Home Blog Page 1823

PT. Pada Idi Group Fasilitasi Kegiatan Studi Banding Kades dan Perangkat

BARITO UTARA — PT. Pada Idi dan CV. Lahei Jaya Group Mandiri, perusahaan yang bergerak di sektor Batu Bara, memfasilitasi Kepala Desa dan perangkatnya serta tokoh masyarakat dari Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, dalam rangka studi Banding Program pengembangan UMKM Pengandaran, Provinsi Jawa Barat.

Perwakilan managemen PT. Pada Idi, Amar Abdillah selaku Dept Head Government, External Relation & Partnership didampingi Hepi Klisandi (Partnership & External Relation Staff) dan M. Gunawan TH (Permit & Compliance Officer) 
kepada wartawan, Selasa (9/3/21) mengatakan kegiatan studi banding ini, dilakukan agar aparat desa bisa menjadi pelopor di desanya masing-masing, sebagai penggagas berdirinya badan usaha yang berbasis kelompok tani yang kemudian bersinergi dengan perusahaan.

“Kegiatan Kades beserta perangkatnya yakni dalam rangka Studi Banding ke Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Pangandaran, karena disitu terdapat sejumlah badan usaha yang berhasil hingga beromzet miliaran rupiah. Dari pengelolaan sumber daya yang ada, boleh kita hidup di kampung tapi harus berpenghasilan seperti orang kota, mengutip kalimat dari Kunkun Herwanto selaku Direktur BUMP PT Kapolaga Berkah Pangandaran,” ungkapnya.

Dipangandaran ini, masih kata Amar, ada sebuah koperasi yang mencatatkan kinerja bisnis yang membanggakan dengan mengolah sabut kelapa untuk pasar ekspor. Produk cocopeat dan coco fiber telah menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan di Jepang dan berkelanjutan hingga saat ini. 

“Koperasi Produsen Mitra Kelapa (KPMK), sejak tahun 2014 lembaga ini dirintis 11 pemuda di Desa Cintrakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Koperasi ini beromzet miliaran rupiah setiap bulan,”pungkasnya. 

Adapun peserta dalam kegiatan Studi Banding yang dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran dari tanggal 24 Februari hingga 2 Maret 2021 ini diantaranya, 
Kades Jangkang baru, Syaipullah, Pjs. Kades Papar Pujung, Jhon Kennedy, Ketua BPD Jangkang Baru, Jaliadi, tokoh Masyarakat Jangkang Baru, Kamarudin serta tokoh masyarakat dari Desa Luwe Hulu, Jeinol Hakim sebagai mitra Perusahaan yang didampingi oleh perwakilan Pada Idi Group,” jelas Amar.

“Semoga pengetahuan dan wawasan yang didapat dari kegiatan ini, dapat melahirkan badan usaha untuk menjadi percontohan melalui program CSR yang berhasil, khususnya di Kabupaten Barito Utara, dan Kalimantan Tengah umumnya di masa yang akan mendatang,” harap Amar Abdillah.  (SS).

Padepokan Pencak Silat “Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra” Ikut Melestarikan Seni Beladiri Pencak Silat

PADALARANG – Bertempat di RT 02-RW 10 Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Padepokan yang di Bina oleh Bapak Asep Saepudin diketuai oleh Bapak Abah Ladi Suganda atau lebih dikenal dengan Panggilan Aki Abay, sedangkan Pelatih Padepokan dipercayakan kepada Bapak Ajat dari Bandung.

Dalam rentang waktu kurang lebih 4 bulan sejak dimulainya latihan di pedepokan “Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra”, telah melahirkan pesilat yang berprestasi baik dari kategori rampak maupun tunggal. Prestasi yang membanggakan adalah ketika menjuarai dan menyapu bersih mendali emas sehingga dinobatkan menjadi juara umum pagelaran pencak silat di Padalarang beberapa hari yang lalu.

Pembina padepokan ” Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra” Bapak Asep Saepudin ketika di wawancarai menjelaskan tentang rencana pendirian paguron. “Rencananya saya akan mendirikan Paguron “Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra”.”Ujarnya, Selasa (9/3/21).

Lalu dia mengimbuhkan bahwa sebenarnya untuk latihan sudah berlangsung dari 4 bulan yang lalu sampai sekarang. “Namun walaupun baru 4 bulan berlatih anak didik kami sudah berhasil menjuarai beberapa kejuaraan pencak silat yang diadakan di Kota Bandung, tepatnya di Cigondewa maupun di Bandung Barat baik dari kategori Rampak maupun kategori Tunggal.” Lanjutnya.

Padepokan Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra sampai saat ini membina 30 pesilat yang dilatih langsung oleh Bapak Ajat. “Saya bercita-cita memajukan Kampung Garunggang ini dari sisi seni budaya Sunda Khususnya Pencak silat seni budaya lainnya, Saya pun berharap kepada pemerintah dan pihak yang berwenang untuk ikut memperhatikan dalam melestarikan seni budaya peninggalan Nenek moyang kita sesuai dengan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan, agar generasi penerus tetap mengenal seni dan budayanya agar tidak tergerus oleh kemajuan Jaman.” Terang Bapak Asep Saepudin kepada awak Media Gempur News.

Ditempat yang sama, Ketua Paguron Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra Abah Ladi Suganda alias Aki Abay menyampaikan harapannya, bahwa dirinya selaku Ketua Paguron Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra, agar segenap paguron yang ada di Bandung Barat ini bersatu dalam satu ikatan keluarga besar persilatan.

“Dalam upaya melestarikan seni budaya pencak silat khususnya dan seni budaya Sunda pada umumnya, agar tetap lestari dan tetap dicintai oleh generasi muda.” Terang Abah.

“Kami juga berharap agar para pemangku kebijakan memperhatikan dan ikut mikirkan kemajuan seni dan budaya khususnya Pencak silat.” Pungkas Ketua Paguron Cahaya Tapak Tilas Darma Saputa.

Achmad/Edison

Pesilat Putri Berprestasi dari Garunggang Padalarang

PADALARANG – Gadis mungil dengan rambut ikal dan wajah yang cantik menghiasi penampilan yang sederhana, namun siapa sangka gadis manis yang masih duduk di Kelas 6 SD Negeri Cibacang ini, sudah menorehkan prestasi di bidang pencak silat yang diikutinya di beberapa event kejuaraan pencak silat, baik tingkat Kabupaten maupun antar Paguron dari beberapa Kabupaten se Jawa Barat.

Nama gadis kecil berprestasi dari Kampung Garunggang RT 02-RW 10 Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang, Kabupaten Badung barat, merupakan Putri dari Pasangan Ibu Ai Nurhayati dengan Bapak Asep Saepudin bernama Windu Ratika Sari. Mulai menggeluti seni beladiri pencak silat sekitar 4 bulan yang lalu, dibawah Paguron “Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra” dibawah pimpinan Abah Ladi Suganda dan pelatihnya Bapak Ajat.

Dalam keseharian, Windu panggilan akrab Windu Ratika Sari tetap berlatih dipadepokan yang dibina oleh ayahnya, Bapak Asep Saepudin, yang berlokasi di rumahnya Kampung Garunggang RT 02-RW 10 Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Windu terus melatih gerakan pencak silatnya agar bisa lebih berprestasi lagi di tingkat yang lebih tinggi. Ketika ditanyakan motivasinya menggeluti seni beladiri Pencak silat, Windu menuturkan niatnya untuk terus berlatih.

“Saya akan tetap berlatih agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi dan saya mengajak kepada teman-teman sebaya saya agar ikut melestarikan seni beladiri pencak silat sebagai warisan leluhur yang perlu dilestarikan agar tetap dikenal dan tetap lestari.” Ungkap Windu dengan penuh keluguan.

Padepokan “Cahaya Tapak Tilas Darma Saputra” bertekad untuk mengangkat seni beladiri Pencak Silat khususnya agar lebih dikenal di Masyarakat luas, baik ditingkat Kecamatan, Kabupaten, Propinsi, Tingkat Nasional bahkan Tingkat Internasional.

Achmad/Edison

PPKM Mikro Diperpanjang, Wakapolda Jatim Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

SURABAYA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Jatim kembali diperpanjang hingga Jilid ke-3.

Perpanjangan PPKM Mikro dimulai pada tanggal 9 Maret 2021 (hari ini) sampai tanggal 22 Maret 2021 mendatang.

Perpanjangan itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri 5/2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro yang diperluas penerapannya tidak lagi hanya di Jawa dan Bali.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, usai menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) di Gedung Rupatama, Mapolda Jatim bersama Polres Jajaran,Selasa (9/3/21)

Wakapolda juga menyebutkan bahwa saat ini di Jawa Timur sejak diterapkan PPKM Mikro, sangat efektif mengurangi penyebaran Covid-19.

Dari data yang ada sampai saat ini, di Jatim untuk status zona merah sudah tidak ada atau nol persen dan zona orange nol persen.

Sedangkan status zona kuning di Jatim ternyata bisa menghijaukan wilayah Jatim hingga 76 persen.

Untuk zona hijau di Jatim saat ini sudah mengalami peningkatan mencapai 37 persen.

Artinya menurut Wakapolda Jatim penerapan PPKM Mikro di Jatim ini bisa berdampak positif.

Namun demikian masih menurut Wakapolda Jatim, meski penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim sudah alami penurunan yang drastis pengetatan pengawasan dan kontroling serta operasi yustisi terhadap kegiatan masyarakat akan terus dilakukan.

Selain itu, masyarakat juga harus tetap mengikuti aturan yang berlaku dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Meski angka penyebaran Covid-19 di Jatim ada penurunan, saya berharap masyarakat tetap menjaga dan patuhi protokol kesehatan,agar kasus Covid-19 di Jatim bisa segera berakhir,” pungkas Wakapolda Jatim. (jono)

Kapolri Bahas Pemantapan Polri Presisi Bareng Kompolnas

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membahas soal pemantapan transformasi Polri Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan saat menyambangi Kantor Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). 

Sigit mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Kompolnas, pihaknya menyampaikan soal program-program yang saat ini sedang berjalan dan dilakukan di masa mendatang bersama dengan Kompolnas. 

Menurut Sigit, sebagai lembaga pengawas Polri, Kompolnas diminta untuk memberikan masukan dan penilaian agar dapat dijadikan bahan evaluasi, koreksi serta perbaikan di Korps Bhayangkara. 

“Baik sisi organisasi, performance secara personal dan kegiatan-kegiatan operasional yang kami lakukan tuangkan dalam empat kegiatan transformasi yqng sudah kami canangkan, transformasi menuju Polri yang Presisi,” kata Sigit di Gedung Kompolnas, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021).

Mantan Kabareskrim itu berharap, Polri dan Kompolnas kedepannya akan meningkatkan sinergitas yang lebih kuat. Selain itu, Sigit memastikan, pihaknya membuka ruang untuk diberikan masukan oleh lembaga pengawas kepolisian tersebut. 

“Kami selalu terbuka untuk mendapatkan masukan koreksi serta memberikan ruang terhadap peran Kompolnas di dalam perbaikan institusi Polri,” ujar Sigit. 

Kesempatan yang sama, Ketua Kompolnas Mahfud MD menjelaskan, pihaknya sepakat untuk sama-sama membangun Polri menjadi lembaga penegak hukum yang semakin profesional kedepannya dengan gagasan Presisi tersebut.

“Dan kami tadi mencoba menterjemahkan Presisi yang dikemukakan oleh Pak Listyo Sigit itu terjemahannya ke dalam kegiatan operasional apa, kelembagaan apa, itu kami jelaskan semuanya,” ujar Mahfud.

Lalu, Mahfud menyebut pertemuan tadi juga membahas soal kasus yang menjadi perhatian masyarakat, misalnya Narkoba. Menurutnya, barang sitaan yang seharusnya aman jangan sampai barang sitaan tiba-tiba terjual.

“Itu semua sudah dibicarakan. Terus kelengkapan Polres dan Polsek dan sebagainya yang masih kosong tadi banyak dibicarakan. Tapi intinya kami membangun Polri masa depan yang lebih humanis , konstruktif sebagai terjemahan dari Presisi,” tutup Mahfud. (tim)

Indikasi Dari Puncak Gunung Es Persoalan Kekerasan Terhadap Perempuan

JAKARTA – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi sorotan utama dalam catatan tahunan Komnas Perempuan yang dirilis secara virtual di Jakarta, Jumat (5/3). Perebakan pandemi virus corona yang memicu berbagai pembatasan sosial dan membuat sebagian besar orang berada di dalam rumah, ikut memicu praktik kekerasan terhadap perempuan. Terbatasnya akses untuk melapor atau mendapat layanan.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus KDRT tertinggi, yaitu 2.461 kasus; disusul Jawa Barat dengan 1.011 kasus, Jawa Timur dengan 687 kasus, Bali dengan 612 kasus, dan Jawa Tengah dengan 409 kasus, dikutip dari VOA.

Komisioner Komnas Perempuan Alimatul Qibtiyah mengatakan kekerasan di ranah domestik atau personal mencapai 6.480 kasus atau 79 persen, sementara di ranah publik atau komunitas mencapai 1.731 kasus atau 21 persen kasus.

Catatan tahunan ini juga memaparkan data korban kekerasan yang dialami komunitas minoritas seksual, perempuan dengan disabilitas, perempuan rentan diskriminasi (HIV/AIDS), perempuan pembela HAM dan kasus-kasus kekerasan berbasis gender siber (KBGS).

Tahun 2020 lalu terjadi 77 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan disabilitas dan perempuan dengan disabilitas intelektual, serta 13 kasus kekerasan terhadap komunitas minoritas seksual.

Yang menarik dari 13 kasus itu, ada satu kasus kekerasan terhadap kelompok ini yang dilanjutkan ke ranah hukum hingga tahap penyidikan di Jawa Tengah.

Dibandingkan tahun 2019, kasus kekerasan terhadap perempuan dengan HIV/AIDS tahun 2020 ini melesat menjadi 203 kasus. Kenaikan ini terutama berasal dari data LBH APIK Bali yang melakukan pendampingan pada ODHA (Orang Dewasa Hidup dengan AIDS) perempuan dan anak.

Demikian pula kasus kekerasan yang dialami perempuan pembela HAM, yang pada tahun 2019 hanya lima kasus, tahun 2020 melonjak menjadi 36 kasus.

Peningkatan juga terjadi dalam kekerasan berbasis gender siber (KBGS), dari 126 kasus pada tahun 2019, menjadi 510 kasus pada tahun 2020. Bentuk kekerasan yang mendominasi KBGS ini adalah kekerasan fisik 49 persen, kekerasan seksual 48 persen dan kekerasan ekonomi dua persen.

Maraknya dispensasi usia kawin anak pada masa pandemi ini juga menjadi sorotan. Komnas Perempuan mencatat ada 64.211 kasus dispensasi atau naik tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahei mengaitkan tingginya angka kasus intoleransi dan diskriminasi terhadap perempuan.

“Buntut kebijakan itu terus melahirkan diskriminasi pada kelompok minoritas. Perempuan dalam pusaran intoleransi dan kekerasan masih terus terjadi seperti di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Secara khusus Komnas Perempuan juga menyoroti kasus keharusan mengenakan jilbab bagi seluruh siswi perempuan, tanpa memandang agama mereka, di salah satu sekolah negeri di Padang. Kontroversi kasus ini membuat banyak pihak menyoroti peraturan-peraturan diskriminatif lain yang diberlakukan di banyak daerah beberapa tahun terakhir ini.

Tiga menteri, yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas pada 5 Februari menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) soal penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah negeri; yang memberi kebebasan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan di lingkungan sekolah negeri untuk memilih menggunakan seragam dan atribut tanpa kekhasan agama tertentu, atau dengan kekhasan tertentu.

Komnas Perempuan menyampaikan apresiasi badan itu pada langkah konkret SKB tiga menteri itu, yang dinilai sebagai langkah penting untuk merawat kebhinekaan bangsa. Kajian badan ini mendapati 62 kebijakan daerah yang memuat aturan busana di 15 propinsi mayoritas Muslim, dalam bentuk 19 peraturan daerah dan 43 peraturan/kebijakan kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Aktivis perempuan dari gerakan anti kekerasan memegang spanduk bertuliskan “Memberantas Kekerasan Seksual? Pasti Ada Jalan!” saat protes pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan di kampus-kampus, di luar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di
Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menggarisbawahi bahwa data yang disajikan dalam catatan tahunan ini masih berupa indikasi “dari puncak gunung es persoalan kekerasan terhadap perempuan.” Data yang dihimpun masih adalah terbatas pada kasus di mana korban melapor dan jumlah serta daya lembaga yang ikut mengumpulkan data kasus ini, tambahnya.

Yentry menjelaskan bahwa dibanding tahun 2019 di mana kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 431.371 kasus, pada tahun 2020 memang turun menjadi 299.911 kasus. Namun penurunan ini “lebih merefleksikan kapasitas pendokumentasian dibanding kondisi nyata kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi yang cenderung meningkat.”

Artikel ini sudah ditayangkan sebelumnya oleh VOA dengan judul : Catatan Tahunan Komnas Perempuan Soroti Peningkatan Kekerasan Terhadap Perempuan.

Cegah Paham Radikal,Polresta Sidoarjo Gelar FGD Dihadiri Tim Div Humas Polri

SIDOARJO – Dalam rangka Pencegahan Penanggulangan Paham Radikal dan Terorisme,Polresta Sidoarjo,menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Serba Guna, Sidoarjo ,Selasa (9/3/21)

FGD yang bertema  “Terorisme Musuh Kita Bersama” diikuti oleh para instansi terkait seperti, Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo.

Dengan Protokol Kesehatan yang ketat, FGD juga diikuti para tokoh agama Kabupaten Sidoarjo yakni, Ketua PC NU Kabupaten Sidoarjo, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo dan Ketua MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu hadir dalam FGD kali ini Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji,Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan , Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Dir Intelkam Polda Jatim, BNPT (Densus 88 ATT),dan Eks teroris Muhammad Yusuf bersama  Sahrul Munib, sebagai nara sumber.

Kedatangan Tim Divisi Humas Polri di Jawa Timur, khususnya di Polresta Kabupaten Sidoarjo ini adalah dalam rangka melihat secara langsung kegiatan kontra radikal yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Timur dan jajarannya.

Saat memberikan sambutan, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyatakan, bahwa diskusi ini berfokus pada memerangi Terorisme dan mencegah paham Radikalisme masuk ke Indonesia. Khususnya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kombes Ahmad juga mengungkapkan bahwa Kegiatan FGD ini digelar bertujuan untuk memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal yang merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia,.

“Karena pemahaman radikal tersebut bisa tumbuh dan berkembang serta bisa berpengaruh terhadap masyarakat,” kata Kombes Ahmad.

Seperti diketahui, pada beberapa waktu lalu, Mabes Polri telah merilis 22 orang terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur,salah satu lokasi penangkapannya ada di Kabupaten Sidoarjo, yang sebelumnya juga telah menangkap teroris di Makassar,Gorontalo dan Lampung.

Kombes Ahmad menambahkan, ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia yaitu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Islamyah.

Kelompok atau jaringan teroris jamaah Islamyah terafeliasi dengan kelompok teroris Alkaidah, sedangkan kelompok teroris jamaah JAD terafiliasi dengan ISIS.

Menurut Kombes Ahmad, Teroris dan radikal seperti sel-sel yang tidur yang suatu saat akan bangun dan bangkit dan  membahayakan orang banyak.

Hal ini pula tambah Kombes Ahmad perlu pola pencegahan yang harus dilakukan oleh Polri dengan cari preventif maupun preentif terhadap paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Diharapkan tokoh-tokoh masyarakat  nantinya bisa bersama-sama membantu memerangi aksi terorisme di Indonesia.

“Jadi  dengan kegiatan kita hari ini diharapkan dapat menjadikan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme,” pungkas Kombes Ahmad. (sholeh)

Tim Div Humas Polri Hadiri FGD di Polresta Sidoarjo, Cegah Paham Radikal

SIDOARJO – Dalam rangka Pencegahan Penanggulangan Paham Radikal dan Terorisme,Polresta Sidoarjo,menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Serba Guna, Sidoarjo ,Selasa (9/3/21)

FGD yang bertema  “Terorisme Musuh Kita Bersama” diikuti oleh para instansi terkait seperti, Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo.

Dengan Protokol Kesehatan yang ketat, FGD juga diikuti para tokoh agama Kabupaten Sidoarjo yakni, Ketua PC NU Kabupaten Sidoarjo, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo dan Ketua MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu hadir dalam FGD kali ini Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji,Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan , Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Dir Intelkam Polda Jatim, BNPT (Densus 88 ATT),dan Eks teroris Muhammad Yusuf bersama  Sahrul Munib, sebagai nara sumber.

Kedatangan Tim Divisi Humas Polri di Jawa Timur, khususnya di Polresta Kabupaten Sidoarjo ini adalah dalam rangka melihat secara langsung kegiatan kontra radikal yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Timur dan jajarannya.

Saat memberikan sambutan, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyatakan, bahwa diskusi ini berfokus pada memerangi Terorisme dan mencegah paham Radikalisme masuk ke Indonesia. Khususnya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kombes Ahmad juga mengungkapkan bahwa Kegiatan FGD ini digelar bertujuan untuk memberikan ketahanan terhadap paham-paham radikal yang merupakan bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia,.

“Karena pemahaman radikal tersebut bisa tumbuh dan berkembang serta bisa berpengaruh terhadap masyarakat,” kata Kombes Ahmad.

Seperti diketahui, pada beberapa waktu lalu, Mabes Polri telah merilis 22 orang terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur,salah satu lokasi penangkapannya ada di Kabupaten Sidoarjo, yang sebelumnya juga telah menangkap teroris di Makassar,Gorontalo dan Lampung.

Kombes Ahmad menambahkan, ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia yaitu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Islamyah.

Kelompok atau jaringan teroris jamaah Islamyah terafeliasi dengan kelompok teroris Alkaidah, sedangkan kelompok teroris jamaah JAD terafiliasi dengan ISIS.

Menurut Kombes Ahmad, Teroris dan radikal seperti sel-sel yang tidur yang suatu saat akan bangun dan bangkit dan  membahayakan orang banyak.

Hal ini pula tambah Kombes Ahmad perlu pola pencegahan yang harus dilakukan oleh Polri dengan cari preventif maupun preentif terhadap paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Diharapkan tokoh-tokoh masyarakat  nantinya bisa bersama-sama membantu memerangi aksi terorisme di Indonesia.

“Jadi  dengan kegiatan kita hari ini diharapkan dapat menjadikan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme,” pungkas Kombes Ahmad. ( *)

Rusak Mobil Polisi Unjuk Rasa di Depan Balai Kota Malang Dibubarkan

MALANG KOTA – Dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam FMN (Front Mahasiswa Nasional) bersama dengan Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (GEMPUR), elemen AMP, Free West Papua, Senin (8/3/2021) pagi, sekira pukul 09.00 WIB menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD/ Balai Kota Malang.

Dalam aksinya, selain membentangkan poster dan spanduk puluhan massa aksi ini juga melakukan orasi.

Saat melakukan orasi, mereka menyatakan beberapa sikap yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat maupun daerah.

Diantaranya, hancurkan kapitalisme, sah kan RUU PKS & wujudkan kesejahteraan sosial berbasis gender, lawan dan hancurkan Seksisme dan kapitalisme sahkan RUU PKS/penghapusan kekerasan seksual sekarang juga rebut hak buruh perempuan yang dirampas tirani.

Selain itu juga, tolak otsus jilid 2 solusinya referendum bagi West Papua, Tarik militer Indonesia dari seluruh tanah Papua.

“Kitong minta merdeka bukan minta otsus, Stop the coup end military dictatorship, Berikan ruang aman bagi perempuan Papua,”teriak para masa aksi.

Para pendemo ini juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat sekitar stadion Gajayana Malang.

Sekira pukul 09.30 WIB, petugas dari Polresta Malang Kota dan Satpol-PP Pemkot Malang memberikan himbauan kepada para pendemo agar aksinya dihentikan karena tidak mengantongi izin.

Terlebih lagi saat ini masih di massa Pandemi Covid-19, serta pemberlakuan PPKM skala Mikro.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menghimbau, agar massa aksi segera membubarkan diri karena saat ini masih Pandemi Covid-19.

“Selain itu, aksi yang dilakukan ini tidak sesuai dengan peringatan “Women Day”. Dan mengganggu aktifitas masyarakat yang lain, apalagi saat ini masih di massa Pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Mikro,” jelas Kombes Pol Leonardus,Senin (8/3/21).

Para pendemo ini akhirnya dimasukkan ke dalam truk untuk dikembalikan ke titik awal.

Namun ditengah perjalanan, pendemo yang diangkut oleh truk justru melakukan pengerusakan dengan cara menendang kaca bagian belakang truk.

Sehingga para pendemo dibawa ke Mapolresta Malang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat kita angkut menggunakan truk, mereka justru melakukan pengerusakan dengan menendang kaca truk. Sehingga kami bawa ke Mako untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkas Kombes Leonardus. (tim)

Kunjungi LDII, Kapolri Bahas Dai Kamtibmas Hingga Moderasi Beragama

0

JAKARTA— Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran bersilaturahmi dengan pengurus pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Beberapa hal dibahas, diantaranya bagaimana memaksimalkan peran Dai untuk menyampaikan pesan Kamtibmas hingga moderasi beragama.

Kapolri mengatakan, dengan pendekatan dakwah, penyampaian pesan Kamtibmas dinilai cukup efektif ketimbang dengan bahasa Kepolisian.

“Bagaimana Dai kamtibmas ini diberdayakan. Misalnya pimpinan LDII menyampaikan pesan Kamtibmas ke umatnya,” kata Kapolri di kantor pusat LDII di Jalan Tentara Pelajar, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/21).

Jenderal Polisi Sigit mengatakan, residu Pilpres dan Pilkada hingga saat ini masih ada hingga membuat polarisasi di tengah masyarakat.

Untuk itu, penguatan moderasi beragama saat ini dinilai penting dilakukan karena dalam kondisi krisis karena pandemi Covid-19, amat sangat dibutuhkan persatuan.

“Pendekatan moderasi beragama untuk menekan polarisasi di tengah masyarakat,” tutur Jenderal Sigit.

Disisi lain, Kapolri juga mengajak LDII bekerjasama dalam rangka menangani pandemi Covid-19 dengan menyampaikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait  menegakan protokol kesehatan hingga memberikan pemahaman kepada umat tentang program vaksinasi nasional.

Di kesempatan yang sama, Pj Ketua Umum LDII Criswanto Santoso mendukung upaya Polri dalam rangka menekan penularan Covid-19. LDII kata dia, siap berkolaborasi dengan Polri.

Selain dalam rangka menghadapi Covid, juga dalam upaya mempertahankan ketuhan NKRI

“LDII siap melakukan sinergi dengan Polri demi keutuhan bangsa,” pungkas Criswanto. (*)

Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran bersilaturahmi dengan pengurus pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia