LUMAJANG – Warung Es Degan Pak Antong yang berlokasi di Jalan Diponegoro Lunajang, selalu diburu banyak pembeli pada siang hari. Selain tempatnya teduh dibawa pohon besar, warungnya pun biasa saja dengan hanya beratap tenda layaknya PKL pada umumnya yang berdiri di atas trotoar.
Meski terlihat seperti warung pedagang kaki lima pada umumnya, namun saban hari tak pernah sepi dari pembeli. Khususnya mereka yang mencari pelepas dahaga pada cuaca terik kemarau.
“Dimusim hujan kayak sekarang ini, ya pembelinya berkurang juga mas, tetapi alkhamdulillah disini saya masih laku lumayan,” papar P Antong disela kesibukannya melayani pembeli.
Es degan Pak Antong ini seperti legenda tersendiri bagi warga Kota Lumajang, Jawa Timur yang sudah mengenalnya. Ya, siapa sangka jika warung es degan milik P Antong ini saban harinya dapat menjual ratusan butir kelapa muda.
“Saya bersyukur mas, dagangan saya laku. Pergelas harga es degan saya jual Rp 4.000 dan alhamdulillah sekarang ramai terus,” kata pria yang memiliki nama asli Buamin Siantong ini, Senin (08/03/2021).
Pak Antong berkisah, semula dirinya mengaku menjadi guru. “Saya dulu pernah jadi guru mas. Banyak murid saya yang jadi pejabat di Lumajang ini. Ya tapi itu dulu, sekarang saya jualan es degan ini,” ujar lelaki berusia enam puluh empat tahun tersebut.
Jika es degan pada umumnya dijual dengan racikan air kelapa muda ditambah es kemudian pemanis seperti sirup, gula jawa, ataupun gula pasir sebagai penyegar, berbeda dengan es degan Pak Antong yang memiliki tambahan resep rahasia. Saya punya resep yang membuatnya berbeda dari es degan biasanya.
“Kalau untuk pemanis tetap dicampur gula seperti biasa. Tapi ada juga resep tersendiri saya punya. Ini yang membuat beda es degan kami dengan es degan yang dijual di tempat lain,” paparnya.
Untuk kualitas minuman yang dijajakannya, Pak Antong menjamin bahwa yang digunakan adalah air kelapa muda murni. Sama sekali tidak ditambah dengan campuran air putih biasa. “Saya beri jaminan airnya air kelapa muda murni. Sejak awal jualan memang tidak pernah ditambahi dengan air biasa,” tegasnya.
Dengan jaminan kualitas yang diberikan itu, tak salah jika banyak pembeli yang pernah mencicipi, akan kembali lagi untuk membeli. Bahkan bagi orang asli Lumajang yang pernah beli dan kini tinggal di luar kota, ketika pulang kampung, kata dia, sering menyambangi warung Pak Antong untuk sekedar bernostalgia dengan kesegaran es degannya.
Pak Antong menambahkan, ada momen-momen tersendiri ketika pembeli banyak datang untuk meneguk kesegaran es degannya. Antara lain pada bulan Ramadan dan pada musim kemarau dengan panas terik.
“Kalau hari biasa rata-rata 200 buah kelapa muda sehari habis, pada puncak-puncaknya, bisa menjual sampai 250 buah kelapa muda sehari. Belum lagi yang pesanan seperti pada bulan puasa kemarin, ada yang sampai pesan 500 gelas untuk berbuka puasa,” ujarnya.
Maghfiroh (55) warga Desa Jogoyudan Lumajang yang sekarang tinggal di Jakarta, mengaku selalu menyempatkan diri mampir ke warung Pak Antong untuk membeli es degan ketika berkunjung ke Lumajang sambang orang tua.
“Es degan Pak Antong ini benar-benar segar. Murni air kelapa dan juga tidak menggunakan pemanis buatan juga, jadi tidak bikin gatal di tenggorokan sesudah meminumnya. Air kelapanya juga murni, makanya selalu ke sini kalau pas ke Lumajang,” tuturnya pada media ini, Senin (08/03/2021).
Pada kesempatan sama P Antong sempat bertutur tentang sebuah resep rahasia lainnya, tapi bukan sebuah resep minuman segar seperti es degan miliknya. Kali ini ia mengaku memiliki resep obat virus corona yang siap diujikan.
“Saya juga punya resep penyembuh corona atau Covid 19. Saya sudah menemukan obat khusus menanggulangi corona, tinggal diuji di laboratorium kalau diperlukan. Monggo saya siapkan bahan bahannya,” paparnya penuh semangat. (duk/bam)