Home Blog Page 33

Yanto, Tukang Servis Sepeda Pancal yang Setia di Usia Senja

LUMAJANG – Di sudut perempatan jalan Swandak P3 Lumajang, terdapat sebuah tempat servis sepeda pancal sederhana yang telah menjadi langganan warga setempat. Yanto, sang pemilik, telah mengabdikan dirinya sebagai tukang servis sepeda pancal selama bertahun-tahun, bahkan di usia yang hampir mencapai 63 tahun.

Bagi Yanto, menjadi tukang servis sepeda pancal bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan sebuah rutinitas yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Setiap hari, ia akan membuka lapaknya pada pukul 07.00 pagi dan menutupnya pada pukul 17.00 sore. Dalam kurun waktu tersebut, ia dapat menyelesaikan 4 hingga 5 sepeda pancal yang datang untuk minta diperbaiki.

“Servis sepeda pancal ini sudah menjadi pekerjaan saya sejak lama. Saya suka karena bisa membantu orang dan mendapatkan penghasilan,” ujar Yanto dengan senyum.

Yanto memiliki keahlian yang cukup dalam memperbaiki sepeda pancal. Ia dapat menangani berbagai jenis kerusakan, mulai dari ban yang bocor, rantai yang putus, hingga rem yang rusak. Ia juga memiliki harga yang cukup terjangkau, sehingga banyak warga yang memilih untuk servis di tempatnya.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, Yanto masih memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan profesinya. Ia bahkan masih dapat bekerja dengan cepat dan teliti, sehingga banyak pelanggan yang puas dengan hasilnya.

“Yanto memang orang yang rajin dan teliti. Saya sudah lama servis di sini, dan hasilnya selalu memuaskan,” ujar salah satu pelanggan.

Yanto berharap agar usahanya dapat terus berlanjut dan dapat membantu lebih banyak orang. Ia juga berharap agar anak-anak muda dapat mengikuti jejaknya dan memilih untuk menjadi tukang servis sepeda pancal yang handal.

“Semoga usaha saya dapat terus maju dan dapat membantu banyak orang. Saya juga berharap anak-anak muda dapat memilih pekerjaan ini dan menjadi yang terbaik,” tutup Yanto.

Sekedar diketahui bahwa di era modern ini, eksistensi reparasi sepeda pancal masih sangat dibutuhkan dan memiliki peran penting bagi pengguna. Bahkan bengkel khusus sepada onthel tua masih dicari untuk perbaikan dan perawatan sepeda klasik. Alasannya, jasa perbaikan sepeda ini dapat mempermudah yang sibuk atau tidak memiliki alat untuk membenahi sepeda yang mengalami kerusakan. (Bambang)

Polri Kerahkan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara Guna Perkuat Keamanan

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan ratusan personel untuk diberangkatkan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara guna memperkuat pengamanan serta merespons perkembangan situasi kamtibmas di kedua daerah tersebut.

Pengecekan kesiapan pasukan Brimob yang akan bertugas di Papua Tengah dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 12.00 WIB di Mako Brimob dan dipimpin langsung oleh Wakapolri.

Adapun kekuatan personel yang disiapkan antara lain 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, Tim Itwasum sebanyak 8 personel yang dibagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara, Tim BIK 10 personel untuk Papua Tengah, Tim Divpropam 26 personel yang terbagi ke dua wilayah, serta Tim Bareskrim sebanyak 20 personel untuk Papua Tengah.

Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah diberangkatkan pada Sabtu pagi menggunakan pesawat Beechcraft. Sementara 4 personel Itwasum masih dalam proses pencarian tiket keberangkatan.

Sedangkan untuk penguatan di Papua Tengah, total personel gabungan yang akan diberangkatkan berjumlah 148 personel. Mereka dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026 pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire.

Langkah penguatan ini dilakukan seiring dengan adanya perkembangan situasi kamtibmas di beberapa wilayah. Di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terjadi konflik antarwarga yang dipicu oleh kasus dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo yang mengakibatkan korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, serta satu unit tempat ibadah. Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat untuk meredam konflik hingga situasi berangsur kondusif pada Jumat sore.

Selain itu, di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, terjadi aksi penganiayaan berat terhadap personel Polri, Bripda Juventus Edowai, yang dilakukan oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta merespons cepat setiap dinamika di lapangan.

“Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan,” tambahnya.

Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus pembunuhan di Halmahera Tengah maupun penyerangan terhadap personel di Dogiyai, serta memastikan situasi keamanan di kedua wilayah tetap terkendali.

Aksi Freestyle Viral di Mojokerto Berujung Klarifikasi, Polisi Datangi Rumah Tiga Pemuda

Kota Mojokerto – Petugas Satlantas dan Sat Samapta Polres Mojokerto Kota mendatangi rumah tiga pemuda yang viral di media sosial usai melakukan aksi freestyle sepeda motor di jalanan Kota Mojokerto.

Kegiatan tersebut dilakukan pada Jumat, (03/04/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, dipimpin langsung oleh Iptu Sujito dan IPDA Edi Santoso. Kedatangan petugas bertujuan untuk melakukan penjemputan serta klarifikasi terhadap aksi yang dinilai membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban lalu lintas.

Dalam penanganan ini, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor merek Yamaha yang digunakan saat aksi freestyle berlangsung. Identitas ketiga pemuda tersebut tidak dipublikasikan secara lengkap dan hanya menggunakan inisial guna kepentingan pembinaan.

Dari hasil klarifikasi, salah satu pemuda yang merupakan pemilik akun media sosial menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Kami selaku pemilik akun D3N_JO2 meminta maaf atas viralnya video kami yang telah mengganggu kenyamanan lalu lintas di Kota Mojokerto. Kami bertiga memohon maaf sebesar-besarnya apabila mengganggu pengguna jalan lain. Kami berharap hal ini tidak ditiru dan dapat disalurkan ke hal yang lebih positif,” ungkapnya.

Sementara itu, Iptu Sujito memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak meniru aksi berbahaya tersebut.

“Dengan adanya video viral ini, kami mengimbau anak-anak muda di wilayah Kota Mojokerto untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Salurkan bakat sesuai aturan, jangan bangga karena melakukan pelanggaran. Mari bersama-sama tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Polres Mojokerto Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta “Jogo Kota Mojokerto” agar tetap aman dan kondusif.(*)

Polres Lumajang Amankan Apel Malam Haul ke-50 Habib Sholeh, Jaga Kondusivitas Wilayah Tempeh

Lumajang – Polres Lumajang melaksanakan pengamanan apel malam dalam rangka kegiatan yang digelar di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/4/2026) malam.

Pengamanan dilakukan secara intensif di sejumlah titik penting, khususnya di area depan rumah dan sumur milik yang berada di Dusun Krajan, Desa Tempeh Tengah. Lokasi tersebut menjadi pusat kegiatan dan banyak didatangi para jamaah dari berbagai daerah.

Sejak sore hingga malam hari, ratusan hingga ribuan jamaah mulai memadati kawasan tersebut untuk mengikuti rangkaian kegiatan haul. Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur pengamanan lainnya bertujuan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kapolsek Tempeh, , mengatakan bahwa pengamanan apel malam ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan berskala besar.

“Kami melaksanakan pengamanan secara maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan haul berjalan dengan aman dan lancar. Personel kami tempatkan di titik-titik strategis, termasuk di sekitar rumah dan sumur Habib Sholeh yang menjadi pusat kegiatan jamaah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan haul ini memiliki nilai religius yang tinggi dan menjadi agenda rutin yang selalu dihadiri oleh banyak jamaah. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan pengamanan yang matang guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun kepadatan pengunjung.

Selain melakukan penjagaan, petugas juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi guna menghindari kemacetan, mengingat banyaknya kendaraan jamaah yang datang. Polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Kami juga mengimbau kepada para jamaah untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran kegiatan bersama,” tambahnya.

Dengan adanya pengamanan tersebut, diharapkan kegiatan Haul ke-50 Habib Sholeh dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.

“Situasi di wilayah Kecamatan Tempeh pun terpantau aman dan kondusif selama pelaksanaan apel malam hingga rangkaian kegiatan berlangsung,” pungkasnya

Polsek Candipuro Amankan Lomba Ketangkasan Motor Ojek Manol Gabah di Sawah Kloposawit

Lumajang – Gardanusantaranews,com/Personel Polsek Candipuro melaksanakan pengamanan kegiatan lomba ketangkasan motor ojek manol gabah yang digelar di area persawahan milik Arif, warga Dusun Selorejo, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tasyakuran atas hasil panen sawah milik Arif sekaligus menjadi hiburan masyarakat setempat.

Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Polsek Candipuro, Koramil Candipuro, serta Satgas Keamanan Desa Kloposawit.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolsek Candipuro AKP Lugito, S.H., Danramil Candipuro Kapten Inf. Sumarno, Camat Candipuro Shela Fasri, S.S.T.P., M.M., Kepala Desa Kloposawit Marjoko, B.Sc., Ketua Panitia H. Arif, serta Ketua Pelaksana Sugeng.

Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan bahwa kehadiran aparat keamanan bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa mengganggu situasi kamtibmas di wilayah setempat.

“Kami dari Polsek Candipuro bersama unsur TNI dan keamanan desa melaksanakan pengamanan agar kegiatan masyarakat seperti ini tetap berjalan kondusif. Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta dan penonton untuk tetap mengutamakan keselamatan,” ujar AKP Lugito.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tradisional seperti ini perlu didukung selama tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Ketua Panitia H. Arif menjelaskan bahwa lomba ketangkasan motor ojek manol gabah ini merupakan tradisi yang rutin digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat usai panen.

“Ini sebagai bentuk tasyakuran sekaligus hiburan warga. Peserta menggunakan sepeda motor trail yang sudah dimodifikasi, dan kami tetap mewajibkan penggunaan helm serta sepatu boots demi keselamatan,” jelas H. Arif.

Dalam perlombaan tersebut, lintasan dibuat di area persawahan berlumpur yang telah dipanen, sehingga memiliki tingkat kesulitan tinggi karena kondisi licin. Para peserta harus melewati jalur sepanjang sekitar 400 hingga 600 meter.

Teknis perlombaan dilakukan secara bergelombang, dengan setiap sesi diikuti empat peserta yang старт dari garis awal secara bersamaan. Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan peserta mencapai garis finish.

Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area persawahan untuk menyaksikan jalannya perlombaan. Hingga kegiatan berakhir, situasi tetap aman dan kondusif berkat pengamanan yang dilakukan oleh aparat gabungan.(Djk.P)

Tagana Peringati HUT ke-22 Bersamaan Kegiatan Aksi Donor Darah dan Pengabdian Masyarakat

LUMAJANG – Taruna Siaga Bencana (Tagana) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-22 bersamaan dengan kegiatan sadar donor darah dan pengabdian masyarakat di Balai Desa Tukum, Jum’at (3/3/2026). Acara ini dihadiri oleh Kadinsos Lumajang, Camat Tekung, Kepala Desa Tukum, dan beberapa relawan kemanusiaan dan kebencanaan di Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini menekankan pada esensi pengabdian dan kemanusiaan, serta menegaskan komitmen Tagana sebagai relawan sosial yang tangguh, setia, dan sigap dalam situasi darurat. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah dan pengabdian masyarakat,” ujar perwakilan Tagana.

Sedianya Bupati Lumajang, ibu Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar, M.Si., yang akrab disapa Bunda Indah, sebelumnya menyatakan siap hadir bersama sama Tagana Lumajang, akan tetapi bersamaan
dengan kegiatan lain yang tak bisa ditinggalkan. Dirinya berharap di momentum yang lain bisa bertemu dengan rekan Tagana Lumajang.

Namun demikian, dirinya menitipkan salam ucapan Selamat Ulang Tahun TAGANA ke 22 dan dengan penuh rasa hormat dan bangga. “Kami mengucapkan Dirgahayu Tagana Lumajang. Teruskan memberikan pelayanan dalam upaya mengurangi resiko bencana, baik itu bencana alam maupun bencana sosial,” pesannya untuk Tagana.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang saat ini dijabat oleh Indriono Krishna Murti, menyampaikan bahwa Tagana Lumajang cukup baik dan bekerja dengan sangat profesional. Dengan usia cukup dewasa ini Tagana bisa terus semakin maju, kompak dan bisa membantu masyarakat yang tertimpa bencana.

“Dedikasi dan loyalitas Tagana Lumajang untuk berkerja di bidang bencana cukup baik dan kami selaku dinas sosial Lumajang mengucapkan rasa terima yang sebesar-besarnya,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Tukum, Susanto, S.H.mengucapkan rasa terima kasih selaku tuan rumah diberikan kepercayaan dari Tagana Lumajang, dimana lokasi tasyakuran bertempat di Balai Desa Tukum. Kebetulan dalam kegiatan HUT Tagana ini bersamaan dengan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI.

“Rekam Jejak Tagana Lumajang cukup istimewa, aksi nyata dan kepedulian terlihat disegala kebencanaan mulai dari bencana alam, bencana sosial dan bencana non alam, jayalah Tagana Indonesia,” tuturnya.

Mokhamad Eko Santoso selaku koordinator Tagana Lumajang menyampaikan HUT ke-22 Taruna Siaga Bencana (TAGANA) diperingati pada 24 Maret 2026 dengan tema “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”. Peringatan ini menegaskan peran TAGANA sebagai garda terdepan penanggulangan bencana, dedikasi relawan dalam dapur umum, evakuasi, dan pemulihan sosial, serta memperkuat solidaritas untuk ketangguhan negeri.

Untuk tasyakuran ini juga bersamaan dengan kegiatan sadar donar darah yang rutin dilaksanakan relawan, karang taruna yang bekerja sama dengan PMI.

“Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir, pilar sosial, Tagana rajawali, KIM, Karang Taruna, PPDI, PMI, perangkat desa tukum yang membantu sehingga pelaksanaan bisa berjalan dengan aman dan lancar,” tindasnya.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan Tagana Lumajang yang pertama akan terus gencarkan sosialisasi tentang kebencanaan dengan harapan masyarakat bisa paham dan mengerti tentang jenis bencana dan langkah yang harus diambil untuk mengurangi resiko bencana, kegiatan Tagana Masuk Sekolah serta penghijauan akan dioptimalkan di bulan April dan Mei .

“Sekali lagi mohon dukungannya agar kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar,” kata Eko. (Bambang)

Wakil Ketua Organisasi Advokat Pembasmi, Apresiasi Ketegasan Polsek Sedati Tangani Penipuan Transaksi Kendaraan Motor


Sidoarjo | Gempurnews – Ketegasan dan kesigapan aparat kepolisian kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Kali ini pujian datang dari Wakil Ketua Umum Organisasi Advokat Pembasmi, Teguh Puji Wahono, S.Psi., S.H., M.H, bersama Pemimpin Redaksi Globalindo, Hendra Setiawan, S.H, yang memberikan acungan jempol kepada Kanit Reskrim Polsek Sedati atas langkah tegasnya dalam menangani kasus dugaan penipuan segitiga yang melibatkan transaksi kendaraan bermotor.
Kasus tersebut bermula dari transaksi jual beli sepeda motor yang dilakukan melalui platform marketplace. Dalam prosesnya, penjual dan pembeli sama-sama merasa dirugikan setelah muncul dugaan adanya pihak ketiga yang melakukan modus penipuan segitiga, sehingga memicu ketegangan antara kedua belah pihak.
Situasi sempat memanas ketika penjual dan pembeli dipertemukan dalam proses mediasi di Polsek Sedati. Keduanya bersitegang karena masing-masing merasa sebagai pihak yang benar dan korban dari transaksi tersebut.
Namun, melalui pendekatan yang cepat, tegas, dan tetap mengedepankan asas keadilan, Kanit Reskrim Polsek Sedati mengambil langkah solutif. Dalam keputusan tersebut, unit kendaraan bermotor dikembalikan kepada penjual sebagai pemilik sah, sementara dokumen BPKB dititipkan di Polsek Sedati sebagai bentuk jaminan untuk pihak pembeli hingga proses penyelesaian perkara tuntas.
Langkah tersebut dinilai sebagai keputusan yang bijak dan mampu meredam konflik antara kedua pihak.
Teguh Puji Wahono, S.Psi., S.H., M.H menyampaikan apresiasi atas profesionalitas aparat kepolisian dalam menangani persoalan tersebut.
“Kami memberikan apresiasi dan acungan jempol kepada Kanit Reskrim Polsek Sedati yang sigap dan berani mengambil keputusan dalam situasi yang cukup sensitif. Langkah mengembalikan kendaraan kepada pemilik sah serta menempatkan BPKB sebagai jaminan di Polsek merupakan bentuk keputusan yang adil dan proporsional,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, keputusan tersebut tidak hanya menyelesaikan konflik sementara antara penjual dan pembeli, tetapi juga menunjukkan bahwa aparat penegak hukum mampu bertindak cepat dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak.
Senada dengan itu, Pemimpin Redaksi Globalindo, Hendra Setiawan, S.H, juga menilai sikap tegas aparat Polsek Sedati sebagai contoh penanganan perkara yang humanis namun tetap berlandaskan hukum.
“Kami melihat langsung bagaimana situasi sempat memanas antara penjual dan pembeli. Namun Kanit Reskrim Polsek Sedati mampu mengambil keputusan yang cepat, tegas, dan menenangkan kedua pihak. Ini menunjukkan bahwa kepolisian hadir untuk memberikan solusi dan keadilan bagi masyarakat,” kata Hendra.
Ia menambahkan bahwa langkah yang diambil aparat kepolisian tersebut patut menjadi contoh dalam penyelesaian konflik yang melibatkan transaksi daring yang semakin marak terjadi saat ini.
Dengan keputusan tersebut, suasana yang semula tegang akhirnya dapat diredam. Kedua pihak pun diharapkan dapat menempuh proses hukum selanjutnya secara lebih kondusif, sementara aparat kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak ketiga yang diduga menjadi pelaku utama dalam modus penipuan segitiga tersebut. (Yl)

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Rencana Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan

0

Malang – Penolakan terhadap rencana penyelenggaraan pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026 kembali mencuat.

Kali ini, suara penolakan datang dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang menyampaikan pernyataan sikap di depan halaman Polres Malang dan stadion Kanjuruhan yang juga diposting di media sosial Instagram. Jum,at, (03/04/2026).

Dalam unggahan akun @lpmkavling10, keluarga korban menegaskan bahwa Stadion Kanjuruhan bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan ruang yang menyimpan luka mendalam akibat peristiwa 1 Oktober 2022.

Mereka menilai rencana menggelar laga di lokasi tersebut berpotensi melukai kembali perasaan keluarga yang hingga kini masih berduka.

“Stadion Kanjuruhan menyimpan ingatan yang tidak akan pernah bisa kami lupakan. Di sanalah, kami menunggu kepulangan orang-orang yang kami cintai, yang ternyata tidak pernah pulang,” tulis pernyataan tersebut.

Keluarga korban juga menilai bahwa menggelar pertandingan di stadion tersebut sama saja dengan mengabaikan duka yang belum selesai.

Bagi mereka, Kanjuruhan bukan lagi sekadar fasilitas olahraga, melainkan tempat terakhir bertemu dengan orang-orang tercinta.

Lebih lanjut, mereka mempertanyakan sensitivitas penyelenggara terhadap nilai kemanusiaan.
“Apabila pertandingan ini tetap digelar, kami hanya ingin bertanya kepada panitia pelaksana: seberapa murahkah nyawa orang-orang yang kami cintai di mata kalian?” lanjut isi pernyataan itu.

Unggahan tersebut memicu beragam respons dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan terhadap sikap keluarga korban, sementara lainnya menawarkan solusi alternatif terkait lokasi pertandingan.

Salah satu pengguna Instagram, @sam_daffa_011022, yang mengaku sebagai penyintas tragedi, menyarankan agar pertandingan dipindahkan ke tempat netral.

“Saya sebagai penyintas Tragedi Kanjuruhan menyarankan agar pertandingan Arema FC vs Persebaya dimainkan di tempat netral. Kalau tidak bisa, minimal di Stadion Gajayana, Kota Malang,” tulisnya.

Komentar lain datang dari akun @non.aligned.firm yang secara tegas menolak rencana tersebut. “Tolak laga Arema FC vs Persebaya! Trauma itu masih belum hilang! #TolakMainDiKanjuruhan,” tulisnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara maupun otoritas terkait mengenai respons atas penolakan tersebut.

Namun, polemik ini kembali mengingatkan publik bahwa tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan masih menyisakan luka mendalam yang belum sepenuhnya pulih, terutama bagi keluarga korban.(team)

TNI dan Warga Bersinergi, Pembangunan Jembatan Armco Sungai Penakir Dikebut

GempurNews | Pemalang – Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang terus dilakukan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Armco di Sungai Penakir yang kini dikebut pengerjaannya, Sabtu (4/4/2026).

Jembatan yang berada di Dukuh Sawangan tersebut menjadi akses vital penghubung antarwilayah yang sebelumnya sempat terputus akibat terjangan banjir bandang. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari perekonomian, pendidikan, hingga mobilitas sehari-hari warga.

Dalam proses pembangunan, terlihat sinergi kuat antara TNI dari Kodim 0711/Pemalang Korem 071/Wijayakusuma bersama masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, personel TNI dan warga bahu membahu mempercepat pengerjaan jembatan agar segera dapat digunakan kembali.

Danramil 13/Pulosari, Kapten Inf Mulyo Hartono, yang turut terjun langsung memimpin kegiatan di lapangan, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami bersama masyarakat terus bekerja maksimal agar pembangunan Jembatan Armco ini dapat selesai tepat waktu sesuai rencana. Harapannya, jembatan ini segera bisa dimanfaatkan kembali untuk menunjang aktivitas warga,” ujar Kapten Inf Mulyo Hartono.

Ia menambahkan, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu kesulitan rakyat, termasuk dalam pemulihan pascabencana.
Pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga mampu mendorong kembali roda perekonomian masyarakat Desa Penakir yang sempat terhenti akibat bencana.

Warga setempat pun menyambut baik pembangunan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan TNI dalam proses pengerjaan. Salah satu warga Dukuh Sawangan, Slamet (45), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui bapak-bapak TNI dari Kodim 0711/Pemalang yang telah membantu kami. Dengan adanya jembatan ini nanti, aktivitas kami akan kembali lancar, terutama untuk bekerja dan anak-anak sekolah,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Siti (38), warga lainnya, yang berharap pembangunan segera rampung.

“Setelah banjir, kami sempat kesulitan menyeberang. Sekarang dengan adanya pembangunan jembatan ini, kami sangat terbantu. Semoga cepat selesai dan bisa segera digunakan,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Armco Sungai Penakir optimistis dapat selesai tepat waktu. Diharapkan, akses transportasi kembali normal dan pemulihan ekonomi masyarakat Desa Penakir dapat berjalan lebih cepat.

(yn26)

Satgas Pangan Polres Magetan Pantau Pasokan dan Harga Bapokting Pascalebaran

MAGETAN– Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Magetan Polda Jatim melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemantauan stabilisasi pasokan dan harga bahan pokok penting (Bapokting) pasca perayaan Lebaran 1447 H di wilayah Kabupaten Magetan.

Kegiatan ini menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya Pasar Tradisional Pasar Sayur 1 Magetan, distributor sembako serta sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Magetan.

Dari hasil pengawasan, harga bahan pokok penting (bapokting) terpantau relatif stabil dan cenderung mengalami penurunan dibandingkan saat bulan Ramadhan.

Adapun rincian harga antara lain beras premium Rp14.900/kg, beras medium Rp13.100/kg, bawang merah Rp36.300/kg, bawang putih Rp29.600/kg, cabai rawit Rp60.000/kg, daging sapi Rp126.000/kg, daging ayam Rp35.000/kg, dan telur ayam Rp25.000/kg.

Secara umum, harga tersebut masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan yang telah ditetapkan.

Selain itu, tidak ditemukan pengurangan kuota LPG 3 kg dari Pertamina.

Namun demikian, di beberapa wilayah sempat terjadi lonjakan harga akibat aksi pembelian berlebih oleh spekulan.

Sementara itu, untuk BBM di SPBU, tidak ditemukan adanya kelangkaan, pengurangan kuota, maupun antrean panjang.

Kasat Reskrim Polres Magetan sekaligus Kasatgas Pangan, AKP Joko Santoso, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan di lapangan.

“Secara umum, situasi ketersediaan pangan di Kabupaten Magetan dalam kondisi aman dan terkendali,” kata AKP Joko Santoso, Jumat (3/4/26).

Ia mengatakan pasokan bahan pokok masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak ditemukan penyelewengan.

“Meski demikian, kami tetap akan melakukan pengawasan berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga dan mencegah praktik curang yang dapat merugikan masyarakat,” tegas AKP Joko.

Petugas juga memberikan imbauan kepada pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun penyimpangan distribusi.

“Unit Reskrim Polsek jajaran dan Bhabinkamtibmas juga dilibatkan aktif dalam kegiatan monitoring di lapangan,” kata AKP Joko.

Ke depan, sejumlah langkah tindak lanjut telah disiapkan, di antaranya mengagendakan pertemuan antara Hiswana Migas, Pemerintah Daerah Magetan, dan para agen LPG guna merumuskan solusi atas adanya perbedaan harga LPG 3 kg dibeberapa wilayah.

Selain itu, Satgas akan terus melakukan monitoring harga dan stok secara berkala, menggelar sidak pasar, serta memberikan imbauan kepada pedagang agar tidak menaikkan harga di luar kewajaran.

Satgas Pangan juga mendorong peran aktif masyarakat dan aparat kewilayahan untuk terus melakukan pengawasan serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi pelanggaran di bidang pangan maupun energi.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Magetan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas pasca Lebaran dengan aman dan nyaman. (*)