Home Blog Page 1701

Bisnis Tanaman jadi Alternatif Menggiurkan di Masa PPKM

BANDUNG – Semenjak masa Pandemi Covid-19, kecenderungan masyarakat untuk beraktivitas menjadi terbatas. Untuk itu, sebagian orang lebih memilih diam di rumah.

Aktivitas di rumah tentunya bisa menjadi bosan apabila tidak ada yang dilakukan. Namun, memelihara tanaman adalah hobi yang saat ini banyak digandrungi.

Maka dari itu, permintaan akan tanaman hias di masa Pandemi sangatlah tinggi. Sehingga, bisnis tanaman hias adalah usaha yang sangat menggiurkan di masa Pandemi.

Bisnis tersebut semakin menjamur seiring meningkatnya trend tamanan eksostis dengan perawatan mudah. Namun untu jenis tanaman tertentu harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satunya Enjang, penjual tanaman hias dan bibit buah-buahan yang berlokasi di Jl. Pilar Barat 4, Cibiru Hilir, Cileunyi-Bandung memulai bisnisnya sejak 2018.

“Sebenernya saya mulai jualan tanaman dari dulu, ya, bahkan sebelum Corona, Alhamdulillah sampe sekarang masih jalan,” tutur Enjang.

Workshop yang terletak di areal komplek Pilar Biru itu, memiliki ratusan jenis tanaman. Mulai dari kaktus, Aglonema, Kuping Gajah, lidah mertua, keladi hias hingga buah-buahan seperti lengkeng, jeruk, nangka, mangga hingga Anggur Brazil

“Saya rasa memang beberapa jenis tanaman ada yang rame ada yang biasa aja tapi omset ga terlalu anjlok, suka ada aja tiap hari,” tambahnya.

Dia mengaku bahwa merawat dan menjual tanaman memiliki efek yang baik. Selain menyenangkan juga bisa membuat suasana lebih sejuk.

Untuk memperluas pasar, Enjang menjual secara online melalui Marketplace. Hingga kini tercatat ada 4 toko online sudah dimilikinya.

Menurutnya merawat tanaman hias sangat gampang. Enjang mendatangkan koleksi tanaman dari luar kota, diantaranya seperti Sumedang, Cianjur, Indramayu, Majalengka dan Tasikmalaya.

“Di Bandung juga banyak yang jual tanaman hias cuma saya liatnya kadang suka jorok, tanaman yang agak kurang bagus mereka jual aja ke pelanggan, udah gitu ada yang pasang tarif mahal tapi ga pake pot malah cuma pake polibag,” ucapnya.

Enjang menambahkan, sejak pemberlakuan PPKM penjualan tanaman hias mengalami penurunan. Masalahnya adalah akses jalan telah ditutup oleh aparat berwajib.

”Ini sangat merugikan usaha masyarakat yang mencari nafkah dengan berjualan, dan saya mohon kepada pemerintah agar memberikan kelonggaran,”pungkas Enjang. (mg1/red)

Suntikan Dana Penyertaan Modal Negara Dongkrak Ekonomi Daerah

JAKARTA – Komisi VI DPR telah menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) perusahaan negara yang diusulkan Menteri BUMN Erick Thohir, senilai Rp106 triliun yang terdiri dari PMN Tambahan 2021 sebesar Rp33,9 triliun dan PMN 2022 sebesar Rp72,449 triliun. Sekurangnya ada 12 BUMN yang akan mendapat suntikan dana PMN tersebut.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto mengatakan, suntikan tersebut akan berpengaruh kepada perekonomian nasional maupun daerah, khususnya bagi masyarakat sekitar yang tinggal di sekitar proyek pembangunan infrastruktur.

“Sebagian PMN diberikan kepada BUMN yang menurut saya magnitude-nya yang besar dalam konteks dia bisa merekrut tenaga kerja dengan labour intensive (padat karya) yang lebar,” kata Toto melalui program Market Review IDXChaneel, Jumat (16/07/2021) lalu.

Dia menyontohkan, jumlah PMN yang diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk penugasan pembangunan jalan tol trans Sumatera pada tahun 2022 mencapai Rp31,35 triliun. “Kalau ini dilaksanakan maka akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar dan memberikan efek stimulan perekonomian lokal,” jelas dia.

Toto menggarisbawahi bahwa dengan adanya suntikan dana PMN tersebut akan meningkatkan pada perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja yang baik.

“Beberapa simulasi pada BUMN yang lain arahnya agar mereka bisa bekerja dan penyerapan tenaga kerjannya relatif bisa cukup membantu dan menstimulasi perekonomian nasional nantinya,” paparnya. (ind)

Sadari Kebangkitan Umat Muslim, F-JINLU Bagikan Daging Qurban

LUMAJANG – Menyadari momen kebangkitan kemanusiaan umat muslim ditengah perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 H tahun 2021 ini, Forum Jurnalis Independen Nasional Lumajang (F-JINLU), memberikan daging qurban kepada warga di sekitar sekretariat, Jum’at (23/7/2021).

Pelaksanaan penyembelihan hewan qur’ban tetap mengedepankan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan sesuai dengan ketetapan Pemerintah di masa PPKM Level 4 yang sedang berlangsung hingga tanggal 25 Juli 2021.

Ketua F-JINLU, Moch Misdi, SH, MH mengatakan, penyemblihan qurban tahun ini tentu berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Penyembelihan hewan kurban tahun ini sangat berbeda dari tahun kemrin. Sebab masih dalam rentang waktu penerapan kebijakan PPKM darurat level 4” kata Misdi.

Menurut Misdi, segala sesuatunya menjadi sangat dinamis dan disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat. Skema dan penyaluran daging kurban pun harus disesuaikan dengan prokes.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekjen F-JINLU, Eko Santoso, bahwa pendistribusian daging qurban diberikan langsung kepada warga di sekitar sekretariat F-JNILU dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

“Ya kami sesuaikan skema pelaksanaan qurban dengan mengedepankan protokol kesehatan secara ketat. Kami menyikapinya dengan bijak dalam merespon melonjaknya kasus covid-19 belakangan,” ujar Eko.

Eko mengimbuhkan, bagaimanapun memberikan rasa aman kepada semua pihak adalah hal yang paling utama, seperti tetap menjaga jarak fisik, pakai masker dan mencuci tangan pakai sabun.

dan larangan berkerumun. Dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan dan pengemasan sudah disiapkan sedimikian rupa.

“Tentu kami sangat sadar dengan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Semua yang terlibat sudah kami kumpulkan untuk diedukasi. Jangan sampai ada yang melanggar,” katanya.

Ditanya terkait berapa banyak jumlah hewan qurban yang dipotong, Eko hanya mengatakan jika pembagian ini akan diantar ke tempat tinggal penerima manfaat di sekitaran kantor sekretariat F-JINLU saja.

“Bersyukur F-JINLU masih bisa berqurban ditahun ini,” pungkasnya. (bam)

Warga Desa Tunggakcerme, Dapat Bansos PPKM

PROBOLINGGO — Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah dalam membantu warga masyarakat, terutama warga yang terdampak dengan penerapan PPKM.

Seperti yang dilaksanakan hari ini, Sabtu 24 Juli 2021, didesa Tunggakcerme, sebanyak 102 paket sembako yang merupakan bantuan sosial PPKM dari kepolisian diserahkan ke warga, yang dilakukan langsung oleh Bripka Anton Hari bhabinkamtibmas setempat, Aipda Andien Trya, Serda Ajunanto Babinsa dan didampingi oleh Nantu Hermanto kepala desa Tunggakcerme.

Bantuan sosial PPKM darurat level 1, 4, ini sangat membantu warga terutama bagi mereka yang terdampak, tentunya hal ini dapat mencukupi kebutuhan pokok sehari hari.

Kepala desa Tunggakcerme, Nantu Hermanto, menyampaikan jika selama musim pandemi Covid -19, berbagai macam bantuan dan stimulan dari pemerintah untuk warga, tentu ini sangat membantu dalam menghadapi musim sulit terutama masalah ekonomi.

Menurutnya, warga masyarakat sangat memahami peraturan yang diterapkan oleh pemerintah, akan tetapi hal kebutuhan hidup sehari hari yang membuat warga masih harus melakukan kegiatan di luar rumah.

Dengan adanya bantuan semacam ini tentunya akan meminimalisir, mobilisasi warga untuk beraktifitas, yang nantinya dapat menekan penyebaran virus corona yang menjadi musuh bersama ini.

Dalam pelaksanaan penyerahan bantuan, pihak pemerintah desa Tunggakcerme tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (Wulan)

Polres Barut Amankan Dua Pemuda Ditengarai Menjual Sabu

BARITO UTARA-Dua pemuda yaitu DD alias Deden(22)dan D alias Dandit(35),telah diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Barito Kamis(22/7/21)petang. Keduanya ditengarai memakai dan menjual Narkoba jenis sabu di Muara Teweh,Kabupaten Barito Utara.

Kapolres Barito Utara,AKBP.Dodo Hendro Kusuma,SIK melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Barito Utara AKP.Slameto,Jumat (23/7/2021)Kemaren pagi membenarkan,kedua tersangka diamankan dengan barang bukti sabu seberat 7,25 gram.

Menurut Slameto, tersangka Deden diamankan pada hari Kamis  jam.16.30 Wib di Jalan B.Katamso,Gang Mubarokah,Rt28,Rw 9, Kelurahan Melayu,Muara Teweh.

Deden sudah jadi target polisi,informasi didapatkan karena memakai dan penyalahgunaan narkotika. Saat digeledah polisi, ternyata di dalam helm dan kantong celana terdapat dua paket sabu seberat 1,13 gram.Dia langsung digiring ke kantor poles Barito Utara.

Hanya beda waktu setengah jam,tepatnya pukul 17.00 Wib,Satresnarkoba Polres  kembali mengamankan D. Kala itu mereka menggeledah rumah Dandit di Jalan Keladan,Rt 4,Rw 1, Kelurahan Lanjas, Teweh Tengah.

Sebelumnya polisi sudah menerima informasi tersangka terlibat narkoba jenis sabu.”Saat digeledah di rumah D,ditemukan tiga paket sabu di lantai dapur dan sembilan buah plastik klip plastik berisikan serbuk diduga sabu di bawah kolong rumah.Tersangka sempat berupaya membuang barang bukti,”jelas Slameto.

Kedua tersangka  DD dan D dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan denda paling besar Rp.10 miliar. … (SS).

TNI-Polri Dukung Vaksinasi Covid-19 di Tempat Wisata Cimory Prigen

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si
Dandim 0819 Pasuruan dan Muspika Prigen mendukung sekali terselenggaranya program Gerai Vaksinasi Presisi Covid-19 di Lokasi Wisata Cimory Dairyland

Melansir humas respas, jum’at (23/7/2021), dia mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi Kalaborasi kegiatan Gerai vaksin Presisi dengan Cimory Dairyland hal tersebut dan menilai langkah tersebut sangat cerdas.

Menurut Erick, pemanfaatan tempat wisata sebagai sentra vaksinasi dapat menghibur para penerima vaksin dengan memanjakan mata, serta para tenaga kesehatan bisa bekerja sambil beristirahat menikmati fasilitas tempat wisata yang disajikan Cimory

“Saya mendorong agar destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif juga mengambil inisiatif. Seperti di Pintu Langit, Taman Safari, D’Gunungan, Water Park Taman dayu dan Saygon serta lokasi wisata lainnya untuk menjadi sentra vaksinasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurutnya saat ini semuanya harus bersama-sama membantu pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi guna menekan angka penyebaran Covid-19.

“Karena, bisa dipastikan masyarakat yang terkena mayoritas adalah yang belum vaksin,” sambung Erick yang berpangkat dua Melati dipundaknya

Vaksinasi di tempat wisata Cimory Dairyland ini didukung 16 tenaga Medis Puskesmas Prigen termasuk 5 Vaksinator dan 60 tenaga dari Cimory dikerahkan untuk Mensukseskan Gerai Vaksin Presisi agar bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan Masyarakat bisa terhibur sambil menikmati indahnya suasana alam yang disajikan Cimory’ Ujar Yos sang General Manager Cimory.

Disela kunjungannya Bu Camat Prigen Tri Krisno Astuti, S.Sos., M.M yang penampilannya energik dan Humanis ini menyampaikan kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan pada hari Jum’at (23/7) pukul 09.00 – selesai WIB.

“Saat ini ada 400 peserta program vaksinasi yang sebagian besar adalah warga Kec. Prigen,” pungkasnya. (tim)

22 Persen Anak Sidoarjo Sudah Kantongi KIA

SIDOARJO – Dari sekitar 500.000 anak di bawah usia 17 tahun di Sidoarjo, sudah sekitar 22 persen yang sudah mengantongi Kartu Identitas Anak (KIA).

Pencapaian itu sudah mendekati target nasional yang mematok 30 persen anak punya KIA pada 2021 ini.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Sidoarjo, Redy Kusuma, pihaknya sangat yakin bisa memenuhi target nasional untuk tahun 2021 minimal 30 persen dari total jumlah anak sudah harus punya KIA.

“Sekarang sudah 22 persen anak di Sidoarjo yang punya KIA. Terus kita genjot agar sesuai target nasional, 30 persen anak punya KIA,” kata Redy, Jumat (23/7/2021).

Angka 22 persen itu merupakan kemajuan yang sangat bagus untuk meningkatkan kualitas pelayanan pencatatan kependudukan. Dan angka itu terbilang jauh lebih baik dibanding tahun 2020 yang hanya mampu merampungkan pencetakan KIA sekitar 5 persen saja.

“Jumlah anak-anak usia di bawah 17 tahun di Sidoarjo ada di kisaran 500.000. Tahun kemarin kendala kami adalah alat pencetakannya, sehingga tidak bisa maksimal,” tambahnya.

Namun setelah ada alokasi anggaran untuk pengadaan alat pencetak KIA, gerakan Dispenduk bisa semakin cepat. Sudah mencetak puluhan ribu KIA untuk anak-anak di Sidoarjo, dan akan terus bertambah karena proses pencetakan juga terus berjalan.
Saat ini Dispenduk juga sedang melakukan pengadaan 50.000 blangko untuk pencetakan KIA tersebut dengan nilai anggaran Rp 250 juta. Redy optimistis tahun ini bisa memenuhi target yang telah ditentukan nasional untuk melakukan pencetakan KIA sebanyak 30 persen dari total jumlah anak usia di bawah 17 tahun di Sidoarjo.

Apalagi, alat pencetakan itu juga sudah disebar di masing-masing kecamatan. Sehingga proses pembuatan KIA bisa lebih cepat dan efisien.

“Asalkan sudah ada akta kelahirannya, bisa langsung cetak KIA. Dan saat ini kami optimalkan pengajuan pencetakan kolektif mulai dari PAUD hingga usia sekolah. Kami optimistis bisa memenuhi target itu, bahkan bisa lebih dari target,” sebutnya. *

Mendagri Minta Pemkab Bekasi Optimalkan Anggaran Bansos Warga Terdampak

BEKASI – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi mengoptimalkan anggaran bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi COVID-19 di masa PPKM perpanjangan.

“Kepala daerah harus mengambil langkah dalam penanggulangan pandemi corona. Seperti menjalankan penerapan PPKM dengan baik, termasuk maksimalkan penyaluran bantuan sosial warga terdampak,” kata Tito saat mengunjungi Pemkab Bekasi, Jumat.

Tito mengatakan penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan kepala daerah dengan melibatkan kerja sama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar lebih maksimal.

Penyaluran tersebut, kata dia, juga harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran dengan terlebih dahulu melakukan proses identifikasi menyeluruh terhadap penerima manfaat program bantuan yang dimaksud.

“Saya sudah sampaikan identifikasi betul masyarakat yang betul-betul mengalami kesulitan karena bisa jadi dengan situasi yang baru data yang lama bertambah atau tidak valid lagi. Yang penting data yang sekarang, pak bupati berdasarkan data masukan dari kapolres, dandim, staf ini perhatikan masyarakat yang betul-betul terdampak,” katanya.

Menurut catatan Kemendagri ada anggaran bantuan sosial maupun Biaya Tak Terduga (BTT) yang tidak direalisasikan atau realisasinya rendah sehingga tidak tersalurkan secara maksimal ke masyarakat.

“Saya minta kepala daerah turun langsung bersama Forkopimda untuk memberikan persepsi bahwa pemerintah hadir dalam situasi pandemi saat ini,” katanya.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan dirinya akan segera turun mengecek warga yang belum mendapatkan bantuan sosial yang dimaksud selain melakukan upaya penanganan pandemi COVID-19 lainnya.

“Besok saya langsung turun bersama Pak Kapolres Dan Pak Dandim karena infonya ada masyarakat terdampak yang belum menerima bantuan. Kita pastikan semua warga terdampak segera menerima alokasi bantuan ini,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Endin Wahyudin mengatakan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako berdasarkan permintaan dari desa dan kelurahan setempat bagi warga yang positif corona. Sebanyak 7.738 paket sembako telah disalurkan ke 23 kecamatan sejak awal 2021.

“Nah kemudian kita mengajukan yang tahap kedua Rp1,8 miliar di tahun ini juga. Alhamdulillah sudah disetujui dan sedang dibelanjakan di bulog,” katanya.

Pada tahap kedua ini pihaknya telah menyiapkan 6.700 paket sembako senilai Rp270 ribu dalam berisi beras, sarden, minyak goreng, mi instan, dan gula pasir yang akan disalurkan pihak desa dan kelurahan, kecamatan, dan Dinas Sosial.

Dia meminta setiap desa berperan aktif melakukan pengawasan warga yang tengah isoman di rumah untuk kemudian mengajukan bantuan sebab penyaluran itu didasari pengajuan desa setelah ada warganya yang terpapar corona.

“Ya kalau untuk kebutuhan kan kita tidak tahu berapa banyak lagi yang positif. Kalau bicara tercover atau tidak, permintaan ke sini Insya Allah, tetapi yang tidak minta kan kita tidak tahu,” katanya. (pra)

PLN siapkan transisi menuju energi bersih demi generasi mendatang

SEMARANG – PT PLN (Persero) mendorong dan menyiapkan transisi energi yang adil dan terjangkau dalam upaya memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang dengan merancang untuk penerapan strategi cerdas menekan emisi karbon.

“Kami di sini dengan satu tujuan. Memastikan generasi mendatang memiliki masa depan yang lebih baik dibandingkan generasi hari ini,” kata Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam diskusi daring 2021 International Climate Change Conference (ICCC) bertajuk A Just and Affordable Transition toward Net Zero Kamis (22/7).

Untuk mencapai tujuan menghadirkan energi yang lebih bersih dan mendorong pencapaian Nol Emisi Karbon atau Net Zero Emission tersebut, lanjut Darmawan, kualitas lingkungan di masa depan harus dipastikan terjaga baik dan salah satu caranya dengan mengurangi emisi karbon.

“PLN berkomitmen penuh untuk mencapainya. Saat ini, PLN tengah mendorong transisi energi dan dekarbonisasi dengan strategi bertahap guna mencapai target nol emisi karbon pada 2060,” katanya.

Menuju target tersebut, lanjutnya, PLN siap memimpin transisi energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan, misalnya dengan menjalankan program co-firing, memasifkan penggunaan kendaraan listrik, mengonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan pembangkit EBT, dan lainnya.

“Kami lihat sektor transportasi. Selama ini masih mengandalkan minyak, yang sebagian besar didatangkan dari impor. Kami harus menggeser pola konsumsi energi kita dari foreign based energy menjadi domestic based energy. Dengan mendorong kendaraan listrik, ini jadi solusi menekan emisi karbon. Transisi energi juga punya kepentingan menekan impor BBM,” tambahnya.

Komitmen PLN menekan emisi karbon tidak main-main dan perseroan telah mengeliminasi rencana pengembangan baru pembangkit listrik berbasis gas bumi dan batu bara pada 2021-2030.

Selanjutnya, PLN mulai memensiunkan generasi pertama PLTU (subcritical) pada 2030 dan dilanjutkan pada tahun berikutnya, sehingga pada 2060 seluruh PLTU digantikan pembangkit berbasis EBT, sebagai salah satu upaya PLN mencapai netral karbon pada 2060 mendatang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Asian Development Bank (ADB) untuk Kawasan Asia Tenggara Ramesh Subramaniam menyampaikan apresiasi dan dukungannya pada visi dari PLN terhadap generasi mendatang.

“Saya mendengar poin yang sangat baik dari PLN bahwa peran kita yang paling penting adalah menjaga generasi mendatang. Itu adalah tanggung jawab kita. Saya sangat tersentuh dengan itu dan itulah yang memang kita lakukan, yaitu membangun lingkungan yang mendukung,” kata Ramesh. (n.i)

Gelar FGD, Polri Paparkan Prinsip Pemolisian Di Tengah Pandemi Covid-19

JAKARTA – Korbinmas Baharkam Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Model Pemolisian di Era Pandemik Guna Penanggulangan Persebaran Covid-19 Dalam Rangka Mengawal Pemulihan Ekonomi Nasional’.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, soal prinsip pemolisian di era pandemi Covid-19. Diantaranya adalah, hubungan dengan masyrakat yang lebih personal, proaktif memantau dan melayani masyarakat dengan stakeholder terkait.

“Menjadi problem solver, membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, kesetaraan antara pengembang Polri dan masyarakat, akuntabilitas, menjalin kemitraan yang baik antara Polri dengan stakholder dan masyarakat, transparansi informasi yang akurat sebagai hoax-buster, partisipasi Polri dan nasyarakat dalam penanggulangan Covid-19,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Tak hanya itu, Argo menyebut dalam penerapan PPKM Level 4 dewasa ini polisi harus memastikan perekonomian masyarakat harus tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Tugas polisi memastikan bahwa segala ketentuan selama PPKM 4 ini dipatuhi sesuai regulasi, tetapi tidak selalu bersikap koersif. Tidak boleh mematikan ekonomi tetapi memastikan transaksi antar masyarakat dipastikan sudah sesuai prosedur kesehatan,” ujar Argo.

Argo menekankan, polisi perlu memahami perannya sebagai frontliner yang merespon secara pertama keadaan darurat dan secara sadar perlu mengadopsi manajemen bencana-termasuk pengurangan risiko bencana-sebagai salah satu solusi. Selain itu, kata Argo, kondisi pertumbuhan ekonomi sampai saat ini cenderung flutuatif namun masih menunjukkan trend naik.

“PPKM adalah aspek logis untuk menekan laju persebaran Covid-19. Dengan ditunjang oleh vaksinasi untuk menambah sistem immune. Data vaksinasi menunjukkan bahwa mesikpun belum maksimal tapi mengalami trend kenaikan jumlah vaksinasi,” ucap Argo.

Adapun peran Polri dalam membantu Pemerintah untuk menanggulangi Covid-19, menurut Argo, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi prokes 5M, dstribusi bantuan sosial dan pembagian masker, operasi yustisi disiplin prokes.

Lalu, pelaksanaan 3T, penyekatan PPKM, penegakan hukum, mendukung vaksinasi Covid-19, pendampingan.

Dikesempatan yang sama, Guru Besar Psikologi Sosial FPSI UI Hamdi Muluk menyebut, peran Polri dengan paradigma baru di masa Pandemi ini adalah pemolisian komunitas yang faktor keberhasilannya antara lain, dukungan dan komitmen Polri, mengurangi budaya power oriented, adanya servant leadership, tasa percaya masyarakat, community Skill, assessment, communication, networking dan omitmen afektif dari anggota Babinkamtibmas.

“Edukasi Masyarakat di level Mikro
Karena fokus penanganan covid berada unit mikro, desa/kel, RT/RW maka Bhabinkamtibmas harus punya jejaring komunikasi di komunitas. Membuat pola jejaring komunikasi san kolaborasi dengan stakeholder lain sampai ke tingkat RT,” ujarnya.

Sedangkan, Dosen Sosiologi UNJ Robertus Robert mengatakan, pandemi ini dapat dilewati dengan 4 hal, yaitu leadership berperan penting dalam ambil kebijakan penanggulangan Pandemi, otoritas medis yang kuat memprioritas pendekatan saintifik.

Lalu, partisipasi masyarakat menjadi penting untuk menjaga efektivitas kebijakan Pemerintah. Partisipasi masyarakat terbangun berdasarkan Trust, kemampuan membangun kerjasama internasional, karena pandemi ini bersifat global, maka kerjasama internasional harus dibangun.

“Polisi perlu memahami perannya sebagai frontliner yang merespon pertama keadaan darurat. Polisi perlu mengadopsi manajemen bencana, termasuk pengurangan risiko bencana sebagai salah satu solusi. Di era pandemi Polisi perlu menerapkan soft skill melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif,” ucapnya.

Ekonom Direktur SKSG UI, Athor Subroto menjelaskan, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Pandemi maka yang harus diupayakan adalah suku bunga acuan dijaga agar tetap rendah, diharapkan bisa lebih ditekan turun untuk menjaga investasi.

“Pengendalian Pandemi, berdamai dengan situasi, peningkatan kapasitas RS, hal ini paling urgent untuk peningkatan Bed dan Oxygen, percepatan vaksinasi atau Herd Immunity,” tuturnya.

PPKM bisa dilonggarkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi diantaranya, Stimulus Fiskal (Insentif Pajak), Cast Transfer (Bantuan Tunai), In Kind Transfer (Bansos) dan Pembangunan Infrastrukutur

Disisi lain, Epidemiolog dan Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas of Derby, Inggris Dono Widiatmoko menyatakan, virus Covid-19 ini tidak akan hilang tapi belajar dari sejarah pandemi, Evolusi tetap akan terjadi. Namun sampai saat ini memang belum tahu kemana covid-19 akan bermutasi.

“Vaksinasi penting untuk melatih tubuh kita terhadap virus yang akan masuk ke tubuh kita. Ini mencegah kondisi dampak yang lebih buruk dan mengurangi resiko kematian setelah terpapar Virus Covid-19. PPKM adalah aspek logis untuk menekan laju persebaran Covid-19. Garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 adalah pencegahan yg merupakan tugas penting Polri,” tutupnya. (tim)