Home Blog Page 265

Polres Magetan Berhasil Amankan Komplotan Perampok Spesialis Minimarket

0

MAGETAN – Polres Magetan Polda Jatim akhirnya berhasil mengungkap kasus perampokan minimarket 24 jam di wilayah Maospati, Kabupaten Magetan, yang terjadi pada Kamis (4/9/2025) pekan lalu.

Dari hasil ungkap tersebut, Polisi menangkap Dua pelaku utama komplotan spesialis perampok minimarket lintas kota.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa di Gedung Pesat Gatra,Jumat (26/9/2025).

Dua tersangka yang diamankan yakni HK, warga Kabupaten Demak, dan SD, warga Kabupaten Cirebon.

Dari tangan HK, petugas menyita barang bukti berupa Satu unit mobil Toyota Agya warna putih dengan cutting merah yang digunakan dalam aksi kejahatan.

“Berkat kerja keras Satreskrim Polres Magetan, kolaborasi dengan Resmob, Jatanras, dan Ditreskrimum Polda Jawa Timur, kedua pelaku sudah kita amankan. Saat ini masih dalam pengembangan di Polda Jatim,” ungkap AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Kapolres Magetan menjelaskan, penangkapan kedua tersangka dilakukan di wilayah Depok, Jawa Barat, setelah petugas menelusuri rekaman CCTV dan jejak kendaraan.

Para pelaku sempat berusaha mengecoh petugas dengan mengubah identitas mobil yang digunakan untuk melarikan diri.

“Kasus ini kami tangani di Polda Jatim mengingat jaringan pelaku lintas kabupaten dan provinsi,” tambahnya.

Dalam aksinya, para pelaku menggunakan senjata api untuk menakut-nakuti korban.

Hingga kini, penyidik masih menyelidiki apakah senjata tersebut merupakan senjata api organik atau hanya airsoft gun.

Selain Dua pelaku yang sudah ditangkap, Polisi juga masih memburu dua orang lainnya yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni IMS dan TT, keduanya beralamat di Jakarta Selatan.

Aparat kepolisian terus melakukan pengejaran untuk menangkap kedua buronan tersebut.

Keberhasilan ini menjadi bukti kesigapan Polres Magetan bersama jajaran Polda Jatim dalam mengungkap kejahatan lintas wilayah, sekaligus memberi rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Magetan dan sekitarnya. (*)

PEMUSNAHAN BARANG KENA CUKAI HASIL TEMBAKAU ILEGAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA CIMAHI

0

CIMAHI,Kamis(25/09/2025)
Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) Ilegal pada Kamis (25/9/2025) di Taman Plaza Rakyat, Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memberantas barang kena cukai ilegal.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menegaskan bahwa selama 10 tahun terakhir, peningkatan jumlah perokok dewasa aktif di Indonesia mencapai 8,8 juta orang. Namun dari sisi penerimaan negara, peningkatan tersebut ternyata tidak berjalan beriringan dengan jumlah penerimaan negara yang harusnya meningkat.
“Dari hasil operasi gabungan Satpol PP Kota Cimahi dan KPPBC Bandung, masih banyak di Kota Cimahi, warung atau toko yang menjual rokok ilegal. Peredaran rokok ilegal di Kota Cimahi masih cukup banyak, dari hasil operasi bersama yang dilaksanakan di tahun 2025 sebanyak 44.368 batang atau 2.279 bungkus rokok ilegal telah disita oleh pihak Bea Cukai,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota mengajak semua pihak untuk terus mendukung upaya pemberantasan BKCHT ilegal demi keberlanjutan pembangunan nasional dan melindungi masyarakat dari bahaya rokok ilegal. Ia juga menghimbau Masyarakat agar tidak tergiur oleh harga yang murah dan turut memikirkan dampak yang diakibatkan dari peredaran dan penggunaan rokok illegal.
“Keselamatan rakyat itu adalah hukum tertinggi, salus populi suprema lex pesto. Jadi kalau kita bicara pemusnahan rokok ilegal Ini adalah kita berbicara menyelamatkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan negara,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Adhitia juga mengajak para pemuda di Kota Cimahi untuk terus mengampanyekan bahaya rokok ilegal dan dampak yang disebabkannya. Ia menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Cimahi.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota memastikan penindakan terhadap pelaku penjual rokok ilegal sudah berjalan sesuai hasil dari operasi yang dilakukan oleh Satpol PP Damkar Kota Cimahi. Ia menegaskan, langkah tegas ini merupakan bagian dari menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Nanti kita semakin gencarkan lagi untuk memberantas peredaran rokok ilegal yang ada di Kota Cimahi. Satu juta batang pada hari ini yang akan kita musnahkan menurut saya belum mencerminkan jumlah rokok yang beredar di Kota Cimahi, apalagi kalau kita melihat tren rokok di Kota Cimahi semakin meningkat,” imbuhnya.
Terkait kemungkinan adanya pihak tertentu yang melindungi peredaran rokok ilegal, Adhitia menegaskan sikap tegas pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal hingga ke akarnya. “Hal-hal yang berkaitan dengan potensi yang menyebabkan kerugian bagi pemerintah Kota Cimahi harus tindak tegas,” ujar Adhitia.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.013.236 batang rokok ilegal senilai Rp1,5 miliar dimusnahkan dengan cara dibakar dan dirusak sehingga tidak dapat digunakan kembali. Pemusnahan juga dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Santiong, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara menggunakan teknologi Refuse-Derived Fuel untuk kemudian disalurkan kepada PT. Indocement guna pemanfaatan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara.
Pemusnahan BKCHT ilegal turut dihadiri 130 orang dari unsur Satpol PP Damkar Cimahi, tamu undangan Forkopimda, Kanwil Bea dan Cukai Jawa Barat, KPPBC Tipe Madya A Bandung, serta Satpol PP Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara sekaligus membahayakan kesehatan masyarakat.

Achmad Syafei
Sumber:(Bidang IKPS)

Polres Pasuruan Tetapkan Tersangka Dalam Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Di Bawah Umur

0

PASURUAN – Unit PPA Satreskrim Polres Pasuruan menetapkan seorang pria bernama M (36) warga Dusun Kudukeras, Desa Genengwaru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, sebagai tersangka kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur.

Penangkapan dilakukan pada Senin (22/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB oleh tim yang dipimpin Kanit V Satreskrim IPDA Arief Bernadhy’l Yaum, S.H. Usai penangkapan, perkara langsung digelar di ruang gelar Unit Resmob Polres Pasuruan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan membenarkan penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

“Berdasarkan keterangan saksi, hasil visum, dan barang bukti yang ada, penyidik menetapkan (M) sebagai tersangka. Kasus ini akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

Kasus ini bermula pada April 2024 ketika korban berinisial SW (17), warga Desa Genengwaru, ikut membantu di rumah terlapor. Saat situasi sepi, korban dipaksa melakukan hubungan badan.

Perbuatan itu berlanjut pada 21 Desember 2024, di mana korban juga diancam oleh pelaku hingga akhirnya mengadu kepada ibunya, Yuliana. Tidak terima dengan kejadian tersebut, Yuliana melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk keterangan saksi dan hasil visum yang menunjukkan adanya robekan pada selaput dara korban di beberapa bagian. Polisi juga mengamankan pakaian serta rok korban sebagai barang bukti.

Perkara ini disangkakan dengan Pasal 81 Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Saat ini, penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan dan menyiapkan pengiriman berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Polres Pasuruan Bersama BEM Gelar Gerakan Pangan Murah di Lumbang, Salurkan 5 Ton Beras

0

PASURUAN – Polres Pasuruan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya menyalurkan 1.000 bungkus beras atau setara 5 ton dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/9/2025).

Kasat Intelkam Polres Pasuruan, AKP Lubis Ibroril Chosam, mengatakan kegiatan ini berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 17.15 WIB di lima titik. “Beras SPHP yang kami distribusikan bersama BEM Pasuruan Raya mencapai 1.000 bungkus atau lima ton. Ini untuk membantu perekonomian masyarakat agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya dalam laporan resmi.

Adapun titik distribusi beras berada di Depan Masjid Sabilil Muttaqin Dusun Krajan Barat Desa Karangjati, Dusun Krajan Timur Desa Karangjati, Dusun Jatisari Desa Karangjati, Dusun Krajan I Desa Watu Lumbung, serta Desa Cukurguling.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah kepala desa, yakni Kepala Desa Karangjati Haris, Kepala Desa Watulumbung Ridwan, dan Kepala Desa Cukurguling Amali. Dari BEM Pasuruan Raya hadir Koordinator M. Ubaidillah Abdi, Sekjend Syahrul Firmansyah, Bendahara Muhammad Niko Ade Saputro, serta jajaran divisi.

AKP Lubis menambahkan, kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Namun, ia mengingatkan adanya potensi framing negatif dari pihak tertentu. “Kami tetap mewaspadai adanya upaya membenturkan mahasiswa dengan Polri atau upaya membuat opini negatif. Karena itu, kami mendorong humas dan bhabinkamtibmas lebih aktif membangun komunikasi serta publikasi positif,” jelasnya.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Riawan, mengapresiasi langkah sinergi tersebut. “Kami menyambut baik kerja sama dengan BEM Pasuruan Raya. Kegiatan ini bukan hanya soal distribusi beras murah, tapi juga membangun kedekatan Polri dengan masyarakat dan mahasiswa. Ini contoh nyata sinergitas yang menyejukkan,” kata AKBP Jazuli.

Polres Pasuruan juga merekomendasikan agar kegiatan pangan murah dapat terus diperluas, terutama di wilayah yang rawan inflasi atau masyarakat dengan ekonomi rendah.

Satlantas Polres Lumajang Gelar “Polantas Menyapa” di Ponpes Jauharotul Kamal

0

Lumajang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang kembali melaksanakan program Polantas Menyapa dengan menyasar kalangan pelajar dan santri di pondok pesantren.

Kali ini kegiatan digelar di Pondok Pesantren Jauharotul Kamal Islamic Center MAN Lumajang, Rabu (24/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas memberikan sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas kepada santriwan dan santriwati.

Selain itu, petugas juga membagikan brosur himbauan serta memberikan sarana kontak berupa alat pengaturan lalu lintas kepada perwakilan santri untuk mendukung pengaturan lalu lintas di sekitar lingkungan pondok pesantren.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Mohamad Syaikhu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya kepolisian dalam menekan angka pelanggaran serta meminimalisir fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

“Kami ingin menanamkan sejak dini kepada para santri tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Hal ini menjadi bekal mereka saat sudah aktif menggunakan kendaraan bermotor, sehingga dapat tercipta budaya tertib dan aman di jalan raya,” ungkap AKP Syaikhu.

Menurutnya, pesan moral dalam tertib berlalu lintas perlu terus disampaikan secara berkelanjutan, baik melalui sekolah maupun pondok pesantren, agar generasi muda lebih peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain di jalan.

“Kami berharap melalui kegiatan Polantas Menyapa ini, para santri dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sekaligus ikut mengedukasi masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.

Dengan kegiatan ini, Satlantas Polres Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di Kabupaten Lumajang.

Satlantas Polres Lumajang Gelar Patroli Blue Light Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong

0

Lumajang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang terus gencar melaksanakan patroli blue light guna mengantisipasi balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli tersebut digelar dengan menggunakan mobil patroli, menyasar jalur rawan seperti Jalan Raya Klakah, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Kamis (25/9/2025) malam.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Mohamad Syaikhu, mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan upaya kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya aksi balap liar yang kerap meresahkan.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya aktivitas remaja yang berkerumun di jalan raya hingga berpotensi melakukan balap liar. Selain itu, kami juga menertibkan kendaraan dengan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan,” ujar AKP Syaikhu.

Selain patroli dan penjagaan di titik-titik rawan, petugas juga membubarkan kerumunan anak muda yang dicurigai akan melakukan balap liar.

Polisi pun melakukan patroli dialogis dengan tokoh masyarakat dan warga sekitar untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan wilayah.

AKP Syaikhu menegaskan, patroli blue light akan terus dilaksanakan secara rutin, terutama di wilayah rawan curat, curas, curanmor (3C), serta gangguan kamtibmas lainnya.

“Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif, memberikan informasi kepada kepolisian jika ada potensi gangguan keamanan di lingkungannya,” pungkasnya.

Dengan adanya langkah preventif ini, Polres Lumajang berkomitmen menjaga situasi kondusif agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Salah seorang warga Klakah, Sutrisno (45), menyambut baik langkah kepolisian tersebut. Menurutnya, patroli rutin sangat membantu menciptakan suasana aman dan nyaman bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

“Kalau malam sering ada anak-anak nongkrong bawa motor dengan knalpot keras, kadang bikin resah. Alhamdulillah dengan adanya patroli dari polisi, kami merasa lebih tenang,” ungkapnya

Menggebrak Dunia Pariwisata : Disparpora Pemalang “Menyusun Kalender Event” Siap Jadi Magnet Wisatawan

0

Gempurnews | Pemalang – Desa-desa wisata di Kabupaten Pemalang kini tengah bersiap menggebrak dunia pariwisata. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) menggandeng puluhan desa untuk menyusun Kalender Event 2025 yang siap jadi magnet wisatawan.

Pertemuan strategis ini digelar di Warung Makan “Gatra Kencana” Desa Bojongnangka, Kamis (25/9). Puluhan kepala desa hadir, membawa ide segar untuk memperkuat potensi wisata sekaligus mendongkrak daya tarik Pemalang di mata wisatawan.

Kepala Disparpora Pemalang, Dian Ika Siswanti, menegaskan bahwa kalender event akan menjadi panduan emas bagi desa wisata. “Kalender ini akan jadi rambu dan pegangan agar setiap desa bisa lebih terarah dalam mempromosikan potensi mereka,” ujarnya.

Lebih dari itu, kalender event bukan hanya sekadar jadwal, tapi juga pintu kolaborasi. Desa wisata dapat lebih mudah menggandeng pelaku usaha, komunitas, hingga wisatawan, sehingga kegiatan yang digelar bisa berdampak nyata pada perekonomian.

Dalam forum ini, desa-desa diberi kesempatan memamerkan potensi andalan mereka. Ada yang menonjolkan seni budaya, kuliner, kerajinan tangan, hingga wisata alam. Semua masukan akan diracik menjadi bagian dari Kalender Event 2025 Pemalang.

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, bahkan sudah mencuri perhatian dengan kesiapan Taman “Benowo Park” menghadapi Festival Mangga pada November 2025. Festival mangga di Penggarit yang dikenal “Mangga Istan” ini diyakini bakal jadi sorotan utama, mengangkat mangga khas desanya ke panggung nasional.

Disparpora juga mengingatkan bahwa kalender event harus jadi lebih dari sekadar rutinitas. Harapannya, program ini mampu menggeliatkan kunjungan wisatawan, memperkuat ekonomi kreatif, sekaligus menjaga budaya lokal agar tetap hidup.

Tak hanya itu, Pemalang punya sederet festival ikonik. Mulai dari Festival Sarung Goyor dan UMKM di Wanarejan Utara, Festival Mangga di Penggarit, hingga Festival Wong Gunung di Pulosari yang memadukan pesona budaya lereng Gunung Slamet.

Dengan semua agenda tersebut, Pemalang bersiap tampil beda. Disparpora optimis, dari jual beli sarung hingga mangga bisa jadi ladang transaksi besar. Pada akhirnya, semua ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekaligus mempertegas Pemalang sebagai destinasi wisata unggulan.

(yn26)

Kapolri Lepas Satgas FPU 7 MINUSCA dalam Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

0

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menggelar upacara pelepasan Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 MINUSCA Bhayangkara, yang akan bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah pada Kamis (25/09/2025). Misi ini menjadi bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mendukung stabilitas dan keamanan global.

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di markas besar Polri, sebagai wujud penghargaan atas dedikasi dan kesiapan para personel yang akan membawa nama baik bangsa dalam kancah internasional. Para personel FPU 7 telah menjalani berbagai pelatihan intensif sebagai bekal dalam menghadapi tantangan di wilayah misi.

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian dunia merupakan bagian dari diplomasi aktif Indonesia. “Polri aktif berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB. Atas kontribusi tersebut, Indonesia menempati peringkat kelima dunia sebagai negara dengan kontribusi terbesar dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Capaian ini akan terus kita tingkatkan, sejalan dengan komitmen Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Umum ke-80 PBB di New York, 23 September 2025,” ujar Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Misi FPU 7 MINUSCA ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme dan kemampuan Polri di tingkat internasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap perdamaian dunia. Dengan semangat Bhayangkara dan integritas tinggi, para personel diharapkan mampu menjalankan tugas dengan baik, menjaga nama baik bangsa, dan memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas global.

Kapolda Jatim Resmikan Dapur SPPG di Gresik, Dukung Pemenuhan Gizi 3.452 Siswa

0

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., bersama Pejabat Utama Polda Jatim, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Kamis (25/9/2025).

Peresmian ini digagas oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik sebagai upaya nyata mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Bangunan dapur SPPG berdiri di atas lahan pinjam pakai milik Pemerintah Desa Yosowilangun, dengan luas lahan 13.549 meter persegi dan luas bangunan 426,5 meter persegi.

Proses pembangunan telah rampung 100 persen, dengan penataan ruangan yang sesuai standar Polri serta asistensi teknis dari Tim Rolog Polda Jatim.

Dalam laporan pelaksanaan, tercatat anggaran operasional sebesar Rp452,7 juta telah dicairkan pada 25 Agustus 2025 setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan survei lapangan.

Tim inti yang akan mengelola dapur ini terdiri dari Kepala SPPG Iones Ariadi Kamandanu, S.Pd., PIC SLB Mila Andiyani, Ahli Gizi Armyati Permana, S.Gz., Akuntan Amry Ulinnuha, S.Ak., serta 47 relawan.

Target penerima manfaat program ini mencapai 3.452 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di kawasan Yosowilangun dan Randuagung. Rinciannya meliputi 400 siswa TK/PAUD, 1.800 siswa SD/MI, 725 siswa SMP, dan 527 siswa SMA.

Kapolda Jatim melalui Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa keberadaan dapur gizi ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang generasi bangsa.

“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga berkomitmen dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dapur gizi ini adalah langkah nyata dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak,” ujar Kombes Abast.

Sementara itu Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu menambahkan, program dapur SPPG ini diharapkan bisa berjalan berkesinambungan dengan dukungan lintas sektor.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi seimbang demi masa depan yang lebih baik,” kata AKBP Rovan.

Kedepan, rencana pembangunan tahap II juga telah disiapkan, antara lain pengembangan dapur SPPG di Manyar Rejo, Bedilan, dan Randuagung dengan memanfaatkan aset pinjam pakai dari pemerintah desa maupun tanah milik Polri.

Masyarakat menyambut baik peresmian dapur SPPG ini.

Dukungan juga datang dari jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Ketua MUI Gresik KH. Ainur Rofiq Toyyib, Ketua PCNU Gresik Drs. KH. Mulyadi dan berbagai organisasi keagamaan seperti LDII, FORMAGAM, PGIS, BAMAG, PHDI, Muhammadiyah, dan FKUB.

Kehadiran berbagai elemen itu menunjukkan dukungan luas terhadap program dapur gizi Polres Gresik yang diharapkan mampu menjadi model kolaborasi kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mereka juga menilai inisiatif Polri dan Bhayangkari tersebut sebagai bukti kepedulian nyata terhadap kesehatan anak-anak di Gresik. (*)

Akankah Kasus Inspiring Teacher Berakhir Di Meja Pengembalian Ataukah Ke Ranah Hukum???

0

Gempurnews | Pemalang – kembali jadi sorotan. Program Inspiring Teacher 2025 yang semula digembar-gemborkan sebagai prestasi justru menyeret Dinas Pendidikan Pemalang dalam pusaran dugaan pungutan liar (pungli).

Wacana pengembalian dana yang diumumkan pejabat Dindikbud Pemalang dinilai aktivis tak otomatis membatalkan praktik pidana. “Logika uang kembali, masalah selesai itu ngawur. Pungli adalah tindakan kriminal, bukan sekadar salah administrasi,” tegas aktivis pendidikan Pemalang.

Alih-alih meredam kritik, rencana pengembalian dana ini malah dianggap sebagai pengakuan terbuka. Aktivis menilai Dindik bukan hanya tahu, tetapi ikut terlibat dalam skema yang sudah merugikan banyak pihak.

Suara lantang ini muncul dalam audiensi panas di gedung DPRD Pemalang, Selasa (23/9). Hadir Ketua DPRD, sejumlah anggota dewan, pejabat Dindikbud, serta barisan aktivis yang menolak diam.

Media sosial pun ramai. Publik menyoroti pernyataan pejabat Dindik yang siap mengembalikan dana, namun tetap bungkam soal proses hukum. “Kalau dibiarkan, sama saja melegalkan korupsi kecil-kecilan,” kata salah satu narasumber.

Aliansi aktivis Pemalang menegaskan tak akan berhenti. Mereka mengingatkan, pengembalian dana hanyalah langkah administratif, sementara kejahatan pungli harus diusut oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

“Bila 10 Oktober 2025 masalah ini tidak tuntas, kami pastikan melapor ke penegak hukum. Ini sudah alarm akhir,” tegas perwakilan aliansi di hadapan dewan.

Desakan ini jadi ultimatum terbuka bagi Dindikbud Pemalang. Aktivis meminta APH segera turun tangan agar dugaan penyalahgunaan wewenang tidak terkubur oleh kompromi politik.

Kini, mata publik tertuju pada Pemalang. Akankah kasus Inspiring Teacher 2025 benar-benar diseret ke ranah hukum, ataukah hanya berakhir di meja pengembalian uang?

(yn26)