Home Blog Page 277

Polres Pasuruan Berhasil Bongkar Jaringan Kampung Narkoba dan TPPU Senilai Rp 3 Miliar

0

PASURUAN – Polres Pasuruan Polda Jatim berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di Kampung Wonosunyo, Kecamatan Gempol, serta membongkar tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai aset mencapai Rp 3 miliar.

Selain itu, dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025, Polres Pasuruan Polda Jatim juga mencatat prestasi dengan menempati peringkat Tiga besar pengungkapan kasus di jajaran Polda Jatim.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti komitmen jajarannya dalam memberantas narkoba.

“Polres Pasuruan tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba. Keamanan masyarakat adalah harga mati yang harus kami jaga,” tegasnya saat Press Coference, Rabu (17/9).

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan sembilan tersangka berinisial K, MA, DA, APH, AK, MS, H, Y, dan HAS.

Mereka berperan sebagai pengedar hingga kurir jaringan narkotika.

Penangkapan dilakukan mulai 26 Juli hingga 9 Agustus 2025 di sejumlah lokasi, termasuk sebuah vila di Kota Batu serta kawasan Legian, Bali.

Barang bukti yang diamankan cukup besar, meliputi 342,7 gram sabu, 727 butir ekstasi, dan hampir 21 gram ganja.

Dari jumlah itu, Polisi memperkirakan telah menyelamatkan sekitar satu juta jiwa dengan nilai ekonomis Rp.876 juta.

Sementara itu Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan Iptu Yoyok Hardianto mengungkapkan jaringan ini dikendalikan dari Desa Wonosunyo, Gempol, lalu menyebar ke berbagai daerah.

“Para tersangka ini menjalankan bisnis narkoba untuk keuntungan pribadi. Perannya berlapis, ada yang sebagai pemasok, pengedar, hingga kurir,” jelasnya.

Selain menangani kasus narkoba, penyidik juga menemukan praktik pencucian uang yang dilakukan tersangka K sejak 2021.

Uang hasil penjualan narkoba digunakan untuk membeli aset, baik atas nama pribadi maupun orang lain.

Barang bukti yang disita berupa tiga dump truck, satu mobil Terios, satu pickup Grandmax, dua sepeda motor, serta perlengkapan elektronik. Total aset ditaksir mencapai Rp 3 miliar.

“Tersangka mencoba menyamarkan hasil kejahatannya lewat aset bergerak maupun tidak bergerak. Ada juga rekening bank dengan identitas fiktif,” terang Iptu Yoyok.

Dalam operasi yang digelar 30 Agustus hingga 10 September 2025, Satresnarkoba Polres Pasuruan mengungkap 24 kasus dengan 40 tersangka.

Dari tangan mereka, diamankan 213 gram sabu dan 12 butir ekstasi.

Kasatresnarkoba Polres Pasuruan menyatakan hasil ini merupakan kerja keras kolektif seluruh jajaran.

“Selama operasi, kami berhasil menyelamatkan sekitar 600 ribu jiwa dari bahaya narkoba dengan nilai ekonomis barang bukti Rp321 juta,” ujarnya.

Para tersangka dijerat pasal 114 dan 112 juncto pasal 132 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun penjara hingga hukuman mati.

Sementara untuk TPPU, tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau denda hingga Rp10 miliar. (*)

Gandeng Lembaga Pendidikan Polres Kediri Wujudkan Generasi Emas Tanpa Narkoba

0

KEDIRI – Upaya membangun daya cegah dan tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, Polres Kediri Polda Jatim mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Generasi Emas Produktif Tanpa Narkoba” di SMA Negeri 1 Pare, Kabupaten Kediri, pada Rabu 17 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polres Kediri Polda Jatim dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Kediri sebagai wilayah yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji S.H., S.I.K., M.Si menegaskan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk memiliki pemahaman dan kesadaran akan bahaya narkoba.

Menurutnya, remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan menjadi target peredaran narkoba karena berada dalam fase pencarian jati diri.

“ Kami hadir di sini untuk mengingatkan dan memberikan edukasi bahwa narkoba adalah musuh bersama. Pelajar harus menjadi agen perubahan yang mampu membentengi diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya dari bahaya narkoba,” ujar AKBP Bramastyo.

Ia mengungkapkan untuk memberantas peredaran narkoba perlu mendapat dukungan dari semua elemen, termasuk para peran pelajar.

Maka dari itu Polres Kediri Polda Jatim mengajak para pelajar mewujudkan Kabupaten Kediri yang bersih dan tanpa dari narkoba.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi oleh Satresnarkoba Polres Kediri Polda Jatim mengenai jenis-jenis narkoba, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta ancaman hukum yang mengintai pengguna dan pengedar narkoba.

“Diskusi ini bertujuan agar para siswa ini memahami dampak buruk terjerumus ke narkoba. Sehingga dengan pemahaman bahaya narkoba maka adik-adik pelajar ini bisa menjadi pelopor generasi emas produktif tanpa narkoba,” jelas Kapolres Kediri.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Kediri berharap dapat terus bersinergi dengan pihak sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, produktif, dan berprestasi tanpa narkoba serta menjadikan Kabupaten Kediri sebagai daerah yang aman, nyaman, dan terbebas dari jeratan narkoba.

Dalam kegiatan ini Polres Kediri mendapat sambutan hangat dari pihak sekolahan SMA Negeri 1 Pare dan mengapresiasi atas inisiatif Polres Kediri dalam melakukan pendekatan preventif kepada para pelajar. (*)

Polres Situbondo Buka Layanan SKCK 24 jam Bagi Calon PPPK Wujud Pelayanan Prima dan Humanis

0

SITUBONDO – Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Situbondo mengalami peningkatan signifikan sejak Senin 15 September 2025.

Lonjakan ini dipicu oleh banyaknya calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang tengah melengkapi berkas persyaratan.

Mengantisipasi hal tersebut, Polres Situbondo Polda Jatim memberikan pelayanan humanis agar masyarakat tetap nyaman.

Mulai dari penambahan area tunggu, menyiapkan air, permen, camilan bahkan di Polsek Banyuputih menyiapkan bakso gratis bagi pemohon SKCK.

Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K., mengatakan peningkatan jumlah pemohon sudah terasa sejak Senin lalu, pada hari itu Polres Situbondo melayani sekitar 750 pemohon online dan pemohon offline.

Sedangkan Polsek Jajaran melayani SKCK sekitar 100 sampai 200 pemohon.

Selain itu, Polres Situbondo Polda Jatim juga menyiapkan ambulans dan tim kesehatan antisipasi ada hal yang tidak diinginkan seperti pingsan karena ramainya antrian ataupun masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Untuk kenyamanan masyarakat, ruang tunggu pelayanan SKCK dilengkapi AC, ruang khusus disabilitas, ruang bermain anak-anak bagi pemohon yang membawa balita serta ruang khusus ibu hamil dan menyusui.

AKBP Rezi menyebut banyaknya pemohon ini berkaitan dengan syarat administrasi untuk melengkapi berkas PPPK paruh waktu.

“Kami tidak ingin masyarakat kesulitan, sehingga pelayanan SKCK juga dibuka di 17 Polsek Jajaran. Kami juga sudah siapkan ruang tunggu yang nyaman” ujar AKBP Rezi diruang SKCK, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk kepedulian Polri agar masyarakat tetap nyaman meski harus menunggu antrean panjang.

“Kami pastikan semua pemohon SKCK dapat terlayani dengan baik,” tegasnya.

Selain di Polres Situbondo dan seluruh Polsek di jajaran kini juga melayani pembuatan SKCK sesuai domisili masing-masing pemohon.

Hal itu dilakukan setelah ada kepastian dari pemerintah daerah terkait syarat SKCK yang bisa diterbitkan di tingkat Polsek.

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan kebijakan ini. Salah satunya Ahmad, pemohon SKCK asal Kecamatan Panarukan.

“Pelayanannya bagus, meski antrean ramai tetap tertib. Saya juga senang karena dapat minuman gratis saat menunggu. Terima kasih kepada bapak Kapolres dan jajarannya,” ucap Ahmad.

Hal senada juga disampaikan Teguh, pemohon lain yang mengurus SKCK di Polres Situbondo.

Menurutnya, perhatian kecil seperti pemberian air minum menambah kenyamanan masyarakat.

“Ini bentuk perhatian dari polisi. Kami yang sedang berjuang melengkapi berkas PPPK paruh waktu merasa sangat terbantu,” ujarnya. (*)

Kabupaten Pasuruan Rayakan Hari Jadi 1096 Tahun Mengusung Tema “Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa”

0

Pasuruan – Kabupaten Pasuruan dalam rangka merayakan Hari Jadi ke-1096 tahun, menggelar upacara bendera yang berlangsung di depan Gedung kantor Maslahat Raci, Bangil. Kamis, (18/9/2025) pagi.

Diketahui, peringatan tahun ini bertema “Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa”. Hal ini, menegaskan semangat optimisme dan kebersamaan pasca melewati berbagai tantangan.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pentingnya kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat guna untuk memacu pembangunan daerah.

Ditempat sama Bupati Pasuruan mengatakan, pendekatan sinergis yang melibatkan Pemerintah, Akademisi, Aparat Keamanan, Dunia Usaha, Masyarakat, dan Media (Pentahelix), adalah kunci merumuskan solusi dan mengeksekusi kebijakan secara inklusif.

“Sinergi dan kerjasama ini mampu merancang inovasi. Menuju Kabupaten Pasuruan yang bangkit dan maju secara berkelanjutan,” ujar Bupati Pasuruan.

Pemerintah Kabupaten menetapkan seluruh bulan September 2025 sebagai “Bulan Berkunjung ke Kabupaten Pasuruan”. Inisiatif ini, bertujuan mempromosikan potensi dan keunggulan daerah kepada masyarakat nasional, sekaligus mendongkrak perekonomian dan menarik investasi. Bupati Pasuruan juga mengajak seluruh masyarakat menciptakan kondisi yang kondusif.

“Saya mengajak semua untuk menjaga kondisi fisik dan sosial, tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ayo, kita ciptakan Pasuruan yang nyaman, aman, dan damai. Supaya investasi dan kemajuan ekonomi berjalan cepat,” jelasnya.

Di kesempatan itu pula, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo juga mengajak seluruh masyarakat agar merenungkan kembali motto daerah “Guna Karya Sarana Bakti”, kerja dan bermanfaat sebagai amal untuk berbakti. Hal ini, sebagai komitmen untuk bekerja dan melayani masyarakat sepenuh hati.

“Mari kita jadikan peringatan ini, sebagai ruang untuk merayakan kemajuan, mengenang sejarah, dan menatap masa depan dengan tekad lebih kuat. Kita semua punya peran, kita semua bertanggung jawab. Bersama-sama, kita pasti bisa,” Pungkasnya.

Diakhir acara, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo mengucapkan terimakasih dan Dirgahayu Kabupaten Pasuruan ke-1096 tahun. Selama upacara berjalan lancar, aman, kondusif berlangsung khidmat dan ditutup dengan do’a.(Qomar)

Bima yang Dilaporkan KontraS Hilang Usai Ricuh Kwitang Ditemukan di Malang

0

Jakarta – Tim khusus pencarian orang hilang Polda Metro Jaya berhasil menemukan Bima Permana Putra, warga yang sebelumnya viral disebut hilang usai kericuhan di Kwitang, Jakarta Pusat. Bima ditemukan di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (17/9/2025).

“Update informasi dari tim khusus pencarian orang hilang, Polda Metro Jaya telah menemukan satu orang warga tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (17/9).

Pencarian ini dilakukan setelah informasi orang hilang tersebut ramai beredar di media sosial, salah satunya melalui akun KontraS. Meski tidak ada laporan resmi, polisi tetap melakukan penelusuran.

“Tidak ada laporan, tetapi berdasarkan informasi orang hilang yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan kerusuhan saat unjuk rasa di beberapa lokasi di Jakarta,” jelas Ade Ary.

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kasubdit AKBP Resa Fiardi Marasabessy kemudian melakukan serangkaian analisis dan penelusuran hingga akhirnya menemukan Bima di Klenteng Eng An Kiong, Jl RE Martadinata No 1, Kota Lama, Kecamatan Kedaung Kandang, Kota Malang, sekitar pukul 13.55 WIB.

“Yang bersangkutan adalah seorang pedagang asongan. Dia ditemukan di Klenteng Eng An Kiong, Jl RE Martadinata No 1 Kota Lama, Kecamatan Kedaung Kandang, Kota Malang, pada Rabu (17/9) sekitar pukul 13.55 WIB,” ungkap Ade Ary.

Berdasarkan keterangan Bima kepada polisi, ia berada di Kwitang pada 29–31 Agustus 2025 bukan untuk mengikuti aksi demonstrasi, melainkan untuk berjualan asongan.

“Kemudian pada tanggal 1 September, Saudara BPP pergi ke daerah Tegal, Jawa Tengah menggunakan motor dari Jakarta. Sesampainya di Tegal, Saudara BPP menjual motornya,” ujarnya.

Selanjutnya, pada 2 September 2025, Bima bertolak ke Malang dengan kereta api dan memesan kamar hotel untuk 3 hari, 3–5 September 2025. Di kota tersebut, ia berjualan mainan barongsai mini di sekitar Klenteng Eng An Kiong.

Adapun sebelumnya, KontraS melalui akun Instagram @kontras_update menyampaikan masih ada tiga orang yang dilaporkan hilang sejak aksi demo 30–31 Agustus 2025. KontraS menyebut satu orang merupakan non-demonstran (Bima Permana Putra) dan dua lainnya demonstran, yaitu:

  1. Bima Permana Putra (non-demonstran)
    Hilang sejak 31 Agustus 2025, lokasi terakhir di Glodok, Jakarta Barat.
  2. M Farhan Hamid (demonstran)
    Hilang sejak 31 Agustus 2025, lokasi terakhir di Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.
  3. Reno Syahputradewo (demonstran)
    Hilang sejak 30 Agustus 2025, lokasi terakhir di Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

Bahagianya Kaum Difabel Dapat SIM Gratis dari Polres Jember di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke – 70

0

JEMBER, – Ada yang berbeda di peringatan Hari Lalu lintas Bhayangkara ke-70 yang diperingati oleh Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Jember Polda Jawa Timur (Jatim).

Jajaran Satlantas Polres Jember Polda Jatim menggelar layanan spesial berupa pembuatan dan perpanjangan SIM D gratis khusus bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir Satlantas Polres Jember, Rabu (17/9/25) itu disambut antusias oleh para kaum difabel.

Sedikitnya ada 25 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah Jember yang memanfaatkan layanan sosial oleh Satlantas Polres Jember Polda Jatim ini.

Abdullah, salah satu pemohon SIM mengaku sangat senang bisa difasilitasi oleh Polres Jember.

“Terima kasih banyak atas SIM gratis ini, semoga ke depan bisa lebih banyak lagi teman-teman disabilitas yang difasilitasi, karena masih banyak yang belum punya SIM,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ika Wilujeng Lestari juga menyampaikan rasa bangganya.

Harapannya, program ini tidak hanya di momen tertentu saja, tapi bisa terus ada agar lebih banyak penyandang disabilitas yang terbantu.

“Sukses selalu untuk Polres Jember, semoga makin solid, jaya, dan inklusif bersama kami,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu Wakapolres Jember, Kompol Ferry Darmawan, S.Psi., S.I.K, secara simbolis menyerahkan SIM kepada peserta.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa program ini jadi wujud nyata kepedulian Polres Jember Polda Jatim untuk semakin dekat dengan semua kalangan masyarakat.

“Dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, kami bekerjasama dengan BRI untuk memfasilitasi teman-teman disabilitas membuat dan perpanjangan SIM,” ujarnya.

Ia berharap dengan SIM ini para kaum difabel bisa beraktivitas dengan lebih leluasa.

“Ini juga bentuk komitmen kami untuk terus hadir tanpa terkecuali bagi seluruh masyarakat,” ungkap Kompol Ferry.

Pada kesempatan yang sama,Kasat Lantas Polres Jember, AKP B Bagas Simamarta, menambahkan bahwa ide layanan ini muncul dari aspirasi komunitas disabilitas di Jember.

“Kemarin mereka bersurat kepada kami, meminta agar difasilitasi. Kebetulan momennya pas dengan Hari Lalu Lintas, jadi kami berinisiatif menggandeng Bank BRI untuk membantu. Alhamdulillah bisa terwujud dan semoga memberi manfaat,” jelas AKP Bagas.

AKP Bagas mengatakam acara ini bukan hanya sekadar perayaan ulang tahun, tapi juga bukti nyata bahwa kepolisian semakin membuka ruang inklusi bagi semua lapisan masyarakat.

“Kehadiran SIM gratis untuk disabilitas menjadi langkah maju menuju pelayanan publik yang lebih humanis, setara, dan peduli,” tutup AKP Bagas. (*)

Gelar Operasi Pasar ke Desa-desa, Pemkab Banyuwangi Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com – Operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan terus digeber Pemkab Banyuwangi. Bahkan jangkauannya menyasar hingga ke desa-desa.

“Pemkab bekerjasama dengan Bulog, Bank Indonesia (BI) Jember, dan pelaku usaha do Banyuwangi rutin menggelar operasi pasar. Hal ini agar menjaga harga bahan-bahan pokok di masyarakat. Lokasinya kita gilir di tiap kecamatan atau desa,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Seperti operasi pasar yang digelar di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, disambut antusiasme warga yang berbondong-bondong datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Rabu (17/9/2025).

Operasi pasar murah itu diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi bersama Perum Bulog, Bank Indonesia (BI) Jember, dan pelaku usaha lainnya. Operasi pasar ini digelar tiga hari, mulai 15-17 September di Balai Desa Gintangan.

Kepala Diskop UMP Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menyampaikan operasi pasar rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan.

“Kami ingin harga tetap stabil,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan dua pola. Operasi pasar mandiri bekerja sama dengan Bulog digelar setiap hari, sementara operasi gabungan bersama Bank Indonesia Jember dilakukan bulanan antara 3-4 hari.

Beragam bahan pokok disediakan, mulai telur dengan pasokan harian 450 kilogram selama tiga hari hingga beras medium sebanyak tiga ton per hari seharga 67.500 tiap 5 kilogram.

Komoditas lain juga dijual, termasuk beras premium dengan pasokan 500 kilogram selama tiga hari dijual seharga Rp74.000 per 5 kilogram, serta beras SPHP yang mencapai 990 kilogram, dengan harga Rp 57.500 tiap lima kilogramnya.

Selain itu, tersedia minyak goreng sebanyak 272 liter, 45 dos mi instan, tepung 40 kilogram, gula pasir hingga 80 kilogram, serta gas elpiji 3 kg selama tiga hari.

“Masyarakat bisa membeli kebutuhan dengan harga lebih terjangkau lewat operasi pasar yang kami gelar ini,” tambah Nanin. (*)

Berkat Kolaborasi Bangun Desa, Banyuwangi Borong Penghargaan TMMD dari Mabes TNI AD

0

JAKARTA | Gempurnews.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 tahun 2025 yang digelar di Banyuwangi, memborong tiga penghargaan dari Mabes TNI Angkatan Darat.

Banyuwangi meraih peringkat ketiga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD terbaik, peringkat kedua kategori Dansatgas Lomba Karya Jurnalistik (LKJ), dan peringkat kedua kategori wartawan media elektronik.

Penghargaan diberikan Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad Brigjen TNI Taufiq Shobri kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan mantan Komandan Kodim (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol (Arh) Joko Sukoyo di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Bupati Ipuk bersyukur atas penghargaan yang diraih Banyuwangi melalui TMMD. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, dalam mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan warga desa.

“Ini semua berkat kolaborasi. Hasilnya Insya Allah bermanfaat bagi warga Banyuwangi,” ujarnya.

Ditambahkan Letkol (Arh) Joko Sukoyo, penghargaan ini ditoreh menjelang akhir masa jabatannya sebagai Dandim 0825 Banyuwangi. Saat ini Joko telah menjabat sebagai Pabandya-2/PNB dan BLU Spaban V/Lakgar Srenaad di Mabes AD.

TMMD ke-125 berlangsung selama satu bulan mulai 23 Juli hingga 21 Agustus. Selama itu, Pemda bersama TNI, dan masyarakat telah membangun jembatan di Desa Seneporejo, jalan cor beton, saluran irigasi, MCK, serta renovasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor, dan pembangunan fisik lainnya.

“Berkat kerja keras bersama, Alhamdulillah Banyuwangi mampu bersaing dengan lebih dari 50 Satgas TMMD se-Indonesia. Mudah-mudahan, ini menjadi kenangan terakhir dari saya untuk masyarakat Banyuwangi. Semoga bermanfaat dan k edepan lebih banyak lagi masyarakat desa yang berdaya,” kata Joko.(*/Biro)

Pariwisata dan UMKM Menggeliat, BPS: Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Lampaui Jatim dan Nasional

0

BANYUWANGI | Gempurnews.com –Ramainya aktivitas pariwisata yang diikuti peningkatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM, membuat ekonomi Banyuwangi terus naik. Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi mencatat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tumbuh 5,85 persen pada triwulan II 2025 (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (5,23 persen) maupun nasional (5,12 persen).

“Pertumbuhan Kabupaten Banyuwangi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Jawa Timur yaitu 5,23 persen serta lebih tinggi dibandingkan Nasional yaitu 5,12 persen,” kata Kepala BPS Banyuwangi Hermanto, saat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), TP2ED dan TP2DD di Aula Rempeg jogopati, Selasa (16/9/2025).

Hermanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tersebut disebabkan terjadinya peningkatan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) Banyuwangi secara yoy di triwulan yang sama. Di mana PDRB daerah di triwulan II 2025 sebesar Rp 30.149,33 triliun.

“Ini lebih tinggi dibandingkan PDRB Banyuwangi di triwulan II tahun 2024 yang sebesar Rp 27.6 triliun. PDRB Triwulan II 2025 juga lebih tinggi dibandingkan triwulan 1 2025 yakni sebesar Rp 27.4 trilliun,” terangnya.

Kepala Bank Indonesia Kantor Jember Gunawan menambahkan peningkatan PDRB Banyuwangi di Triwulan II 2025, terutama disebabkan oleh meningkatnya kegiatan di sektor sekunder utamanya kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Antara lain meningkatnya produksi UMKM di tengah peningkatan kegiatan pariwisata dan ekononomi kreatif, terutama saat libur panjang,” ungkapnya.

Dari segi pengeluaran, peningkatan PDRB ditopang oleh meningkatnya konsumsi akhir rumah tangga, terutama didorong oleh meningkatnya pendapatan sebagian masyarakat khususnya yang bergerak di sektor sekunder. Ini menandakan daya beli masyarakat Banyuwangi masih terjaga.

“Peningkatan PDRB juga ditunjang adanya peningkatan nilai ekspor khususnya produk makanan laut,” ujarmya.

Gunawan mengatakan akan terus mensupport percepatan ekonomi Banyuwangi, salah satunya mendorong percepatan APBD dengan aktif melakukan advisory serta mendukung digitalisasi dalam transaksi di Pemkab.

“Kami juga akan membantu hilirisasi investasi, pengendalian bahan pokok dalam kerangka TPID, mendorong UMKM, hingga peningkatan industri manufaktur dan pariwisata,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan semua pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi hingga upaya menjaga inflasi. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sebesar 5,85% merupakan hasil kerja semua pihak.

Ipuk menyampaikan sejumlah langkah untuk meningkatkan perekonomian daerah di antaranya melakukan akselerasi belanja pemerintah dan investasi. Peningkatan produktivitas dan sektor unggulan hingga upaya perluasan kesempatan kerja.

“Untuk menjaga inflasi perlu kita perkuat lagi strategi 4K yakni memastikan Keterjangkauan Harga, Ketersedian Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Ipuk juga menyampaikan secara detail langka-langkah yang harus dilakukan oleh setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pengendalian inflasi serta kolaborasi yang harus dilakukan oleh berbagai stakeholder terkait. (*/Biro)

Hari Perhubungan Nasional, Wabup Banyuwangi: Momentum Perkuat Layanan Transportasi

0

Gempurnews.com | Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi menggelar upacara Hari Kesadaran Nasional, dirangkai dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (17/9/2025). Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.

Upacara diikuti ratusan peserta yang terdiri atas para insan perhubungan, seperti jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Dishub Kabupaten Banyuwangi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJ), Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, serta para juru parkir. Ada juga gabungan Korpri, Satpo PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta mahasiswa dan pelajar.

Dihadapan mereka, Mujiono menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan perhubungan atas kerja keras mereka dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Semoga dedikasi dan pengabdian tanpa lelah Bapak/Ibu menjadi amal jariyah,” kata Mujiono.

Menurut Mujiono, peran transportasi sangat penting dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Transportasi yang terhubung dan terintegrasi dengan baik diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan, menopang ketahanan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, membuka akses pendidikan, lapangan kerja, dan turut mengentaskan kemiskinan.

Atas dasar itu, Pemkab Banyuwangi berkomitmen akan terus memberikan pelayanan publik di sektor perhubungan yang berkualitas bagi masyarakat.

“Berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas warga dan menjamin kelancaran distribusi logistik, akan terus kita laksanakan dan ditingkatkan. Misalnya angkutan pelajar gratis, angkutan umum gratis, serta angkutan wisata gratis,” tegas Mujiono.

Mujiono juga memastikan, perbaikan dan pengembangan infrastruktur transportasi akan terus dijadikan prioritas. Setiap infrastruktur dan sarana transportasi yang tersedia, diupayakan bisa beroperasi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, termasuk prasarana jalan, akan terus kita lakukan perbaikan dan pengembangan. Sehingga betul-betul memudahkan aksesibilitas dan mobilitas warga,” kata Mujiono.

Upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 tersebut ditutup dengan penyerahan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada puluhan petugas penjaga perlintasan kereta api.

Untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada penjaga perlintasan kereta api, pada tahun 2024-2025 Pemkab memberikan BPJS ketenagakerjaan kepada 92 orang yang bertugas di 23 pos jaga perlintasan kereta api di wilayah Banyuwangi.

Selain itu, ada juga penyerahan secara simbolis elektronik pas kecil (e-pas kecil) kepada sejumlah nelayan. Pemkab rutin melakukan jemput bola ke kampung-kampung nelayan, memfasilitasi para nelayan mengurus pas kecil berbasis elektronik (e-Pas Kecil) gratis.

E-Pas Kecil ini untuk menjamin legalitas kapal nelayan sehingga aktivitas pelayaran memiliki status hukum yang jelas. (*/Biro)