Home Blog Page 24

Aksi di Disdik Sumsel, Dugaan Dana BOS Mengendap dan Praktik Suap Disorot

PALEMBANG, gempurnews.com – Wibawa diuji. Di tengah anggaran pendidikan 20 persen era “, sekolah justru masih membebani orang tua dengan berbagai pungutan. Senin (13/4/2026), Lembaga Pemerhati Kebijakan menggelar aksi di kantor dinas, menyoroti dugaan pengendapan Dana BOS yang seharusnya meringankan biaya pendidikan.

Erik Syailendra menegaskan, Dana BOS bukan untuk disimpan. Dugaan itu menguat usai kasus di , di mana lebih dari Rp942 juta dibobol, sementara dana disebut belum digunakan hingga 2026.

Koordinator lapangan juga mengungkap dugaan praktik “bribery” dalam penunjukan kepala sekolah SMA/SMK di Sumsel.

Massa mendesak Kepala Dinas segera buka suara, transparan, dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Jangan diam. Ini bukan sekadar kelalaian, ada indikasi permainan,” tegas Rohman.

Aksi berlangsung tertib. Massa memastikan akan membawa laporan ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan mengawal hingga tuntas.

Tim Pewarta Indonesia Sumsel

Kapolres Ogan Ilir Tekankan Peran Polri sebagai Penyaring Informasi dan Penguatan Kepercayaan Publik Jelang HUT Bhayangkara

Ogan Ilir, gempurnews.com — Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.H., M.H., memberikan arahan khusus kepada jajaran usai pelaksanaan upacara pemberian penghargaan kepada personel Polda Sumatera Selatan dan jajaran yang berprestasi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (13/4/2026) pukul 07.30 WIB, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi personel dalam menjalankan tugas kepolisian serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa di tengah perkembangan situasi saat ini, Polri harus mampu menjadi penyaring informasi di tengah masyarakat. Hal ini penting untuk menangkal berbagai upaya dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara nasional.

“Polri harus hadir sebagai penyejuk dan penyaring informasi, sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara pada 1 Juli mendatang, seluruh jajaran diminta untuk mengagendakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

Kapolres juga menekankan bahwa momentum menjelang HUT Bhayangkara harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menghindari segala bentuk pelanggaran, memberikan pelayanan yang humanis dan profesional, serta tidak menyakiti hati masyarakat.

“Layani masyarakat dengan baik, hadir di tengah mereka, dan jadilah pelindung serta pengayom yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Arahan tersebut merupakan bentuk implementasi dari perhatian dan penekanan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam mendorong peningkatan kinerja Polri serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Dengan adanya arahan ini, diharapkan seluruh personel Polres Ogan Ilir dapat semakin profesional, humanis, dan responsif dalam menjalankan tugas, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Humas Polres Ogan Ilir

MOH.SANGKUT

Pansus DPRD Kota Probolinggo Soroti Anggaran Rp 9 Milliar,Perketat Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan

Probolinggo,
Rapat Panitia Khusus (Pansus) bersama pihak eksekutif yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kota Probolinggo, Senin (13/4/2026), menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Dalam forum tersebut, anggota Pansus menegaskan pentingnya peningkatan kinerja eksekutif, terutama dalam hal penyajian data dan laporan. Bapak Robert menekankan bahwa kecepatan dan akurasi informasi menjadi kunci utama agar proses pengawasan berjalan efektif dan tidak terhambat oleh keterlambatan administrasi.

Selain itu, pembahasan juga mengarah pada perubahan mekanisme persidangan. Bapak Imam, yang diperkuat oleh Bapak Isarjono, mengusulkan agar pola lama berupa paparan panjang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dihapus. Sebagai gantinya, rapat akan langsung difokuskan pada sesi tanya jawab yang lebih tajam dan substansial. Langkah ini dinilai mampu memangkas waktu sekaligus memperdalam kualitas evaluasi.

Sorotan paling krusial muncul dalam pembahasan anggaran. Bapak Eko mempertanyakan penggunaan dana sebesar Rp 9 miliar yang berasal dari pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Perbedaan pandangan antara legislatif dan eksekutif terkait status anggaran tersebut—apakah masuk dalam SILPA 2025 atau digunakan di tahun berjalan—menjadi perhatian serius yang harus segera diluruskan.

Tak hanya itu, Pansus juga mengangkat persoalan perencanaan anggaran yang dinilai belum optimal. Sejumlah program disebut tidak terserap maksimal, sehingga berdampak pada efektivitas pembangunan. Pansus meminta penjelasan komprehensif terkait akar permasalahan agar ke depan tidak terjadi pengulangan kesalahan yang sama.

Sebagai tindak lanjut, pimpinan rapat memutuskan perubahan skenario pembahasan. OPD akan dipanggil satu per satu sesuai bidangnya untuk langsung masuk ke sesi evaluasi mendalam. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses klarifikasi sekaligus meningkatkan akuntabilitas masing-masing dinas.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah diminta memberikan penjelasan awal atas berbagai data yang dipersoalkan sebelum pembahasan dilanjutkan ke tingkat teknis OPD.

Rapat ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Kota Probolinggo tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan secara formal, tetapi juga mendorong perubahan sistem kerja yang lebih adaptif dan transparan. Harapannya, sinergi antara legislatif dan eksekutif mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

PT Dewa Sutratex Gandeng Dinkes Cimahi, Skrining Kesehatan Karyawan Digelar Rutin

Cimahi,Selasa(14/04/2026)
PT.Dewa Sutratex bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cimahi melaksanakan kegiatan skrining kesehatan bagi seluruh karyawan.
Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kesehatan dan produktivitas tenaga kerja.
Kepala Personalia PT Dewa Sutratex, Dedi menyampaikan,bahwa kegiatan skrining kesehatan ini dilakukan secara rutin agar para karyawan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
Dengan begitu, potensi gangguan kesehatan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Dalam pelaksanaannya, PT Dewa Sutratex juga menggandeng Puskesmas Cibeureum sebagai fasilitas kesehatan terdekat yang membantu proses pemeriksaan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang optimal dan mudah diakses oleh seluruh karyawan.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kota Cimahi ibu Ade Komalasari menjelaskan bahwa kegiatan skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang mungkin muncul di lingkungan kerja.

“Deteksi dini dinilai sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya para pekerja,” jelasnya.

“Alur pemeriksaan dimulai dari pendaftaran, pengukuran tinggi dan berat badan, cek tekanan darah, hingga pemeriksaan laboratorium.Salah satunya termasuk rontgen untuk deteksi TBC,”terangnya saat diwawancarai oleh awak media.

Selain itu, terdapat pula pemeriksaan tambahan bagi karyawan perempuan yang sudah menikah, yakni deteksi dini kanker mulut rahim menggunakan metode HPV DNA. Pemeriksaan ini dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan hasil yang dapat diketahui dalam waktu sekitar satu minggu.
Ade menambahkan, program cek kesehatan gratis ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang juga didorong oleh Presiden Prabowo Subianto, agar seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan.

“Dinas Kesehatan Kota Cimahi menargetkan kegiatan serupa dapat menjangkau seluruh pabrik di Kota Cimahi. Untuk itu,Dinas Kesehatan Kota Cimahi telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja guna memperluas pelaksanaan program ke berbagai sektor industri.
Pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan di puskesmas dan komunitas masyarakat,Namun kami mulai dari lokasi dengan jumlah sasaran besar seperti kawasan industri,” imbuhnya.

Pendaftaran peserta dilakukan melalui aplikasi Kementerian Kesehatan yang terintegrasi dengan data kependudukan. Peserta diwajibkan membawa KTP dan memastikan data sudah sinkron dengan sistem Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dukcapil.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Cibeureum serta dukungan laboratorium dari rumah sakit. Jika ditemukan indikasi penyakit, peserta akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan, baik di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya seperti layanan BPJS.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di lingkungan kerja semakin meningkat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.”pungkasnya

Polres Jember Ungkap Dugaan Penimbunan Pertalite, Tersangka Gunakan Mobil Modifikasi

0

JEMBER – Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali berhasil diungkap oleh jajaran Polres Jember Polda Jawa Timur.

Seorang pria berinisial FS, warga Kecamatan Silo, diamankan petugas saat kedapatan melakukan aktivitas mencurigakan di sebuah SPBU pada Minggu (13/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasus ini terungkap setelah Polisi menerima laporan dari masyarakat yang resah terhadap aktivitas pengisian BBM berulang dengan pola tidak wajar di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, Unit Tipidter Polres Jember Polda Jatim bersama Resmob Timur langsung melakukan pemantauan di lapangan.

Petugas kemudian mendapati sebuah mobil Suzuki Carry melakukan pengisian pertalite secara berulang.

Merasa curiga, Polisi menghentikan kendaraan tersebut sesaat setelah keluar dari area SPBU.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sebanyak delapan jerigen berkapasitas masing-masing 30 liter yang telah terisi BBM jenis pertalite.

Tidak hanya itu, kendaraan tersebut juga telah dimodifikasi dengan pompa air serta selang khusus yang diduga digunakan untuk menyedot dan memindahkan BBM secara ilegal.

Pelaku beserta barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Jember Polda Jatim untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kanit Tipidter Polres Jember, Ipda Harry Sasono, menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberantas praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Modus yang digunakan sudah terencana, kendaraan dimodifikasi untuk memperlancar aksi penimbunan. Ini jelas merugikan masyarakat dan tidak akan kami toleransi,” tegas Ipda Harry, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

“BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk ditimbun dan diperjualbelikan demi keuntungan pribadi. Kami akan menindak tegas setiap pelaku,” tegasnya.

Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi ilegal serta keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Migas dengan berkoordinasi bersama Jaksa Penuntut Umum.

Polres Jember Polda Jatim memastikan akan terus melakukan penindakan secara konsisten terhadap segala bentuk penyimpangan BBM bersubsidi guna menjaga ketersediaan dan keadilan bagi masyarakat. (*)

Dinkes Kota Cimahi Gelar Pelatihan Keamanan Pangan SPPG,Dukung Program Nasional MBG

Cimahi,Senin(13/04/2026)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi secara resmi membuka kegiatan pelatihan kesehatan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Cimahi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keamanan pangan sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan optimal.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi terkait, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), tim MBG Kota Cimahi, serta para ahli gizi.
Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan makanan yang higienis, standar keamanan pangan, hingga pemenuhan gizi seimbang bagi para penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Dr.Mulyati,S.Kep.,Ners.,.Kes., menegaskan pentingnya peran SPPG dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya peserta didik di sekolah.
Mulyat berharap, seluruh peserta pelatihan dapat memahami dan menerapkan standar yang telah ditetapkan, sehingga makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan bergizi.

“SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program nasional. Oleh karena itu, aspek keamanan pangan harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Selain itu dinas kesehatan juga telah menerbitkan 36 sertifikat layak higenis sanitasi (SLHS) dan 16 lagi Masih dalam pengajuan dan inspeksi secara rutin di lakukan mulai dari peralatan masak,air yang digunakan di uji di lab secara rutin
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Cimahi dalam menyukseskan program nasional yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak usia dini.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh SPPG di Kota Cimahi mampu menjalankan tugasnya secara profesional, sehingga program MBG dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan generasi penerus bangsa.”Pungkasnya.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Kurir Sabu di Surabaya

TANJUNG PERAK – Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur meringkus seorang pria berinisial MIF (30) karena nekat menjadi pengedar narkotika jenis sabu.

Ironisnya, tersangka mengaku barang haram tersebut merupakan milik ayahnya sendiri yang kini tengah buron.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan di kawasan Jalan Wonokusumo – Surabaya.

Petugas bergerak setelah mendapatkan informasi terkait aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, MIF mengaku bahwa dirinya hanyalah tangan kanan dari ayahnya sendiri yang berinisial M.

“Tersangka MIF menerangkan bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah milik bapaknya berinisial M, yang saat ini ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” ujar AKP Adik Agus Putrawan, Selasa (14/4/26).

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak mengatakan, tersangka MIF mengedarkan sabu atas perintah bapaknya untuk diberikan kepada pemesannya.

MIF berdalih tidak mengetahui secara mendalam mengenai bisnis haram yang dijalankan orang tuanya tersebut.

Ia mengaku hanya bertugas sebagai kurir yang mengantarkan pesanan tanpa mengetahui nilai transaksi per poketnya.

“Tersangka MIF mengaku tidak mengetahui berapa harga per poket sabu tersebut. Ia hanya ditugaskan untuk menyerahkan barang saja. Bahkan, ia juga tidak tahu dari mana ayahnya mendapatkan pasokan sabu tersebut maupun harga belinya,” tambahnya.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat keterlibatan tersangka dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

Barang bukti tersebut meliputi 12 paket plastik klip kecil berisi sabu dengan berat bruto total 6,77 gram, 1 unit timbangan digital, 2 bendel plastik klip kosong, 4 buah skrop dari sedotan warna hitam dan 1 unit telepon seluler yang digunakan untuk komunikasi transaksi.

Akibat perbuatannya, MIF kini harus mendekam di sel tahanan dan terancam hukuman berat.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Subsider Pasal 609 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran intensif terhadap M, ayah tersangka, guna memutus rantai peredaran narkoba di wilayah Surabaya. (*)

Polres Malang Amankan 3 Tersangka Sindikat Curanmor di Singosari

0

MALANG – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga di wilayah Singosari dan sekitarnya akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Malang Polda Jatim.

Dalam waktu kurang dari sepekan setelah adanya laporan dari korban, ketiga pelaku tersebut berhasil diamankan secara bertahap oleh Kepolisian.

Uniknya, terduga pelaku merupakan satu keluarga, yakni mertua berinisial M (67), anak AK (38), serta menantu perempuan DR (38).

Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa penangkapan pertama dilakukan terhadap DR di area persawahan Dusun Krajan, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari pada Minggu (5/4/2026).

“Pelaku perempuan ini kami amankan setelah ditangkap warga saat kejadian pencurian sepeda motor di area persawahan,”ujar AKP Bambang, Selasa (14/4/26).

Hasil interogasi awal lanjut AKP Bambang, bahwa yang bersangkutan mengakui berperan mengantar dan membantu pelaku utama.

Dari pengembangan terhadap DR, Polisi kemudian menangkap M (67), yang merupakan mertua dari DR, pada Senin (6/4/2026).

Tersangka M diketahui berperan dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi di beberapa wilayah.

“Tersangka M juga mengakui telah melakukan pencurian di sejumlah lokasi berbeda,” jelas AKP Bambang.

Tak berhenti di situ, petugas kembali melakukan pengejaran terhadap pelaku utama berinisial AK (38) yang akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Singosari, pada Sabtu (11/4/2026).

“Pelaku utama berhasil kami amankan setelah dilakukan penyelidikan intensif. Dari hasil pemeriksaan, ketiganya merupakan satu keluarga yang terlibat dalam aksi curanmor di beberapa TKP,” ungkap AKP Bambang.

Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini diketahui telah beraksi di sejumlah lokasi, di antaranya area persawahan di Desa Dengkol, depan TK Muslimat, serta kawasan SDN Pagentan 1 di wilayah Singosari.

Modus yang digunakan yakni dengan menyasar kendaraan yang diparkir dalam kondisi lengah, kemudian merusak kunci menggunakan alat khusus seperti kunci T.

“Para pelaku memanfaatkan kelengahan korban, terutama saat kendaraan diparkir di tempat terbuka. Modusnya dengan merusak kunci menggunakan alat khusus,” terang AKP Bambang.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor hasil curian, kunci T, serta perlengkapan lain yang digunakan dalam aksi kejahatan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*)

Ryadlus Solihin Firdaus Tekan Evaluasi Kinerja OPD dan Transparansi Anggaran Dalam Pembahasan LKPJ 2025

Probolinggo,
Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Probolinggo Tahun 2025 menjadi panggung evaluasi serius. Ryadlus Sholihin Firdaus tampil menonjol dengan dorongan kuat terhadap perbaikan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam forum yang berlanjut ke Panitia Khusus (Pansus) bersama eksekutif, Ryadlus menegaskan bahwa pembahasan tidak boleh berhenti pada laporan administratif. Ia mendorong evaluasi berbasis data dan dampak nyata, terutama pada sektor-sektor yang berkontribusi langsung terhadap PAD.

Salah satu yang disorot adalah pengelolaan parkir. Dari sekitar 107 titik parkir di Kota Probolinggo, ia menilai belum semuanya efektif. Karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan menyajikan data rinci agar dapat dilakukan pemetaan mana titik yang produktif dan mana yang justru membebani daerah.

“Jangan sampai keberadaan juru parkir tidak memberi kontribusi signifikan. Harus jelas efektivitasnya,” ujarnya.

Selain sektor parkir, Ryadlus juga menaruh perhatian serius pada kinerja Pudam Bayuangga. Ia mengungkap adanya kerugian hampir Rp300 juta akibat kerusakan jaringan pipa yang dipicu proyek Kementerian PUPR di akhir tahun 2025.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia meminta langkah konkret dari eksekutif untuk menyelesaikan kerugian tersebut, termasuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab.

Tak hanya itu, ia juga mengkritisi struktur organisasi di tubuh Pudam yang dinilai belum efisien. Beberapa jabatan disebut tidak memiliki indikator kinerja yang jelas, termasuk posisi paralegal.

“Kita harus ukur dampaknya. Kalau tidak jelas kontribusinya, ini bisa jadi beban organisasi,” tegasnya.

Dalam dinamika rapat Pansus, Ryadlus juga terlibat dalam dorongan perubahan mekanisme pembahasan agar lebih efektif. OPD tidak lagi diminta melakukan paparan panjang, melainkan langsung masuk pada sesi tanya jawab yang fokus pada persoalan krusial.

Langkah ini dinilai mampu mempercepat proses evaluasi sekaligus memperdalam substansi pembahasan.

Selain itu, isu transparansi anggaran turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Salah satunya terkait penggunaan dana Rp9 miliar dari pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang masih menimbulkan perbedaan pemahaman antara legislatif dan eksekutif.

Ryadlus menilai, kejelasan status anggaran seperti ini menjadi kunci untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik.

Di sisi lain, dalam pembahasan yang lebih luas, aspirasi anggota dewan terkait pelayanan publik—seperti penerangan jalan dan penguatan identitas RSUD Ar-Rozi—juga menjadi bagian dari perhatian bersama dalam forum tersebut. Bagi Ryadlus, seluruh masukan itu harus dipandang sebagai kebutuhan riil masyarakat yang tidak bisa diabaikan.

Dengan pendekatan kritis namun konstruktif, Ryadlus menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD harus menghasilkan perubahan nyata.

“Evaluasi ini harus berdampak. Bukan sekadar laporan selesai, tapi ada perbaikan yang dirasakan masyarakat,” menjadi garis tegas yang ia dorong dalam setiap pembahasan.

Jika konsistensi ini terus dijaga, maka pembahasan LKPJ tidak lagi menjadi rutinitas tahunan, melainkan alat koreksi yang efektif untuk memastikan arah pembangunan Kota Probolinggo berjalan lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran.

Bupati Bondowoso Tinjau Banjir Wonoboyo, Penanganan Darurat hingga Jangka Panjang

Bondowoso,Gempur News- Senin (13/04/2026).Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak sigap merespons bencana banjir yang menerjang Desa Wonoboyo. Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan sekaligus merancang solusi jangka panjang berbasis sistem terpadu.

Dalam peninjauan tersebut, sejumlah langkah cepat telah dilakukan, salah satunya pemasangan bronjong yang difungsikan sebagai penahan sekaligus pengarah arus air. Upaya ini dinilai krusial guna mencegah air kembali meluap ke permukiman warga.

“Alhamdulillah hari ini kita mengunjungi langsung lokasi terdampak. Penanganan sementara sudah dilakukan, termasuk pemasangan bronjong sebagai tangkis dan pengarah aliran air,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan permanen membutuhkan sinergi lintas wilayah karena lokasi terdampak berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Situbondo. “Ke depan kita harus berkoordinasi dengan Kabupaten Situbondo karena ini berada di perbatasan dua wilayah,” lanjutnya.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, pemerintah daerah juga memberi perhatian kepada warga terdampak, terutama yang rumahnya mengalami kerusakan. Bantuan akan diupayakan melalui berbagai skema pendanaan, termasuk dana PTT, meski realisasinya masih menunggu kesiapan anggaran dan proses pendataan.

Di sisi lain, Pemkab Bondowoso mulai menyusun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi. Sistem ini mencakup tahapan mitigasi, penanganan saat bencana, hingga pemulihan pascabencana secara menyeluruh.

“Kita sedang mencoba membangun sistem penanganan kebencanaan yang terintegrasi. Saya minta BPBD dan dinas terkait mulai memitigasi secara terpadu meskipun dalam keterbatasan anggaran,” tegas Bupati.

Dalam kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah juga membuka peluang pembiayaan dari berbagai sumber, baik melalui APBD kabupaten, APBD provinsi, hingga APBN.

Sementara itu, Kepala Dinas BSBK, Ansori, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai instansi sesuai kewenangan masing-masing.

Ia mengungkapkan, ada empat titik prioritas di Wonoboyo yang menjadi fokus penanganan, di antaranya jembatan menuju Glundeng yang terancam putus, jembatan di area gapura, serta aliran Sungai Gunung Putri yang berbatasan dengan Situbondo.

“Kita fokus pada titik yang menjadi kewenangan kami, terutama agar air tidak kembali langsung masuk ke rumah warga seperti sebelumnya,” jelasnya.

Untuk mempercepat penanganan darurat, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta guna perbaikan bronjong di tujuh titik. Rinciannya, empat titik berada di Wonoboyo, sementara tiga titik lainnya tersebar di Ampelan Wringin, Botolinggo, dan Sukosari.

Selain itu, perbaikan jembatan secara permanen direncanakan melalui perubahan APBD, mengingat skema anggaran sebelumnya belum mengakomodasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Melalui langkah terpadu ini, diharapkan penanganan pascabanjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menghadirkan solusi jangka panjang yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan bagi masyarakat, “ungkapnya.**