Home Blog Page 263

Warga Tumpah Ruah, Pawai Budaya Kembali Sajikan Hiburan dan Budaya di Momen Hari Jadi Kota

0

PROBOLINGGO,
Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati ruas Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Ahmad Yani, Sabtu (27/9), untuk menyaksikan Pawai Budaya Kota Probolinggo 2025. Kegiatan yang dihelat Pemerintah Kota Probolinggo ini mengusung tema “Semangat Bersatu Mewujudkan Kreativitas, Kearifan Lokal, dan Kemandirian untuk Kota Probolinggo yang Bersolek” sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo.

Sebanyak 38 peserta dari berbagai instansi pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas seni, hingga kelompok masyarakat ambil bagian menampilkan beragam seni dan budaya Nusantara.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Di mana ribuan penonton memadati sepanjang rute untuk menyaksikan atraksi seni, musik tradisional, dan pertunjukan kostum unik. Rina Putri (29), asal Desa Taman Sari kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, yang datang bersama suami dan anaknya, mengaku terkesan dengan kemeriahan pawai tahun ini.

“Seru sekali, setiap kelompok menampilkan keunikan masing-masing. Saya paling suka saat rombongan Jaran Bodak lewat, meriah dan penuh energi. Anak-anak juga senang melihat pakaian adat yang berwarna-warni,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Bambang Sutrisno (45), warga Kecamatan Mayangan. “Kegiatan seperti ini pastinya ditunggu-tunggu oleh warga Probolinggo dan luar kota. Selain hiburan, pawai budaya juga jadi pengingat bahwa kita punya kekayaan seni dan tradisi yang harus dijaga. Saya sendiri bangga tinggal dan jadi warga Kota Probolinggo,” katanya.

Ya. Dengan semangat kebersamaan, Pawai Budaya Kota Probolinggo 2025 menjadi bukti bahwa kreativitas dan kearifan lokal dapat menjadi kekuatan dalam membangun kota yang berkarakter sekaligus memperkokoh identitas budaya bangsa.

Hal itu juga disampaikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pawai budaya tahun ini menjadi ajang untuk menampilkan kekayaan budaya lokal dan nasional.

“Dalam peringatan hari jadi ke-666 ini, kita membawa empat unsur pokok, yaitu menampilkan warisan budaya tak benda Kota Probolinggo seperti Jaran Bodak, duk-duk, dan kembang lamaran. Kita juga memamerkan wastra Nusantara seperti batik dan pakaian adat dari berbagai daerah,” ujarnya.

Wali Kota Amin bersama istri dan jajaran Forkopimda turut mengenakan busana adat Nusantara. Dari pakaian adat Kupang, Papua, hingga Surabaya, keanekaragaman budaya Indonesia tampak semarak.

Ia berharap, adanya event seperti ini adalah bentuk perwujudan nyata bahwa makna sejahtera, yang tersemat di huruf S pada kata Probolinggo Bersolek, itu benar-benar ada dan dapat dirasakan masyarakat.

Pawai dimulai jam 9 pagi dari depan Kantor Wali Kota Probolinggo, menyusuri rute Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan berakhir di Jalan Ahmad Yani. Sedikitnya, 38 peserta dari berbagai instansi pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas seni, dan kelompok masyarakat ikut ambil bagian menampilkan beragam seni dan budaya Nusantara.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian, datang dari peserta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan kostum Garuda Nusantara. Burung garuda raksasa dengan iringan peserta dengan kostum indah beburungan lainnya, rupanya mengundang decak kagum sekaligus rasa penasaran penonton.

Tak hanya menghibur, pawai ini juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil. Sukar, pedagang es teh “Dendang” yang mangkal di depan Plaza, mengaku dagangannya laris manis.

“Cuaca terik bikin orang haus. Baru jam 11 sudah habis 15 galon (yang berisikan air teh). Saya sampai minta adik bawakan stok tambahan dari rumah, di belakang sini. Kakak juga jualan di pertigaan (jalan) Ahmad Yani, deket (garis) finish, nyebar semua. Alhamdulillah, ini berkah ulang tahunnya Pemkot,” ujarnya sumringah.(Ali)

Wakil Bupati Pasuruan Membuka acara Makesta IPNU IPPNU di Mts MA Ma’arif Rembang

0

Pasuruan – Wakil Bupati Pasuruan secara resmi membuka acara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU, IPPNU PAC Rembang berlokasi di Mts MA Ma’arif Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sabtu (27/9/2025) pukul 14.00 WIB siang.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Rembang ini, dihadiri langsung Wakil Bupati Pasuruan, KH. Sobih Asrori dan Kepala Mts Ma’arif, Zainul arifin, Rembang, Pengurus harian MWC NU Rembang, JQH Rembang, PAC Ansor Rembang, juga PAC Muslimat Rembang, PC IPNU Bangil, PAC Pagar Nusa serta Peserta Makesta 70 pelajar.

Dalam sambutan, Wakil Bupati Pasuruan, Shohih Asrori mengatakan, bahwa pendidikan sangatlah penting.
Terutama pendidikan aswaja ituharus ditanamkan mulai sejak dini,” jelas Shohih Asrori.

Ditempat sama, Wakil Bupati Pasuruan, Shohih Asrori juga berpesan kepada peserta dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan agar “Jadilah Gelombang, Jangan Jadi Gelumbung”.

Diketahui, dalam kegiatan yang digelar tersebut, bertujuan untuk gerbang masuk pengkaderan anggota IPNU IPPNU.

Selama kegiatan berlangsung aman, lancar, terkendali, khidmat dan berakhir dengan situasi kondusif.(Qomar)

Polres Pasuruan Ungkap 3 Kasus Pencurian, 5 Pelaku Berhasil Ditangkap

0

PASURUAN — Unit I Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Pasuruan berhasil mengungkap tiga kasus pencurian dalam sepekan terakhir. Dari pengungkapan ini, polisi menangkap lima tersangka di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengatakan penangkapan para pelaku merupakan bukti keseriusan jajarannya dalam menjaga situasi keamanan di tengah masyarakat.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan yang meresahkan. Semua laporan masyarakat segera kami tindaklanjuti dengan cepat dan tegas,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Kasus pertama tercatat pada laporan polisi LP/B/8/IX/2025 di wilayah Polsek Purwosari, tanggal 21 September 2025. Dua pelaku, yakni Moh. Rodi bin Toha (33) dan Rido’i bin Iksan (29), keduanya warga Desa Lorokan, Kejayan, ditangkap usai melakukan pencurian di tepi jalan dekat warung masuk Dusun Krajan, Desa Karangrejo, Kecamatan Pasuruan.

Kasus kedua tercatat pada LP/B/75/IX/2025 di wilayah hukum Polres Pasuruan, tanggal 22 September 2025. Pelaku tunggal, Taufik Safalas (23), warga Desa Ampelsari, Pasrepan, ditangkap setelah melakukan pencurian di depan rumah warga di Dusun Karangpanas, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang.

Sementara itu, kasus ketiga berdasarkan LP/B/11/IX/2025 di wilayah Polsek Sukorejo, tanggal 25 September 2025. Dua tersangka, Nur Kholis bin Salisin (33) dan Muhammad bin Ponadi (45), keduanya warga Desa Kedungbanteng, Rembang, diamankan usai mencuri kendaraan di area parkir Jalan Raya Sukorejo Bangil, tepatnya di Desa Kenduruan, Sukorejo.

AKBP Jazuli menegaskan, pengungkapan tiga kasus ini menunjukkan peran aktif masyarakat dalam memberikan laporan sangat membantu kepolisian.

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, menjaga lingkungan sekitar, dan segera melapor bila melihat hal yang mencurigakan. Sinergi antara masyarakat dan polisi adalah kunci terciptanya keamanan,” tegasnya.

Para tersangka kini ditahan di Mapolres Pasuruan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

Polsek Tosari Galakkan Patroli Pos Kamling, Kapolres: Upaya Jaga Rasa Aman Warga

0

PASURUAN – Personel Polsek Tosari melaksanakan patroli pos kamling di desa binaan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Senin malam (22/9/2025).

Kegiatan ini menyasar pos kamling di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan aparat kepolisian, TNI, serta Satpol PP.

Patroli yang dipimpin Tosari 14.01 dimulai pukul 21.30 WIB hingga selesai. Personel menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga, sekaligus mengimbau agar segera melaporkan ke Call Center 110 Polres Pasuruan apabila mengetahui indikasi aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyatakan, kegiatan patroli pos kamling ini merupakan bentuk sinergi Polri bersama masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah hukum Polres Pasuruan, termasuk Tosari, merasa aman dan nyaman. Pos kamling adalah ujung tombak keamanan lingkungan, sehingga kehadiran personel Polsek sangat penting untuk memotivasi warga,” ujarnya.

Kapolsek Tosari AKP Agus Purnomo, S.H., M.H. menambahkan, patroli malam itu berjalan aman, lancar, dan tertib. Adapun hasil yang diharapkan adalah meminimalisir tindak kriminalitas di lokasi rawan serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Tosari menurunkan Aiptu Saiful M., Aiptu I Nyoman M., dan Aipda Hariadi, dibantu dua personel Koramil serta satu anggota Satpol PP.

90 Peserta Ikuti Pergelaran Festival Pencak Silat  Seni Bupati Cup II

0

BARITO UTARA- Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Festival Pencak Silat  (FPS) Seni Bupati Cup II tahun 2025. Kegiatan ini menjadi ajang prestasi dan pelestarian seni bela diri tradiaional yang dilakukan dalam Aula Bappedarida Muara Teweh, Sabtu (27/9/2025). 

Ketua Panitia, Hari Permadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Bupati Cup pertama yang digelar pada tahun 2024. “Alhamdulillah tahun ini kita kembali bisa melaksanakan Bupati Cup II. Mudah- mudahan di tahun- tahun mendatang kita dapat terus menyelenggarakan kegiatan ini secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dikatakan Hari Permadi, ditahun ini  festival FPS diikuti 90 peserta dari berbagai sekolah dan perguruan pencak silat. Jenis lomba yang dipertandingkan antara lain kategori usia 17 tahun ke bawah yaitu, solo kreatif putra-putri, berpasangan putra-putri, berkelompok putra-putri dan kategori 17-35 tahun yaitu solo kreatif putra/putri, berpasangan putra/putri, berkelompok putra/putri, serta khusus tingkat SD dan SMP pada jurusan tunggal putra dan putri.

Festival berlangsung selama dua hari, 27- 28 September 2025 di Aula Bappedarida Muara Teweh. Dewan juri terdiri atas para ahli berpengalaman, di antaranya Suhu Dreiyano I. Lindan, SP (guru nasional), Suhu Darwin (juri provinsi Kalteng), Nordiansyah (Juri provinsi), Hari Permadi (juri provinsi), Fathurrahman (juri provinsi), dan M Reza Pahlevi (juri kabupaten),” jelas ketua panitia. 

Pj. Bupati Indra Gunawan, SE. MPA dalam sambutannya yang disampaikan melalui Asisten III Bidang Aadministrasi Umum Sekda, H. Yaser Arapat, ST. MT  menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya festival FPS yang digelar.

“Pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga sekaligus seni budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, seiring perkembangan zaman, semangat generasi muda terhadap olahraga tradisional mulai terkikis. Karena itu, melalui kegiatan ini kita berupaya membangkitkan kembali kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, pada seni bela diri pencak silat,” ungkapnya.

la juga menekankan, Festival Pencak Silat Seni Bupati Cup II diharapkan menjadi landasan untuk memacu semangat persatuan, menghargai dan mempertahankan olahraga tradisional, sekaligus menjadi wadah penyaluran bakat serta ajang silaturahmi antar pesilat di Barito Utara.

“Dengan diadakannya festival ini, selain sebagai ajang prestasi bagi generasi muda, juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan serta menjunjung tinggi sportivitas dan keberagaman di bidang olahraga seni pencak silat,” lanjutnya. 

Pj. Bupati melalui Asisten III Sekda juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang secara konsisten menyalurkan dana hibah melalui Bagian Kesra untuk mendukung kegiatan IPSI, pengadaan sarana prasarana, serta pembinaan atlet.

“Besaran dana hibah tahun ini sekitar Rp. 200 juta yang digunakan untuk berbagai kegiatan pembinaan dan pelaksanaan event-event pencak silat,” jelasnya.

Indra Gunawan berharap Festival Pencak Silat Seni Bupati Cup II dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya melestarikan seni bela diri pencak silat di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Barito Utara.(SS)

Polres Lumajang Ungkap Kasus Penggelapan dalam Jabatan, Rugikan Perusahaan Rp180 Juta

0

Lumajang– Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh seorang karyawan perusahaan distributor semen di Lumajang. Dari hasil penyelidikan, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp180.300.000.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, S.Tr.K., S.I.K., mengungkapkan bahwa tersangka berinisial UM (31), warga Kelurahan Jogotrunan, Lumajang, yang bekerja sebagai salesman retail di PT Sumber Inti Alam (SIA).

“Tersangka melakukan penggelapan dengan cara menagih pembayaran ke sejumlah toko rekanan perusahaan, namun uang hasil penjualan tidak disetorkan ke perusahaan. Total ada 12 toko yang menjadi korban,” terang AKP Pras Ardinata, Senin (22/9/2025).

Modus yang digunakan tersangka, lanjutnya, adalah memberikan nota penagihan atau invoice warna putih kepada pemilik toko sebagai bukti pembayaran lunas. Namun setelah dicek, perusahaan tidak pernah menerima setoran dari transaksi tersebut.

Kasus ini terungkap setelah salah satu pemilik toko, Eko Setiawan dari Toko Rejeki Merdeka, menemukan adanya tagihan yang dianggap belum lunas padahal ia telah melakukan pembayaran. Hal tersebut kemudian dilaporkan ke pihak perusahaan dan ditindaklanjuti dengan audit internal.

“Dari hasil audit forensik yang dilakukan perusahaan, diketahui kerugian mencapai Rp180 juta lebih. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya,” jelas Kasat Reskrim.

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Senin (22/9/2025) siang. Saat ini, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dalam Jabatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Kasus ini masih kami kembangkan, untuk mendalami apakah ada pihak lain yang turut terlibat,” pungkas AKP Pras Ardinata.

Sudiyah Pimpin PSI Lumajang Periode 2025-2030, Berkomitmen Buka Ruang Bagi Anak Muda

0

Lumajang, 26 /09/
2025

  • Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lumajang secara resmi mengumumkan susunan pengurus baru periode 2025-2030. Dalam konferensi pers yang digelar seusai kegiatan kopi darat (kopdar) bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Sudiyah, mantan anggota DPRD Kabupaten Lumajang periode 2004-2009, terpilih sebagai Ketua DPD PSI Kabupaten Lumajang, acara ini digelar di warkop /bakso&mie ayam Bangsal di kota Lumajang pada Jum’at (26/09/2025).

Sudiyah, yang dikenal sebagai tokoh politik Lumajang yang sangat diperhitungkan, baik oleh kawan maupun lawan politik, bertekad untuk membawa PSI Kabupaten Lumajang menjadi partai yang lebih dekat dengan rakyat. “PSI harus menjadi rumah bersama yang nyaman, inklusif, dan progresif, khususnya bagi kaum muda,” ujar Sudiyah dalam pidatonya.

Dalam susunan pengurus baru, Ahmad Jainuri yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD kini dipercaya sebagai Dewan Pembina Daerah. Sementara Hadi, yang sebelumnya mengisi posisi Dewan Pembina Daerah, ditetapkan sebagai Sekretaris DPD PSI Kabupaten Lumajang. Abdul Rokhim ditunjuk sebagai Ketua Harian DPD, dan Santoso, yang pernah menjabat sebagai Ketua Relawan Projo Kabupaten Lumajang, dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPD PSI Kabupaten Lumajang.

Abdul Rokhim menegaskan bahwa susunan kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat langkah partai dalam memperluas basis dukungan di Kabupaten Lumajang. “Kami akan bekerja bersama seluruh elemen partai untuk menjadikan PSI semakin dekat dengan rakyat Lumajang,” ungkapnya.

Sudiyah juga menekankan pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda agar bisa berpartisipasi, berkreasi, dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik. “Bersama rakyat, kita kuat. Bersama solidaritas, kita menang,” tegasnya disambut tepuk tangan pengurus dan kader yang hadir.

DPD PSI Kabupaten Lumajang juga menjelaskan telah mengirimkan surat permohonan surat keputusan (SK) kepengurusan baru kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Timur. Saat ini, DPD masih menunggu keluarnya SK resmi dari DPP sebagai dasar pengesahan formasi kepengurusan periode 2025-2030.

Dengan susunan pengurus baru ini, PSI Kabupaten Lumajang siap untuk memperkuat langkah partai dan memperluas basis dukungan di Kabupaten Lumajang. DPD PSI Kabupaten Lumajang.

Sudiyah, yang dikenal sebagai tokoh politik Lumajang yang sangat diperhitungkan, baik oleh kawan maupun lawan politik, bertekad untuk membawa PSI Kabupaten Lumajang menjadi partai yang lebih dekat dengan rakyat. “PSI harus menjadi rumah bersama yang nyaman, inklusif, dan progresif, khususnya bagi kaum muda,” ujar Sudiyah dalam pidatonya.

Dalam susunan pengurus baru, Ahmad Jainuri yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD kini dipercaya sebagai Dewan Pembina Daerah. Sementara Hadi, yang sebelumnya mengisi posisi Dewan Pembina Daerah, ditetapkan sebagai Sekretaris DPD PSI Kabupaten Lumajang. Abdul Rokhim ditunjuk sebagai Ketua Harian DPD, dan Santoso, yang pernah menjabat sebagai Ketua Relawan Projo Kabupaten Lumajang, dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPD PSI Kabupaten Lumajang.

Abdul Rokhim menegaskan bahwa susunan kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat langkah partai dalam memperluas basis dukungan di Kabupaten Lumajang. “Kami akan bekerja bersama seluruh elemen partai untuk menjadikan PSI semakin dekat dengan rakyat Lumajang,” ungkapnya.

Sudiyah juga menekankan pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda agar bisa berpartisipasi, berkreasi, dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik. “Bersama rakyat, kita kuat. Bersama solidaritas, kita menang,” tegasnya disambut tepuk tangan pengurus dan kader yang hadir.

DPD PSI Kabupaten Lumajang juga menjelaskan telah mengirimkan surat permohonan surat keputusan (SK) kepengurusan baru kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Timur. Saat ini, DPD masih menunggu keluarnya SK resmi dari DPP sebagai dasar pengesahan formasi kepengurusan periode 2025-2030.

Dengan susunan pengurus baru ini, PSI Kabupaten Lumajang siap untuk memperkuat langkah partai dan memperluas basis dukungan di Kabupaten Lumajang.( Joe)

Pembangunan Menara Telekomunikasi di Kota Cimahi,Selalu Bangun Dahulu Ijin Belakangan

0

Cimahi,Sabtu(27/09/2025)
Maraknya pembangunan menara telekomunikasi merupakan hal yang menunjukan bahwa sebuah Kota mengalami kemajuan di bidang telekomunikasi,Namun pembangunan menara telekomunikasi seyogyanya diiringi dengan kepatuhan dalam mengikuti aturan yang sudah digariskan pemerintah.Kota Cimahi diduga banyak para pengusaha yang bergerak di bidang pembangunan menara telekomunikasi mengabaikan aturan,hanya berdalih sedang diproses melalui Online Single Submission(OSS) Menara Telekomunikasi sudah langsung dibangun.

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh PT.STP yang diduga melakukan pembangunan menara telekomunikasi setinggi lebih dari 40 meter di tengah Perumahan vereran tepatnya di salah satu rumah warga Komplek Vereran no.54 RT 07-RW 06 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara yang diduga menyalahi aturan dengan dengan membangun menara telekomunikasi tanpa mengantongi Ijin membangun Menara dari Dinas terkait, tentu saja hal ini memiliki potensi pelanggaran Administrasi dan juga pelanggaran pidana sesuai Pasal 421 KUHP.
Dari pihak pemerintah sendiri menurut Koordinator LSM Kompas, Fajar Budhi Wibowo terkesan melakukan pembiaran tanpa ada sanksi yang tegas.

Awak media yang berusaha meminta konfirmasi dari RT dan RW hanya memberikan penjelasan saat berusaha dimintai konfirmasi,
“Kalau yang masalah perijinan kabarnya sedang ditempuh dan dari masyarakat sudah menyetujui dengan adanya tanda tangan dari masyarakat sekitar pembangunan menara,” Terang Ketua RW 06 kelurahan Cipageran.Sementara Ketua RT 07 saat dimintai keterangan melalui aplikasi WA,sampai berita ini dinaikan tidak memberikan jawaban samasekali.

Sementara di gedung Mall Pelayanan Publik(MPP) Salah seorang petugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(DPM PTSP) menyatakan masih dalam kajian Dinas PUPR,
“Untuk perijinan pembangunan menara telekomunikasi yang berlokasi di Komplek Vereran RT 07-RW 06 Kelurahan Citeureup belum keluar ijinnya namun sydah dalam proses Kajian Dinas PUPR,” Ungkapnya.

Dari pihak warga Komplek Vereran yang menolak dan enggan di tulis identitasnya menyatakan bahwa dia dan beberapa warga yang lainnya banyak yang tidak setuju karena khawatir rubuh,
“Kami menolak karena tidak ada undangan untuk musyawarah,hanya orang-orangbtertentu yang diundang dan menyatakan setuju sementara kami yang juga sebagai warga Komplek tidak tahu menahu terkait ijin pembangunan menara tersebut, rencananya kami akan berkirim surat kepada Ketua DPRD Kota Cimahi.” Tegasnya.
Dalam pantauan di lapangan Menara telekomunikasi sudah hampir selesai bahkan sudah dianggap selesai sementara Ijin masih Proses dan proses pembangunan yang ditempuh sudah menyalahi aturan.

RED

Satlantas Polres Lumajang Gelar Program “Polantas Menyapa” di Pondok Pesantren Miftahul Ulum

0

Lumajang– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang terus gencar melakukan upaya edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui program Polantas Menyapa, kali ini kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kabupaten Lumajang, Jumat (27/9/2029).

Dalam kesempatan tersebut, Kanit Kamsel Satlantas Polres Lumajang, Ipda Yoyok Widarto, memberikan sosialisasi kepada para santriwan dan santriwati terkait pentingnya tertib berlalu lintas.

Edukasi ini dikemas dengan pembagian brosur imbauan keselamatan berkendara.

“Kami ingin sejak dini para santri memahami pentingnya disiplin dalam berlalu lintas. Dengan patuh aturan, bukan hanya melindungi diri sendiri tetapi juga orang lain di jalan raya. Harapannya, angka pelanggaran lalu lintas bisa ditekan dan fatalitas korban laka lantas dapat diminimalisir,” ujar Ipda Yoyok Widarto.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Mohamad Syaikhu, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Lumajang dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif.

“Program Polantas Menyapa ini kami selenggarakan secara rutin, khususnya di sekolah maupun pondok pesantren. Kami ingin menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak dini agar generasi muda kita tumbuh menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masyarakat,” ungkap AKP Mohamad Syaikhu.

Dengan adanya kegiatan ini, Satlantas Polres Lumajang berharap para santri dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran tertib lalu lintas, sehingga tercipta lingkungan berkendara yang aman dan nyaman di Kabupaten Lumajang.

Musda Partai Golkar Pemalang : Pemilihan Ketua Baru Masa Bakti 2025 -2030

0

Gempurnews | Pemalang – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Pemalang resmi di gelar pada hari Jumat ( 26/9/25) di Hotel R-Gina,yang di hadiri dari Jajaran pengurus dan petinggi Partai Golkar serta Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah,dan hadir pula Doni Akbar, anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Jateng X.

Dengan suara bulat Musyawarah Daerah ( Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Pemalang menetapkan Nur Azmi Wicaksono sebagai Ketua baru untuk masa bakti 2025-2030 secara aklamasi untuk memimpin Partai yang berlambangkan Pohon Beringin.

Dalam sambutannya Nur Azmi Wicaksono Ketua terpilih menyampaikan kepada seluruh kader dan pengurus Partai Golkar,agar setiap kader maupun pengurus menjadi kader yang baik dan amanah.

Selain itu Ia menargetkan agar ada penambahan kursi di pemilihan legeslatif yang akan datang,dan kalau bisa satu dapil ada dua kursi dewan. “ungkapnya.

Dalam Pemerintah dearah Partai Golkar pastinya sebagai Partai pengusung juga akan mendukung penuh dan bisa menjadi mitra strategis Pemerintah daerah dalam melaksanakan program program Pembangunan.”ucapnya.

Dalam kiprahnya di Partai Golkar Pemalang, Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda Olahraga dan Seni Budaya.

Suasana Musda XI semakin semarak dengan kehadiran Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Wakil Bupati Nurkholes dan ini adalah bukti nyata sinergi antara Partai Golkar dengan Pemerintah daerah dalam mengawal program program Pemerintah yang ada di Kabupaten Pemalang.

Musda XI Partai Golkar bukan hanya forum untuk memilih Ketua baru, tetapi sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai serta menegaskan arah kebijakan dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di masa akan datang.

(yn26)