Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Konsultasi Regional Produk Domestik Reginal Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi 9PDRB-ISE0 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi 2025.
Konsultasi regional ini dilaksanakan menginisiasi rekomendasi yang lebih fokus menjawab tantangan ekonomi terkini. Selain itu, rekomendasi tersebut juga memberikan solusi yang bisa dilaksanakan masing-masing daerah.
“Setelah berdiskusi dengan teman-teman Bappelitbang, BI dan BPS se-Sumatera kita ingin forum ini menghasilkan solusi untuk tantangan terkini dan bisa dilaksanakan, bukan hanya mengisi data untuk potret daerahnya masing-masing, jadi kami sepakat dengan rekomendasi ini,” kata Kepala Bappelitbang Pemprov Sumut Dikky Anugerah saat perumusan kesepakatan Konreg PDRB-ISE 2025 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan (16/10/2025).
Lewat Rekomendasi ini, strategi yang disusun daerah dalam menghadapi tantangan seperti inflasi, kebutuhan pangan, pengembangan ekonomi dan lainnya lebih akurat karena di dukung data yang kuat. Selain itu, akan membantu pembangunan di regional Sumatera berjalan lebih selaras. “Lewat rekomendasi seperti ini kita akan lebih fokus menjawab tantangan yang ada dan bisa membuat kebijakan yang lebih tepat sehingga dampaknya ke masyarakat lebih terasa,” kata Dikky Anugerah.
Kami berdiskusi banyak hal, Selama dua hari ke depan kami bersama banyak pemangku kepentingan di Pulau Sumatera akan berdiskusi dan berkolaborasi untuk memperkuat integrasi statistik sosial ekonomi dalam perencanaan pembangunan yang lebih responsif dan tepat sasaran, jelas Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor di medan.
Dalam kesempatan ini Bupati Pakpak Bharat bersama Kepala Kantor Badan Pusat Statistik Pakpak Bharat, Lontung Sabungan Situmorang, S.St, M.Si menandatangani Nota Kesepakatan tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Data dan/atau Informasi Statistik Pembangunan Daerah Pakpak Bharat.(Tumangger)
GRESIK – Dalam momentum memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober, Polres Gresik Polda Jatim menggelar kegiatan sosial berupa penjualan beras murah bagi masyarakat.
Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kontribusi Polres Gresik Polda Jatim dalam menjaga kestabilan harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah hukumnya.
Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun 2025 mengusung tema global “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future” (Bergandengan Tangan untuk Makanan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik).
Tema itu menjadi pengingat penting bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam menciptakan sistem pangan yang adil, berkelanjutan, dan tangguh.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah masyarakat.
Menurut AKBP Rovan, setiap individu, sekecil apa pun perannya, memiliki kontribusi penting dalam menjaga ketahanan pangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Kapolres Gresik.
Kegiatan penjualan beras murah tersebut dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025, dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Gresik AKP Alimuddin Nasution bersama personel Polsek Menganti.
Penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) berlangsung di depan Mapolsek Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dan disambut antusias oleh masyarakat sekitar.
Sebanyak 80 sak beras atau setara 400 kilogram dengan harga Rp57.500 per 5 kilogram ludes terjual dalam waktu singkat.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, mencerminkan profesionalisme serta kepedulian Polres Gresik terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui aksi sosial ini, Polres Gresik Polda Jatim tidak hanya memperingati Hari Pangan Sedunia secara simbolik, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat.
“Polres Gresik berkomitmen dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, demi terwujudnya masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera,” pungkas Kapolres Gresik. (*)
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Konsultasi Regional Produk Domestik Reginal Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi 9PDRB-ISE0 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi 2025. Konsultasi regional ini dilaksanakan menginisiasi rekomendasi yang lebih fokus menjawab tantangan ekonomi terkini. Selain itu, rekomendasi tersebut juga memberikan solusi yang bisa dilaksanakan masing-masing daerah.
“Setelah berdiskusi dengan teman-teman Bappelitbang, BI dan BPS se-Sumatera kita ingin forum ini menghasilkan solusi untuk tantangan terkini dan bisa dilaksanakan, bukan hanya mengisi data untuk potret daerahnya masing-masing, jadi kami sepakat dengan rekomendasi ini,” kata Kepala Bappelitbang Pemprov Sumut Dikky Anugerah saat perumusan kesepakatan Konreg PDRB-ISE 2025 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan (16/10/2025).
Lewat Rekomendasi ini, strategi yang disusun daerah dalam menghadapi tantangan seperti inflasi, kebutuhan pangan, pengembangan ekonomi dan lainnya lebih akurat karena di dukung data yang kuat. Selain itu, akan membantu pembangunan di regional Sumatera berjalan lebih selaras. “Lewat rekomendasi seperti ini kita akan lebih fokus menjawab tantangan yang ada dan bisa membuat kebijakan yang lebih tepat sehingga dampaknya ke masyarakat lebih terasa,” kata Dikky Anugerah. Kami berdiskusi banyak hal, Selama dua hari ke depan kami bersama banyak pemangku kepentingan di Pulau Sumatera akan berdiskusi dan berkolaborasi untuk memperkuat integrasi statistik sosial ekonomi dalam perencanaan pembangunan yang lebih responsif dan tepat sasaran, jelas Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor di medan.
Dalam kesempatan ini Bupati Pakpak Bharat bersama Kepala Kantor Badan Pusat Statistik Pakpak Bharat, Lontung Sabungan Situmorang, S.St, M.Si menandatangani Nota Kesepakatan tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Data dan/atau Informasi Statistik Pembangunan Daerah Pakpak Bharat.(Tumangger)
Kepri – Untuk para pecinta karakter Kuromi yang unik dan lucu, PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan Honda Scoopy edisi terbatas dengan balutan desain karakter Kuromi yang keren. Melalui kolaborasi dengan salah satu karakter favorit dari Sanrio ini, Honda Scoopy tampil semakin ekspresif, trendi, dan menjadi pilihan tepat bagi konsumen yang ingin mengekspresikan gaya hidup berbeda sekaligus menunjukkan karakter personal mereka.
Memiliki pilihan warna putih dan hitam pada varian Prestige, model ini dikombinasikan dengan aksesoris spesial Kuromi yang didominasi warna ungu sehingga tampilannya makin mencuri perhatian. Aksesoris lucu dari karakter Kuromi ini terdiri dari stiker area bodi dan spakbor depan, hiasan pada bagian sein belakang, cover knalpot, air cleaner, cover fan, sein depan, dan cover jok. Selain itu, konsumen juga mendapatkan sertifikat khusus pemilik kolaborasi Honda Scoopy dan Kuromi yang membuatnya semakin bangga dengan skutik ini.
Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk ekspresi perusahaan dalam menjawab keinginan konsumen terhadap tokoh Kuromi.
“Kami hadirkan Honda Scoopy edisi terbatas kolaborasi dengan Kuromi untuk memberikan pilihan skutik bagi penggemar Kuromi yang keren, berani dan funky ini, untuk berekspresi sesuai dengan gayanya,” ujar Octa.
Dukungan terhadap ekspresi gaya ini juga disambut positif oleh jaringan main dealer Honda di wilayah Kepulauan Riau. “Karakter Scoopy yang fashionable dipadukan dengan Kuromi yang playful menjadikan edisi ini sangat ikonik. Kami yakin model ini akan menjadi primadona baru di Kepri karena tidak hanya tampil beda, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi pemiliknya,” ujar Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Wilayah Kepri.
Selain desain yang unik, kolaborasi Honda Scoopy dan Kuromi ini juga mendukung mobilitas penggunanya dengan fitur terbaik. Ukuran console box sebesar 4 liter memudahkan penyimpanan barang-barang seperti botol minum. Desain pencahayaan telah menggunakan teknologi LED crystal block pada lampu depan. Di bagian belakang, desain lampu turut memperkuat tampilan Scoopy yang semakin total, unik, dan bergaya.
Honda Scoopy telah hadir sejak 2010 dan mengalami lima kali pengembangan desain maupun fitur mengikuti tren. Mengusung konsep Totally Unique, skutik fashion ini memiliki desain ikonik dan selalu menjadi trendsetter. Kini, melalui kolaborasi bersama Kuromi, Scoopy kembali tampil lebih personal dan penuh karakter.
Untuk wilayah Kepulauan Riau, Honda Scoopy edisi terbatas Kuromi dipasarkan dengan harga: Batam Rp 22.994.000, Bintan Rp 25.024.000, dan Tanjung Balai Karimun Rp 24.850.000. Konsumen yang berminat dapat mengunjungi dealer sepeda motor Honda terdekat.
CIMAHI,Jum’at(17/10/2025) Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menyelenggarakan kegiatan Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Cimahi, Jumat (17/10/2025), bertempat di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses penyusunan RDTR sebagai pedoman pembangunan wilayah yang berkelanjutan, terencana, dan selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Wali Kota menjelaskan bahwa penyusunan RDTR menjadi langkah strategis untuk mengatur pemanfaatan ruang kota secara terkoordinasi dan berkeadilan.
“Kota Cimahi saat ini sedang menyusun RDTR untuk memberikan pedoman detail bagi pembangunan suatu wilayah, mengatur pemanfaatan ruang secara teratur dan terkoordinasi, serta menjadi acuan hukum dalam proses perizinan,” tuturnya. Wali Kota menjelaskan pentingnya konsultasi publik dalam proses perencanaan tata ruang. Ia menegaskan, keberadaan RDTR akan menjadi pegangan penting bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di Kota Cimahi.
“Nanti ke depan kalau sudah punya RDTR, kita bisa menentukan daerah mana pembangunan-pembangunan yang bisa dilaksanakan, daerah mana yang tidak bisa, dan sebagainya. Itu kita lakukan agar punya pegangan dari Pemerintah Kota Cimahi dan diketahui oleh masyarakat umum, sehingga nantinya investor akan bisa masuk ke Cimahi,” jelasnya.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan KLHS RDTR. Menurutnya, prinsip partisipatif menjadi landasan utama agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan yang ada.
“Kita telah melakukan penyepakatan isu terkait pembangunan dalam konsultasi publik pertama KLHS RDTR dan terdapat banyak masukan terkait isu prioritas pembangunan yang kemudian menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.
Ngatiyana menegaskan bahwa Konsultasi Publik II ini menjadi wadah penting untuk menjaring masukan terakhir sebelum ditetapkannya rekomendasi final terhadap RDTR Kota Cimahi. Untuk itu, Wali Kota berharap terciptanya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan efektivitas serta meningkatkan akuntabilitas, sehingga kesepakatan yang diambil dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat dan memberikan arahan terhadap RDTR sebelum ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan. “Mari kita wujudkan sinergi dan kolaborasi tersebut dalam setiap upaya pemerintah dalam membangun Kota Cimahi, untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat dan pelayanan publik yang inklusif di Kota Cimahi,” tutupnya.
Pelaksanaan Konsultasi Publik II KLHS RDTR mengacu pada ketentuan perundang-undangan, yakni Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2024.
Proses penyusunan KLHS RDTR Kota Cimahi sendiri telah melewati sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi dan perumusan isu pembangunan berkelanjutan pada 21 September 2023, konsultasi publik pertama pada 23 Oktober 2023, hingga tahap alternatif dan rekomendasi KLHS RDTR pada 30 September 2025. Tahapan tersebut sempat diulang karena adanya perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada tahun 2024, sehingga dilakukan review terhadap perumusan isu pembangunan berkelanjutan pada 9 Juli 2025.
Kegiatan Konsultasi Publik II ini bertujuan memastikan penerapan prinsip partisipatif dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan berkelanjutan di Kota Cimahi. Jumlah peserta mencapai lebih dari 100 orang yang terdiri atas perwakilan perangkat daerah, akademisi, organisasi non-pemerintah, pemerhati lingkungan, asosiasi usaha, serta perwakilan masyarakat.
Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Akhmad Riqqi, ST., M.Si. dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang memberikan pemaparan terkait hasil kajian dan analisis pengaruh RDTR terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap dapat memperoleh kesepakatan bersama dalam menentukan arah pembangunan kota yang berwawasan lingkungan, berdaya saing, dan berkeadilan.
SMP Negeri 8 Pemalang Wujudkan Gaya Hidup Sehat Melalui Kuliner Tradisional
Gempurnews | – Pemalang, 17 Oktober 2025 — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan cinta produk lokal, SMP Negeri 8 Pemalang melaksanakan kegiatan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Sehat Bergizi dengan tema “Makan Makanan Tradisional, Sehat, dan Cinta Produk Lokal.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Oktober 2025 ini, diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, bersama bapak ibu guru serta staf Tata Usaha. Suasana kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pola hidup sehat.
Sejak pagi, siswa berkumpul di kelas masing-masing didampingi oleh wali kelas. Mereka bersama-sama menikmati berbagai makanan tradisional khas daerah yang dibawa dari rumah, seperti getuk, gemblong, kamir, serabi, serta aneka jajanan tradisional lainnya.
Setelah acara makan bersama, para siswa melanjutkan kegiatan dengan diskusi ringan seputar makanan tradisional khas Pemalang. Dalam suasana santai, mereka saling bertukar informasi mengenai nama makanan, bahan-bahan yang digunakan, serta manfaat gizi yang terkandung di dalamnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, tetapi juga belajar mencintai dan melestarikan kuliner lokal sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Kepala SMP Negeri 8 Pemalang menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme seluruh warga sekolah. “Kegiatan ini sederhana, tetapi sangat bermakna. Kami berharap melalui kegiatan GSS Sehat Bergizi, anak-anak semakin menyadari pentingnya pola makan sehat sekaligus bangga terhadap makanan tradisional Indonesia,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme tinggi, kegiatan GSS Sehat Bergizi tahun ini menjadi momen berharga untuk memperkuat karakter siswa — hidup sehat, mencintai produk lokal, dan menjaga warisan budaya kuliner daerah.
Gempurnews | Pemalang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang menggelar rapat koordinasi terkait dengan pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2025 di Gedung Pertemuan Serba Sambal (SS) Bojongbata Kabupaten Pemalang. Jumat (17/10/25).
Kegiatan tersebut yang dihadiri dari Inspektorat,Anggota DPRD Komisi D, Kasi SMP, serta Para Kepala Sekolah SMP Negeri maupun Swasta Se Kabupaten Pemalang, dalam agenda tersebut membahas evaluasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk meninjau mengevaluasi efektivitas,efesiensi,dan akuntabilitas penggunaan dana BOS.
Anggota DPRD Komisi D ( Safi’i) mengatakan,bahwa kegiatan ini merujuk pada tema ” Evaluasi dana BOS untuk menghindari dari kata Korupsi” dan Ia menekankan akan pentingnya intergritas kepala sekolah dalam mengelola dana BOS,sesuai dengan prioritas sekolah dan kebutuhan pendidikan yang telah ditetapkan. “ujarnya.
Pengelolaan dana BOS harus berlandaskan kejujuran dan tanggung jawab moral serta Kepala sekolah harus menjadi garda terdepan budaya anti korupsi. “tambahnya.
Di kesempatan yang sama Inspektur dari Inspektorat Kabupaten Pemalang, Edi menegaskan pentingnya pengawasan serta Intergritas dalam pengelolaan dana dan berupaya menghindari korupsi atau penyalahgunaan dana dengan memberikan pemahaman regulasi terkini. “ucapnya.
Memastikan dana BOS dapat di manfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di sekolah termasuk sarana dan prasarana, karena dana BOS adalah amanah untuk kemajuan pendidikan.Jangan ada grativikasi dan korupsi sekecil apapun,semua harus di pertanggung jawabkan. “tambahnya.
Kasi SMP (Dini) menambahkan kegiatan ini bertujuan sebagai upaya dalam melakukan evaluasi dan monitoring terhadap penggunaan dan pengelolaan dana BOS sehingga dapat memastikan bahwa dana yang digunakan secara efektif, efesien, akuntabel sesuai dengan peraturan yang berlaku dan transparan dalam pengelolaannya. “katanya.
Kasi SMP berharap agar pengeloaan keuangan dana BOS dapat tepat waktu serta disetiap tugas yang telah di perintahkan mesti sesuai dengan juknis yang berlaku. “tutupnya.
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menghadiri Konsultasi Regional Produk Domestik Reginal Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi 9PDRB-ISE0 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi 2025.
Konsultasi regional ini dilaksanakan menginisiasi rekomendasi yang lebih fokus menjawab tantangan ekonomi terkini. Selain itu, rekomendasi tersebut juga memberikan solusi yang bisa dilaksanakan masing-masing daerah.
“Setelah berdiskusi dengan teman-teman Bappelitbang, BI dan BPS se-Sumatera kita ingin forum ini menghasilkan solusi untuk tantangan terkini dan bisa dilaksanakan, bukan hanya mengisi data untuk potret daerahnya masing-masing, jadi kami sepakat dengan rekomendasi ini,” kata Kepala Bappelitbang Pemprov Sumut Dikky Anugerah saat perumusan kesepakatan Konreg PDRB-ISE 2025 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan (16/10/2025).
Lewat Rekomendasi ini, strategi yang disusun daerah dalam menghadapi tantangan seperti inflasi, kebutuhan pangan, pengembangan ekonomi dan lainnya lebih akurat karena di dukung data yang kuat. Selain itu, akan membantu pembangunan di regional Sumatera berjalan lebih selaras. “Lewat rekomendasi seperti ini kita akan lebih fokus menjawab tantangan yang ada dan bisa membuat kebijakan yang lebih tepat sehingga dampaknya ke masyarakat lebih terasa,” kata Dikky Anugerah.
Kami berdiskusi banyak hal, Selama dua hari ke depan kami bersama banyak pemangku kepentingan di Pulau Sumatera akan berdiskusi dan berkolaborasi untuk memperkuat integrasi statistik sosial ekonomi dalam perencanaan pembangunan yang lebih responsif dan tepat sasaran, jelas Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor di medan.
Dalam kesempatan ini Bupati Pakpak Bharat bersama Kepala Kantor Badan Pusat Statistik Pakpak Bharat, Lontung Sabungan Situmorang, S.St, M.Si menandatangani Nota Kesepakatan tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Data dan/atau Informasi Statistik Pembangunan Daerah Pakpak Bharat.(Tumangger)
Cimahi,Kamis(16/10/2026) Bertempat di Lembaga Kursus dan Pelatihan(LKP) Rifa,Jalan Terusan Kelurahan Cimahi Kecamatan Cimahi Tengah,digelar Pendidikan Kecakapan yang didanai oleh Direktorat kursus dan Pelatihan,Direktorat Jenderal Pendidikan Lokasi Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi,dengan mengambil tema Keterampilan TRP Muslim Modifikasi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 orang peserta warga Kota Cimahi dengan durasi pembelajaran sebanyak 250 jam.Kegiatan ini juga didukung oleh UMKM,Pro Wedding,De’Kaps Wedding,Purbasari,SWO(Senja Wedding Organizer).Untuk permodalan didukung pula oleh BJB,Koperasi Jasa Vokasi Indonesia,Flat Form Digital oleh PUSAT Pelatihan Indonesia.SID.
Kegiatan program Pendidikan tersebut dibuka oleh Kabid Pendidikan Paud dan Dikmas,Nia R.Fatiah,S.Si.,M.Pd.,berserta Staf hadir pula Kasipem Kecamatan Cimahi Tengah,Firman yang mewakili Camat Cimahi Tengah. Kabid Pendidikan Paud dan Dikmas Dinas PENDIDIKAN Kota Cimahi menjelaskan terkait Kegiatan yang dilaksanakan oleh LPK Rifa, “Kegiatan ini luar biasa,kami sangat menyambut baik dilaksanakannya program seperti ini,yang merupakan Program dari Kemendikdasmen,khususnya dari Direktorat Kursus dan Pelatihan.Harapannya setelahengikuti kegiatan ini para peserta menjadi para Wira usaha khususnya bidang Tata rias dan Make Up Artist(MUA),Mereka akan mendapatkan pelatihan bermacam-macam kecakapan tata rias sampai ke-wira usahaannya.Jadi program yang luar biasa ini saya sangat menyambut baik,Karena jika kita menganggarkan dari APBD Cimahi jelas tidak kecil biayanya,kegiatan ini merupakan bentuk stimulan dari Kementrian,harapannya anak-anak yang mengikuti kegiatan ini bisa bergerak dengan melihat contoh-contoh yang sudah berhasil yang berasal dari alumni PKW LKP Rifa.semoga denga diadakannya kegiatan ini akan melahirkan anak-anak muda yang akan menjadi seorang wirausaha yang handal,program ini tentu saja akan memiliki kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,”ungkapnya.
Pimpinan LKP Rifa,Hj.Rifa Rubariyah,SE.,memberikan keterangan terkait kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga yang dipimpinnya, “Alhamdulillah kegiatan hari ini adalah pembukaan Program PKW dari Kemendikbud,Kami mendapatkan program tahun 2025 yang diikuti oleh 18 peserta warga belajar.Saya bersyukur sampai saat ini masihendapat kepercayaan dari Kemendikbud.Fasilitas yang diberikan kepada para peserta diantaranya adalah Alat tulis beserta tasnya,kosmetik 1 set,untuk rintisan usaha diberikan juga lampuempat make up,baju pengantin beserta aksesorisnya.Saya berharap semua peserta mengikuti program ini sampai tuntas karena Kemendikbud sudah memfasilitasi untuk warga negara khususnya warga Kota Cimahi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.Semoga setelah selesai mengikuti Program ini,para peserta yang terbagi dalam 3 grup idealnya bisa membuka usaha wedding sendiri,seperti salah satu alumni dari LKP Rifa dari Xavier Wedding namanya Putri yang mendapat apresiasi dari Kementrian,”terang Bunda Rifa.
Pada jesempatan yang sama,Kasipem Kacamatan Cimahi tengah,Firman menyambut baik dilaksanakannya kegiatan yang berada di Wilayah kerjanya, “Ini merupakan sesuatu langkah yang luar biasa,yang intinya semua memiliki kesempatan untuk memiliki keahlian dan pendidikan,memang kesempatan iniadih terbatas namun diharapkan dimulai dari sini setelah yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 18 orang memiliki keahlian dan keahlian itulah yang akan digunakan saat mereka terjun ke masyarakat.Kemarin waktu diadakan Sertifikasi kami menyediakan tempat di aula kecamatan.Saya menghimbau kepada warga Kecamatan Cimahi tengah khususnya dan Kota Cimahi pada Umumnya jika ada kesempatan seperti ini segera dimanfaatkan dan kedepan bisa berkolaborasi dengan Kecamatan Cimahi Tengah yang biasanya ada program dari Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja,untuk warga Kecamatan Cimahi tengah kedepan jika ada kegiatan seperti ini dapat mencari info di Kantor Kecamatan Cimahi Tengah.”Pungkas Firman,Kasie Pemberdayaan Kecamatan Cimahi Tengah.
PASURUAN – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan di Masjid Nurul Huda, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Seusai pelaksanaan salat Jumat, KBO Sat Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang, S.Sos., menggelar kegiatan Cooling System dengan memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada jama’ah shalat Jum’at. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat tersebut menjadi bukti nyata bahwa Polri tak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Jum’at (17/10/2025).
Program Cooling System yang diinisiasi Polres Pasuruan ini mendapat perhatian khusus dari Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan. Menurutnya, sinergi antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat merupakan kunci penting dalam menciptakan suasana aman dan harmonis serta membangun kepercayaan publik (trust building). Melalui pendekatan persuasif seperti shalat berjamaah di masjid, polisi dapat berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ulama, guru, karyawan, pedagang, hingga para pemuda dan orang tua.
Dalam kegiatan tersebut, KBO Sat Binmas Polres Pasuruan didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Manaruwi, Aiptu Bambang Suryono, yang dikenal aktif menjalin kedekatan dengan warga. Kehadiran perangkat desa dan tokoh agama semakin memperkuat tujuan kegiatan ini, yakni mempererat hubungan sosial, mencegah potensi konflik horizontal antar warga desa, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Usai shalat Jum’at, takmir Masjid Nurul Huda, Ustadz Muhammad, mempersilahkan Iptu Bambang untuk memberikan tausiah kamtibmas kepada para jama’ah shalat Juma’at. Dalam kesempatan itu, Iptu Bambang mengajak masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, Basyariyah, dan Wathoniyah. Ia juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali pos kamling, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana kriminalitas, serta mengantisipasi peredaran narkoba dan minuman keras di lingkungan warga sekitar.
Lebih lanjut, Iptu Bambang menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif. Ia menghimbau para orang tua agar menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan pendidikan agama kepada anak-anak, menjauhi kebiasaan buruk seperti mengonsumsi minuman keras, judi online, maupun narkoba, serta memperkuat semangat persatuan warga demi menjaga ketenteraman bersama. Pesan tersebut disampaikan dengan gaya komunikatif bernuansa religius, disertai kutipan ayat Al-Qur’an dan hadis, sehingga lebih mudah dipahami dan menyentuh hati para jamaah.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari tokoh agama dan warga setempat. Ustadz Munarib, tokoh agama Desa Manaruwi, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Polri yang bersedia turun langsung memberikan pencerahan di Masjid Nurul Huda. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat efektif untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan spiritual.
Apresiasi serupa juga datang dari Haji Efendi, warga Desa Manaruwi. Ia mengaku bangga melihat sosok polisi yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjunjung tinggi nilai keagamaan. “Terima kasih Pak Polisi. Saya mewakili warga Desa Manaruwi merasa bangga, senang, dan terharu mendengarkan pencerahan kamtibmas dari anggota kepolisian yang menyentuh hati kami. Kegiatan ini menyadarkan kami betapa pentingnya akhlak dan ilmu agama dalam menciptakan kerukunan serta stabilitas kamtibmas di lingkungan warga kami,” ungkap Haji Efendi.