yustisi PPKM Level 3 ini akan terus berlangsung hingga tanggal 25 Juli 2021.

“Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada pelaksanaan PPKM Level ini, maka kita akan terus bergerak melakukan operasi yustisi pada tempat rawan kerumunan,” jelas dia.

Ia menyampaikan, hal itu menjadi upaya memberikan efek jera kepada masyarakat, agar tidak seenaknya nongkrong dan berkerumun hingga abai protokol kesehatan.

“Kami meminta kepada masyarakat Lumajang untuk mematuhi PPKM Level 3 yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Semua kegiatan ini sudah diatur dalam Intruksi Mendagri harus kita patuhi bersama,” pungkasnya. (hum)

Warga Protes Gedung Sekolah Dijadikan Tempat Isoman Covid 19

SURABAYA – Sejumlah warga dan wali murid memprotes keras rencana pemkot Surabaya menjadikan gedung sekolah sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam rilisnya Rabu (21/7/2021) lalu mengatakan salah satu tempat yang dipersiapkan untuk isoman yakni gedung sekolah.

Sejumlah warga segera bereaksi dan geram dengan pernyataan wali kota itu, terutama warga sekitar sekolahan. Salah satunya, warga di wilayah Gunung Sari, Dukuh Pakis, Surabaya.

Salah seorang warga RT 3 Kelurahan Gunungsari Kecamatan Dukuh Pakis, Ario menegaskan bahwa warga menolak jika SDN Gunungsari I yang berdekatan dengan permukiman warga dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

“Ini sudah menjadi kesepakatan warga bersama, jika warga menolak jika gedung sekolah dijadikan tempat isolasi mandiri. Karena warga khawatir jika warga terdampak,” kata Ario, Jumat (23/7/2021).

Sementara itu, Camat Dukuh Pakis, I’in Trisnoningsih menyampaikan, jika pihaknya akan menyampaikan keluhan warganya yang menolak pemakaian gedung sekolah sebagai tempat isolasi mandiri ke Pemkot Surabaya.

“Namun rencana ini mendapat penolakan dari warga yang berdekatan dengan sekolah SDN Gunungsari I. Mereka menyampaikan keluhan dan keberatan. Agar gedung sekolah tidak dijadikan tempat isolasi. Sehingga kami menyampaikan ke Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa akan ada pilihan alternatif lain sebagai pengganti tempat isolasi mandiri. “Untuk lokasi baru ini, pihak kelurahan sudah berkoordinasi dengan warga sekitar dan setuju,” hematnya.

Secara terpisah, salah seorang wali murid, Nurulaini, (47) warga Menol juga turut menolak pemilihan gedung sekolah dijadikan tempat isolasi mandiri.

Ia menolak keputusan wali kota itu bukan tanpa sebab, karena ia juga merasa keputusan tersebut dapat menimbulkan rasa khawatir terhadap warga sekitar sekolah. (muh).

Bali Krisis Oksigen Akibat Lonjakan Kasus Positif COVID-19

DENPASAR – Akibat lonjakan kasus positif COVID-19, kondisi Provinsi Bali mengalami krisis atau kekurangan oksigen. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya di Denpasar, Jumat (23/7/2021).

Dikatakannya bahwa krisis oksigen di Bali hingga mencapai lebih dari 70 ton dalam sehari. “Situasi sekarang ini sangat menegangkan,” kata dia sebagaimana dikutip dari Antara.

Dia menerangkan jika kondisi Bali mulai mengalami kekurangan oksigen itu sejak 14 Juli 2021 lalu, semakin hari kondisinya semakin kritis karena adanya lonjakan kasus baru.

Suarjaya menyampaikan hal itu dalam acara penyerapan aspirasi secara virtual yang dilaksanakan oleh anggota DPD Made Mangku Pastika bertajuk “Perkembangan Pandemi COVID-19: Sinergi Menghadapi Tantangan dan Upaya Pemulihannya”.

Dikemukakannya, pada 14 Juli itu kebutuhan oksigen cair di berbagai rumah sakit di Bali sebesar 104,34 ton (72.962.526 liter). Saat itu oksigen yang tersedia di RS sebesar 99,62 ton (69.666.728 liter.

Sedangkan pada 15 Juli kebutuhan oksigen sempat menurun menjadi
91,11 ton. Namun tetap saja RS kekurangan oksigen karena ketersediaannya sebesar 87,66 ton.

Selanjutnya pada 16 Juli dari kebutuhan 139,59 ton, yang tersedia di RS sebanyak 77,03 ton. Bahkan pada 21 Juli, dari kebutuhan oksigen sebanyak 131,92 ton, yang tersedia hanya 45,50 ton, atau artinya kekurangan hingga 86,42 ton.

Sedangkan pada 22 Juli dari kebutuhan 113,34 ton, ketersediaan di RS hanya sebanyak 40,55 ton, dengan kata lain RS kekurangan oksigen sebesar 72,79 ton.

“Bali sudah sangat krisis oksigen, sedangkan jumlah kasus positif terus naik. Penambahan kasus harian dalam beberapa hari terakhir sudah di atas 1.000. Kemarin 1.250 dan hari ini 1.407 kasus,” ucap Suarjaya.

Suarjaya menambahkan, dari pihak PT Samator, selaku penyedia oksigen sebelumnya menjamin kebutuhan oksigen untuk Bali aman hingga tiga bulan ke depan. Namun, di tengah tingginya kebutuhan oksigen karena lonjakan kasus di Pulau Jawa, pasokan untuk Bali pun akhirnya terkendala.

“Sebelum kasus melonjak, dengan mendapat suplai sebanyak 10 ton itu sudah cukup dapat memenuhi kebutuhan seluruh RS di Bali selama 2-3 hari. Namun, kini sejak di pabriknya saja, oksigen sudah menjadi rebutan dan terkadang jatah untuk Bali itu di tengah perjalanan dibalikkan ke tempat lain,” ucap Suarjaya.

Akibat kelangkaan oksigen, hampir setiap saat dia mendapatkan telepon dari pimpinan RS yang meminta bantuan oksigen. Bahkan pada Kamis (22/7) stok oksigen di RSUD Bali Mandara benar-benar habis, padahal tengah merawat 116 pasien dan UGD juga penuh.

Pertolongan sementara diupayakan dengan mencari-cari dari RS yang masih memiliki stok, melakukan sejumlah penghematan dengan menunda tindakan yang kurang mendesak dan tidak mengancam jiwa, serta mengecek saluran instalasi oksigen jangan sampai ada yang bocor.

Terkait kondisi defisit oksigen yang dihadapi Bali, pihaknya telah berupaya maksimal berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan. Rencananya akan mendapat bantuan oksigen dari Morowali, Sulawesi Tengah sebesar 40 ton. Kemudian dari Cilegon akan dikirimkan sebesar 50 ton.

Selain itu, Bali juga mendapat bantuan 64 oksigen konsentrator dari Kemenkes yang dapat langsung memproduksi oksigen. Namun, oksigen konsentrator ini, satu alat hanya untuk satu orang.

“Situasi yang terjadi sekarang ini sangat menegangkan karena Bali sangat krisis oksigen dan tentu harus segera mendapatkan solusi,” ucap Suarjaya. **

Ratusan Kendaraan Diputarbalik Saat Akhir Pekan PPKM Level 4

LUMAJANG – Petugas gabungan terus melakukan penyekatan di dua titik yakni di Jembatan Timbang Klakah, dan Pos Penyekatan Sukosari, Kecamatan Jatiroto.

Penyekatan melibatkan Polres Lumajang, Kodim 0821 Lumajang, Satpol PP, dan Dishub Lumajang tersebut dilaksanakan selama PPKM darurat hingga PPKM Level 4 Mereka bertugas dari pagi hingga malam hari.

Hingga saat ini mulai tanggal 3-23 Juli 2021 jumlah total kendaraan yang diperiksa petugas sebanyak 12.638, dengan rincian kendaraan roda empat sebanyak 7.711 unit bus 32 unit, mobil barang 281 unit, dan kendaraan roda dua 4.614 unit.

“Jumlah kendaraan yang diminta putar balik ada 3.192 kendaraan dengan rincian kendaraan roda empat 2.143 dan 1.049 unit,” ujar Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, Sabtu (24/7/2021).

Ia menyampaikan, ribuan kendaraan yang terpaksa putar balik karena tidak memenuhi 3 persyaratan yakni Rapid Antigen 1 x 24 jam, Test PCR 2 x 24 jam, dan Surat vaksin covid – 19 minimal tahap 1.

“Persyaratan-persyaratan tersebut harus dilengkapi. Karena itu, aturan selama PPKM diterapkan. Jika tidak bisa melengkapi, sebaiknya tidak melakukan perjalanan terlebih dahulu,” kata Shinta.

Sementara itu, dihari ke 22, tanggal 24 Juli 2021 kendaraan yang diperiksa petugas sebanyak 396 kendaraan yang berplat luar kota Lumajang.

“Kendaraan yang putar balik hingga saat ini ada 142 kendaraan,” kata Shinta.

Lebih lanjut pihaknya menghimbau agar masyarakat Lumajang untuk mengurangi mobilitas. Dia juga meminta agar masyarakat mematuhi aturan tersebut. Sebab, hal tersebut juga bagian dari mempercepat penanganan Covid-19 di Lumajang.

“Kami tidak akan menurunkan tensi penyelamatan masyarakat. Oleh karena itu, kami juga akan memberikan pemahaman di pos penyekatan. Semata-mata, ini untuk keselamatan bersama masyarakat Lumajang,” pungkasnya. (Humas Polres Lumajang)

Pengunggah Video Bendera Putih di Ampel Minta Maaf

SURABAYA – Terkait video yang beredar di media sosial 2 hari yang lalu, seorang pria mengaku warga Ampel Surabaya, telah mengibarkan bendera putih sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Jumat sore (23/7/2021) pria tersebut telah meminta maaf, atas video yang di unggahnya menimbulkan keresahan masyarakat.

Didalam video berdurasi 2 menit 17 detik itu, menampilkan seorang pria yang diketahui bernama Fahim Attamimi, membuat video warga Ampel, Jalan Sasak Surabaya, mengibarkan bendera putih, sebagai bentuk protes, saat diberlakukan PPKM darurat, lantaran usahanya sebagai pedagang baju muslim di kawasan tersebut menurun.

Sementara warga Ampel sendiri mayoritas mendukung PPKM level 4 dan taat prokes. Warga Ampel juga kurang berkenan dengan adanya video tersebut. Selain itu, Fahim Attamimi sendiri diketahui bukan warga Ampel, melainkan warga Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya.

Kendati demikian, Fahim telah menyesali perbuatannya, dan meminta maaf kepada masyarakat, atas video yang diunggahnya di berbagai media sosial telah menimbulkan keresahan masyarakat.

Permohonan maaf Fahim disampaikan melalui video berdurasi 1 menit 28 detik, yang mengatakan dirinya meminta maaf kepada elemen masyarakat, dan mengapresisasi pemerintah atas penanggulangan covid-19.

“Saya Fahim, terkait viralnya video saya, saya ingin memberikan klarifikasi. Yang pertama saya meminta maaf kepada elemen masyarakat, bila mana video saya yang menampilkan bendera putih dikawasan ampel tersebut membuat keresahan ditengah masyarakat, dan yang kedua saya mengapresiasi kepada pemerintah atas penanggulangan covid-19,” ucap Fahim dalam kutipan video permintaan maafnya.

Selanjutnya, Fahim bersepakat atas kesadaranya mencopot bendera putih yang dipasangnya, dan mendukung PPKM level 4 di wilayah Ampel, karena ia menyadari wilayah Ampel padat berpotensi sebaran covid 19, mereka juga berterima kasih atas bantuan sembako bapak Kapolri yang diberikan oleh Polda Jatim kepada waga Ampel, karena dapat meringankan beban masyarakat saat pandemi ini. (tim)

Kapolda Jatim Bagikan Bansos dan Ajak Masyarakat Satu Pemikiran

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta secara langsung memimpin operasi yustisi aman nusa ll, pada Jumat malam (23/7/2021). Dalam operasi ini Kapolda membagikan Bantuan Sosial (Bansos) dan menghimbau kepada warga untuk tetap satu tujuan, dalam hal ini patuh terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah dalam melaksanakan prokes.

Irjen Pol Nico Afinta memimpin apel dan operasi yustisi aman nusa ll. Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat khususnya para pedagang dipinggir jalan untuk mematuhi aturan yang telah diterapkan oleh pemerintah.

“Kami melihat apakah protokol 5M dikerjakan atau tidak, kalau ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, maka kami akan memberikan masker untuk selalu digunakan khususnya dalam situasi PPKM,” tandasnya usai memberikan Bansos kepada warga di Jalan Tidar, Surabaya.

Selain itu, Kapolda juga memberikan bantuan beras dan sembako kepada masyarakat yang terdampak PPKM, hal ini dilakukan juga oleh seluruh jajaran polda Jawa Timur.

“Kami mengharapkan kepada masyarakat dalam masa-masa saat ini, untuk bersinergi dengan seluruh aparat termasuk Polisi. Kami Polda Jatim dengan Kodam V Brawijaya dan Pemprov akan selalu bersinergi bekerjasama bersama masyarakat,” paparnya di hadapan awak media.

“Kalau masyarakat ikut dengan kami untuk mematuhi program-program ini saya yakin itu semua bisa kita lewati. Karena ini tergantung dari disiplin kita Untuk mematuhi 5M,” tambahnya

Selanjutnya, Kapolda mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki gejala covid atau yang belum vaksin, segera melapor ke Puskesmas, Babinsa dan Babinkamtibmas. Karena sudah disiapkan tim tracing, tim testing serta obat-obatan.

“Jadi ingat masyarakat, ayo kita bersama-sama pemerintah, saya bersama Pangdam, dan Ibu Gubernur akan selalu bersama-sama masyarakat untuk menghadapi pandemi covid,” kata Kapolda Jatim.

Kapolda Jatim mengibaratkan seperti mengendarai angkutan umum, bersama-sama seperti mengendaraai kendaraan, se-iya, sekata, sejalan, ada sopir, kenek, dan penumpang. Sopir dan Keneknya itu diibaratkan seperti pemerintah, sedangkan penumpangnya adalah masyarakat.

“Mobil bisa berjalan kalau Sopir, kenek, dan penumpangnya mempunyai tujuan yang sama. Untuk itu kami hadir, untuk menyelamatkan kita semua dengan patuh terhadap 5M,” pungkasnya. (tim)

Bentuk Perhatian dan Kepedulian, Kapolres Pasuruan Videocall Anggota yang Terpapar Covid

PASURUAN – Sebagai wujud perhatian pimpinan kepada anggota, Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. videocall kepada anggota Polres Pasuruan yang saat ini tengah sakit akibat terpapar virus Covid 19. Videocall dilakukan sesusai kegitan Coffee Morning, Sabtu (24/07/2021).

Adalah Briptu Ni Made Devi, Bamin Bagsumda dan Briptu Yuli Hanun, Bamin Satlantas yang tengah dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Surabaya H.S. Samsoeri Mertojoso yang mendapatkan videocall dari Kapolres Pasuruan.

Pada kesempatan itu, Kapolres memberikan semangat untuk sembuh dan secara rutin meminum obat dan vitamin yang diberikan.

“Kita ini adalah keluarga besar. Di rumah saya punya keluarga dan di kantor keluarga besar saya adalah anggota Polres Pasuruan. Kami berharap agar rekan kami yang sedang sakit, lekas diberikan kesembuhan agar dapat kembali berkativitas seperti biasanya,” ungkap mantan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. (tim)

Forkopimda Jatim Cek Langsung Serbuan Vaksinasi Berbasis Pekerja di Sidoarjo

Forkopimda Jawa Timur, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi berbasis pekerja atau buruh, di PT. Integra Indocabinet Tbk, Jalan Raya Betro Sedati, Sidoarjo, pada Sabtu (24/7/2021).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, turun mengecek langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi kepada para pekerja atau buruh di kawasan Sedati, Sidoarjo.

“Jadi teman-teman hari ini kita mengecek vaksinasi berbasis karyawan atau buruh di PT Integra yang kita harapkan bahwa kita bisa menyisir semaksimal mungkin segmen-segmen yang kita harapkan bisa menjadi penguatan terwujudnya Herd immunity,” tandasnya Gubernur Jatim usai meninjau jalannya vaksinasi bersama Pangdam dan Kapolda Jatim.

Jadi basis sekolah kita maksimalkan, basis perusahaan kita maksimalkan, dan basis perguruan tinggi. Harapannya adalah seluruh segmen ini akan saling menjadi penguatan bagaimana bisa segera kita wujudkan.

Khofifah juga mengatakan, peran serta Jurnalis menjadi sangat penting untuk terus menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat.

“Ayo segera akses tempat vaksin terdekat. Meskipun sudah divaksin tetap jaga protokol kesehatan,” ajak Gubernur Jatim kepada masyarakat untuk bervaksin.

Sementara untuk ketersediaan vaksin, Gubernur Jatim mengatakan tidak pernah menyimpan lama, pasalnya vaksin yang dikirim dari pusat langsung dihabiskan.

“Jadi seminggu rata-rata dua kali. Ini kan baru tadi malam, dini hari sampai. Yang penting begitu sampai habiskan, sampai habiskan. Pesan arahan pak Presiden demikian, jadi kapan vaksin datang habiskan, maksimalkan untuk bisa melakukan perluasan dan percepatan vaksinasi,” tambahnya.

“Dengan kebersamaan, sinergitas yang luar biasa, maka alhamdulillah dari mulai 14 Januari yang lalu, vaksinasi pertama sampai dengan hari ini, penggunaan dosis vaksin tertinggi di Indonesia, selalu Jawa Timur. Itu artinya sinergitas yang terbangun luar biasa,” pungkas Gubernur Jatim dihadapan awak media. (tim)

Bupati Jember Menggelar Do’a Bersama Melalui Zoom Meeting Agar Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

JEMBER – Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman memimpin doa bersama yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat malam (23/07/2021).

Doa bertajuk “Jember Berdoa, Jember Sehat, Jember Bangkit” merupakan agenda rutin Pemkab Jember setiap Jumat malam guna mengajak seluruh warga Kabupaten Jember memohon agar pandemi Covid-19 ini cepat berakhir.

Doa bersama ini diikuti oleh seluruh Kepala OPD, camat, kades dan lurah se-Kabupaten Jember melalui zoom meeting.

Doa bersama juga disiarkan langsung di YouTube sehingga dapat diikuti oleh seluruh warga Kabupaten Jember.

Wabup Firjaun menyampaikan, Pemkab Jember terus melakukan dua macam ikhtiar secara insaniyah dan ilahiyah agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Pertama ikhtiar insaniyah yakni senantiasa mengatur masyarakat agar patuh protokol kesehatan, menjalankan PPKM sesuai intruksi pemerintah pusat, serta vaksinasi warga Jember.

Kedua ikhtiar ilahiyah yaitu Pemkab Jember senantiasa mengajak seluruh warga untuk berdoa, memohon kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 ini cepat dicabut.

“Doa bersama ini kami rutinkan setiap Jumat malam, kita bertaubat bersama, berdoa sebagai wujud tolak balak, semoga Allah SWT cepat mencabut pandemi Covid-19 ini,” ucap Wakil Bupati Jember MB. Firjaun dalam sambutannya.

Doa bersama diawali dengan salat taubat kemudian tawassul mendoakan seluruh warga Jember yang meninggal karena Covid-19, termasuk juga mendoakan Asisten 2 Pemkab Jember bapak Dedi Mohamad Nurahmadi dan istri yang meninggal dalam hari yang sama, semoga khusnul khotimah dan bagi warga Jember yang sedang terpapar Covid-19 semoga cepat diberi kesembuhan.

Doa bersama juga memohon supaya para tenaga kesehatan, pemerintah, TNI-Polri, Satpol PP, para relawan serta seluruh masyarakat Jember senantiasa diberikan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Bisnis Tanaman jadi Alternatif Menggiurkan di Masa PPKM

BANDUNG – Semenjak masa Pandemi Covid-19, kecenderungan masyarakat untuk beraktivitas menjadi terbatas. Untuk itu, sebagian orang lebih memilih diam di rumah.

Aktivitas di rumah tentunya bisa menjadi bosan apabila tidak ada yang dilakukan. Namun, memelihara tanaman adalah hobi yang saat ini banyak digandrungi.

Maka dari itu, permintaan akan tanaman hias di masa Pandemi sangatlah tinggi. Sehingga, bisnis tanaman hias adalah usaha yang sangat menggiurkan di masa Pandemi.

Bisnis tersebut semakin menjamur seiring meningkatnya trend tamanan eksostis dengan perawatan mudah. Namun untu jenis tanaman tertentu harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satunya Enjang, penjual tanaman hias dan bibit buah-buahan yang berlokasi di Jl. Pilar Barat 4, Cibiru Hilir, Cileunyi-Bandung memulai bisnisnya sejak 2018.

“Sebenernya saya mulai jualan tanaman dari dulu, ya, bahkan sebelum Corona, Alhamdulillah sampe sekarang masih jalan,” tutur Enjang.

Workshop yang terletak di areal komplek Pilar Biru itu, memiliki ratusan jenis tanaman. Mulai dari kaktus, Aglonema, Kuping Gajah, lidah mertua, keladi hias hingga buah-buahan seperti lengkeng, jeruk, nangka, mangga hingga Anggur Brazil

“Saya rasa memang beberapa jenis tanaman ada yang rame ada yang biasa aja tapi omset ga terlalu anjlok, suka ada aja tiap hari,” tambahnya.

Dia mengaku bahwa merawat dan menjual tanaman memiliki efek yang baik. Selain menyenangkan juga bisa membuat suasana lebih sejuk.

Untuk memperluas pasar, Enjang menjual secara online melalui Marketplace. Hingga kini tercatat ada 4 toko online sudah dimilikinya.

Menurutnya merawat tanaman hias sangat gampang. Enjang mendatangkan koleksi tanaman dari luar kota, diantaranya seperti Sumedang, Cianjur, Indramayu, Majalengka dan Tasikmalaya.

“Di Bandung juga banyak yang jual tanaman hias cuma saya liatnya kadang suka jorok, tanaman yang agak kurang bagus mereka jual aja ke pelanggan, udah gitu ada yang pasang tarif mahal tapi ga pake pot malah cuma pake polibag,” ucapnya.

Enjang menambahkan, sejak pemberlakuan PPKM penjualan tanaman hias mengalami penurunan. Masalahnya adalah akses jalan telah ditutup oleh aparat berwajib.

”Ini sangat merugikan usaha masyarakat yang mencari nafkah dengan berjualan, dan saya mohon kepada pemerintah agar memberikan kelonggaran,”pungkas Enjang. (mg1/red)