Home Blog Page 2

Polres Kediri ungkap 5 Kasus curanmor, dan kembalikan ke pemilik

Kediri— Deretan kendaraan bermotor yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya kembali ke tangan pemiliknya.

Penyerahan tersebut dilakukan bersamaan dengan konferensi pers ungkap kasus yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri Polda Jatim pada Rabu (29/4/2026) sore.

Dalam pemaparannya, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 21 hari, jajaran Satreskrim Polres Kediri berhasil mengungkap lima perkara tindak pidana yang didominasi kasus pencurian kendaraan bermotor di sejumlah lokasi.

“Selama periode 2 hingga 22 April 2026, berhasil diungkap lima kasus, terdiri dari empat pencurian dengan pemberatan dan satu penggelapan kendaraan bermotor, dengan lima tersangka yang telah diamankan,” ujar AKBP Bramastyo.

Dari pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan enam unit R2 yang kemudian dikembalikan kepada para korban. Modus yang digunakan pelaku bervariasi, mulai dari penggunaan kunci palsu, berpura-pura mogok, hingga menyewa kendaraan untuk kemudian digadaikan.

“Barang bukti kendaraan yang berhasil diamankan akan dikembalikan kepada korban tanpa dipungut biaya. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepastian hukum sekaligus memberikan keadilan bagi masyarakat,” tegas AKBP Bramastyo.

Beliau juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kejahatan, terutama dengan memastikan keamanan kendaraan saat diparkir serta menggunakan pengaman tambahan.

Sejumlah korban yang hadir mengaku lega setelah kendaraan mereka berhasil ditemukan. Mereka menilai kinerja Kepolisian dalam mengungkap kasus dan mengembalikan barang bukti memberikan rasa keadilan yang nyata.

“Motor yang hilang sudah kembali, tentu sangat membantu. Prosesnya juga jelas dan tidak berbelit, terima kasih Bapak Kapolres,” ungkap salah satu korban.

Konferensi pers ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kejahatan curanmor masih menjadi perhatian serius. Aparat terus mendorong partisipasi masyarakat, termasuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan dan segera melapor ke petugas terdekat atau melalui Call Center 110 jika menemukan aktivitas mencurigakan.

SH Terate Pusat Madiun ikuti apel besar Sabuk Kamtibmas di Polres Kediri Kota

Kediri — Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun, mengikuti apel besar “Sabuk Kamtibmas” yang digelar di halaman Polres Kediri Kota, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di wilayah hukum Kota Kediri.

Sebanyak 300 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas hadir dalam apel yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota, AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri Walikota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Pasiops Kodim 0809 Kediri Kapten Cba Mulyanto, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota, serta para Kapolsek.

Berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian, di antaranya IPSI Kota Kediri, PSHT Pusat Madiun, Pamter, Linmas, GP Ansor, RAPI, Pemuda Pancasila, SIKAP Ponpes Kedunglo, Garda Kota Kediri, hingga Senkom. Kehadiran mereka menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kerja bersama seluruh lapisan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolres Kediri Kota menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud konkret komitmen bersama dalam menciptakan keamanan berbasis kolaborasi.

“Apel besar ini mengangkat tema mewujudkan sinergitas Polda Jawa Timur bersama SABUK KAMTIBMAS dan potensi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan keutuhan sosial,” ujarnya.

Ketua Cabang PSHT Kota Kediri Pusat Madiun Agung Sediana menegaskan komitmen PSHT untuk terus bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Kota Kediri.

“Apel ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan aparat keamanan. PSHT Pusat Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan ketertiban,” ujar Agung Sediana, usai kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya peran SABUK KAMTIBMAS sebagai pengikat persatuan sosial, penguat deteksi dini gangguan keamanan, serta benteng dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

Respons Cepat Bhabinkamtibmas Krendang Polsek Tambora, Warga Terjatuh ke Kali Berhasil Dievakuasi

0

Jakarta Barat, Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Tambora dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026), saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Krendang Aiptu Warno menerima informasi dari warga terkait adanya seseorang yang terjatuh ke kali di wilayah Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

Tanpa menunggu lama, Aiptu Warno segera menuju lokasi kejadian di Jalan Krendang Barat.

Setibanya di tempat, benar ditemukan seorang pria dalam kondisi tergeletak di pinggir kali dengan luka di bagian kepala akibat terbentur batu.

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Akp Wahyu Hidayat mengatakan, Informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa korban diketahui sering berada di bantaran kali dan diduga terjatuh saat beraktivitas.

Bhabinkamtibmas kemudian berkoordinasi dengan Pawas Ipda Rusli serta menghubungi pihak keluarga korban.

” Dengan sigap, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Krendang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit yang turut memengaruhi kondisinya.

Kehadiran polisi dalam situasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga hadir dengan empati dan kepedulian terhadap keselamatan warga.

Langkah cepat dan humanis ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar, yang merasa terbantu atas respons tanggap aparat kepolisian dalam situasi darurat.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat, agar keselamatan bersama dapat terus terjaga.

( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

Dilema WFH dan Kewajiban Pada Petani

Ketahanan pangan menjadi prioritas pemerintah pusat yang harus di wujudkan secepatnya, untuk mendukung swasembada pangan Kementerian Pertanian melakukan langkah strategis berupa Luas Tambah Tanam (LTT), untuk itu pengawalan kesuksesan program ini harus di barengi dengan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

untuk mewujudkan komitmen itu hari ini dilakukan gerakan pengendalian OPT wereng batang coklat di lahan kelompok tani (POKTAN) “Sumber Putri” Desa Tanggung Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang.
Dalam sambutan pengarahan pada petani, suwardi petugas POPT setempat menekankan pentingnya pengamatan dilahan oleh petani secara berkala dan terus menerus, dan sesegera mungkin dilaporkan ke kami selaku petugas, atau PPL agar dampak serangan bisa diminimalisir dan hasil panen bisa terjaga. Seharusnya saya hari ini bekerja dari rumah (WFH) sesuai aturan pemerintah propinsi Jawa Timur namun karena petani membutuhkan kami terjun lapangan agar sebaran opt ini tidak meluas.

sementara itu H. Lasim PPL wilayah tanggung mengapresiasi kehadiran dari para petani hari ini cukup maksimal, ini bukti kerjasama yang baik antara petugas dan petani, kami siap kapanpun jika dibutuhkan walau di hari libur, komitmen kami tetap yaiti petani harus sejahtera sesuai tujuan pemerintah pusat, apalagi sekarang kami sudah menjadi pegawai kementrian pertanian, fungsi kami membina dan memberdayakan petani, di lahan seluas 40 ha, hari ini kita lakukan gerakan pengendalian (gerdal) WBC untuk menekan serangannya meluas, selanjutnya petani harus berkala dan bersama sama mengendalikannya. Kunci keberhasilan petani juga terletak pada petaninya sendiri.
hadir dalam kegiatan ini koordinator penyuluh wilayah kecamatan padang dan Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Propinsi Jawa Timur yang berbaur bersama memahamkan petani akan bahaya serangan OPT ini jika tidak dikendalikan bersama, diminta komentarnya Iskhak Subagio selaku Ketua P3NA Jawa Timur mengapresiasi sinergi antara petugas POPT, PPL, dan Anggota POKTAN nampak cukup bagus, terlihat dari jumlah petani yang hadir cukup banyak dan antusias, ini menunjukkan bahwa proses alih teknologi dari petugas disambut baik oleh petani, dan kami sangat mengapresiasi pada petugas dilapangan yang rela menjalankan tugas di tengah tengah WFH tetapi tetap menjalankan tugas dengan baik.(Manda-ER)

Hari Tari Sedunia Pemkot Cimahi, Kolaborasi ASN dan Sanggar Seni Tampilkan Talenta Terbaik

Cimahi,Kamis(30/04/2026)
Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampil memukau dalam pagelaran tari tradisional yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia.

Kegiatan yang berlangsung di Taman depan Kantor Dinsos Kota Cimahi ini dimulai sejak pagi hingga jam kerja berakhir ini diikuti sekitar 30 dinas dan kecamatan se-Kota Cimahi.

Hal menariknya yang terpantau adalah, bukan hanya sanggar seni yang tampil, tetapi para ASN dari berbagai instansi ikut menunjukkan bakat dan kreativitas mereka lewat berbagai tarian tradisional hingga kolaborasi modern-tradisional.

Di sela-sela Kegiatan Hari Tari se-Dunia tersebut,Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Dani Bastiani,mengubgkapkan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk terus menjaga eksistensi budaya lokal di tengah modernisasi.

“Terima kasih sebelumnya, Kegiatan hari ini dari pagi sampai selesai jam kerja merupakan bagian dari peringatan Hari Tari Sedunia. Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan kegiatan ini dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan daerah dan OPD,”ungkap Dani,Rabu (29/4/2026).

Aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampil memukau dalam pagelaran tari tradisional yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia tersebut.

Dani mengatakan,antusiasme peserta dari berbagai OPD sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pelestarian budaya tidak hanya datang dari komunitas seni, tetapi juga dari kalangan birokrasi pemerintahan.

“Yang pertama, kegiatan ini menjadi bagian dari pelestarian dan pengembangan budaya. Kita memberikan ruang bagi budaya lokal untuk ditampilkan dalam lingkungan formal pemerintahan,” katanya.

Dani menegaskan juga, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kembali budaya tradisional kepada generasi muda dan masyarakat luas agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Tradisi harus tetap terpelihara dan dikenal oleh generasi penerus, sehingga mereka bisa menjadi agen pelestari budaya di tengah masyarakat,”tegasnya.

Pagelaran ini juga dinilai mampu memperkuat solidaritas antar lembaga pemerintahan. Lewat latihan dan penampilan bersama, ASN dari berbagai dinas dapat membangun kekompakan di luar rutinitas pekerjaan.

“Selanjutnya tentu menguatkan solidaritas dan kerja sama antar OPD. Hari ini luar biasa, semua sangat mendukung,”lanjut Dani.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, acara ini juga menjadi wadah ekspresi bagi para pegawai pemerintahan yang ternyata memiliki potensi seni cukup besar.
“Kegiatan ini menjadi wadah kreativitas pegawai. Ternyata mereka punya talenta luar biasa, memiliki seni dan gaya yang menarik,”imbuhnya.

Berbagai jenis tarian ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari tari tradisional khas Nusantara hingga perpaduan seni modern dan etnik. Penampilan peserta pun berhasil menyita perhatian pegawai dan masyarakat yang hadir.
“Kemudian hal ini tentu menguatkan solidaritas dan kerja sama antar OPD. Hari ini luar biasa, semua sangat mendukung,” tambah Dani.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, acara ini juga menjadi wadah ekspresi bagi para pegawai pemerintahan yang ternyata memiliki potensi seni cukup besar.
” Kegiatan yang dilaksanakan hari Ini menjadi wadah kreativitas pegawai. Ternyata mereka punya talenta luar biasa, memiliki seni dan gaya yang menarik,”tambahnya.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, acara ini juga menjadi wadah ekspresi bagi para pegawai pemerintahan yang ternyata memiliki potensi seni cukup besar.

“Terakhir hal Ini juga menjadi wadah kreativitas pegawai. Ternyata mereka punya talenta luar biasa, memiliki seni dan gaya yang menarik,”tandas Dani Bastian.

Dani juga memastikan pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan efisiensi anggaran pemerintah.
“Meski di tengah efisiensi anggaran, kegiatan ini tetap berjalan. Ini non-budgeter, jadi jangan sampai semangat berkesenian patah,
Hampir semua dinas ikut tampil. Bahkan Dinas Kesehatan cukup banyak mengirimkan peserta, ada juga puskesmas. Dari pendidikan, guru-guru juga ikut tampil,”pungkasnya menutup pembicaraan.

Festival dan Audisi Musik Seniman Jalanan Kota Cimahi Digelar

Cimahi,Kamis(30/04/2026)
Festival/audisi musik untuk musisi jalanan yang akan di selanggarakan se Bandung Raya , merupakan kegiatan positif yang di selenggarakan oleh Ormas Brigez DPW Kota Cimahi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan seni , kreativitas dan bakat dari para musisi/seniman jalanan se Bandung Raya khusus nya di Kota Cimahi, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menunjukan kemampuan bermusik secara profesional, kreatif dan inspiratif.

Melalui Festival ini, para peserta di berikan kesempatan untuk menampilkan potensi terbaiknya baik dalam bernyanyi, memainkan alat musik yang begitu apa adanya, maupun menciptan lagu wajib nya tentang Kota Cimahi yang memiliki nilai seni tinggi dan berkualitas, selain sebagai ajang pencarian bakat , kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silahturahmi antar Komunitas Seniman Jalanan yang di bandung Raya khusus nya Kota Cimahi, membangun solidaritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam berkarya.

Ormas Brigez DPW Kota Cimahi hadir sebagai penyelenggara dengan komitmen untuk mendukung generasi muda dan para seniman jalanan agar memiliki ruang ber expresi yang positif serta mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih produktif, berprestasi, dan berdaya saing. Musik bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi media pencapaian pesan sosial, pemersatu masyarakat, dan sarana menciptakan perubahan yang lebih baik.

Dalam wawancara, Ketua Ormas Brigez DPW Kota Cimahi (M Virgi Zulian) menyampaikan :
Dengan semangat “Bersatu, berkarya, dan berprestasi”, Festival musik seniman jalanan ini di harapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang dapat mengharumkan nama Kota Cimahi di Bidang Seni dan Budaya, sekaligus memperkuat peran Ormas Brigez DPW Kota Cimahi dalam membangun masyarakat yang kreatif, harmonis, dan mandiri.

Kapolres Kediri Resmikan Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi

Kediri— Akses penghubung antarwilayah di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri kini kembali lancar setelah Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Karangtengah selesai direnovasi dan diresmikan, Rabu (29/4/2026).

Jembatan yang berada di jalur alternatif penghubung Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Kandangan ini, tepatnya di Jalan Wijaya Kusuma Dusun Wangkal Kerep, sebelumnya mengalami penurunan kondisi dan sempat menghambat mobilitas warga.

Peresmian dilakukan oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran dan unsur Forkopimcam Kandangan, serta dihadiri Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Kediri, tokoh agama, hingga pemerintah desa setempat.

Dalam keterangannya, Kapolres Kediri menyebut perbaikan jembatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dengan proses renovasi yang melibatkan Polres Kediri bersama unsur terkait dalam proses pengerjaannya.

Beliau menjelaskan, proses renovasi dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kepolisian, pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar. Perbaikan mencakup penguatan rangka, pembaruan lantai, pengecoran, penggantian pagar pengaman, hingga pengaspalan.

“Sinergi yang terbangun membuat pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Hasilnya diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga, termasuk distribusi barang dan akses ekonomi,” lanjut AKBP Bramastyo.

AKBP Bramastyo juga mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Karangtengah, Sukarmanto Wijaya, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, terutama sebagai jalur alternatif yang menghubungkan beberapa desa dan kecamatan.

“Jembatan ini sudah lama dinantikan perbaikannya. Mobilitas warga sangat bergantung pada akses ini, baik untuk aktivitas harian maupun kegiatan ekonomi,” ungkap Sukarmanto.

Prosesi peresmian ditandai simbolis dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita, lalu rombongan meninjau langsung kondisi jembatan. Kehadiran berbagai unsur daerah hingga tokoh masyarakat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Dengan selesainya renovasi, jembatan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran transportasi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi warga di kawasan Kandangan dan sekitarnya.

Program Jaga Desa, Bupati Subandi Harapkan Ada Persoalan Komunikasi Dengan APH

Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kejaksaan Negeri Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) di
Ruang Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (29/4/2026). Rakor tersebut dihadiri Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta beserta jajaran.


Hadir pula dalam kegiatan itu, Sekda Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo Probo Agus Sunarno, Kabag Hukum, Ketua ABPEDNAS Kabupaten Sidoarjo, dan Ketua Paguyuban BPD Kabupaten Sidoarjo.


Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan bahwa program Jaga Desa merupakan inisiatif untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan desa serta menindaklanjuti program dari pemerintah pusat.
“Program Jaga Desa ini nantinya Pak Kajari sebagai pembina di ABPEDNAS. Kalau nanti ada segala sesuatu ya tinggal disampaikan dengan pembinanya adalah sebagai Pak Kajari,” jelasnya.


Lebih lanjut, Subandi mengharapkan adanya kolaborasi yang lebih erat antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS. la bahkan mendorong peleburan kepengurusan kedua organisasi tersebut agar lebih solid dan terhubung langsung dengan program pusat.


Menurutnya, langkah ini penting agar program ini nanti berkesinambungan antara desa dan desa serta untuk memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan desa.


“Kita mengharapkan Paguyuban dan ABPEDNAS ini saling memberikan support dan dukungan. Kalau bisa dilebur menjadi satu”, tegasnya.


Subandi juga menyoroti masih adanya konflik antara BPD dan kepala desa yang berujung pada persoalan hukum. Dengan hadirnya program Jaga Desa, ia berharap permasalahan tersebut dapat diminimalisir melalui pendekatan pembinaan dan komunikasi yang lebih baik.
“Harapan kita, kalau ada persoalan tidak langsung ke ranah hukum, tapi bisa dikomunikasikan dengan APH (Aparat Penegak Hukum) terlebih dahulu”, katanya.
la pun meminta seluruh pengurus untuk aktif membangun komunikasi dan koordinasi antara Paguyuban dan ABPEDNAS. Hal ini dinilai penting guna menciptakan kepengurusan yang kuat dan efektif di Kabupaten Sidoarjo.


Subandi menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.


“Mudah-mudahan sinkronisasi antara Paguyuban BPD dan ABPEDNAS ini bisa berjalan dengan baik, demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo serta mampu menjadi
wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan antar desa maupun antar kecamatan, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan regulasi yang berlaku secara tepat dan berkelanjutan”, pungkasnya.

Rapat Koordinasi DPW IPJI JAWA TIMUR,Tetapkan Dr. Supriarno, SH, MH sebagai Ketua Terpilih

Blitar, Jawa Timur — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi dan Pemantapan Program Kerja dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan ke depan.

Dalam forum tersebut, para peserta rapat secara musyawarah mufakat menetapkan akademisi dan penulis, Dr. Supriarno, SH, MH, sebagai Ketua Terpilih DPW IPJI Jawa Timur. Penetapan ini disambut antusias oleh seluruh peserta sebagai bentuk kepercayaan terhadap kapasitas dan pengalaman beliau di bidang akademik maupun literasi.

Rapat koordinasi juga membahas sejumlah program strategis organisasi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya jurnalis, penguatan peran penulis di era digital, hingga rencana kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong kemajuan dunia pers dan literasi di Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran calon pengurus DPW serta embrio pengurus DPC dari berbagai daerah yang akan mengajukan mandat, di antaranya dari Surabaya, Jember, Lumajang, Malang Raya, dan Blitar Raya. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat berkembangnya struktur organisasi IPJI di tingkat daerah.

Dalam pengantar rapat, Mandataris DPW IPJI Jawa Timur, Ichwan Efendi, memaparkan proses panjang sosialisasi organisasi serta penjaringan calon pengurus, baik di tingkat provinsi maupun wilayah. Proses tersebut, menurutnya, telah berlangsung cukup lama, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan Munas V IPJI tahun 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Supriarno menyampaikan komitmennya untuk membawa IPJI Jawa Timur menjadi organisasi yang lebih solid, profesional, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas jurnalisme serta meningkatkan kompetensi anggota di tengah tantangan perkembangan media saat ini.

“IPJI harus menjadi wadah yang tidak hanya menaungi, tetapi juga mengembangkan kapasitas anggotanya agar mampu bersaing dan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik,” ujarnya.

Suasana kekeluargaan yang kental dalam kegiatan ini mencerminkan soliditas internal IPJI Jawa Timur dalam menyongsong program kerja ke depan. Dengan terpilihnya Dr. Supriarno, diharapkan DPW IPJI Jawa Timur semakin aktif, progresif, serta mampu menjadi motor penggerak dalam pengembangan dunia penulisan dan jurnalistik yang berkualitas di Indonesia.( */Red )

Kapolres Pasuruan Sambangi Desa Ngembal, Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan

PASURUAN — Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan, Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono mengunjungi Warga Desa Ngembal, Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Kelek tersebut dimulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Kapolres didampingi Wakapolres dan jajaran pejabat utama (PJU) Polres Pasuruan. Rombongan berangkat bersama menggunakan sepeda motor sebagai bentuk kebersamaan dan kedekatan pimpinan dengan anggota di lapangan.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Kapolres kemudian melaksanakan silaturahmi dengan warga, berdialog secara langsung, serta mendengarkan berbagai aspirasi dan kondisi sosial yang dihadapi masyarakat Desa Ngembal.

“Kami datang untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Ini penting agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial, sehingga tercipta sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakapolres Pasuruan Kompol Andy Purnomo, para kasat jajaran, Kapolsek Nongkojajar, serta perangkat Desa Ngembal.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran jajaran Polres Pasuruan pun mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa diperhatikan dan terbantu.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Polres Pasuruan dalam memperkuat kepercayaan publik serta membangun sinergitas bersama masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.