Home Blog Page 1734

Pandemi Covid, Harga Cabai Rawit di Sumenep Madura Melejit

SUMENEP – Angka Covid di Madura sedang tinggi-tingginya. Bahkan belakangan akses Jembatan Suramadu ke pulau itu juga dilakukan penyekatan sementara untuk menanggulangi penyebaran virus.

Di tengah tingginya angka Covid di Madura, warga Sumenep dihadapkan pada harga cabai rawit yang kondisinya melejit. Bahkan, perubahan harga ini terjadi hampir setiap hari.

“Hari ini harga cabai rawit Rp 40.000 per kilogram. Harga itu naik Rp 3.000 dibanding Senin kemarin, yakni Rp 37.000 per kilogram,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi, Selasa (22/06/2021).

Dikutip dati beritajatim.com, jejaring media suara.com, selain cabai rawit, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih. Hari ini harganya Rp 24.000 per kilogram, naik dibanding kemarin Rp 23.000 per kilogram.

Tetapi kenaikan harga itu tidak terjadi pada cabai merah besar dan bawang merah. Dua komoditas tersebut harganya relatif stabil. Untuk harga cabai merah besar Rp 18.000 per kilogram, dan harga bawang merah Rp 25.000 per kilogram.

“Kenaikan harga yang terjadi pada cabai rawit dan bawang putih lebih disebabkan karena stok dan keterlambatan pasokan. Apabila masa panen tiba, maka harga akan berangsur normal,” ujarnya.

Sedangkan komoditas telur justru mengalami penurunan harga. Untuk telur ayam ras, turun Rp 1.000 per kilogram. Semula Rp 23.000, saat ini menjadi Rp 22.000 per kilogram. Kemudian telur ayam kampung semula Rp 48.000, saat ini turun menjadi Rp 45.000 per kilogram.

“Kalau harga komoditas daging relatif stabil. Untuk daging sapi tetap Rp 120.000 per kilogram, daging ayam kampung Rp 80.000 per kilogram, dan daging ayam broiler Rp 35.000 per kilogram,” ujar Ardi.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (red)

3 Tuntutan Warga Madura yang Demo di Balai Kota Surabaya

SURABAYA – Massa yang menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Madura Bersatu berdemonstrasi di depan kantor Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/6/2021).

Ada tiga tuntutan yang diserukan dalam aksi bertajuk “Demonstrasi Akbar Madura Melawan”.

Tuntutan tersebut yaitu menghentikan penyekatan yang diskriminatif, lakukan saja swab antigen di tempat hiburan dan tempat kerumunan lainnya di Surabaya.

Mereka juga menuntut Wali Kota Surabaya untuk minta maaf kepada warga Madura.

“Kalau Pak Wali Kota ingin melakukan swab silakan di tempat keramaian lainnya. Jika tetap kebijakan swab ini tetap berlangsung hingga 1-2 minggu ke depan maka warga Madura bukan mati karena virus Covid-19, tapi karena kelaparan tidak bisa bekerja,” ujar koordinator aksi, Ahmad Annur, dalam orasinya.

Dia juga meminta agar pos penyekatan Suramadu sisi Surabaya dibubarkan dan dihentikan.

“Bubarkan pos penyekatan karena banyak dampak yang dialami warga Madura, mulai dari sakit yang dialami warga Madura yang bekerja di Surabaya dikarenakan setiap hari harus di-swab, hingga melemahnya ekonomi di Madura,” lantangnya.

Para demonstran itu akhirnya ditemui oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Diwawancara usai bertemu pendemo, Eri mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan bersama dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Ia menuturkan, dirinya dan Bupati Bangkalan hanyalah pelaksana tugas dari keputusan yang disepakati.

“Nanti saya akan sampaikan juga terkait tuntutan yang lainnya ke Forkopimda Jatim, nanti kami menunggu arahan dari satgas Covid-19 wilayah,” ucapnya kepada awak media.

Mengenai permintaan penghentian tes swab, ia mengatakan hal itu sudah mengacu pada kesepakatan Forkopimda Jawa Timur dengan Bupati Bangkalan.

“Saya sampaikan juga tadi, kalau sudah ada SIKM (surat izin keluar masuk) enggak perlulah ada swab di Surabaya, karena sudah ada kesepakatan dengan pimpinan daerah Forkopimda Jatim,” tuturnya.

Soal anggapan warga Madura didiskriminasi, Eri menyampaikan bahwa opini tersebut membuatnya sedih.

Pasalnya, kakek Eri berasal dari Madura. Dia pun memiliki keluarga yang tinggal di sana. *

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Surabaya, Muchlis | Editor: Pythag Kurniati, Robertus Belarminus)

Eks Karyawan Merpati kembali Tagih Pesangon dan Pensiun yang Belum Lunas sejak 6 Tahun Lalu

SURABAYA – Ribuan eks karayawan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) kembali menagih uang pesangon dan pensiun yang belum dilunasi pemerintah sejak enam tahun lalu.

Ketua Paguyuban Pilot Ex Merpati (PPEM), Capt Anthony Ajawaila, mengaku telah mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Kamis, 17 Juni 2021 lalu.

Hal ini diakui upaya memohon dukungan agar permasalahan pesangon eks-pegawai Merpati segera terselesaikan.

“Selain kepada Presiden RI, surat terbuka tersebut juga ditembuskan khusus ke sembilan instansi, yakni Wakil Presiden RI, Menteri BUMN RI, Menteri Keuangan RI, Menteri Perhubungan RI, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ketua Komnas HAM RI, Ketua Komisi VI DPR RI, dan Ketua Ombudsman RI,” kata Anthony dalam rilisnya, Kamis (24/6/2021).

Anthony menjelaskan, terdapat ribuan karyawan eks MNA yang hak-hak normatifnya belum dipenuhi.
Hal itu berupa cicilan kedua uang pesangon dari 1.233 pegawai sejumlah Rp 318,17 miliar serta nilai hak manfaat pensiun berupa solvabilitas (Dapen MNA dalam Likuidasi) dari 1.744 pensiunan, sebesar Rp 94,88 miliar.

“Kami sudah menempuh berbagai upaya sejak 2016 tetapi hingga kini tidak ada kepastian kapan hak pesangonnya akan dibayarkan,” ujar Anthony.

Sedangkan masing-masing eks-pegawai berharap uang pesangon akan dinikmati di masa pensiun, maupun untuk melanjutkan keberlangsungan hidup keluarganya.

Tidak dibayarnya uang pesangon tersebut tentunya menjadi masalah di setiap keluarga pegawai, mulai dari adanya perceraian, anak sakit, putus sekolah, alih kerja menjadi supir ojol, tukang bangunan, dan lainnya.

“Bahkan setiap minggu kami mendengar kabar kematian rekan kami sesama eks pegawai MNA,” jelas Anthony.

Capt M Masykoer menambahkan, dalam Surat Terbuka Kepada Presiden, PPEM juga menyampaikan apabila MNA akhirnya harus ditutup atau dilikuidasi oleh negara, maka seluruh ex Karyawan Merpati juga tidak memiliki daya dan kuasa untuk mencegahnya.

Namun, hendaknya MNA sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak lalai dalam kewajibannya memenuhi hak-hak ex. pegawainya.
“Janganlah kami diperlakukan seperti kata pepatah ‘Habis manis, Sepah dibuang’. Kami memohon dengan sangat, perhatian serta pertolongan Bapak Presiden untuk membantu dapat segera dibayarkannya hak pesangon, begitupun hak Pensiun kami yang sampai saat ini tidak ada kepastiannya,” ujarnya.

Sebelumnya, seluruh unsur pegawai termasuk pilot telah melakukan berbagai upaya untuk menuntut hak-hak normatif tersebut.

Sejak tidak menerima gaji mulai Desember 2013, telah melakukan demo hingga akhirnya pada tahun 2016, Pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menetapkan Program Restrukturisasi Karyawan berupa PHK massal, dengan pembayaran pesangon dicicil dalam dua tahap.

Pesangon Tahap-I dibayarkan sebesar 50 persen, sementara cicilan pesangon Tahap-II diterbitkan menjadi Surat Pengakuan Utang (SPU) dijanjikan akan dilunasi pada Desember 2018.
Janji pembayaran cicilan Pesangon Tahap-II tidak pernah terjadi.

Belum jelasnya permasalahan ini tidak hanya berdampak pada eks karyawan MNA, namun juga pada keluarga.

Anthony berharap melalui surat terbuka ini, upaya para anggota PPEM untuk menuntut hak-hak normatifnya dapat berhasil.

“Saat ini semua solusi seolah terkunci, dan satu-satunya jalan keluar adalah adanya kebijakan pemerintah agar masalah pesangon karyawan MNA dibayarkan,” tegas Anthony. *

Kasal dan Kakor Sabhara Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Pekerja Pelabuhan Tanjung Perak

SURABAYA – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Korps Samapta Bhayangkara (Kakor Sabhara) Irjen Pol Nanang Avianto, mewakili Kapolri, Kamis (24/6/2021) melakukan kunjungan di Lapangan Prapat Kurung, Perak Surabaya, dalam rangka serbuan vaksinasi TNI/Polri, mendukung Program Presiden RI terkait penanganan covid-19 di sentra perekonomian.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Waka Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, dan Pangkoarmada II Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, mendampingi kunjungan Kasal dan Kakor Sabhara dalam meninjau pelaksanaan vaksinasi, warga surabaya khususnya pekerja Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kegiatan diawali dengan peninjauan pelaksanaan vaksinasi dengan didampingi Karumkit RSPAL Dr. Ramelan, Forkopimda Provinsi Jatim, dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Peninjauan vaksinasi dimulai dari tahapan Skrining, Pendaftaran, Vaksinasi, hingga Observasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara capaian target sebanyak 1200 orang dari masyarakat umum warga Surabaya, dan pekerja Pelabuhan Tanjung Perak dapat dilakukan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung di Lapangan Prapat Kurung, Perak, Surabaya ini menggunakan vaksin astrazeneca, yang dibagi menjadi dua gelombang dalam pelaksanaannya.

Sementara, Laksamana TNI Yudo Margono dalam kunjungannya mengatakan, targetnya pada siang hari ini adalah 1200 orang, ini sudah terlaksana sekitar 750.

“Harapannya kita mendukung program satu juta vaksin dalam sehari, tadi yang disampaikan ada 100 titik pelabuhan-pelabuhan yang juga dilaksanakan serbuan vaksin, karena ini pelabuhan internasional tentunya sebagai penopang ekonomi, ini juga sangat penting karena di situ juga tempat keluar masuknya kapal asing maupun kapal kita,” kata Kasal didampingi Forkopimda Jatim.

“Sehingga pelabuhan ini juga perlu para pekerjanya, kemudian para operator-operator crane maupun operator kendaraan, tenaga kerja bongkar muat beserta keluarganya perlu kita laksanakan vaksin,” tambah Kasal.

Laksamana TNI Yudo Margono berharap pelaksanaan serbuan vaksinasi ini dapat di ikuti oleh masyarakat pekerja pelabuhan, sehingga sentral ekonomi tidak akan terhenti.

“Jangan sampai di Pelabuhan yang merupakan sentra ekonomi ini terganggu karena terkena covid, mudah-mudahan mereka semuanya ikut vaksin dan sehat, sehingga sentral ekonomi tidak akan terhenti.” pungkas Kasal usai melakukan kunjungan serbuan vaksinasi. (tim)

Memposting Ujaran Kebencian di Facebook, Pemuda Asal Bangkalan Diamankan Polda Jatim

SURABAYA – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, menangkap satu orang pemuda yang telah melakukan dugaan ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) Facebook. Dengan nama akunya “Umar Fauzhi Aschal”.

Pemuda yang berhasil diamankan yakni, Umar Fauzhi, (25) warga Kampung Nyiur, Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Kronologi kejadiannya, bahwa pada hari Selasa tanggal 22 Juni 2021, sekira pukul 16.00 WIB. pemilik akun facebook atas nama “Umar Fauzhi Aschal”. Telah menulis status provokatif yang ditulis di grup ” Kabar Bangkalan”.

Isi dari status tersebut berbunyi, “Sekilas info malam ini jam 7, sehubungan antar Kabupaten diadakan kumpul bersama yakni tretan madureh di tanean suramadu yang katanya mau ngerusak atau bakar tenda merapat tretan”.

Dengan kejadian ini, polda jawa timur melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyampaikan, bahwa perkembangan kasus Covid-19 di dunia mengalami peningkatan. Dan masyarakat di Indonesia juga alami peningkatan, sedangkan di Jawa Timur seperti di Bangkalan, Madura juga mengalami peningkatan.

“Atas dasar inilah, pemerintah bersama Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim, melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (24/6/2021) petang.

“Namun ditengah upaya menekan penyebaran Covid-19, masih ada masyarakat yang melakukan kegiatan dengan menyebarkan berita yang menimbulkan gejolak di Madura, sehingga tim dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Berhasil mengamankan satu orang yang menyebarkan ujaran kebencian dengan mengajak masyarakat melawan upaya pemerintah jatim dalam melakukan penyekatan di suramadu,” tambah Gatot Repli.

Pemuda ini sehari-hari bekerja di esxpedisi di wilayah Kenjeran, Surabaya. Yang bersangkutan beberapa kali telah memposting ujaran kebencian, motif dari pelaku sendiri adalah ikut-ikutan temannya.

“Dari pengungkapan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti satu buah hanphone milik pelaku,” pungkasnya.

Dari pengungkapan tersebut, tersangka akan dikenakan Pasal 45A ayat (2) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016, dengan ancaman paling lama 6 tahun dan atau Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman pidana 10 tahun.

Sementara itu Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham, mengungkapkan, bahwa modus pelaku memposting yang isinya berupa ajakan kepada kelompok di madura. Untuk melakukan aksi terhadap penyekatan di Suramadu.

“Atas dasar postingan itu, anggota melakukan patroli siber dan dilakukan penyelidikan dan didapat pemilik akun dan akhirnya diamankan. Saat di intrograsi bahwa pelaku hanya ikut-ikutan,” jelas AKBP Zulham, Wadirkrimsus polda jatim.

Setelah berhasil diamankan, pelaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak melakukan kembali.

Sedangkan pelaku saat dirilis di polda jawa timur, yang didampingi oleh pamannya. Pelaku secara terbuka meminta maaf kepada kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat jawa timur.

Pelaku mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menerapkan 5M. (tim)

Peringati HUT Bhayangkara dan Dokkes Polri ke 75, Pusdokkes Polri Gelar Bhakti Kesehatan di Wilayah Jatim

MALANG – Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 75 dan HUT Dokkes Polri ke 75. Pusdokkes Polri dan seluruh Biddokkes Polda, seluruh Rumkit Bhayangkara, serta Urkes jajaran melaksanakan Bhakti Kesehatan Polri di seluruh Indonesia.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dalam sambutannya menyebutkan pada “Kegiatan Bakti Sosial Kesehatan dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke-75 tahun 2021”, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tema yang diangkat pada peringatan Hari Bhayangkara ke-75 kali ini adalah “Transformasi Polri yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju”.

Salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-75 ini adalah Bhakti Sosial Kesehatan yang dilaksanakan di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
Objek dari acara Bakti Sosial Kesehatan ini adalah masyarakat pra sejahtera khususnya masyarakat sekitar Kecamatan Kasembon dan para petani Kasembon.

Sebanyak 100 kepala keluarga yang saat ini bekerja sama dengan Inkoppol. Para petani Kasembon ini bekerja sama dengan Inkoppol melalui kegiatan budidaya penanaman pisang dan durian pada lahan seluas 10 (sepuluh) hektar yang berlokasi di wilayah Perum Perhutani Divisi Regional
Jawa Timur KPH Malang Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selain menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat, kegiatan ini juga merupakan Program Moderasi Beragama Inkoppol. Program Moderasi Beragama dilaksanakan sebagai wujud implementasi tujuan Inkoppol yaitu dengan menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat dalam rangka mencegah pola pemikiran ekstrim yang cenderung mengarah pada radikalisme.

Wilayah Kecamatan Kasembon dipilih sebagai lokasi pilot project Program Moderasi Beragama dengan pertimbangan historis bahwa lokasi tersebut pernah digunakan sebagai tempat persembunyian dan bermukimnya teroris DR. Azhari yang ditangkap pada tahun 2005. Selanjutnya Inkoppol RI juga berperan aktif dalam pemulihan ekonomi masyarakat Kecamatan Kasembon.

Selain program budidaya penanaman, Inkoppol juga telah memberikan bantuan berupa beras sebanyak 20 kg per/bulan untuk seluruh 55 petani yang menjadi mitra Inkoppol selama proses tanam hingga panen, atau sekitar 12 Bulan.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Baksoskes, Irjen Pol.
(purn) Drs. Mudji Waluyo, SH., MM, menyatakan, Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75 tahun 2021, Inkopol RI telah mendapatkan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dan staf khusus presiden bidang pencegahan dan penanggulangan terorisme. Untuk melaksanakan program moderasi beragama inkopol melalui kegiatan tanam pisang dan durian dilahan luas 10 Hektare yang berlokasi di wilayah kerja perum pertani di devisi Regional Jatim. Malang di wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jatim.

“Dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahtraan masyarakat petani Kasembon. Inkopol memiliki program memberikan bantuan sosial berupa beras sebanyak 20 kg per/bulan untuk 55 petani,” kata Ketua Panitia Pelaksana Baksoskes, Irjen Pol.
(purn) Drs. Mudji Waluyo, SH., MM.

Sementara itu, khusus giat baksos di Jawa Timur, dari Pusdokkes polri bersama Inkopol polri. Dalam pelaksanaanya didukung oleh Biddokkes polda jatim, RSB jajaran polda jatin dan Urkes polres Batu.

Sedangkan pelaksanaan bakti kesehatan (bhaktikes) polri di wilayah polda jatim. Dimulai tanggal 21 Juni 2021 sampai saat ini. Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di jawa timur diantarnya;

Giat Operasi bibir sumbing, yang dilaksanakan di RSB Kediri, RSB Tulungagung, RSB Bojonegoro dan RSB Bondowoso, dengan total pasien sebanyak 70 orang.

Giat Operasi katarak, dilaksanakan di RSB Batu, RSB Bojonegoro, dengan total pasien sebanyak 37 orang. Sedangkan untuk Khitan massal, dilaksanakan di RSB Lumajang, dengan total pasien sebanyak 12 orang.

Giat Medical Check Up yang dilakukan kepada Purnawiarawan Polri, dilaksanakan oleh semua RS Bhayangkara di wilayah polda jatim, dengan total peserta sebanyak 164 orang.

Sedangkan giat Vaksinasi Covid-19 massal, dilaksanakan oleh Biddokkes polda jatim, RSB jajaran dan Urkes polres jajaran. Untuk vaksin pertama sebanyak 16.279 sedangkan vaksin ke dua sebanyak 3.840.

Selain itu, Pusdokkes Polri, RS Polpus RS Soekanto, bekerja sama dengan Inkopol, dibantu Polres Batu, Biddokkes Polda Jatim dan urkes jajaran.

Seluruh RS Bhayangkara di Polda jatim menyelenggarakan Bhaktikes bagi masyarakat di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, yang diselenggarakan pada tanggal 20-24 Juni 2021.

Kegiatan yang sudah berjalan diantaranya, pemeriksaan kesehatan masyarakat penderita penyakit khronis sebanyak 134 orang, pembagian paket obat, paket prokes Covid-19, Pembagian paket sembako, yang dilaksanakan secara home visite (door to door) di wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Sementara puncak pelaksanaan bhaktikes akan dilaksanakan di balai Kecamatan Kasembon Malang pada tanggal 24 Juni 2021, pada pukul 09.00 WIB. Yang nantinya kegiatan ini akan dihadiri okeh Kapusdokkes Polri, Karumkit Polpus RS Soekanto, Ketua Inkoppol pusat, Kabiddokkes Polda Jatim, Bupati Malang, dan Kapolres Batu.

Sedangkan Karumkit Bhayangkara Brigjen Pol Asep H, menyatakan, acara bhakti sosial kesehatan ini adalah rangkaian HUT Bhayangkara ke-75 sekaligus dalam rangka memperingati HUT Kedokteran dan kesehatan Polri ke-75, bahwa bakti sosial kesehatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada 75 keluarga mitra petani inkopol.

“Kegiatan bhakti sosial ini kerjasama pusdokkes polri, RS Bhayangkara tingkat I, Biddokkes Polda Jatim, Rumkit Bhayangkara tingkat II Samsuri Martoyo se-Surabaya, Rumkit Bhayangkara tingkat II Kediri, Rumkit Bhayangkara tingkat III Batu Malang dan Rumkit Bhayangkara jajaran polda jatim,” sebutnya.

Sementara itu Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi., M.M, menyampaikan mengucapkan terima kasih masyarakat di Kabupaten Malang telah dibantu dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

“Kegiatan bakti sosial kesehatan ini sangat penting dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (tim)

Kejari Kabupaten Pasuruan Menuju Promosi ke Tipe A Berkat Kreatifitas Ramdhanu

PASURUAN – Semenjak dipimpin oleh H.Ramdhanu Dwiyantoro selaku Kepala Kejaksaan Negeri KabupatenPasuruan, Kejari terus melakukan langkah inovasi pelayanan hukum bagi masyarakat diwilayah hukumnya.

Berbagai terobosan inovasi diantaranya yakni program Jago Bangdes, Jaksa Keren, Jaksa Menyapa,Jaga Desa, Jaksa Masuk Sekolah, Layanan Antar Barang Bukti Pidana Umum, Layanan Antar Tilang serta program inovasi pelayanan lainnya.

Tak sampai berkutat pada hal tersebut, Ramdhanu juga melakukan pengawasan melekat pada seluruh personil Abdi Adhyaksa dibawah naungannya, pengawasan yang dilakukan yaitu penanganan cepat,lugas dan bermartabat pada pidana umum, pidana khusus serta pengaduan masyarakat.

Tak hayal berbagai inovasi yang dilakukan itu, mendapatkan apresiasi dari Kejaksaan Tinggi Jatim dan Kejaksaan Agung. Apresiasi dari Kejaksaan Agung atas prestasi yang ditoreh oleh Kejari Kab.Pasuruan adalah proyeksi atau pengajuan kenaikan kelas dari Kejaksaan Negeri Tipe B menjadi Kejaksaan Negeri Tipe A.

Seperti yang disampaikan oleh Kajari Kab.Pasuruan H.Ramdhanu Dwiyantoro pada wawancara khusus, Kamis(24/6/2021) diruang kerjanya. Pihaknya membenarkan proyeksi atau pengajuan naik kelas dari tipe B ke tipe A.

“benar bahwa pihak Kejagung RI melalui tim tipologi telah melakukan survey atas kelayakan Kejari Kab.Pasuruan naik kelas menjadi tipe A, pada minggu ini,” papar Ramdhanu.

Dijelaskan Ramdhanu, pengajuan naik kelas dari tipe B ke tipe A pada Kejari Kabupaten Pasuruan selain dilihat dari volume atau banyaknya perkara pidana umum dan perkara pidana khusus yang ditangani, juga melihat dari kinerja, kredibilitas dan kuantitas para jaksa juga para staf.

Sementara itu dari data yang berhasil di dapat awak media pada pekan ke tiga bulan Juni ini, tim Tipologi Kejaksaan Agung telah hadir dan melakukan survey di Kejari Kabupaten Pasuruan diawali dari seksi pidana umum, pidana khusus, seksi inteljen, seksi datun, subagbin dan infrastruktur penunjang lainnya. Jika nantinya Kejari Kab.Pasuruan menyandang Kejaksaan Negeri Tipe A, maka dapat dipastikan pimpinan atau Kepala Kejaksaannya akan menyandang pangkat melati tiga dipundaknya.

“Dengan adanya proyeksi ini, kami sangat bersyukur dan akan terus meningkatkan kinerja dan memegang teguh Tri Krama Adhyaksa dalam keseharian dan menjalankan tugas yang diembankan pada kami,”beber jaksa dengan melati dua dipundaknya asal Jogyakarta tersebut. (Por)

Dalam Sepekan 1.876 Orang Ikuti Vaksinasi Massal di Polres Lumajang

LUMAJANG – Dalam rangka mendukung program Presiden RI 1 Juta Vaksin 1 Hari dan memperingati Hari Bhayangkara ke 75 tahun 2021, Polres Lumajang menggelar vaksinasi Covid 19 secara massal.

Kegiatan vaksinasi massal di laksanakan di loby Mapolres Lumajang, Mulai Kamis (17/6/2021) hingga hari Rabu (30/6/2021). Dalam pelaksanaannya, protokol kesehatan (prokes) diterapkan secara ketat.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB diikuti oleh sejumlah keluarga Polres Lumajang, purnawirawan, dan sebagian masyarakat umum.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Paursubbaghumas Ipda Andrias Shinta mengatakan kegiatan Respons Vaksinasi Covid 19 ini dilakukan sesuai arahan Presiden RI dan Kapolri untuk melakukan percepatan vaksinasi.

“Vaksinasi ini mendukung perintah Presiden Jokowi kepada Panglima TNI dan Kapolri tentang program percepatan vaksinasi satu juta vaksin perhari,” jelas Ipda Andrias Shinta, Kamis (26/6/2021)

Bentuk Implementasi di Lumajang setiap hari akan diupayakan melakukan vaksinasi sehingga mencapai target bapak Presiden yaitu 1 juta sehari, TNI Polri melakukan vaksinasi secara massal.

“8 hari pelaksanaan vaksinasi massal hingga hari ini telah diikuti oleh 1.876 orang peserta vaksinasi di Polres Lumajang.” imbuhnya

Ia menambahkan bahwa antusias masyarakat sangat bagus sekali, hal ini dibuktikan dengan adanya waiting list yang akan mengikuti setiap harinya dari pendaftaran peserta yang telah dikomulir oleh panitia.

“Setiap hari rata-rata 300an peserta, untuk hari ini sendiri tanggal 24 Juni ada 346 peserta.” kata Paurhumas

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tanggal 26 Juni 2021 nanti akan dilaksanakan serbuan vaksinasi nasional TNI Polri sehari 1 juta orang serentak di 34 wilayah Polda yang akan digelar di Gor Wira Bhakti Lumajang.

“Ayo masyarakat Lumajang kita sukseskan serbuan vaksinasi nasional TNI Polri sehari 1 juta orang serentak di 34 wilayah Polda yang akan digelar di Gor Wira Bhakti Lumajang mulai pukul 08.00 Wib, umur minimal 18 tahun, membawa foto copy ktp dan wajib patuhi prokes.” imbuhnya.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menyampaikan pesan meskipun sudah divaksin diharapkan masyarakat tetap meningkatkan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M.

“Harapan kami dengan adanya vaksinasi ini masyarakat lebih sadar bahwa vaksin ini penting. Namun begitu, prokes tetap harus ditingkatkan,” pungkasnya. (Hum)

Pembagian Beras Serentak Polri Bersama TNI, Meriahkan Hari Bhayangkara ke 75 di Lumajang

LUMAJANG – Kepolisian Resor Lumajang Jawa Timur, melibatkan Kodim 0821 berpadu, mengalokasikan bantuan beras pada warga terdampak Covid – 19.

Serentak dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang didalam momen hari Bhayangkara ke 75. Dari kawasan kota hingga pedesaan, melalui polsek jajaran, door to door ke rumah – rumah warga saat itu, Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa desa setempat.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si mengiakan akan hal tersebut. Sebagai wujud kepedulian Polri sesuai dengan apa yang diinstruksikan pimpinan, diharapkan beras yang sudah dikemas dalam paket itu, bisa mengurangi beban di tengah pandemi.

“Untuk di tingkat polsek,yang menyalurkan yaitu para Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa. Semoga paket beras tersebut bermanfaat bagi masyarakat, mengurangi beban,” kata Kapolres, dikonfirmasi Kamis (24/6/2021), melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta.

Upaya pemulihan ekonomi, terus dilakukan sedari mendasar. Masyarakat diharap tergugah, sehingga timbul motivasi dibalik kepedulian Polri yang terus dioptimalkan.

Selain memberikan beras, Ipda Andrias Shinta menambahkan jika pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas.

“Di lapangan, selain sambil bagi beras, juga mengingatkan kepada warga untuk selalu memakai masker,” pungkasnya. (Hum)

Gebyar Vaksinasi Massal Berhadiah, Kapolres Trenggalek: Bersama Atasi Pandemi Covid-19

TRENGGALEK – Guna memaksimalkan pandemi Covid-19, Polres Trenggalek bersinergi bersama jajaran Forkopimda menggelar vaksinasi bagi masyarakat yang bertajuk Gebyar 1500 Vaksinasi Massal Berhadiah.
Vaksinasi massal ini delar di tiga lokasi sekaligus yakni, Pasar Pon Trenggalek sebanyak 900 dosis, pasar Bendorejo 300 dosis dan lapangan parkir wisata 360 Watulimo 300 dosis.

Uniknya, peserta vaksinasi berkesempatan meraih hadiah berupa 35 kambing dan 80 ekor ayam. Hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat agar mau dan berkenan mengikuti vaksinasi sehingga memiliki kekebalan tubuh dan tidak mudah terpapar Covid-19.

Vaksinasi massal berhadiah ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda, Bupati Trenggalek H.M. Nur Arifin didampingi oleh Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0806 Letkol Arh Uun Samson Sugiharto, S.I.P., M.I.Pol.  dan Kejari Ibu Darfiah, S.H., M.H. Kamis, (24/6).

AKBP Dwiasi menegaskan, vaksinasi massal berhadiah ini digelar dalam rangka mensukseskan program vaksinasi massal untuk menekan laju penyebaran Covid-19 sekaligus memperingati HUT ke-75 Bhayangkara. Sistem drive thru sengaja dipilih dengan pertimbangan risiko kerumunan terkecil.

Lebih lanjut AKBP Dwiasi menuturkan, vaksinasi massal tersebut merupakan wujud keseriusan dan kesolidan dari jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek didukung oleh Kapolda Jatim  Irjen Pol Dr. Nico Afinta, S.I.K, S.H., M.H dalam akselerasi penanganan penyebaran Covid-19 serta implementasi dari instruksi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si. untuk bergerak cepat memaksimalkan 3T, 5M dan vaksinasi.

“Bapak Kapolda Jatim telah membantu 10.000 dosis vaksin. Untuk hari ini target kita 1.500 dosis, kemudian dilanjutkan hari Sabtu dan Senin masing-masing 2.000 vaksin.” Ujar AKBP Dwiasi.

“Prioritas kita berikan kepada desa zona oranye dengan positif rate tinggi” Imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek yang kerap disapa Gus Ipin menekankan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan agar digencarkan vaksinasi dengan target sehari minimal 1 juta dosis. Dalam pelaksanaannya tidak hanya pemerintah daerah dalam hal ini kemeterian kesehatan, dinas kesehatan provonsi maupun kabupaten tetapi juga melibatkan TNI dan Polri.

“Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih kepada bapak Kapolda Jatim yang telah membantu 10.000 dosis yang akan kita laksanakan selama tiga hari kedepan.” Jelas Bupati.

Terkait dengan hadiah berupa puluhan kambing dan ayam, Bupati muda ini menuturkan hal tersebut merupakan wujud terima kasih kepada masyarakat juga agar ada ketertarikan masyarakat menjadi lebih tinggi disamping juga bermanfaat untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

“Kita berikan oleh-oleh, diundi dalam bentuk ayam dan kambing” Imbuhnya.

Dari pengamatan tim redaksi, animo masyarakat Trenggalek untuk mengikuti vaksinasi massal ini terbilang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan cukup banyaknya masyarakat yang antri dengan tertib di lokasi yang telah ditentukan.

Demikian pula dengan keberadaan petugas yang ditempatkan sejak pagi hari, mengatur dan mengawasi protokol kesehatan cukup efektif mengantisipasi terjadinya kerumunan.

Sulastri, salah satu warga Desa Sambirejo yang kebetulan mengikuti vaksinasi massal dan beruntung mendapat hadiah kambing mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran Forkopimda Trenggalek yang telah menyelenggarakan vaksinasi massal. Menurutnya, vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar dalam menangkal Covid-19.

“Terima kasih atas vaksinasi massal dalam rangka HUT ke-75 Bhayangkara. Dengan kegiatan ini saya bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Prosesnya cepat dan sangat mudah. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir.” ucapnya. (tim)