Home Blog Page 1708

Forkopimda Jatim Mengecek Serbuan Vaksinasi di Koarmada II

SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur, lakukan pengecekan vaksinasi di Jalajaya Koarmada II, Jalan Jakarta, Surabaya. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka serbuan vaksinasi kepada masyarakat maritim, pada Minggu (18/7/2021), di wilayah Perak, Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. Mengecek pelaksanaan vaksinasi yang diikuti oleh 1200 orang.

Kegiatan ini dilakukan, guna mendukung program pembangunan nasional. Selain itu, wilayah maritim juga dapat menjadi pintu masuk penyebaran covid-19, seperti kawasan pelabuhan yang menjadi sentra perekonomian bagi masyarakat maritim di Perak. Dengan pemberian vaksin ini diharapkan dapat memberikan benteng bagi kesehatan masyarakat, sehingga roda perekonomian dapat kembali normal.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan. Semua ikhtiar kita, semua sinergitas kita, kita dedikasikan untuk herd immunity yang diharapkan bisa mewujudkan kesehatan masyarakat secara lebih komprehensif.

“Maka sekarang saatnya kita mengajak kembali kepada seluruh masyarakat. Tolong tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, tolong tetap jaga 5M. Pemerintah akan memaksimalkan 3T testing, tracing dan treatment,” kata Gubernur Jatim.

Semua sinergitas ini, insyaallah akan memberikan percepatan pada terwujudnya kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Oleh karena itu, ketika sosialisasi juga dilakukan berseiring dengan kerja keras ini, saya mohon kepada kita semua bersama-sama, berseiring HUT RI ke 76, pada 17 Agustus ini kita hadiahkan, dengan hadiah terindah yaitu terwujudnya herd immunity, bagi seluruh warga bangsa,” harapnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan. Saat ini Jawa Timur masih mencapai 23 persen dari target yang 70 persen pada bulan Agustus. Hal tersebut karena tergantung pada droping vaksin, semakin banyak semakin cepat masyarakat yang bisa divaksin.

“Target kalo vaksinnya cukup kita harapkan perhari bisa 300 ribu, hari ni memang harus dibagi-bagi ke daerah-daerah lain, provinsi lain, jadi maksimalisasi tetap kita lakukan berbasis pada stok vaksin yang ada,” tandasnya Gubernur Jatim dihadapan awak media.

Sementara, selaku tuan rumah. Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, mengatakan. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, terbukti dari target vaksinasi yang disediakan pada hari ini sebanyak 1000 orang, namun target tersebut terlampaui menjadi 1200 orang yang mengikuti vaksinasi.

“Tadi pagi Ibu Gubernur sudah menyapa, banyak sekali yang dari Mojokerto, dari Sidoarjo dan tidak hanya dari Surabaya saja. Karena memang situasi yang ada sangat mengharuskan kita untuk melaksanakan vaksinasi untuk bisa melawan covid yang saat ini masih belum turun,” papar Pangkormada II.

“Insyaallah ke depan kita bisa segera menciptakan kemampuan dari masing-masing personil untuk bisa melawan covid, sehingga nanti terbebas dari covid-19 ini,” pungkasnya Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto. (tim)

Bupati Tinjau Dapur Umum Buat Warga yang Isoman

JEMBER – Usai mengecek dapur umum untuk warga Jember yang sedang isolasi mandiri, Bupati beserta seluruh jajaran Forkopimda Jember bergegas membagikan bantuan sembako kepada para juru parkir dan pedagang kaki lima (PKL) di dua tempat yakni Kelurahan Jember Lor dan Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang, Sabtu (17/07/2021).

Kepada warganya, Bupati Hendy menyampaikan kondisi terkini perkembangan kasus Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

“Warga Jember sudah banyak yang meninggal akibat Covid-19, termasuk adik kandung saya sendiri meninggal karena Covid-19, maka dari itu ayo patuhi pemerintah, jangan kemana-mana jika tidak mendesak, pakailah masker, harus menerapkan protokol kesehatan,” jelas Bupati Jember Hendy Siswanto.

Bupati Hendy juga menyampaikan kepada para warga dari dua kampung tersebut bahwa saat ini pemerintah sedang menerapkan PPKM Darurat dan menjelaskan apa itu PPKM Darurat.

“Kenapa diberi istilah PPKM Darurat, karena memang kondisinya sudah darurat, maka kita jangan menyepelekan kondisi ini, kita harus menerapkan protokol kesehatan, artinya Anda semua turut serta menjaga keselamatan orang di sekitar Anda,” pesan Bupati Hendy.

Bupati berharap bantuan yang disalurkannya ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari warganya selama penerapan PPKM darurat. (tim)

Bupati Jember Berkolaborasi dengan TNI dan Polri Membagikan Bansos Ke Warga Terdampak Covid – 19

JEMBER – Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto melepas secara simbolis pasukan TNI dan Polri yang bertugas membagikan bansos kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19, Sabtu (17/07/2021).

Pemberian bansos serentak ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Jember, TNI dan Polri ini untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari para warga Jember yang terdampak PPKM Darurat.

Secara simbolis Bupati bersama Wabup, Kapolres Jember, Dandim 0824 juga Danbrigif Raider 9 memberikan bantuan secara simbolis kepada tukang becak dan sopir ojek online, serta PKL di sekitar alun-alun kota.

“Ini setiap hari akan didistribusikan terus menerus sampai merata, dan besok insaallah kita juga ada lagi bantuan dari Kemensos sejumlah 127.000 paket bansos,” ungkap Bupati Hendy.

Terkait langkah untuk menghambat laju kasus Covid-19 yang meningkat, Bupati Hendy mengambil langkah untuk lebih mengetatkan lagi pergerakan warga, memperbanyak ruang isolasi mandiri dengan mewajibkan setiap desa harus menyediakan 10 kamar isolasi mandiri.

Dia juga menyampaikan, Jember Sport Garden juga dialihfungsikan sebagai tempat isolasi mandiri.

“Pandemi Covid-19 kuncinya hanya satu kata “taat”, apabila seluruh warga taat terhadap apa yang diarahkan pemerintah. Jadi tolong disiplin memakai masker, menerapkan protokol kesehatan,” pesannya. (tim)

Kapolri Beri Bantuan Kapada Tenaga Kesehatan RS Polri Soekanto

JAKARTA – Setibanya di Jakarta setelah melaksakan kunjungan kerja ke daerah, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.,  langsung menuju RS Polri TK 1 Said Soekanto Kramat Jati Jakarta Timur, Sabtu (17/7/2021).

Kapolri beserta rombongan langsung menuju  Gedung Promoter 2 RS Polri untuk meninjau langsung fasilitas fasilitas serta ketersediaan Bor yang dimiliki oleh RS Polri dalam perawatan pasien Covid-19.

Kapolri mengecek langsung ruangan yang digunakan untuk ruang perawatan pasien Covid-19 mulai dari lantai Basement hingga lantai 4, disetiap ruangan Kapolri mengecek proses dan alur periksaan yang dilakukan oleh Dokter dan perawat, dan tak lupa Kapolri mengucapkan terima kasih banyak atas dedikasinya dalam merawat pasien serta Kapolri memberikan semangat kepada para Dokter dan Perawat yang bertugas.

“Pak Dokter, Ibu Dokter serta para perawat kalian sebagai garda terdepan dalam penyembuhan Covid 19, jangan lupa selalu jaga kesehatan, menggunakan APD yang lengkap ketika penindakan serta tetap semangat”, ucap Kapolri

Pada kesempatan itu juga, Kapolri didampingi Karumkit memberikan bantuan sembako dan vitamin kepada seluruh tenaga kesehatan yang berada di RS Polri. Hal ini tentunya sebagai wujud rasa perhatian dan kepedulian dari Pimpinan Polri. (tim)

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Kapolri: Jangan Ada Informasi Bansos Bermasalah di Wilayah

JAKARTA – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada jajaran TNI-Polri untuk segera menyalurkan bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat kepada masyarakat yang terdampak di seluruh Indonesia.

Menindaklanjuti instruksi itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan penyaluran bansos ke titik-titik masyarakat yang perekonomiannya terdampak Pandemi Covid-19.

“Jadi saya tidak ingin ada informasi dilapangan yang sampaikan di satu wilayah masih terdapat masalah dengan bansos,” kata Sigit dalam di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (17/7/2021).

Dalam kesempatan ini, Sigit juga melepas personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mendistribusikan paket sembako dan beras kepada masyarakat di Jawa Timur.

“Oleh karena itu hari ini menindaklanjuti perintah Presiden kami dari Polri, menurunkan bansos sebesar kurang lebih 2,500 ton beras dan 70 ribu paket sembako. Ini merupakan bagian dari program bapak Presiden untuk menurunkan bansos di seluruh wilayah yang terdampak,” ujar eks Kapolda Banten itu.

Diketahui, dari total stok beras yang dimiliki oleh Polda Jatim sebanyak 1.289 ton beras, yang sudah disalurkan dari tanggal 3-16 Juli sebesar 232 ton beras.

Sigit menekankan, bantuan sosial tersebut harus segera terdistribusi dengan segera. Apabila nantinya stok sudah habis, ditegaskan Sigit, untuk segera melapor dan berkoordinasi agar mendapatkan kiriman untuk penambahan stok.

Percepatan pendistribusian bansos itu, kata Sigit, merupakan upaya Pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Darurat. Karena kebijakan itu bertujuan untuk menyelamatkan warga dari bahaya virus corona.

“Tolong diguyur habiskan stok kalau kurang ajukan lagi nanti akan segera dikirim. Dan Ibu Mensos akan kirimkan ini merupakan bagian upaya pemerintah untuk atasi atau kurangi beban terhadap masyarakat yang terdampak,” ucap Sigit.

Diketahui, sepanjang tahun 2020, bantuan Sosial yang disalurkan Polri sebanyak 394.347 paket sembako, 30.000 ton beras,790.436 Alkes/APD, dan mendirikan 13.119 dapur umum.

Kemudian, sampai dengan 2 Juli 2021, bantuan sosial yang disalurkan Polri sebanyak 750.780 paket sembako, 3.753 ton beras, 763.079 Alkes/APD, dan mendirikan 143.467 dapur umum.

Sedangkan, periode 3 sampai dengan 16 Juli 2021, Polri telah
mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 34 wilayah Polda sebanyak 250.797 paket
sembako dan 1.418.805 Kg atau 1.418 ton beras.

Sementara itu, stok beras yang dimiliki Mabes Polri untuk distribusi bantuan sosial di skala nasional sebanyak 50.751,3 ton. Lalu, Polri juga sudah menyiapkan bantuan tambahan yang siap dikirim berupa 150.000 paket sembako di masa PPKM Darurat. (tim)

Kapolres Lumajang Bagikan Sembako Kepada PKL Yang Terdampak PPKM Darurat

LUMAJANG-Polres Lumajang menyalurkan bantuan sosial masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Lumajang kepada para pedagang kaki lima, Sabtu (17/7/2021) malam.

Bantuan paket sembako diserahkan langsung oleh orang nomer satu di Polres Lumajang kepada pegadang kaki lima yang berada di seputaran kota Lumajang.

Satu-persatu pedagang kaki lima di seputaran kota Lumajang mendapatkan bantuan sembako dari kapolres Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Paur subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menjelaskan, sasaran dalam pembagian sembako yakni para pelaku-pelaku usaha pedagang kaki lima ini karena pendapatannya berkurang akibat terdampak PPKM darurat.

“Semoga dengan pemberian bantuan tersebut sedikit banyak bisa meringankan beban para pedagang kaki lima yang terdampak covid-19 dimasa PPKM Darurat” tuturnya

Tujuan utama adalah dimana Polres Lumajang untuk membantu meringankan beban masyarakat yang mana ada pembatasan waktu berjualan sampai dengan pukul 20.00 WIB, kemudian tidak boleh menyediakan tempat saat jualan.

“Untuk itulah Kapolres Lumajang membantu masyarakat dengan cara yang humanis yang santun memberikan Himbauan dan memberikan bantuan l berupa sembako kepada perjual tersebut,” kata dia.

Selain itu Ipda Andrias Shinta juga menghimbau kepada para pedagang untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah selama PPKM darurat dan selalu menjaga prokes.

“Dengan bantuan sembako ini bisa meringankan beban dan juga masyarakat bisa selalu mematuhi 5M, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan jangan bepergian manakala tidak penting sama sekali,” pungkasnya. (Humas Polres Lumajang)

ALAMKU SURGAKU

0

Oleh : Dadang.K

Pagi itu sang surya enggan menampakkan sinarnya, anginpun berhembus kencang menggoyang dedaunan, disertai gemericik air hujan dan membasahi bumi.

Suasan itupun berjalan cukup lama, sehingga membuat penghuni kampung kecil itu, enggan keluar rumah dan menikmati dinginnya pagi dengan berkumpul dengan keluarga.

Sedang diujung bukit, nampak seorang perempuan yang sedang hamil melangkah pelan dengan membawa keranjang dipunggungnya yang berisi berbagai macam bibit tanaman.

Suwarti, orang kampung tersebut memanggil Ning Warti, dengan terus berjalan menyusuri bukit yang cukup terjal, dengan sesekali mengambil sebatang bibit tanaman dan menanamnya dengan penuh semangat.

Peluh keringat membasahi raut wajah Ning Warti, akan tetapi semua sepertinya tidak menjadi halangan baginya untuk melanjutkan kegiatannya.

Tiba tiba ada suara yang memanggilnya dari belakang, ternyata kang Parman tetangganya datang menghampirinya, dengan geleng geleng keheranan, kang Parman terus memandangi Ning Warti yang dengan susah payah menanam pohon tanpa mempertimbangkan keselamatan janin yang dikandungnya.

“Ngapain yu, kok pagi pagi sudah ke ladang, hujan lagi, apa gak ada hari lain…?,” sapa kang Parman penuh keheranan.

Ning Surtipun menoleh dan sambil meletakkan keranjang yang digendong dipunggunya, kemudian Ning Surti duduk ditanah sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.

Sambil minum air putih yang dibawanya dari rumah, mata Ning Surti menerawang jauh memandangi bukit yang terbentang dihadapannya, nampak gundukan tanah kosong dan bebatuan, tanpa ada tanaman yang menghiasinya.

” Gini kang, saya berupaya menanam pepohonan supaya kelihatan indah dan hijau bukit ini,” jawab Ning Surti sambil sesekali mengusap keringat yang membasahi keningnya.

Jawaban tersebut membuat kang Parman merasa lebih heran, dan ingin berbicara lebih jauh.

Dialog ringan antara keduanya berlangsung dengan santai, akan tetapi dari percakapan tersebut membuat kang Parman lebih mengerti maksud dan apa yang dilakukan oleh Ning Warti tersebut.

“Kang Parman tau to, bukit ini kering, kosong tanpa pepohonan, terus gimana nasib anak saya yang didalam kandungan ini,” Cetus Ning Warti dengan nada tinggi serta pandangan matanya kosong.

Kata kata Ning Warti membuat kang Parman lebih bingung dan sedikit menyalahkan Ning Warti yang bekerja sendiri tanpa menghiraukan nasib anak yang ada didalam kandungan.

“Lo…, kalo Ning Warti sayang dengan bayinya ya jangan bekerja seperti ini, sangat beresiko,” kata kang Parman sedikit menasehati.

Akan tetapi kata kata kang Parman membuat Ning Warti mukanya merah, dan matanya melotot memandang kang Parman dengan tajam penuh kebencian.

“Kang Parman sebagai tokoh kampung, seharusnya mulai sadar dan tau apa yang terjadi kalau bukit ini tetap gundul, sumber air mulai sulit,” suara Ning Warti tegas dan keras.

Karena aku sayang bayiku yang didalam kandungan ini, ketika orang kampung menikmati tidurnya, aku terus menanami bukit ini, supaya bayiku nanti bisa menghirup udara segar dan tidak kesulitan dalam mendapatkan air untuk hidup, Urai Ning Warti kepada kang Parman, seperti seorang dosen dihadapan mahasiswanya.

Dari percakapan ringan tetapi penuh makna tersebut, membuat kang Parman tidak dapat menikmati tidur malamnya, dan merenungi semua kata kata Ning Warti tentang makna dan pentingnya sebuah hutan bagi kelangsungan hidup semua makhluk.

Waktu terus berjalan, kandungan Ning Warti mulai membesar, seiring dengan pertumbuhan tanaman yang dia tanam sebelumnya.

Sebagian bukit kecil tersebut mulai menghijau, tanah dan bebatuan tertutup dengan rimbunnya pepohonan yang mulai belajar tumbuh dengan mengepakkan daun sebagai sayapnya.

Kegersangan dan tanah kerontangpun mulai terkikis, tertutup terhiasi dengan bayi kecil yang mulai menancapkan akarnya dan memberikan harapan, perlindungan, kenyamanan bagi penghuni alam sekitarnya. ( Medio jelang Idul Adha 2021)

Tim Gabungan Gugus Tugas Covid 19, Gelar Operasi Yustisi di Jalan Protokol Kota Jember

JEMBER – Kawasan jalan protkol kota Jember selalu menjadi konsentrasi berkumpulnya masyarakat baik saat siang maupun malam hari, khususnya saat akhir pekan, seperti pada Sabtu, 17/07/2021. Menyikapi hal tersebut, Gugus Tugas Covid 19 yang merupakan gabungan TNI, Polri dan Satpol PP melakukan patrol penegakan dan pengawasan protokol kesehatan saat Pemberlakukan pembatasan kegiatan sosial masyarakat (PPKM).
Personel yang dilibatkan diantaranya personel Kodim 0824/Jember, Polres Jember, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan Dinas Perhubungan.
Dalah seorang petugas dari Polres Jember, dalam wawancaranya menyampaikan, bahwa pelaksanaan patroli pengawasan masyarakat tersebut sekaligus sosialisasi protokol kesehatan, utamanya membiasakan menjaga jarak antar orang, serta mengenakan masker saat berada diluar rumah.
Diimbuhkannya, penegakan protokol kesehatan ini menjadi fokus perhatian Gugus Tugas Covid 19, dalam menekan laju perkembangan Covid 19 di Kabupaten Jember.
“Melalui operasi yustisi ini, diharapkan masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak dan selalu mengenakan masker, lakukan pembiasaan seperti ini dan jangan sampai lengah,” ujarnya.
Lebih lanjut, masih menurut sumber tadi, kita masih dalam masa pandemi,
“Kedisiplinan dan kewaspadaan harus selalu kita tingkatkan, apalagi dengan munculnya varian baru, yang relatif sanagat cepat penyebarannya,” tegasnya. (son)

2.500 Ton Beras dan 70.000 Paket Sembako Siap Didistribusikan ke Seluruh Indonesia

SIDOARJO – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajaran TNI-Polri untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat kepada masyarakat yang terdampak di seluruh Indonesia. Bansos yang akan disebar sebanyak 2.500 ton beras dan 70.000 paket sembako.

Menindaklanjuti instruksi itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan penyaluran bansos ke titik-titik masyarakat yang perekonomiannya terdampak Pandemi Covid-19.

“Jadi saya tidak ingin ada informasi dilapangan yang sampaikan di satu wilayah masih terdapat masalah dengan bansos,” kata Sigit di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (17/7/2021).

Di dampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sigit melepas personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mendistribusikan paket sembako dan beras tersebut kepada masyarakat di Jawa Timur.

“Oleh karena itu hari ini menindaklanjuti perintah Presiden kami dari Polri, menurunkan bansos sebesar kurang lebih 2.500 ton beras dan 70.000 paket sembako. Ini merupakan bagian dari program bapak Presiden untuk menurunkan bansos di seluruh wilayah yang terdampak,” ujar eks Kapolda Banten itu.

Diketahui, dari total stok beras yang dimiliki oleh Polda Jatim sebanyak 1.289 ton beras yang sudah disalurkan dari tanggal 3-16 Juli sebesar 232 ton beras.

Sigit menekankan, bantuan sosial tersebut harus segera terdistribusi dengan segera. Apabila nantinya stok sudah habis, ditegaskan Sigit, untuk segera melapor dan berkoordinasi agar mendapatkan kiriman untuk penambahan stok.

Percepatan pendistribusian bansos itu, kata Sigit, merupakan upaya Pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Darurat. Karena kebijakan itu bertujuan untuk menyelamatkan warga dari bahaya virus corona.

“Tolong diguyur habiskan stok kalau kurang ajukan lagi nanti akan segera dikirim. Dan Ibu Mensos akan kirimkan ini merupakan bagian upaya pemerintah untuk atasi atau kurangi beban terhadap masyarakat yang terdampak,” ucap Sigit.

Diketahui, sepanjang tahun 2020, bantuan Sosial yang disalurkan Polri sebanyak 394.347 paket sembako, 30.000 ton beras,790.436 Alkes/APD, dan mendirikan 13.119 dapur umum.

Kemudian, sampai dengan 2 Juli 2021, bantuan sosial yang disalurkan Polri sebanyak 750.780 paket sembako, 3.753 ton beras, 763.079 Alkes/APD, dan mendirikan 143.467 dapur umum.

Sedangkan, periode 3 sampai dengan 16 Juli 2021, Polri telah mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 34 wilayah Polda sebanyak 250.797 paket
sembako dan 1.418.805 Kg atau 1.418 ton beras.

Sementara itu, stok beras yang dimiliki Mabes Polri untuk distribusi bantuan sosial di skala nasional sebanyak 50.751,3 ton. Lalu, Polri juga sudah menyiapkan bantuan tambahan yang siap dikirim berupa 150.000 paket sembako di masa PPKM Darurat. (tim)

PPKM Darurat, Kapolres Lumajang Salurkan Bansos Pemerintah Kepada Warga Terdampak

LUMAJANG-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali setidaknya memberikan dampak kepada pera pelaku usaha kecil bahkan pekerja dan masyarakat secara umum.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membagikan bantuan sembako kepada tukang becak yang dinilai merasakan dampak besar dari PPKM Darurat.

Kapolres turun langsung memberikan paket sembako kepada tukang becak di seputaran kota Lumajang, Sabtu (17/7/20210).

Dengan bantuan sembako yang diserahkan oleh orang nomor satu di Polres Lumajang tersebut selain untuk meringankan beban warga juga sebagai sarana berbagi dari Jajaran Polres Lumajang dengan warga.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, Penyaluran bantuan sosial dari pemerintah ini diberikan pada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Lumajang.

“Pimpinan berharap seluruh Kasatwil/Kasatker di Jawa Timur harus dituntut turun langsung kelapangan memantau situasi perkembangan Covid-19 di lapangan juga turun langsung membagikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Sementara itu Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menuturkan, bantuan ini dapat membantu warga agar tidak kebingungan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama PPKM Darurat.

“Saya harapkan dengan adanya bantuan sembako tersebut dapat meringankan beban warga saat dilaksanakannya PPKM Darurat diwilayah Lumajang. Sehingga dari masyarakat pun tetap mendukung serta mentaati pelaksanaan PPKM Darurat ini,” terangnya

Beberapa tukang becak yang menerima bantuan merasa kaget tiba-tiba didatangi oleh Kapolres Lumajang dan menyampaikan rasa terimakasihnya atas bantuan Pemerintah.

“Terimakasih Pemerintah atas bantuan PPKMnya.” ucap salah seorang warga yang menerima bantuan. (Humas Polres Lumajang)